
Orang suruhan Remon telah menemukan keberadaan Novi,Mata mata tersebut menelepon asisten Remon,asisten langsung menelepon Remon. Saat Remon mengangkat telepon Serly sedang bersamanya.
"Hallo. ya ,ya ,benarkah,saya ingin secepatnya kita bertemu."
Remon mengahiri teleponnya.ia melihat pada serly.
"Maaf Serly saya ada perlu,saya tidak dapat mengantarmu pulang,keperluan saya sangat mendesak.."
Serly melihat Remon,ia melihat lelaki itu ingin meninggalkannya.
"Kamu mau kemana mas?"
Remon melihat jam nya.
"Maaf Serly saya tidak sempat menjelaskannya."
Setelah berkata begitu Remon pergi meninggalkan Serly ,ia terlebih dulu membayarkan makanan mereka.
Remon menuju tempat parkir dan ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
Sesampai di kantor,Remon masuk keruangannya ia diikuti asistennya.ia melihat pada asistennya.
"Cepat kamu ceritakan,saya tidak sabar lagi mendengarnya."
"Begini bos,orang suruhan kita telah berhasil menemukan Mbak Novi."Asisten berhenti sebentar.
"Anak bos laki laki ia sudah sekolah,orang suruhan kita telah melihat mbak Novi menjemput anak bos di sekolahnya."
Remon nampak terharu,matanya berkaca kaca mendengar ucapan asistennya
"Anak saya sudah besar,saya sangat merindukannya,saya akan pergi ke kota itu,kamu sudah mencatat alamatnya,saya akan berangkat hari ini kalau ada pesawat kesana."
Asisten mengeluarkan sesuatu dari amplop yang ia bawa.
"Bos saya telah memesan tiket ,tapi berangkatnya malam nanti."
"Remon tampak gembira,wajahnya tampak berseri,ia melihat jam tangannya."
"Saya akan pulang dulu saya akan mandi dan berkemas kemas,tolong antarkan saya pulang dan tolong antarkan juga saya ke bandara nanti."
Asisten mengangguk,ia mengikuti Remon ketika Remon meninggalkan ruangan.
Sampai di rumah Remon masuk kekamarnya ia melihat Foto Mereka berdua dengan istrinya di dinding kamarnya.
"Sayang tunggu mas,mas akan datang dan mas akan bawa kamu dan anak kita kembali ke Jakarta."
Remon bicara sendiri,ia sepertinya sangat ingin berjumpa dengan Novi.
Sementara itu Novi ikut pergi darmawisata bersama warga kampung.Bintang tampak senang naik bus.Di atas bus itu penumpangnya banyak lansia,hanya Novi dan anaknya yang muda.
Walau lansia yang banyak di mobil tapi mereka bernyanyi dan bergoyang di dalam bus seperti anak muda,Novi hanya tersenyum melihat mereka.Bintang terkekeh melihat nenek bergoyang,ia bertepuk tangan.Novi mengelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya,ia melihat anaknya.
"Kamu memang sama dengan bapakmu nak,sangat suka melihat wanita,bapakmu suka melihat wanita muda sedang kamu suka melihat lansia. Novi berbicara perlahan."
Novi akhirnya tertawa,ia kelihatan geli melihat pada Anaknya.Anaknya tidak mendengar apa yang ia ucapkan.
__ADS_1
Novi tersadar ketika ada ibu ibu yang memanggilnya.
"Novi ayo gabung ke sini,kita goyang bersama,kalau kamu mau keraoke kamu bisa bernyanyi."
Novi tersenyun pada ibu tersebut.
"Saya tak bisa nyanyi dan bergoyang buk,saya melihat saja."
Ibu itu tersenyum padanya,dan mendekatinya.
Ayo,kita goyang saja,kalau sudah biasa kamu akan menyukainya.
"Biar saya di sini saya dengan anak saya buk.saya akan melihat ibu bergoyang dari sini buk."
Setelah tersenyum pada Novi ibu itu bergabung kembali.
Sementara itu Remon telah berada di depan rumah Pak Ridwan ia memperhatikn lama sekali rumah itu,pak Ridwan dan istrinya yang berada di rumah ,memperhatikan saja mobil berdiri di depan rumahnya.
Setelah beberapa saat Remon turun dari mobilnya dia mendekati rumah itu.Remon mengetuk pintu beberapa kali.Tak lama keluarlah bapak dan ibu Ridwan.
"Maaf pak mau cari siapa?" Pak Ridwan bertanya
Remon menatap Bapak dan ibu Ridwan.
"Maaf saya mengganggu bapak."
Remon menyalami sepasang suami istri tersebut.
"Saya mau mencari istri saya pak Namanya Novi."
Pak Ridwan memandangi istrinya.ia memberikan gambar Novi dan surat nikah pada istrinya
"Ia sudah lama pergi dari rumah pak,ia pergi saat sedang hamil besar,saya mendapat informasi ia berada di sini pak."
Pak Ridwan tersenyum,ia membawa Remon masuk.
"Masuklah nak."Pak Ridwan berhenti sesaat.
Remon mengikuti bapak dan ibu Riwan masuk,ia melihat sekeliling ruangan ,ia tertegun saat melihat Foto penghuni rumah itu ada didinding,ia mendekati gambar itu.
Pak Ridwan tersenyum,ia menepuk pundak Remon,Remon tersentak ia melihat pada pak Ridwan sedang tersenyum ke arahnya.
"Itu foto kami berempat nak,siapa namamu nak."
"Nama saya Remon pak."
"Kamu mirip sekali dengan Bintang."
Remon tersenyum
"Dimana mereka pak"
"Siapa nak?" Pak Ridwan balik bertanya.
"Novi dan anak saya pak." Suami istri itu saling pandang
__ADS_1
.
"Mereka berdua pergi jalan jalan dengan bus sama warga di sini." Pak Ridwan menjawab
"Jam berapa nanti mereka pulang buk".
"Mungkin malam nak,tunggulah disini."
Remon melihat pda jamnya
"Pak, buk nanti saya akan kesini lagi,tapi bapak dan ibu harus merahasiakan kedatangan saya kesini,saya takut ia akan pergi lagi dari saya.
"Baiklah nak."
Setelah pamitan dengan orang tua angkat istrinya Remon pergi,ia menuju hotel tempat ia bermalam nanti.
Setelah tiba di dalam hotel Remon tampak gelisah,ia mondar mandir seperti ada yang ia pikirkan..Tak lama ia mandi setelah itu ia menuju restoran.Setelah makan ia kembali lagi ke rumah pak Ridwan,ia tiba dirumah pak Ridwan.
Ibu Ridwan sedang berada di luar,ia tersenyum melihat kedatangan Remon,ia mempersilakan Remon masuk.
Mereka duduk bertiga di ruang tamu .Remon masih melihat pada gambar yang ada didinding.
"Saya rindu sekali dengan Novi dan anak saya pak,saya tak sabar ingin berjumpa dengan mereka."
"Pak Ridwan tersenyum.Saya bisa merasakan perasaan kamu nak."
"Saya tak ada di rumah waktu Novi pergi dari Rumah."
Remon pun menceritakan kejadian di saat
Novi pergi dari rumah.
"Novi tak pernah menceritakan mengapa ia pergi dari rumah,kami berdua pun tak menanyakannya." Ibu Ros berkata
"Dia memang seperti itu pak,dia suka memendamnya sendiri ."
"Kamu lihat warung yang ada di depan itu,itu milik Novi,hari ini tutup,biasanya buka setiap hari,sebelum saya kecelakaan,saya yang menjaga tokonya."
""Remon berdiri ia melihat keluar di lihatnya ada warung yang tak jauh dari rumahnya.
pukul sepuluh malam Rombongan bus sampai, bus berhenti di depan rumah pak Ridwan.Tampak Novi turun bersama anaknya.
Bintang tertidur di gendongan Novi,pak Ridwan dan istrinya keluar mendekati Novi ,sedang Remon menunggu di dalam rumah.
Setelah bus berjalan meninggalkan mereka Novi berjalan beriringn dengan Bapak dan ibunya Ridwan
"Bagaimana Bintang nak apa tidak rewel tadi."
"Tidak buk,ia tertawa melihat ibu ibu bernyanyi dan bergoyang,ibu ibunya seru bu,mereka kan lansia semua,tapi tingkah mereka seperti anak muda."
"Ibu ibu di sini memang begitu,hampir semuanya suka bergoyang,ibu ibu itu biasa senam jadi tak canggung untuk bergoyang."
Novi tersenyum,ia mengangguk anggukan kepalanya.
"Mereka tak takut encoknya tiba tiba kumat buk." Novi tersenyum geli.
__ADS_1
Mereka semua tertawa mendengar cerita Novi ,hingga mereka masuk ke dalam rumah.