
Pak Ridwan dan istrinya sangat kawatir,dicarinya sekeliling rumah,Bintang belum ketemu juga.Saat melihat ke dekat pohon pak Ridwan,baru bernafas lega,Dilihatnya Bintang tidur di sana.
Sementara itu Novi pergi bersama Roni menghadiri pesta.Rupanya ada seorang dokter menikah.Penampilan Novi biasa saja ia memakai gaun yan modelnya sederhana.
Karena Roni direktur rumah sakit Novi dihormati di sana karna yang ada di pesta saat itu banyak karyawan Rumah sakit,Novi mengenal pengantin wanitanya,ia adalah Dokter yang merawat pak Ridwan.Didi anak adik pak Ridwan adik Novi juga ada di sana.Didi mendekati Novi
"Kak!", Didi menyapa Novi,Novi tersenyum.Di menunduk hormat pada Roni. Roni tersenyum.
"Kamu sudah dinas di sini Di,jadi tante dan om mengantar kamu?"
Didi mengeleng.
"Mama dan papa tidak jadi mengantar saya,saya naik travel kesini jak."
"Apa om dan tante sehat Di?"
"Sehat kak,saya melarang mama ikut mengantar,nanti mama akan sedih kalau pulang kembali ke kota Pb."
"Saya kira om atau tante sakit.Lebih baik tante tidak mengantar saat ini ,setelah kamu sudah agak lama tante dan om bisa melihat kamu kesini dan bisa singgah di rumah ."
Tidak kak,mama tidak sakit mereka semua sehat,alhamdulillah berkat doa kakak.
mereka mengirim salam pada semua keluarga di sini,papa juga menyuruh saya mampir ke rumah pak Tuo.Pak Tuo dan maktuo sehat kak?"
"Mereka berdua sehat,syukurlah saya senang mendengarnya". Novi tampak senang.
"Saya tak melihat Bintang kak?"
"Bintang tak ikut,ia tinggal sama kakek dan neneknya."
"Ooo,begitu yaa. Novi mengangguk dan tersenyum"
Setelah cukup lama mereka di pesta Roni dan Novi meninggalkan pesta.
Di jalan mereka berbincang.
"Mas setelah saya pikir pikir,saya ke kampung mas,setelah putus sidang perceraian saya sama mas Remon,tak mungkin saya menemui keluarga mas saya masih berstatus istri mas Remon.nanti apa kata keluarga besar mas."
Roii melihat Novi sesaat.
"Kamu sudah berpisah sudah sekian tahun Novi,itu sama saja kalian sudah berpisah."
"Tapi saya ingin pengadilan yang mengesahkannya mas."
"Baiklah kalau itu keputusanmu,saya akan katakan sama keluarga di kampung bahwa saya sibuk saat ini belum bisa membawa kamu ke kampung."
Novi tersenyum.
"Sebaiknya begitu mas.saya tak ingin ada masalah."
"Masalah apa?" Roni melihat pada Novi sebentar,ia melihat kedepan lagi.
"Siapa tahu nanti mas Remon muncul disana dan menceritakan bahwa mereka belum bercerai.
__ADS_1
Roni terdiam beberapa saat.
"Baiklah,kita sepakat setelah semua selesai kita beru menemui keluarga besar saya,kapan sidang cerai kamu."
"Mungkin tak lama lagi." Novi melirik Roni
...****************...
Remon telah bersiap siap ,ia telah menjinjing koper, ibu tampak heran.
"Kamu mau kemana nak?"
Remon tersenyum
"Remon mau melihat Bintang,Remon rindu padanya ma,sekalian menghadiri panggilan pengadilan."
"Pengilan pengadilan nak?." Mama tampak herab
Ya!, urusan perceraian Remon ma,Remon akan bercerai dengan Novi,Bintang biar bersamanya,Remon ingin Novi mengizinkan Remon bertemu kapan Remon mau,dan mengizinkan Bintang di bawa beberapa hari bersama Remin kalau ia libur sekolah,dan ia mau menerima bantuan Remon untuk sekolah Bintang,Remon tak ingin bertengkar masalah anak ma." Remon tampak pasrah.
"Kalau ia mau harta gono gini bagaimana Remon?"
'Remon rasa Novi tak meminta itu,calonnya sekarang ma orang sukses juga."
"Jadi ia setelah cerai dengan kamu ia akan menikah?" nama semakin ingin tahu.
"Iya ma,karna sudah ada calonnya ia mau cerai dengan saya ma."
"Novi tidak selingkuh ma,kami telah berpisah sekian tahun,wajar kalau ada orang yang mencintainya,ia masih muda,lagi pula calonnya itu pacarnya,Remon yang merebut Novi darinya."
"Kamu masih menbela dia,sebaiknya kamu terima Susi,ia cantiik dan mirip dengan Novi,malahan lebih cantik dari Novi."
Remon tertawa,ia menatap mamanya.
"Mama ada ada saja,Remon belum resmi bercerai mama sudah memberikan wanita lain.Sebentar ini mama Memaki Novi karna belum resmi bercerai sudah ada pria lain."
Mama terdiam
"Ma Remon mau berangkat dulu ma,nanti bisa terlambat."
Mama menatap anaknya.
"Ya ,hati hati di jalan,kirimkan kabar ya mama ingin tahu perkembangannya."
Baru Remon hendak keluar.
"Mon,bagaimana kalau mama ikut,mama ingin melihat Bintang."
'Mama tidak usah ikut,saya takut akan terjadi masalah dan Novi tidak akan mengizinkan Remon untuk berjumpa Bintang nanti ma"
"Kamu kira mama pembuat masalah."
Mama tampak kesal dan tersinggung.
__ADS_1
"Mama dengan Novi tidak berhubungan baik,nanti terjadi cekcok,Remon ingin cerai baik baik ma,Remon tak ingin terjadi sesuatu yang akan membuat Bintang tidak mau berjumpa dengan Remon nantinya."
"Baiklah,semoga keputusan nanti itu yang terbaik untuk kamu dan Novi."
Remon tersenyum ia melambaikan tangannya,dan berlalu dari hadapan mamanya.
Di bandara asistenya telah menunggu Remon di sana
"Pak semuanya telah selesai di urus pak." Remon tampak senang.
"Baguslah ,kamu laporkan setiap hari berita di kantor kepada saya,saya mungkin agak lama di sana."
"Iya pak." Asistennya bergegas menjawan,ia melihat wajah serius bosnya.
Bintang tampak senang mendengar ayahnya akan datang,Novi tersenyum melihat Bintang.
"Kamu tampak senang sekali hari ini Bintang?"
Bintang tersenyum.
"Bintang mau jemput papa ke bandara sama kakek."
Novi tersenyum ,Remon meneleponnya ingin anaknya menjemputnya,di bandara,ia tidak mau menjumpai Remon bapak dan ibu menawarkan diri mau ikut mereka berdua belum pernah ke bandara,lagi puka ia mrlihat Bintang ingin menjemput ayahnya ke bandara,saat itu mereka menunggu jemputan.
Novi tidak ada curiga sama Remon bahwa,ia mempunyai perusahaan di kampungnya,karna ketika Remon menjumpai Bintang ia mengendarai Mobil yang sama setiap harinya,ia merasa Remon mencater mobil di tempat yang sama.
Bintang nampak gembira ketika mobil jemputanya datang.
Novi menyalami tangan pak RidwanDan ibu Ridwan.
"Nak jangan nakal ya,jangan menyusahkan kakek dan nenek." Novi menasehati Bintang.
"Novi kamu hati hati di rumah,kompor jangan lupa kamu matikan kalau kamu mau pegang hp, dan ke toko,pastikan kompor mati,kamu jangan gegabah seperti waktu itu."
"Iya buk,saya akan ingat pesan ibu."
Novi tersenyum ,ibu pun tersenyum.
Setelah mereja naik mobil ,mobil yang menjemput mereka jalan menuju bandara.
Novi melihat mobil sampai tak kelihatan,lama ia berdiri saja disana.Sampai ada yang lewat menyapanya.
Novi kok berdiri sendiri di sini mana yang lainnya.
Ibu dan bapak pergi keluar mengajak Bintang.
"Kamu kok tak ikut?"
"Saya menunggu toko,tak mungkin toko tutup terus buk,bisa pindah pelanggan saya nanti."
Ibu tersenyum pada Novi Novi pun tersenyum dan ibu itu menganggukan kepalanya ,ia pun berlalu,Novi pun menuju tokonya.
Saya mengucapkan terima kasih pada semuanya yang telah membaca novel ini apalagi yang memberi like dan Comentarnya.🙏😀
__ADS_1