
Remon dan Novi telah kembali dari Malaysia,Remon telah berada kembali di kantornya,Novi telah berada kembali di rumah Orang tua Remon.Dikantornya,Remon telah sibuk bekerja kembali.Remon dan heri asik berbincang bincang.
"Pak,waktu bapak pergi ke Malaysia,ibuk friska datang kekantor."
Remon yang mulanya mendengarkan Heri berbicara,tiba tiba melihat pada Heri kala mendebgar Friska datang kekantornya.
Mengapa Friska kekantor ini Heri?"
"Ibuk Friska,mencari bapak,ia tampak marah,katanya bapak tak memberi tahu ia ke Malaysia."
"Sayakan kerja di malaysia ,lagi pula saya pergi dengan istri,Sari saja saya suruh berangkat sendiri dan bertemu di tempat metting." Remon berbicara dengan Heri ,sesekali melihat Heri sambil memeriksa pekerjaanya.
"Ibu Friska minta alamat dan bapak di malaysia,saya bilang saya tidak tahu,ibu Friska marah marah sama saya pak,katanya tak mungkin asisten tidak tahu alamat bapak di malaysia."
"Saya pernah menerima telepon Friska ,untung saya tidak di dekat istri saya."
Remon masih bercerita sambil memeriksa pekerjaan,Heri berdiri di samping Remon,sambil menyusun beberapa berkas.
Friska mau menyusul saya ke Malaysia,saya bilang saya sibuk, saya sebentar lagi pulang,saya putus telepon cepat,takut ia banyak tanya."
Remon berbicara sambil tertawa kecil,Hari mendengarkan Remon berbicara.."Pak,kata ibu Friska,kalau bapak sudah kembali kasih tahu dia."
"Saya sibuk ,saya banyak pekerjaan!."
Hari terdiam mendengar ucapan Remon yang agak ketus.Tak lama remon telah menyelesaikan pekerjaanya,ia meregangkan badannya di kusi kebesarannya,Heri teraenyum melihat Bosnya
"Rasanya legah ,pekerjaan yang sudah menumpuk telah selesai di kerjakan,saya lelah sekali Heri.."
Tampak dari raut wajah Remon ia tampak letih ,Remon memicingkan matanya sambil bersandar di kursi kerjanya,Herivdiam memperhatikan bosnya yang tampak kelelahan.
Dirumah mertuanya,Novi sedang membersihkan rumah,ibunya mertuanya duduk berbincang dengan adik iparnya.
"Ma,menantu mama rajin sekali,apa lagi kalau mama di dekatnya.".
Wulan mengoda mamanya,mananya tersenyum,ia melihat menantunya.
Kalau tinggal dengan mertua harus begitu,apalagi suaminya nemberikan kehidupan senang padanya,apa lagi bisa jalan jalan ke luar negeri."
__ADS_1
Mama sengaja mengencangkan suaranya,agar di dengar Novi.Novi diam saja ,ia melihat ibu dan adiknya sebentar,lalu ia mengerjakan pel rumah lagi.Wulan merasa tidak enak,tampak dari raut wajahnya.
"Ma ,jangan kencang kencang bicaranya ,nanti di dengar kakak ipar."
Mama memandang tidak suka pada Wulan,kerna memprotes dirinya
"Saya ingin dia mendengar ucapan saya,mentang mentang suaminya patuh sama dia,saya akan takut mengeluarkan pendapat,no,. no,no.."
Wulan menarik nafas mendengar ucapan mamanya,ia tak tahu harus berbuat apa,ia melihat pada Novi,Novi sedang melihat mereka berdua,Novi tersenyum dengan wajah sedih,Wulan pun ikut tersenyum ,ia merasa tak enak pada Novi.
Remon pulang ke rumah jam sepuluh malam,ia melihat istrinya ,sudah tertidur di tempat tidur,ia memperhatikan istrinya yang nampak cantik saat tidur,ia tersenyum,Remon menyelimuti Novi,,saat selimut menyelimutinya Novi terbangun,setelah mengusap matanya ,ia melihat Remon tersenyum padanya,Novi melihat jam .
"Mas,mengapa tak membangunkan saya,saya tadi tertidur,saya mangantuk ,mata saya berat sekali ,ngantuknya tidak bisa di tahan mas."
Rendi tersrnyum pada istrinya,ia melihat istrinya tampak lelah.
,Mas tadi mau memberi selimut, mas lihat kamu nyenyak sekali tidur,mas tak mengira ,setelah di kasih selimut kamu terbangun."
Remon menyesali tindakannya tadi,Novi duduk.
"Mas sudah makan,kalau belum,saya akan panaskan makanan".
Mas sudah makan tadi,mas mau mandi saja,tolong sediakan pakaian mas,gerah sekali rasanya."
Remon berkata sambil membuka bajunya dan ia berlalu ke kamar mandi.Setelah memakai baju piama ,Remon menyusul Novi yang terlebih dahulu ke tempat tidur.Remon memcium kening novi,ia melihat istrinya seperti ada yang ingin ia bicarakan.
"Ada apa,apakah ada yang ingin kamu bicarakan".
Novi mengadap suaminya,ia mau bicara tapi ragu ragu,Remon menatapnya,
"Katakanlah,saya akan mendengarkanya"
Novi tampak mengumpulkan keberanian untuk mengatakan oada Remon,ia melihat suaminya,
"Mas,mas jangan marah ya,"
Novi berhenti sebentar,Remon menunggu kalimat selanjutnya.
__ADS_1
"Saya ingin kuliah mas,saya ingin ikut tes masuk universitas,saya tak mungkin di rumah terus saya ingin beraktivitas."
Remon terdiam mendengar ucapan istrinya,di tatapinya istrinya,melihat wajah berharap istrinya ia tersenyum,ia duduk ,Novi ikut duduk mereka saling menatap.
"Kenapa kamu tiba tiba mau kuliah,kamu tidak betah ya dirumah,apa mama dan adikku memperlakukanmu kurang baik? "
Novi tak mungkin menceritakan perlakukan mama padanya,ia tak ingin ada perselisihan antara mama dan suaminya nanti.
"Saya sebenarnya,telah lama ingin kuliah,sejak sebelum menikah,tapi saya tak punya biaya,saat saya nonton tv tadi saya mendengar akan ada pembukaan mahasiswa baru,jadi saya ingin mencoba daftar, tentu saja kalau mas izinkan".
Remon menatap istrinya,ia melihat istrinya ingin sekali kuliah,ia tak kuasa menolaknya.
"Ya!,mas izinkan,tapi kamu harus ingat kamu adalah seorang istri,kalau selesai kuliah nanti jangan keluyuran."
Novi cepat menganggukan kepala,ia tersenyum senang pada Remon,Remon pun tersenyum melihat novi.
"Kalau kamu kuliah nanti biar mas yang hantar kamu setiap hari."
Novi terdian melihat suaminya,suaminya menaikan alis sambil melihat Novi.
"Mas ,saya belikan saja honda mio ,biar saya kuliah naik honda,saya ikut tes fakultas negeri dulu di jakarta kalau tak dapat negeri baru swasta,saya mau kuliah di jakarta saja."
"Kalau tidak dapat di jakarta bagaimana?"
"Saya tidak jadi kuliah,dan saya cari kegiatan yang lain ,seperti bwrjualan ,saya tak mau jauh dari suami."
Remon tampak tidak suka kalau novi jualan.
"Mas tidak suka kamu jualan cari uang,mas hanya mengizinkan kamu untuk kuliah."
Kok tak boleh mas,waktu di kampung kerja saya jualan .Remon tetap tak mengizinkan Novi jualan,ia tampak kesal.
Kamu harus mendengarkan mas,mas tak suka istri mas bekerja cari uang,biar mas saja yang bekerja,mas maunya ,waktu mas pulang ada istri yang menunggu di rumah,kalau punya anak,ia bisa memperhatikan anaknya.".Novi tampak keberatan mendengar keputusan Remon ,ia diam saja,Remon melihat wajah novi, Novi keberatan dengan keputusanya itu,ia menarik nafas.
Mas sebetulnya tak keberatan kalau kamu ada kegiatan,tapi waktu mas dirumah kamu harus bersama mas,karna mas, tidak ingin istri mas tidak di rumah,waktu mas berada di rumah."
"Novi tersenyum mendengar ucapan Remon Remon memeluk istrinya sesaat.
__ADS_1
"Sekarang kita tidur,rajinlah mengulang pelajaran,kalau kamu ingin kuliah,dan ingat pandai pandai membawa diri,kamu harus ingat,kamu itu adalah seorang istri."
Remon lalu menganbil selimut dan berbaring di temoat tidur,Novipun ikut berbaring di tempat tidur,tak lama Remon tertidur ,Novi melihat pada suaminya,wajah suaminya sangat tenang,dan kelihatan tampan ,ia tersenyum di usap muka suaminya sesaat,akhirnya,ia berusaha menutup matanya,setelah agak lama baru ia tertidur.