
Pak Ridwan telah dibolehkan pulang,Roni telah berada diruangan Pak Ridwan,Novi dan ibu Ros ada disana.
"Nak Roni,kalau ada kesempatan main lah kerumah bapak."
Roni tersenyum ia mengangguk,Roni melihat pada Novi.
Kalau saya ke kota S nanti saya akan menelepon bapak,saya pasti singgah pak.
Bapak nampak senang mendengar ucapan Roni,begitu juga dengan ibu,ia tersenyum
saya senang kalau nak Roni datang,kami telah menganggap nak Roni sebagai anak kami.Roni tersenyum
ia melirik lagi kearah Novi,Novi tersenyum pada Roni.
"Terima kasih mas,kami telah mendapatkan bantuan dan perlakuan baik dari mas,apa lagi kami telah di izinkan tinggal di rumah mas."
Roni tersenyum.
"Kamu telah mengenal saya sudah lama,bahkan sebelum kamu menikah,kita berdua cukup dekat sebelum kamu menikah,jjadi tak perlu kamu bicara begitu Novi."
Mendengar ucapan Roni Novi cepat berbicara.
Pak kita pulang sekarang,bintang sudah lama bersama adik adik,nanti ia bosan.
Pak Ridwan dan ibu saling pandang,dilihatnya Roni menatap Novi.Novi acuh saja .Roni melihat pada Pak Ridwan dan istrinya.
"Sebentar pak."
"Ridwan keluar,melihat Ridwan perawat bergegas kesana."
"Tolong di urus sampai selesai pasien yang bernama Ridwan,antar sampai ketempat parkir."
"Iya Pak Derektur" Perawatpun pergi
Setelah berkata begitu Roni kembali lagi ke ruangan Pak Ridwan.
"Novi,tunggu saja sebentar,perawat sedang mengurus Administrasi bapak."
"Mas apa saya tak perlu ke sana mengurusnya."
"Tak perlu,kamu tunggu saja disini,atau kamu mau ketempat anakmu? kamu tunggu saja disana,biar saya yang urus bapak."
"Biar saya menunggu bapak disini."
"Nak ,tengoklah anakmu,biarlah bapak Nak Roni yang urus."
"Pak Mas Roni seorang Dokter tentu ia banyak pekerjaanya." Novi mengelak secara halus
"Novi saya sedang lepas dinas,malam nanti baru ada Jadwal saya ,Dokter Spesialis seperti saya di sini banyak."
Tak lama perawat masuk keruangan ,ia memberi hormat pada Roni,Roni tersenyum padanya.
Pak semuanya telah selesai ."
"
"Berikanlah obat pada ibu itu".
__ADS_1
Perawat memberikan beberapa obat pada ibu Ros.,Roni sengaja menyuruh perawat memberikan pada ibu Ros.
"Tolong beri tahu anak magang,tolong bapak ini ,antar bapak ketempat parkir,saya lihat tadi perawat pria yang praktek banyak."
"Baik pak."
Novi melihat pada Roni saat mendengar perawat itu memanggil pak bukan Dokter.
Belum sempat herannya ,anak perawat praktek datang sebanyak lima orang.Perawat itu memberi hormat pada Roni.
"Tolong bapak ini,tolong juga ibu ibu ini,mengangkat barangnya,kasihan mereka perempuan semua."
"Mas ini bagaimana,saya dan ibu bisa mengangkat barang barang,mendorong bapak saja mereka."
"Apa salahnya mereka menolong mu,mereka banyak di sini,tu lima orang."
"Mereka kan pakai baju putih,masak membawakan barang kami kerjanya."
"Kaliantak keberatan kan membawakan barang ibu ini?"
"Tidak pak." Anak magang cepat menjawab Derekturnya.
Mereka hampir bersamaan menjawabnya.
"Kan kamu dengar,mereka tak keberatan.Bapak dan ibu tersenyum mendengar perdebatan mereka."
Akhirnya Novi membiarkan saja perawat membawa barangnya,karna mereka berdua tak sanggup membawanya langsung.Roni beriringan dengan bapak yang memakai kursi roda.
Novi yang beriringn dengan salah satu perawat ,ia berbincang dengannya.
"Dek,kamu kok memanggil pak bukan Dokter pada Dokter Roni."
"Novi terkejut,bantal yang ia pegang terjatuh,perawat cepat menolong Novi.
"Apa ibu tidak apa apa buk?.
Robi yang kebetulan melihat ke belakang terkejut,ia melihat perawat laki laki memungut bantal,ia bergegas ke tempat Novi,ia melihat pada perawat.
"Ada apa dengan ibu ini?" Rono bertanya pada perawat
"Tidak apa apa,tadi bantal ini terjatuh dari tangan saya." Novi cepat menjawab
"Kan sudah saya katakan,biar adik adik ini yang menolong kamu.Kamu itu kurang tidur,kamu letih dan capek."
Novi menatap Remon,perawat yang bersama Novi tadi melihat Remon langsung berjalan meninggalkan mereka berdua.Remon mengambil barang bawaan Novi
"Biar saya saja yang bawa,"
Tiba tiba Novi berkata kepada Roni,Roni menatap Novi.
"Kamu ini masih keras kepala seperti dulu,saya sangat sayang padamu perasaan saya masih seperti dulu."
Novi terdiam mendengar ucapan Roni,Novi tersadar ketika ia melihat beberapa orang memperhatikan mereka.
Novi bergegas berjalan,ia sangat malu,sementara Roni bersikap acuh saja,ia mengikuti Novi yang telah terlebih dahulu berjalan.
Sampai tempat parkir bintang berlari mendekati mamanya.
__ADS_1
"Unda,endong."
Bintang langsung melompat kearah Novi.
"Jangan lompat seperti ini nak nanti bunda jatuh.."
Setelah berada di gendongan Novi Bintang mencium bundanya berkali kali semua yang berada di sana tersenyum
"Bintang itu mirip sekali seperti papanya,sifatnya juga sana,selalu memaksakan kehendaknya pada Novi."
ibu Ros melihat pada Roni ia mendekati Roni untung Novi tak mendengar ucapan Roni karna ia mendengarkan celoteh anaknya dan berdiri agak jauh dari Roni.
Kamu kenal suami Novi? Ibu Ros bertanya pada Roni.Roni melihat pada Buk Ros
"Saya pernah melihatnya ketika mereka ke kampung kami setelah menikah."
"Ooo begitu,jadi Bintang mirip sekali dengan bapaknya."
Roni tersenyum ia mengangguk. Dilihatnya Pak Ridwan telah duduk di mobil.Novi mendekati Roni.
"Mas ,terima kasih atas segalanya,berkat bantuan mas semua urusan kami mudah disini ." Roni menjabat tangan Novi
"Hati hati bawa mobilnya."
Novi mengangguk.Novi memajukan mobilnya,Roni melambaikan tangannya.
Perjalanan sampai ke rumah Pak Ridwan 2 jam ,Sesampai Dirumah mereka mengangkat pak Ridwan untuk naik je rumh dan memasukan Pak Ridwan ke dalam kamar.
Novi mengendong Bintang ke kamarnya.Setelah itu ia duduk di ranjang dan melihat hp.ia membaca pesan dari Roni."
"Novi saya bersedia menerimamu menjadi isteri saya,kutunggu jandamu."
Novi terkejut membaca sms itu.
"Roni kamu masih seperti dulu,masih menyukai saya,walau saja sudah punya anak.Novi terpaku di tempat tidur sambil mengusap punggung anaknya."
Remon mulai terbuka menerima serly seperti hari itu,ia berada di sebuah restoran
"Mas jadi kita pergi malam nanti ."
"Ya siap siap sudah magrib saya jemput kamu,acaranya jam sembilan nanti."
"Saya akan memakai baju yang kamu beli mas" Serly berkata dengan ceriah
Remon tersenyum mengangguk.
"Saya membelikan kamu baju memang untuk kamu pakai di acara itu".
Setelah selesai makan mereka pulang, Remon mengantar Serly kerumahnya.
"Mas kamu tak singgah kerumah mas"
Remon tersenyum di dalam mobil.
"Nanti kita akan bertemu lagi,saya pulang dulu."
Setelah berkata begitu Remon menjalankan mobil menuju rumahnya.Sesampai dirumahnya Remon menuju kamarnya ia masuk ke kamar mandi.Setelah selesai mandia ia berdiri dan melihat foto yang ada di kamarnya.
__ADS_1
"Sayang maafkan mas,kalau kau tak mengingiknkan mas lagi mas akan membuka hati mas untuk orang lain."
Lama Remon memandang Foto yang ada di didinding kamarnya,setelah cukup lama baru ia memakai pakaiannya.Setelah Sholat Remon bersiap siap untuk pergi ke pesta.