Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bertengkar lagi


__ADS_3

Bintang nampak senang ia di ajak Remon naik mobil barunya,pak Ridwan dan istrinya tidak ikut,mereka pergi ke tempat orang nikah.


Remon membawa Bintang,ia membiarkan Bintang membeli keperluan sekolah dan Remon membelikan Bintang sepeda.


"Bintang sepeda ini biar di rumah ayah saja,kamu bisa bersepeda disana,ayah tidak akan mengizinkan kamu membawa sepeda ke rumah kamu,nanti bunda kamu marah."


Bintang melihat Remon,ia mengangguk


"Ayah mengapa ayah takut sama bunda?"


Tiba tiba Bintang bertanya pada Remon.


Remon tersenyum ia melihat anaknya.


"Bintang,ayah tidak takut sama bunda kamu,ayah menghargai bunda karna ia bunda kamu,ayah laki laki,lalu laki tidak boleh jadi orang penakut,tapi jadi orang yang baik yang bisa menghargai perempuan."


Remon berusaha menjawab pertanyaan anaknya.


Bintang terdiam ia tidak mengerti dengan ucapan ayahnya.Remon juga membeli baju renang Bintang dan dirinya.Remon Dan Bintang mencoba beberapa baju.


Ayah gagah memakai baju itu ayah. Remon mencoba bajy kemeja dan baju kaus.


"Remon tersenyum ia tampak senang mendapat pujian dari anaknya."


"Kamu juga gagah nak." Remon pun memuji anaknya.


Bintang juga tampak senang di puji ayahnya.


Remon menelepon sopirnya.


"Bawah belanjaan saya ke rumah dulu saya akan membawa anak saya berkeliling."


Remon berkata pada sopirnya.


Tidak berapa lama mereka menunggu datanglah sopir. Setelah berbicara sebentar dengan sopirnya Remon dan Bintang berjalan menuju tempat parkir.


Remon membawa Bintang makan di restoran cukup mewah,saat mereka masuk Bintang melihat bundanya dengan Roni,dilihatnya bundanya sedang tertawa senang.Bintang lansung cemberut,Remon belum menyadarinya,ketika ia melihat anaknya cemberut,seperti nampak sesuatu,ia mengikuti arah pandangan anaknya.Ia terkejut ketika pandangan matanya beradu dengan Novi,Novi tampak marah,ia mendekati Remon.ia langsung marah marah dengan Remon.


"Apa maksud mas mengajak Bintang kesini!"


Nada suara Novi cukup tinggi,Roni ganya diam melihat dari kursi meja makan ia tak berani ikut campur.


"Saya tidak tahu kamu ada di sini, mana tahu kamu ada di sini!" Renon menjawab cukup sengit.,Bintang cemberut melihat orang tuanya yang sering bertengkar.


Mas berhasil membuat Bintang cemberut melihat saya..Novi melihat anaknya.


"Bunda jangan marah terus dengan ayah." Bintang berkata perlahan.


Bintang nampak tidak suka kedua orang tuanya bertengkar,mendengar ucapan anaknya Novi terdiam ia hanya menatap Bintang.


"Bintang kita makan di tempat lain saja." Remon mengajak Bintang keluar


Bintng mengangguk,Novi tampak merada sedih melihat wajah Bintang.

__ADS_1


Mas,mas berhasil membuat saya serba salah dengan Bintang,kamu sengaja membuntuti saya,setelah itu kamu pura pura tidak tahu,dan merasa tak bersalah.


"Kamu bicara apa Novi,emangnya mas tidak ada pekerjaan lain,hanya membuntutimu!" Remon nampak mulai marah.


Ini buktinya saya makan di sini mas kesini juga,bawa anak lagi.Novi tampak kesal,matanya tajam menatap Remon.Remon berusa menahan amarahnya,ia masih menenggang perasaan Bintang.


"Novi,saya sudah tidak ada rasa sama kamu,saya bisa mencari wanita lain,perlu kamu tahu,saya hanya memikirkan perasaan anak,saya tidak memikirkan perasaan sendiri.


Novi terdiam mendengar prrkstaan Remon,ia tertunduk.


Orang yang masuk kerestoran ,melihat pertengkaran mereka,seorang laki laki masuk mendekati mereka.


"Maaf pak, ibu,kalau mau bertengkar jangan disini,ini akan mengganggu orang di restoran ini."bapak itu berkata dengan ramah


Remon melihat pada,laki laki itu sesaat ia menganggukan kepala pada laki laki itu,lalu ia mengandeng Bintang dan berlalu,setelah Remon pergi,Roni baru mendekati Novi.


"Ada apa sayang,mengapa mantan suamimu ke sini bersama Bintang?" Roni mulai bertanya.


"Itulah yang buat saya kesal ia membuat pencitraan,ia membuat saya buruk di depan Bintang!" Nada suara Novi masih emosi.


"Ya sudahlah,ayo kita makan." Akhirnya Remon mengajak Novi makan.Novi mengangguk.


Novi mengikuti Remon,wajahnya masih tampak tegang.


Sementara Remon telah berada kembali di dalam mobil,ia agak kencang membawa mobil,Bintang agak takut.


"Ayah jangan kencang kencang,Bintang takut,nanti kita bisa kecelakaan,pelankan sedikit ayah."


Ketika Remon menoleh pada Bintang,Bintang terdian ia memicingkan matanya ,ia pun melambatkan mobilnya.


"Maafkan ayah nak,ayah tadi terbawa emosi sehingga tanpa ayah sadari ayah telah membuat takut kamu." Rwmon merasa bersalah.


Bintang melihat ayah yang sedang melihat padanya.


"Ayah jangan bertengkar terus dengan Bunda,Bintang sedih kalau ayah bertengkar terus." Bintang tampak berharap pada Remon.


Bintang menitikkan air mata,ia mengelap air matanya dengan satu tangannya.Melihat itu Remon menghentikan mobilnya,kebetulan mereka berada di dekat taman,Remon mbmberhentikan mobilnya di dekat taman,ia melihat banyak juga orang di sana.


"Kita duduk di taman ya nak?' Bintang mengangguk,mereka turun dari mobil.


Bintang dan Remon duduk di bangku taman.Remon memeluk anaknya.


'Maafkan Ayah Bintang,ayah membuatkamu takut." Rwmon merasa kasihan oada anaknya.


"Iya ayah,Bintang merasa senang di taman ini,lihatlah ayah,kupu kupu itu berterbangan,bintang mau mengejarnya ayah." Remon tersenyum


"Ya,hati hati nak,kamu jangan jauh jauh bermainnya." Remon berkata.


Bintang tersenyum pada ayahnya ia mengangguk.Ia berlari ke arah kupu kupu itu.


Mata Remon melihat sepasang suami istri bersama keluarganya,ia juga melihat anaknya terhenti melihat orang tua bersama anak mereka,keluarga itu tampak bahagia.


Remon cepat mendekati anaknya.

__ADS_1


"Katanya kamu mau mendekati kupu kupu,mengapa kamu berdiri mematung di sini?".


"Lihat lah anak itu ayah,ia tampak bahagia,


Bintang ingin juga seperti anak itu,bersama ke dua orang tua,Bintang ingin dan merindukan seperti itu ayah."


Remon memeluk anaknya.


"Nak,ayah akan berusaha mengabulkan keinginan mu,tapi ayah tidak berani berjanji padamu kamu tahu kan Bagaimana sifat bundamu nak.Ayah akan berusaha membawa bundamu berjalan bersama seperti keluarga itu." Remon meyakinkan Bintang.


Bintang melihat pada ayahnya,sisa air mata masih tampak di wajahnya.


"Ya Allah ,saya telah membuat anak saya bersedih dan menderita,saya tak tahan melihat Kesedihan Bintang,berilah saya jalan yang terbaik,dan lunakanlah hari Novi,supaya ia tidak berprasangka buruk dengan saya,saya tidak berdaya ya Allah tolonglah saya." Remon berkata dalam hati meminta ke pada Allah sang pencipta.


Remon menatap Bintang,ia tampak sedih melihat anaknya yang curhat kepadanya.


Cukup lama juga mereka di sana.Remon melihat pada anaknya.


"Kamu lapar nak,bagaimana kalau kita cari tempat makan?"


Bintang mengangguk


'Atau kamu ingin kita makan di rumah ayah saja"


Lagi lagi Bintang mengangguk.


Taman itu tidak berapa jauh dengan rumahnya,akhirnya Remon membawa anaknya ke rumahnya.


Remon telah menelepon Bik Warni,ia menyuruh bik warni menghidangkan makanan ke sukaan anaknya.


Sampai di rumah Remon menuju tempat makan ia telah melihat makanan telah terhidang.


Bintang berlari menuju meja makan.


"Nak cuci tangan dulu,ayo kesini ayah juga mau mencuci tangan."


Bintang mengikuti Remon ,setelah mencuci tangan Bintang duduk dan langsung memakan paha ayam goreng.Remon tersenyum,pada anaknya.


"Kamu sudah sangat lapar Bintang?"Bintang mengangguk.


"Makannya jangan tergesa gesa nak,lambat lambat saja,goreng ayam itu hanya untukmu,jadi pelan pelan saja makannya."


Bintang tesenyum malu saat matanya beradu pada mata ayahnya.


"Anak ini persis seperti Bundanya kalau ia malu begitu."


Remon berkata dalam hati sambil melihat anaknya.


Setelah selesai makan kamu istirahat dulu, setelah itu kamu ayah ajak untuk mencoba sepeda yang kita beli tadi ya?".Renon berkata sambil membelai kepala anaknya.


Wajah Bintang tampak senang dan gembira,Remon senang melihat perubahan wajah anaknya.


Terima kasih saya ucapkan pada pembaca yang meluangkan waktu membaca novel saya,dukung selalu ya,kalau ada salah tolong komentar dan kasih like dan vote juga 🙏

__ADS_1


__ADS_2