Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Akan ada anggota baru


__ADS_3

Remon dan Novi,sore itu pergi mengunjungi Dokter keluarga ,Remon mengkwatirkan Novi yang sering lemas dan letih akhir akhir ini.sampai di tempat praktek,mereka menunggu sebentar dan akhirnya bertemu,Dokter siska.


"Selamat sore Dokter."


Novi menyapa Dokter ,Dokter itu tersenyum manis,ia menyalami Novi,Novi menjabat tangan dokter.,Dokter menoleh pada Remon ia tersenyum


"Pak Remon,sudah lama kita tak berjumpa pak,terakhir waktu ibu bapak sakit,saat itu saya datang kerumah bapak." Remon mengingat ingat,


Ooo,ia,saat itu mama demam tinggi,sekarang ,nama sudah jarang sakit."


Dokter melirik ke arah Novi.


"Maaf,mbak ini siapa ya pak," Dokter Siska bertanya


"Ini istri saya,namanya Novi."


Dokter siska terkejut,ia melihat kearah Novi,


"Muda sekali Istri Pak Remon,wajahnya cantik sekali."


Novi tersenyum malu,ia selalu malu kalau ada orang yang memujinya


"Ibu Dokter juga cantik kok."


"Novi membalas pujian Dokter tersebut


"Maaf ya,kita sudah bicara kesana kesini,siapa yang sakit Pak?."


Dokter menyadari,keperluan Remon dan Novi menemuinya.


"Ini dok,Novi sering lemas ,pusing, dan katanya ia merasa lemah sekarang,padahal biasanya ia gesit dan serba cepat kalau melakukan sesuatu."


Remon menerangkan, Dokter siska tersenyum.


"Coba saya periksa Ibu Novi,mari buk."


Siska membawa Novi ke kamar periksa. juga Novi memeriksa urinnya,tak lama keluar hasil labornya.


"Pak Remon,selamat istri bapak positif hamil."


Remon menatap istrinya ia terdiam beberapa saat,begitu Juga denganNovi,ia tekejut dan merasa tak percaya mendengar dirinya hamil,Dokter Siska tersenyum melihat hal itu.


"Mbak Novi,karena ini kehamilan pertama,aktivitas Mbak Novi di kurangi banyak makan yang bergizi nanti mbak saya kasih vitamin."


Novi melihat pada Suaminya ia tersenyum haru,Remon memeluk istrinya ia tidak percaya ,sebentar lagi ia akan menjadi ayah.


"Sayang,sebentar lagi kita akan menjadi orang tua.."Mata Novi berkaca kaca,Remon mengecup kening Novi.tampakvraut wajah gembira pada muka mereka.


Setelah Cukup lama konsultasi mereka pun pergi dari tempat praktek Dokter Siska.Remon membimbing Novi,ia sepertinya takut Novi tersandung dan akan membahayakan kandungannya,melihat hal itu Novi melihat pada Remon,ia berhenti melangkah,perhatian Remon tiba tiba sangat berlebihan


"Mas,biasa saja mas,saya akan susah berjalan kalau mas seperti ini."


Remon tak mengacukan permintaan Novi,Novi tetap ia perlakukan seperti anak kecil yang perlu di awasi dan yang harus dijaga.Setelah sampai di tempat mobil di parkir,Novi di bimbing perlahan masuk ke dalam mobil,Novi tesenyum geli melihat pada Remon.

__ADS_1


Sayang ,kamu istirahat dulu kuliahnya ya,mas takut,nanti kamu ke napa napa.


Novi melihat pada remon ia mengerutkan keningnya.


"Mas,kok mas seperti ini sih,saya baru kuliah,lagi pula banyak orang hamil yang berat kerjanya,tapi kandungannya tetap sehat.jangan berlebihan dong mas."


"Kamu jangan marah,nanti berpengaruh pada kandunganmu."


Remon berkata ,sambil mengelus kepala istrinya,Novi merasa geli melihat Remon.


"Mas,banyak orang calon ayah,tapi tidak seperti mas ,mas agak berbeda sekali dengan calon bapak yang saya lihat"


Remon melihat Novi dari sudut matanya,Remon kelihatan melucu ,Novi tertawa geli,Remon akhirnya ikut tertawa .


Sesampainya di rumah ,Remon bergegas masuk keruang keluarga,ia nenemui ibunya yang sedang duduk santai dengan kedua anak dan cucunya.mamanya melihat padanya,Remon tampak bahagia.


"Ada apa Remon kamu kelihatan gembira sekali hari ini,tidak biasa kamu seperti ini,apa ada berita gembira?."


"Ma,saya senang sekali hari ini ma,mama sebentar lagi akan mendapatkan cucu lagi,anak dari Remon ma,Novi kini sedang mengandung ma..".


Remon bahagia sekali menceritakan tentang kehamikan Novi,mama melihat pada Novi.


"Ma,mengapa mama tidak bahagia ma,nama tidak suka Remon mempunyai anak Ma?."


Remon kecewa pada mamanya,mamanya tampak tidak bahagia,wajahnya biasa sajamendenfar istrinya hamil,Melihat wajah sedih putranya,mama cepat cepat berdiri menghampirinya.


Remon,mama senang sekali ,mendengar kamu sebentar lagi jadi seorang ayah,tadi mana terkejut saja,sebab beritanya mendadak sekali..


Wajah sedih Remon berubah menjadi gembira sekali,dengan spontan ia memeluk mamanya,mama membalas pelukannya,tanpak Remon dan mama meneteskan air mata.Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya..Novi yang melihat hal itu tersenyum bahagia begitu juga dengan kedua adik Remon,kedua adik mendekat pada Novi.


Mereka berdua memeluk Novi,novi pun begitu pula,ia memeluk kedua adik iparnya,ia melihat pada mertuanya,ia mendekati mertuanya,dan memeluknya,tampak mertua agak terpaksa memeluk Novi,ia memeluk Novi karna ada Remon,Melihat mama dan istrinya berpelukan , Remon tersenyum senang,ia tampak bahagia..


Hari hari telah berlalu,Wulan telah pindah kerumahnya,mama Remon pun sering berada di rumah Wulan,Nia dan suaminya jarang pulang kerumah itu,ada dua pembantu yang menemani Novi di rumah Mamanya.


Novi terbangun kala mendengar pintu kamarnya di buka,dengan wajah bangun tidurnya ,Novi melihat Remon yang tersenyum padanya.


Mas,baru pulang ya,Novi akhir akhir ini sering mengantuk mas.Novi duduk dari tempat tidur,ia mau turun,tapi Remon menegurnya.


"Mau kemana sayang?"


Mau minum jus mas,saya mau kedapur sebentar,"


Remon mencegahnya.


"Biar mas saja kedapur,kamu disini saja."


Remon bergegas keluar kamar,ia menuju dapur ia melihat ada dua gelas jus yang baru diletakan bik Ijah di meja makan,.


"Bik ,ini jus siapa bik.",bibik menerangkan dengan sopan.


"Untuk mbak Novi pak,ini mau diantar,saya mau mengambil nampan pak."


"Biar saya saja yang bawab bik,bibik bisa mengerjakan yang lain"

__ADS_1


Bibik mengangguk,bibik pergi meninggalkan Remon.Dengan hati hati Remon membawa dua gelas jus ke kamarnya.Novi tertawa sambil nenutup mulutnya melihat cara Ramon yang nembawa nampan,ia kelihatan lucu,ia berhati hati sekali membawa nampan.Remon memberikan jus pada Novi ,novi menerima.


"Mas jus itu untuk mas satu,saya segelas sudah cukup."


Remon meminumnya,,ia tersenyum setelah meminum jus.


"Enak juga jus buatan bik bijah,nanti saya mau lagi."


Novi melihat pada Suaminya.


"Mas tau ngak,siapa yang mengajar bik ijah membuat jus itu? "Remon menatap Novi


"Siapa?,Remon bertanya


"Saya mas,kemaren saya ajarkan pada bibik,dulu jus ini disukai oranf di kampunf saya,saya pernah jualan jus mas kalau bulan puasa."


Remon mengangguk anggukanan kepalanya,ia merasa kagum pada istrinya yang rajin berusaha.


"Di kampung banyak buah buahan mas,segar segar dan harganya murah."


'Sayang,mas mau minum jus setiap hari seperti tadi segar rasanya,mas akan mengurangi minum kopi."Novi tersenyum


"Saya setuju mas nengurangi kopi,saya lihat mas sering minum kopi dalam sehari.."


Suaminya hanya tertawa mendengar Ucapan Novi,tiba tiba ia manatap Novii.


"Sayang ,saya lihat kamu tidak ngidam seperti ibu ibu yang hamil,kakau ibu hamil lainnya menderita suaminya,atau kamu belum lagi merasa ngidam.."


." Novi tersenyum,ia melihat pada suaminya


"Ada mas ada saya ngidam,saya saat ini tidak suka bau nasi goreng,kalau mencium bau nya rasanya mual,"


Novi tiba tiba ingin muntah ,ia berlari ke kamar mandi,Remon sangat cemas,setelah selesai dari kamar mandi Novi di bimbing ke tempat tidur ia duduk di sana.


"Sayang mengapa kamu tiba tiba mual?"


Novi melihat Remon,matanya agak sayu.


Remon bertanya dengan nada cemas,


"Saya kalau ingat nasi goreng mual mas"


Novi tampak mual lagi,untung sebentar,Remin mengelus punggung Novi,ia tampak kasihan pada Novi.


"Maaf ya yang?,karna sibuk di kantor,mas tak tahu penderitaan kamu hamil mas kira kamu tidak merasakan ngidam."


Novi tersenyum melihat wajah memelas dan bersalah suaminya,Novi mengusap pipi suaminya yang berada di sampingnya.


"Tak apa mas."


Tiba tiba Novi seperti ingat sesuatu.


"Mas,saya ingin ikut ke kantor mas sese kali, boleh kan mas?".

__ADS_1


Remon heran melihat Novi yang ingin kekantornya tiba tiba, namun ia menganggukan kepalanya ia tak mau membuat istrinya berpikir macam macam kalau ia melarangnya,Novi tampak senang ,Remon pun tersenyum melihat Novi tampak senang sekali.


__ADS_2