
Remon telah rapi,dilihatnya ,istrinya masih tidur, Remon membangunkannya.
"Sayang ,sayang,bangun,jadi kamu ikut mas ke kantor,mas mau pergi ni!."
Novi mengeliat,dibuka matanya,dilihatnya Remon Telah Rapi ,ia bergegas duduk,Remon menegurnya.
"Sayang,pelan pelan."
Novi tersenyum,ia melihat pada suaminya.
"Iya mas,jangan cemas,saya akan pelan pelan"
Saat Novi akan berdiri,ia mendengar teleponya berbunyi,Novi terdiam mendengar pembicaraan di dalam telepon,ia mendekati suaminya yang sedang melihat hp.
"Mas,sepertinya saya tak jadi ikut bersama mas kekantor pagi ini ,tadi ada telepon dari teman katanya ada kuliah pagi ini."
Remon menatap istrinya, ia tesenyum,melihat istrinya merasa tak enak hati.
"Oke !,kamu bisa kekantor setelah pulang kuliah,sepertinya hari ini mas agak santai di kantor,nanti masctunggu kamu di sana.."
Novi tersenyum mendengar ucapan suaminya.ia mengangguk.
Akhirnya Remon mengantarkan Novi ke tempat kuliah.sebelum turun Remon berkata,
"Yang ,kamu jangan mengacuhkan Si Arya itu kalau ia datang,jangan kasih kesempatan ia mendekatimu,ingat jamu sudah menikah!."
Novi mengangguk.Remon masih merasa keberatan ,Arya yang selalu mencoba mendekati istrinya.
" Hati hati,kamu sedang hamil,belajar dengan rajin,kalau kamu selesai nanti biar cepat tekepon pak ujang."
Tiba tiba Remon berkata lagi,
"Biar sekarang saya telepon saja pak ujang,biar ia tunggu kamu di sini,rasanya ada rekan bisnis yang akan datang dari luar negeri jam sebelas nanti."
Setelah Remon berkata,Novi keluar dari mobilnya,ia tersenyum pada suaminya,suaminya tersenyum dan melamvaikan tangannya.setelah takbtampak lagi istrinya Remon menjalankan mobil kekantornya.Remon selalu membawa sendiri mobil kalau bersama Novi.Sopirnya ia suruh lansung kekantornya.
Remon selalu di segani dan di takuti bawahannya,saat ia berpapasan dengan karyawanya,mereka cepat memberi hormat,ia hanya tersenyum membalasna,
Seperti saat itu mereka berpapasan.
"Selamat pagi,pak."
"Pagi"
Remon menjawab dengan singkat,ia tersenyum.Setelah Remon berlalu beberapa karyawan bergosib.
"Untung deh hari ini bos kita sedang baik,kalau senyum begitu,bos kelihatan ganteng sekali ,saya jadi suka."
Rido salah satu karyawanya mendekati cewek yang bicara tadi.
__ADS_1
"Kamu jangangan asal bicara,lagi pula mana mau bos sama cewek kelasnya seperti kamu."
Dina merasa tersinggung mendengar ucapan Rido,ia membesarkan matanya .
"Kamu jangan meremehkan saya rido,kamu memandang Rendah saya,emangnya setinggi apa kelas kamu."
Rido takut juga melihat Dina sudah emosi,ia berusa menenangkan Dina,temannya yang lain hanya diam memperhatikan mereka berdua.
"Kamu jangan marah dulu Dina,dengarkan dulu,Pak Remon adalah bos kita,tentu ia mencari yang tidak jauh dari statusnya,kita semua karyawannya,saya rasakalau karyawan bukan tipe dia,saya takut nanti kamu kecewa kalau mengharapkan dia,lebih baik kamu sama saya saja kita sederajat."
Temanya yang ada di situ menyorakinnya,untung tak lama mereka menyadari mereka ada di kantor,cepat cepat mereka kembali duduk di tempat masing masigg ketika melihat Asisten Heri
Kkan lewat di sana,Asisten Heri melihat mrteka satu persatu.
"Ada apa ,pasti sudah bergosip,kalau dikantorkalian semua digaji untuk bekerja bukan untuk bergosip,kalau bapak tahu,kalian bisa di pecat nanti."
Asisten Heri menegur mereka,semuanya diam tertunduk.
Saya tidak ingin lagi melihat kalian semua seperti tadi,paham!."
"Paham!"
Mereka serentak menjawab,setelah itu asisten heri menuju ruang bosnya.
Di tempat parkir di perusahaan Remon berjalan mendekati satpam seorang wanita cantik,ia bertanya pada satpam.
"Maaf pak,saya mau bertemu pak Remon,apa bapak Remon ada di kantornya?."
"Ada buk,masuk saja kedalam."
Satpam mempersilakan wanita itu ke dalam,setelah bertanya pada karyawan yang bekerja di situ,ia diantar keruang Remon,mereka bertemu pada Asisten Heri.
"Pak,ibu ini mau bertemu dengan pak Remon."
Karyawan memberi tahu pada asisten heri,asisten itu memperhatikan wanita yang baru datang.
"Ibu ada perlu apa menjumpai pak Remon? wanita itu tersenyum
"Saya temanya waktu SMA,nama saya Ira,kami sudah lama tidak bertemu,saya ingin bertemu dengan Remon.
Asisten itu itu menghubungi sekretaris,mereka menunggu sebentar ,tak lama kemudian asisten membawa Ira ke ruangan Remon,Remon tersenyum gembira menyambut Ira,mereka berjabat tangan,Remon mempersilakan Ira duduk.Asisten yang berada di situ akhirnya keluar setelah daoat kode dari Remon.
"Bagaimana kabar kamu sekarang Ira,kamu masih seperti dulu,masih cantik,kamu awet muda".
Ira tersipu mendapat pujian dari Remon,Remon tersenyum melihat ira tersipu
"Kamu sekarang sudah sukses Remon,bisnis kamu banyak,saya kagum pada mu,kamu jadi perbincangan waktu Reuni kemaren."
Saya biasa saja Ira,kamu berlebihan memuji saya". Remon merendah.
__ADS_1
"Kamu juga masih ganteng seperti dulu Remon,saya masih ingat kamu itu idolah para gadis,saya cemburu waktu itu kalau kamu di dekati gadis gadis ".
"Kalau sekarang bagaimana apa kamu masih cemburu kalau saya di dekati para gadis"
Remon berkata sambil bergurau,Ira lagi lagi tersipu malu,mereka sepertinya masih ada rasa satu sama lain.Ira menatapnya,beberapa saat,Remon tersenyum mengoda,
"Kalau masih ada,apa tak ada yang akan cemburu?."
Ira memberanikan diri menjawabnya,ia penasaran pada status Remon,ia belum mengetahui Remon telah punya istri
"Menurut kamu bagaimana status saya."
Remon tertawa,ia memberi peluang pada Ira,melihat itu ira tersenyum senang.
"Oya Ira,apa kamu sudah punya keluarga,kamu seorang wanita cantik lagi,pasti banyak yang mengejar kamu ."
Wajah ira nampak berubah sedih,Remon tampak heran.
"Ada apa Ira,kok wajah kamu sedih begitu."
Ira tersenyum terpaksa,ia menatap Remon.
"Saya sudah pernah menikah,tapi sekarang kami sudah pisah,saya menikah sama orang Ingris,kami tidak cocok,sering berantem,untung kami tidak ounya anak."
Remon termenung sesaat mendengar berita kehidupan pribadi Ira.Saat mereka berdua terdiam,Remon mendengar ketukan dari luar.
"Masuk!".
Remon menyuruh yang mengetuk pibtu masuk,munculah asistennya,ia melihat pada asistennya.
"Ada apa Heri?."
Maaf pak,tamu yang dari Jepangi itu sudah datang pak."
Heri berkata denfan sopan.
"Baik lah temanilah mereka dulu,sebentar lagi saya datang."
Setelah mendengar perintah dari bosnya asisten Heri keluar dari ruang itu.Rwmon melirik pada Ira,ia tersenyum
"Kamu denfar kan ira,maaf ya saya ada tamu,saya akam mitting dengan mereka,bagai mana setelah setelah sekesai nanti saya akan mentraktir kamu makan."
Ira menganguk ia setuju usul Remon.
"Remon boleh saya minta nomor telepon kamu?"
Remon tersenyum ia mengangguk,mereka saling menukar nomor telepon.
"Nanti biar saya saja yang menghubungimu."
__ADS_1
Ira mengangguk ,ia keluar dulu dari ruangan Remon,tak lama kemudian ia keluar menyju dimana rekan bisnisnya berada.
Remon lupa janjinya pada istrinya.