Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Keputusan yang sulit


__ADS_3

Novi deg..degan menghadapi orang tua Roni,ia merasa grogi.mama Roni menatap tajam pada Novi.


"Jadi kamu wanita yang di cintai putra saya."


Novi tersenyum ia menunduk,pandangan mamanya kurang bersahabat.Melihat hal itu Roni memegang tangan Novi.


"Mama, jangan begitu pada Novi,lihat ia kelihatan takut ma." Mama memandang menyelidik pada Roni0.


"Apa pendidikan kamu Novi.Novi melihat Pada Roni."


"Pendidkan saya tamatan SMA tante" Novi berkata perlahan


Mama memandang pada Roni


"Apa kamu tahu Roni anak semata wayang kami?" Novi mengangguk.


"Tahu tante,mas Roni telah memberi tahu saya." Novi menjawab cepat


"Saya sebetulnya ke sini menginginkan Roni untuk menikah,saya sudah mencari calon yang sesui untuk Roni."


Novi merasa terkejut dengan perkataan orang tua Roni,ia melihat pada Roni.melihat wajah wanita yang di cintainya tampak terkejut,dan tampak gelisah,ia cepat menjawab.


"Ma,saya sudah menemukan pendamping saya,tak perlu mama mencari wanita lain,saya ingin menikah dengan Novi."


Kedua orang tua Roni saling pandang


"Sejak kapan kamu mengenal Novi ini nak.kamu harus selidiki dulu,jangan baru kenal sudah ngebet."


Roni melihat muka Novi memerah,ia cepat menjawab.


"Sudah lama ma,mama jangan kawatir,Saya telah lama kenal sama Novi,ia telah mengenal sifat saya saya pun mengenal sifat Novi ma,pa."


Kalau begitu mama setuju saja, yang akan menjalankan pernikahan kamu nak,tapi yang harus kamu tahu bobot bebet calon keluarga istri itu harus kamu ketahui,jangan asal jatuh cinta saja".


Muka Novi memerah mendengarnya.


"Terimakasih ma, pa,Roni selalu mengingat perkataan mama dan papa,,mama dan papa tak perlu terlampau kwatir dengan wanita pilihan Roni ma".


Roni berkata sambil melirik Novi ia tersentum menggoda dan memicingkan matanya pada Novi.


Roni memeluk orang tuanya,,tampak wajah gembiranya karna hubungan dengan Novi di restui orang tuannya.


Mereka berbicara,sesekali mama Roni memperhatikan Novi.Novi merasakan mama Roni memandangnya, tapi pandangan matanya lain.


Roni melihat Novi kurang nyaman bergabung dengan orang tuanya. Ia berkata pada orang tuanya.


"Ma,pa,saya mau keluar dulu,saya telah berjanji dengan Novi untuk keluar."


Mama Roni hanya memberi kode pada Mereka dengan tangannya mengisyaratkan mereka boleh pergi mereka pergi.


Novi tidak mengatakan pada Roni perasaannya kurang enak bertemu dengan Orang tua Roni,ia merasa orang tua Roni tidak suka padanya.


Roni mengandeng tangan Novi,ia milirik dan tersenyum


"Apa yang kamu pikirkan,boleh saya tahu sayang."


"Tidak ada mas Roni.saya hanya terkejut saja saat berjumpa dengan orang tua mas."


"Bagaimana kesan mu saat berjumpa dengan orang tua saya."


"Seperti orang tua lainnya,setiap orang tua akan seperti orang tuamu mas."

__ADS_1


"Apa maksudnya Novi?"


"Saya kan seorang ibu,setiap ibu ingin yang terbaik untuk anaknya."


Novi berusaha tersenyum pada Roni.


Tanpa terasa mereka tiba di parkiran mobil.Novi dan Roni menaiki mobil dan mobil berjalan ke jalan raya.


...****************...


Remon berkumpul dengan keluarganya,ibu dan adiknya ada di sana.


Remon, hari pernikahanmu telah dekat,semua persiapan sudah hampir selesai.


Mendengar ucapan mama Remon


tampak gelisah.Melihat hal itu mamanya tampak heran.


"Ada apa Remon,kamu sepertinya tidak bahagia,"


Remon tampak ragu ragu untuk berkata,ia melihat pada mama dan adiknya bergantian.


"Maaa!,"


Remon berhenti sesaat,Mama dan adiknya nampak menunggu kelanjutan perkataan Remon.


"Ma! sebelumnya Remon minta maaf,Bagaimana kalau pernikahan di batalkan saja ma." Remon berkata hati hati.


Mama dan adiknya Terkejut mendengar ucapan Remon.


"Kamu jangan main main Remon,semua persiapan hampir selesai,apa kata besan kita nanti kalau dibatalkan."


'Ma,saya belum siap untuk berumah tangga lagi."


"Remon apa ada yang kamu sembunyikan dari mama nak,mana sangat mengenalmu nak,kamu tidak akan menolak sesuatu yang telah di sepakati"


Remon cepat menjawab


"Saya tidak ingin menikah lagi ma,saya mau menikmati kesendirian ,rasanya lebih enak hidup sendiri ma."


"Kamu sudah lama sendiri nak sudah saatnya kamu menikah,Novi tidak akan kembali padamu ,kalau ia mau rujuk,tentulah sejak lama ia pulang nak."


"Mama sengaja memancing ,agar Remon terbuka,Remon tak ingin mamanya tahu kalau ia telah berjumpa anak dan istrinya.


"Saya masih ingin sendiri ma."


"Pokoknya mama ngak mau tahu kamu harus menikah dengan Serly."


Mama berdiri dan masuk kedalam kamar.Remon melihat keadiknya.


"Mas,betul kata mama,kita sudah sepakat ,coba mas pikirkan kalau tiba tiba ada orang yang menggagalkan pernikahan kami,bagaimana perasaan mas."


Remon terdiam mendengar ucapan wulan,ia menarik nafas panjang,tampak ia ingin mengeluarkan yang ada dalam pikirannya. lama mereka terdiam.


Saat wulan tinggal berdua dengan Remon Remon mendekati Wulan.


"Dek,sebenarnya mas sudah berjumpa dengan Novi dan anak mas." Tiba tiba Remon berkata pada Wulan.


Wulan terkejut ,ia sepontan menatap Remon.


"A..apa yang mas katakan,mas telah bertemu mbak Novi dan anak mas?."

__ADS_1


Remon menatap adiknya ,ia mengangguk,dan tersenyum,lama Wulan menatap Remon ,ia tampak senang.


"Mas telah nenemukan mereka Wulan ,Anak mas sudah besar,ia sudah sekolah,kami sangat dekat Wulan."


Remon menceritakan dengan rasa gembira.


"Berarti,saat mas menghilang kemarin,mas sedang berada bersama mereka.."


Remon tersenyum dan mengangguk.


"Bagaimana keadaan mereka mas?."


Rasa ingin tahu wulan sangat tinggi.


Remon melihat kekanan kekiri,ia meletakan telunjuknya ke bibirnya.


"Ssstt, jangat keras bicaranya,mas ingin kamu saja yang tahu masalah ini."


Remon bicara melambatkan suaranya.Wulan memperlihatkan jempolnya pada Remon.


"Mas jangan kwatir mas,saya tidak akan menceritakan pada siapa pun,saya tahu,bagainana mama, mas.."


Remon tersenyum ia mengusap kepala adiknya.


"Wulan ,mas masih mengkwatirkan satu hal."


"Apa mas?"Wulan tampak penasaran.


"Mantan mbakmu ada di kota yang sama dengan mbakmu."


"kok bisa begitu mas." Wulan tampak terkejut.


"Menurut cerita orang tua angkatnya,mereka bertemu saat Bapak angkatnya kecelakaan,mantan mbakmu,seorang Dokter,ia mempunyai rumah sakit dimana bapak angkatnya di rawat".


"Ooo ...." Wulan menganggukkan kepalanya,


"Mas jangan jangan mereka telah menjalin hubungan kembali,kalau tak salah,sebelum mbak menjadi istri mas,ia memiliki pacar yang kuliah di luar negeri."


"Kamu benar,mantanya itu yang berada di sana.Tapi mas tak akan biarkan ia bersama Novi Wulan.mas kan membawa Bintang bersama mas,kalau Novi bersikeras berpisah."


"Siapa mas,namanya Bintang,nama yang bagus,saya ingin segera berjumpa dengannya".


"Kamu bersabar dulu wulan,ingat pesan mas,jangan sampai ada orang yang tahu masalah ini,mas tak ingin kehilangan mereka lagi."


Wulan mengangguk.


"Kamu tahu kan bagaimana mama kalau ia sampai tahu di mana Novi sekarang,bisa bisa Novi tidak mau kembali sama mas bila berjumpa dengan mama."


Wulan melihat pada Remon.


"Kalau mas ingin bersama lagi dengan mbak Novi,mas jangan menikah dengan Serly."


"Itu makanya,mas tadi menolak pernikahan."


"Tapi saya rasa akan sulit membatalkan pernikahan mas,mas bisa membicarakan sama Serly."


"Ya, mas ingin berbicara dengan Serly"


"Saya tidak yakin berhasil mas,mana ada wanita saat dekat dengan pernikahan,di batalkan sepihak oleh calonnya menerima dan tak marah mas,tapi coba saja mas katakan pada Serly dulu mas,tapi hati hati dengn amukannya mas." Wulan tersenyum sambil menutup mulutnya,Remon memperhatikan saja adiknya.


"Doakan tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan dek."

__ADS_1


Dengan perasaan tak menentu Remon keluar dari rumah menuju garasi mobil.Wulan melihat kepergian Remon dengan perasaan iba dengan masalah masnya.Tampak Wulan menarik nafas panjang.Ia tak bisa menolong masnya.


__ADS_2