
Novi tertinggal di belakang karena ia menerima telepon dari Roni.
"Saya sedang di rumah saudara bapak mas'
Novi berkata.
"Tolong kasih alamatnya saya kesana." Roni berkata.
"Saya tidak tahu alamatnya,nanti saya sms,saya masuk dulu ,mereka semua sudah masuk ,saya tinggal sendiri di luar,saya tidak enak mas." Novi menjelaskan.
"Ya,jangan lupa memberi tahu alamatnya ya."
"Ya,sudah ya mas.."
Novi mematikan teleponnya ia bergegas masuk kerumah saudara bapaknya,saat Novi masuk semua melihat pada Novi,Novi merasa malu dan grogi,saudara bapaknya anaknya banyak juga.
Pak Ridwan memengenalkan Novi istri dan dengan anak pak Riswan.Di antara kelima anak pak Riswan ada yang baru terima kerja di rumah sakit Roni,ia juga seorang dokter.
"Calon suami kakakmu ini yang punya rumah sakit itu." pak Ridwan memberi tahu anak bungau adiknya.
Anak bungsu pak Riswan merasa senang.
"Saya senin besok masukkerja kak."Didi menjelaskan
"Mas Roni akan kesini,saya memberikan alamat rumah ini sama mas Roni,kamu bisa berbicara dengannya nanti."
Pak Ridwan melihat adiknya yang hanya diam.ia mendekati adiknya, semua mata melihat ke arah kakak beradik itu.
"Ris,maafkan abang,abang sangat merindukan kamu ,sungguh abang senang saat Dodi memberikan alamat kamu,kamu masih ingat Dodikan,yang satu kontrakan dengan kita dulu." pak Ridwan berkata.
Pak Riswan menitikan air mata.
"Maafkan saya bang,saya yang bersalah pada abang,saya juga selalu mencari keberadaan abang dan saya juga menceritakan pada anak anak mengenai abang,tapi saya tak menemukan keberadaan abang."
Mereka berdua saling berpelukan.
Pak Riswan menatap abangnya.
"Bang untuk kita di pertemukan,kita bisa mengenalkan anak anak kita."
"Tak lama terdengar ketuk pintu."
Nampak Roni telah berdiri di sana.
Setelah Roni memperkenalkan diri,Roni disuruh duduk.Tiba tiba Anak pak Riswan yang bungsu menyalami Roni,Roni terkejut sesaat.ia melihat pada Novi,Novi tersenyum.
"Pak kenalkan saya adalah calon bawahan bapak di rumah sakit kota P,saya hari senin baru mulai dinas pak nama saya Didi,tepanya Dr.Didi.
Roni baru mengerti,ia tersenyum melihat Didi.
"Jadi kamu masuk salah satu Dokter yang baru di terima sebulan yang lalu ya."Roni bertanya pada Didi.
"Iya pak,saya ikut tes saat itu dan lulus."Didi berkata.
Kamu boleh pangil saya pak kalau di rumah sakit dan ada orang lain,tapi kalau dirumah ini dan kalau sepi di rumah sakit kamu panggil mas saja ya,karna saya calon kakak ipar kamu." Roni menjelaskan mengenai pekerjaannya pada Didi.
Mendengar ucapan Roni semua yang ada di situ tertawa.
"Kamu Benar Roni,Novi itu kakaknya,anak anak di sini panggil mas karena Novi lebih tua dari Mereka." Pak Ridwan coba menjelaskan.
"Nak Roni ibu titip ya sama nak Roni si Didi ini karna ia baru kali ini berpisah dengan ibu."
__ADS_1
Pak Riswan melihat pada istrinya.
"Kamu ini,Didi itu sudah besar,sudah jadi Dokter,mengapa kamu mencemaskanya berlebihan begitu,dia itu anak laki laki ma...."
Pak Riswan tampak tidak suka istrinya terlampau mencemaskan Didi.
"Bapak harus ingat Didi itu anak bungsu kita pak,dan sampai saat ini ia masih ingin mama suapi." Isteinya berkata lagi.
Didi merasa malu sama Roni mendengar mamanya berkata begitu,mukanya merah.
"Wah calon pegawai saya anak mama ya,apa ia tidak akan menangis kalau jauh dari mamanya." Roni bercanda,Didi sangat malu dan segan sama Roni.
"Bapak,ee,mas,jangat dengar kan mama,saya sudah dewasa masih juga mama memperlakukan saya seperti itu."
Roni tersenyum,tiba tiba tawanya berderai.
"Didi kamu mengingatkan mas pada mama mas,dulu waktu pertama bekerja mama mas bertingkah seperti itu,pasti waktu itu saya juga nampak seperti kamu lucu."
Roni tertawa,begitu juga yang lainnya.Suasana hari pertama bertemu sangat akrab.
"Kapan mas sampai di pekan baru ?Pak Riswan bertanya.
"Kemarin,kami bermalam di hotel kemarin."
Pak Ridwan menjawab pertanyaan adiknya.
"Malam ini malam di sini ya bang?"
Pak Ridwan tersenyum ia melihat adiknya
"Maaf Ris,kami telah mengambil kamar hotel dua malam,kami tidak mungkin lama di sini,toko kami akan lama tutup."
"Iya,jalan lah ke rumah saya Ris,bawah keluarga mu ke sana."
Pak Riswan tersenyum.
"Novi yang membuka toko,pelanggannya Alhamdulillah cukup banyak,kamu tahu kan kalau lama lama di tutup tokonya,bisa bisa pelanggan pergi."Pak Ridwan menjelaskan.
Novi ,ibu Ros menolong istri pak Riswan memasak,mereka bekerja sambil berbincang bincang
" Mbak,saya ingin belajar masakan padang."
"Kita masak gulai kacang panjang pakai ikan air tawar,anak kamu apa suka gulai jengkol?"
Ibu Ros bertanya pada Istri Riswan.
"Hampir semuanya suka mbak,tapi biasanya jengkol di goreng".Istri Riswan berkata."
"Nak mbak akan masak kalio jaring,ikan laut itu kita goreng dengan tempe saja nanti di kasih cabe,,kita goreng kerupuk dan kita buat sayur kangkung campur toge.saya rasa itu saja sudah cukup." ibu Ros menjelaskan yang akan ia buat.
"Kalau saya masak yang mudah mudah saja mbak,saya tidak begitu pandai memasak, sambal yang susah susah saya beli saja di kedai mbak.
Ibu Ros tersenyum.
"Kalau kami biasa memasak di rumah,bapaknya Novi suka saya yang memasak,kalau saya beli ia tak semangat makannya,tapi bapaknya Novi orang nya tidak cerewet masalah makan,tapi melihat ia tak semangat makan hati saya tidak enak."
"Kalau mas Riswan,ia tak pernah komentar,saya masak,tidak masak sama saja ,ia diam saja mbak."
Istri pak Riswan melihat pada Novi.
"Maaf ya Nofi,boleh tante bertanya pada Novi?"
__ADS_1
Novi melihat pada buk Ros.
"Kamu mau bertanya apa dek ?"
Istri pak Riswan nampak agak ragu.
"Tante mau bertanya apa?"Novi bertanya.
"Bapak nya Bintang itu dimana?Novi melihat pada istri Pak Riswan,lalu tak lama ia tersenyum.
Istri Riswan nampak merasa bersalah setelah berkata begitu.
"Tante tidak bermaksud menyinggung kamu nofi ,sungguh!"
Novi tersenyum
"Tak apa tante,ayahnya Bintang orang Jakarta,tinggal juga di Jakarta,kami berpisah karna kami tidak cocok tante." Novi menjelaskan.
"Tapi saya kasihan sekali, melihat Bintang masih kecil berpisah dengan ayahnya."
Ibu Riswan berkata tanpa memperdulikan perasaan Novi.
"Ayahnya sering datang dek,ia sengaja datang dari Jakarta untuk melihat Bintang,ayahnya sekarang di luar negeri,katanya waktu menelepon kemarin,setelah urusan pekerjaannya selesai ia akan datang melihat anaknya."
Tantenya tampak kagum mendengar ucapan Ibu Ros.
"Ayahnya kerjanya apa Novi?"
Novi melihat pada Buk Ros.
"Wiraswasta di Jakarta tante"
"Ooo,nampaknya kerja bapak Binrtang bagus,buktinya ia,sekarang berada di luar negeri." Istri Riswan berkata lagi.
Novi diam saja mendengar ucapan istri pak Riswan.
"Kalau tante ini tahu kerja mas Remon pengusaha sukses,mungkin apa yang akan ia katakan ,bisa bisa ia pingsan,mengapa tante ini mau tahu saja masalah saya."
Novi berkata dalam hati.
"Hai! mengapa termenung Novi?"
Novi melihat tantenya bertanya padanya.
"Saya tidak termenung tante." Novi berkata.
Novi mendekati ibu Ros,
"Bagaimana buk,apa sudah masak buk,bauknya harum sekali buk,bukan begitu tante." Tante tersenyum
"Ya mbak memang pintar masak."
Pak Ridwan dan pak Riswan menuju dapur mereka nendekati wanita yang berada di dapur.
"Wah sudah enak bau masakannya,membuat perut lapar." Pak Ridwan berkata.
Ibu Ros tersenyum pada Pak Ridwan.
"Ayo ma,kita bentang tikar saja,kita makan bersama di bawah saja."
Dengan cepat istri pak Riswan membentang tikar,dengan cepat juga Novi meletakan makanan,Roni memperhatikan Novi yang menghidangkan makanan,ia tersenyum.
__ADS_1