Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pencarian yang sia sia


__ADS_3

Novi telah berada Di rumah Ibu Ros,walau rumah itu tampak sederhana,rumah itu bersih,Novi duduk di kursi ruang tamu Bersama ibu Ros dan Pak Ridwan.


"Nak beginilah rumah ibu,mudah mudahan kamu betah ya" .


Novi tersenyum pada Bapak dan Ibu Ridwan.


"Ibu izinkan saya tinggal di sini saja saya sudah senang Buk,Pak."


Kedua orang tua itu tersenyum,mereka tampak menyayangi Novi


"Kami senang kamu mau tinggal dengan kami nak,kalau kamu mau kamu bisa menganggap kami berdua sebagai orang tua".


"Nak,kamu lelah istirahatlah mari ibu tunjukan kamar kamu."


Ibu itu berdiri ia mengandenga tangan Novi Novi mengikutinya,ketika mata novi beradu pandang dengan Bapak,Bapak tersenyum.


Kamar Novi tidak terlalu besar seperti kamar rumahnya di jakarta .ia pandangi sekeliling kamar itu.


"Nak ini kamar kamu,semoga kamu betah tidur di sini."


Ibu Ros tersenyum,ia tampak menyayangi Novi,Novi tampak bahagia.


"Terima kasih banyak buk,saya senang ibu bersedia menampung saya disini".


Ibu memeluk Novi,Novi membalasnya mereka saling berangkulan.Air mata Novi jatuh menetes,Novi menangis bahagia,karna tampa ia sangka ia mendapat orang tua angkat yang sangat menyayanginya.


Ibu melepaskan rangkulannya,ia terkejut ada butiran air mata jatuh menetes di pipi Novi


"Nak ada apa mengapa kamu menangis?"


Novi tersenyum,senyum itu tampak terpaksa


"Saya senang buk,saya tak menyangkah saya akan mendapat seorang ibu disini,waktu saya pergi dari rumah ,aaya tak tahu arah buk,saya kesini saja baru kali ini."


"Jadi kamu benar tak punya,saudara disini,kamu berani sekali nak,apalagi keadaan kamu sedang hamil".


"Saya ke propinsi ini,agar suami saya tidak menemukan saya buk,saya tak ingin berjumpa dengan dia lagi."


"Maaf ya nak kalau ibu bertanya,"


"Ibu Ros hati hati bertanya."


apa masalahnya sampai nak Novi meninggalkan rumah?


Novi terdiam menatap Ros,matanya sayu,ia menitikkan air mata,Ros merasa kwatir sekali


"Maaf kan ibu nak,ibu tidak bermaksud untuk membuat kamu sedih."

__ADS_1


Rosna menghapus air mata Novi.


"Saya pergi dari rumah karna suami saya sering selingkuh dengan bekas pacarnya buk".


"Apa kamu melihatnya nak,kalau mendengar dari orang tak perlu kamu tanggapi omongan orang nak".


"Tidak buk,saya sering memergoki mas Remon,bersama wanita itu,mereka tampak mesra,mas Remon tak memikirkan perasaan saya buk".


Dalam rumah tangga tentu ada gelombang nak,mengapa kamu sampai pergi dari rumah apa lagi kamu dalam keadaan hamil nak.


Novi tersenyum,senyum itu tampak terpaksa


"Yang membuat saya pergi bukan masalah itu saja bu,mama mertua tak menyukai saya,suami saya bersikap seperti itu,mertua pun tak menyukai saya untuk apa saya bertahan bersamanya"


"Tapi kamu sedang hamil nak,kasihan anakmu".


"Saya tidak ingin anak saya menderita ,karna neneknya tak menyukai kami bu,lagi pula saya sudah keluar dari rumah itu,saya tak mungkin kembali lagi".


Ibu hanya diam ia memperhatikan Novi,entah apa yang dipikirkannya ketika melihat pada Novi.


"Ya! sudahlah istirahatlah kamu,kamu kelihatan letih sekali,maaf ibu menganggu mu."


Novi tersenyum


"Tak apa bu,saya senang ibu ada perhatian sama saya,selama ini tak ada orang tua yang memperhatikan seoerti ibu,saya tak punya orang tua szejak saya SMP buk,saya berjuang sendiri menghidupi diri saya bu."


Novi terharu ia memeluk Ros sangat erat.


Sementara itu Remon kelihatan gelisah dalam perjalanan ke kampung Novi,ia tampak termenung.


"Sayang,mengapa hal seperti ini terjadi terus,mengapa kamu tak percaya sama mas,mas tak bisa hidup kalau tak menemukan mu sayang."


Remon menitikan air mata.


Sayang mengapa kamu pergi dan "memisahkan mas dengan anak kita".


Remon mengepalkan tangannya. Tak terasa mereka telah tiba di depab rumah Novi di kampungnya. Remon memperhatikan Rumah itu,rumah tampak sepi,walau ragu Remon turun dari mobil.Remon berdiri mematung ketika ia melihat rumah itu ada gemboknya.


Ketika Remon akan keluar rumah ,ia melihat ada warga desa yang tinggal sebelah rumah Novi , ia mendekati orang itu.


Maaf pak,apa bapak melihat Novi?"


"


Orang itu memandang heran kearah Remon


"Saya tidak pernah melihat Novi berada disini,bukankan mas ini suaminya Novi?"

__ADS_1


"Ya,saya suami Novi pak,Novi mintak izin pergi ke kampungnya,waktu ia pergi saya sedang berada di luar kota"


"Tapi sejak bapak dan Novi ke sini saya tidak pernah melihat Novi ke sini lagi."


"Maaf pak ,kalau saya boleh tahu di mana rumah Roni?"


"Roni anak pak Rahmad yang dokter itu?"


Remon melihat pada Bapak itu


"Jadi Roni itu seorang Dokter,saya baru tahu."


"Ya Roni tamatan luar Negeri,ia kabarnya di tugaskan Pulau Sumatera,tapi saya tak tahu tepatnya dimana pak.Remon tampak legah"


"Saya senang Novi tidak pergi bersama Roni,sayang mengapa kamu Menghilang begini,kenapa lagi saya harus mencarimu sayang."


Remon menyalami bapak tersebut.


"Pak kalau begitu saya akan kembali ke Jakarta."


Bapak menyambut salam Remon.setelah pamit pada bapak itu Remon naik ke mobil kembali ke Jakarta.


Pak Ridwan setelah azan subuh pergi ke musholah.Ibu Ros dan Novi ikut mengikuti dari belakang.Pak Ridwan yang menjadi Imam,cukup banyak orang yang sholat di musholah itu.


Sejak Novi pergi Remon sering pulang mabuk,ia selalu pulang malam,bibik kasihan melihat Remon,setiap ia sampai di rumah ia selaly memanggil Novi seperti saat ini.


"Sayang mas pulang sayang ,kamu jangan sembunyi terus sayang,keluarlah sambut mas mas juga rindu anak kita sayang."


Remon melihat Bik Ijah ia tertawa.


"Bik ,panggilkan istri saya bik,katakan padanya masnya sudah pulang,istri saya itu ,ia akan mendengarkan bibik dari pada saya,cepatlah bik saya rindu padanya."


Remon berjalan dengan sepoyongan ia masuk kedalam kamarnya dan menghempaskan dirinya di kasur..mamanya berdiri menatung melihat Remon,sejak Remon sering mabuk mama kembali kerumah itu,ia mendekati bibi.


"Remon mabuk lagi ya bik,sejak istrinya pergi ia tak pernah lagi ke kantor.untung si Heri bisa dipercaya,saya tak percaya Remon akan seperti ini bik."


"Bik apa kamu tahu kenapa wanita kampung itu pergi,apa sebelum pergi wanita itu ada bicara dengan bibi? bibi mengelengkan kepala".


"Bapak sangat menyayangi Mbak Novi buk,saya sudah lama tak melihat bapak dan mbak bertengkar ,tapi waktu mbak pergi matanya sembab buk.".


"Saya melihat anak saya rasanya tak tega bik.Apa hebatnya wanita kampung itu,pasti anak saya di guna gunai wanita itu,hingga ia begitu tergila gila padanya."


Bibik hanya terdiam,mendengar ucapan Remon.


"Saya mau melihat Remon kekamarnya bik."


Setelah bicara begitu mama pergi kekamar Remon,mama mengelengkap Kepala melihat Rwmon tertidur di kamar tanpa melepaskan sepatu dan menukar baju,Keadaan Remon Telah kacau.

__ADS_1


.


__ADS_2