
Remon telah kembali ke Jakarta.ia telah berada kembali di Jakarta,tepatnya di kantornya.Sambil menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya Remon seperti mengingat sesuatu.
"Novi,kamu telah menyakitiku,kamu menolak saya dan kamu kembali menjalin cinta dengan Roni mantan kekasihmu.
Remon bicara sendiri diruangannya.
"Terbayang olehnya ketika ia menanyakan apa hubungannya dengan Roni."
"Novi apa hubungan kamu dengan Roni?"Novi menatap Remon,ia mengambil nafas panjang
"Mas Roni pacar saya."
Bagai di sambar petir Remon terkejut,ia tak menyangkah mendapat jawaban seperti itu dari Novi.Hati Remon panas sekali mendengarnya,ketika ia melihat ke Roni ,pria itu tersenyum,ia tampak senang nendengar ucapan Novi.
"Bohong! sejak kapan kamu pacaran dengan dia."
Remon bertanya dengan emosi sambil menunjuk Roni,ia marah sekali.
"Sejak saya berjumpa ia kembali,jadi pergilah mas ke Jakarta,saya tidak mencintai mas,saya mau bercerai dengan mas."
Emosi Remon langsung naik,dengan sangat marah ia meninggalkan rumah pak Ridwan,tanpa bicara pada siapa pun ,ia langsung menekepon seseorang ,tak beberapa lama datang orang menjemputnya,ia berpamitan dengan Pak Ridwan dan ibu Ros tanpa melihat Novi dan Roni,ia mencari Bintang, Bintang pergi dengan salah satu karyawannya,akhirnya ia pergi meninggalkan Novi.
"Sayang kau berani menyakiti hati mas sayang,kamu lihat apa yang akan mas lakukan".
Remon masih bicara sendiri .Tiba tiba Remon menelepon asistennya.tak lama sang asisten masuk,asisten tahu bosnya galau.Saat masuk tadi wajahnya dingin dan tak bicara,saat disapa karyawannya ia hanya diam saja,karyawannya mengerti bahwa bos mereka perasaanya kurang baik
"Ada apa bos menelepon saya?"
Remon melihat pada asistennya.
"Saya ingin buka perusahaan di tempat istri saya berada,kamu urus segera ,pastikan apa usaha yang cocok kamu kelola disana,saya akan sering kesana,saya ingin cepat jalankan keinginan saya ,Dekat rumah istri saya tanah masih lapang saya dengar mau di jual, cepat beli tanah di situ,jangan sampai Novi tahu saya yang akan mendirikan usaha di sana,satu lagi buat rumah untuk saya .saya akan sering ke sana karna anak dan istri saya di sana.."
Asisten mengangguk dan mencatat yang diinginkan bosnya.
"Nanti saya utus orang untuk ke sana Bos."
"Buat secepatnya,kalau bisa perusahaan itu cepat selesai pembangunannya."
"Siap Bos,semua keinginan bos telah di catat."
Remon melihat pada asisten.
"Jangan ada yang tahu saya membuka perusahaan di sana,saya tidak ingin ada ribut ribut di tempat Novi dan dilihat anak saya."
"Iya bos ,perintah bos akan saya laksanakan."
Asisten tampak serius,ia tak mau bercanda seperti biasanya karna wajah bosnya terlihat tidak bersahabat..
"Saya tidak ingin orang dekat saya tahu masalah ini ,kamu paham kan maksud saya!."
"Saya paham Bos."
"Ya sudah,kamu selesaikan ini setelah itu kamu temani saya ke bar saya ingin kesana,pikiran saya pusing sekali.Perasaan saya tidak karuan rasanya.Keluarlah urus itu dulu,baru kira pergi!"
"Setelah dusuruh pergi dari ruagannya asisten keluar.Remon memandang foto Novi yang baru ia keluarkan dari lacinya."
"Saya tidak akan melepaskanmu sayang,saya tidak akan Biarkan Roni memilikimu dan anak kita.Kamu milik mas bukan milik Roni.Saya heran mengapa saya tidak bisa hidup tanpamu Novi,apa yang telah kamu berikan pada Mas."
Remon berguman sendiri .
...****************...
Jam sepuluh Roni telah berada di rumah Novi,Novi telah berjanji dengan Roni untuk pergi keluar ia membawa Bintang.Roni tampak ganteng ,ia selalu tersenyum melihat pada Novi dan Bintang.
"Kita ke mana Novi?",
__ADS_1
Roni melihat pada Bintang.
"Kita mau kemana bintang?"
Bintang melihat pada bundanya,Novi tersenyum pada anaknya.
"Kamu mau kemana nak,"
"Intang au iyat onyet."
Roni dan Novi tersenyum.
"Mas Bintang ini sangat menyukai Binatang,ia sepertinya ingin ke kebun binatang."
"Tak apa,kita kekebun binatang saja."
"Apa kamu tak akan bosan nanti mas"
Roni tersenyum mengoda pada Novi.
"Asal berada di dekatmu ,mas tak akan bosan."
Novi tersenyum ia mencibirkan bibirnya.Roni tertawa ia mengedipkan mata pada Novi,Bintang melihat itu.
"om,idikan juga ama intang om."
Roni tersenyum pada Bintang ia pun mengedipkan matanya pada Bintang ,Bintang bertepuk tangan mendapat kedipan dari Roni.
"Kamu kok bertepuk tangan nak."
"Intang cama ama unda apat edipan."
Novi melihat pada Roni.
"Mas anak saya ini sudah tujuh tahun ,masih cadel,saya perna dengar seumuran ia sudah jelas bicaranya,saya harus konsul kemana?"
"Kamukan dokter mas,saya konsultasi saja sama kamu."
"Boleh asal kamu membayarnya dengan per.
"Novi menghentikan bicara Roni dengan mencubit Roni,Roni terpekik.Novi cubitan kamu sakit sekali.
Roni mengusap tangan yang sakit
"Mau lagi,saya bersedia memberi yang lebih keras dari itu."
"Jangan sakit,kalau cubit mesra tak apa"
Cubit mesra? mana ada,kamu bisa saja."
Novi tersenyum
"Cubit mesra,adalah cubitan yang tidak sakit tapi enak."
Roni masih bicara dengan bercanda
"Dasar modus."
Roni tertawa Bintang melihat Roni tertawa.
"Ada yang ucu om"
Roni melihat Bintang ia tampak geli,lagi lagi Novi mencubitnya.
Aduh sakit sa.."Belum sempat Roni menyekesaikan bicaranya tanfan Novi telah berada di rangan Roni.
__ADS_1
"
Novi mencubit lebih keras
"Ampun sayang,pulan dari pergi bersamamu tangan saya bisa luka semua". Remon menghentikan mobilnya" Novi terkejut
Bintang melihat pada mereka berdua.
Novi merasa gelisah kawatir melihat Cara bintang melihatnya.
"Ada apa bintang."
"Intang ingin cama enek aja,intang ingin ulang." Roni dn Novi sling pandang
"Ada apa Nak"
"Intang au tidur saja di rumah."
"Tadi mau kekebun binatang." Novi berkata.
"Intang au idur aja di umah."
Roni dan Novi saling pandang,dilihatnya Bintang hanya diam,ia tampak hendak nangis.Tiba tiba Roni nendapatkan ide.
"Bagaimana kalau kita makan es crem dulu setelah itu kita naik prosotan."
"Bintang tetap tak bersemangat,ia hanya diam seperti orang sakit."
"Kamu sakit nak,Novi memegang kepala anaknya." Ia terkejut Bintang panas.
Roni memegang kepalanya,ia melihat pada Novi.
"Kita berhenti di rumah obat saya akan menuliskan resepnya."
Roni terdiam sejenak.
"Tapi rasanya saya ada membawa obat panas untuk Bintang waktu di rumah sakit,sebentar ya. "
Roni memberhentikan Mobil di taman yang tak jauh dari mobil.
Roni mengambil obat di tas,.lalu ia mengambil air minum dan memberikanya pada Novi.Dengan cepat Novi meminumkannya ke mulut Bintang,untung Bintang tidak susah minum obat.
Mereka duduk beberapa saat di mobil,Novi melihat pada Remon.
"Maaf ya mas kamu ingin membawa saya dan Bintang jalan jalan,tapi sekarang bintang sakit." Remon tersenyum ia mengusap kepala bintang yang tertidur.
"Tidak apa Novi,saya sudah biasa menghadapi pasien."
"Itu makanya jangan cari janda beranak,seperti ini jadinya." Novi berkata sambil melirik Roni
Novi tersenyum pada Roni.
"Saya mencintai janda beranak sejak dari gadis,saya tidak menyukai yang perawan."
Roni berbisik di telinga Novi.
"Kamu bisa saja,enak sama perawan dari pada seorang janda apa lagi ada anak satu ,mas akan Repot."
"Mas tidak bisa dengan yang lain Novi,sejak kamu nikah dan punya suami mama sering membawakan wanita untuk mas,tapi mas tak bisa melupakan kamu ,kamu segalanya pikoknya wanita idaman mas."
"Novi tersenyum malu mendengar ucapan Roni,Roni tersenyum mengoda kala ia melihat wajah Novi memerah."
"Mas bisa aja" Novi berkata malu malu
"Mas tidak berbohong Novi"
__ADS_1
Roni berusaha menyakinkan Novi.
.