
Remon terkejut mendengar Novi ada di Jakarta. Pikirannya tak tenang.
"Mengapa Novi berada di Jakarta,apa yang terjadi antara Novi dan Roni,mengapa mereka terpisah." Remon berkata dalam hati.
Pak Ridwan dan ibu Ros melihat perubahan wajah Remon,ia melihat Remon yang tampak gelisah.
"Ada apa nak?"Pak Ridwan bertanya, Remon melihat pak Ridwan.
"Tidak ,tidak apa apa pak." Remon menjawab.
Pak Ridwan terdiam,ia tahu apa yang di pikirkan Remon.ia menepuk pundak Remon.
"Apa yang kamu pikirkan sama dengan yang saya pikirkan nak." Pak Ridwan berkata.
Remon melihat pada Pak Ridwan.
"Saya penasaran sama keadaan Novi pak,apa yang terjadi dengannya dan mengapa ia tidak pulang malahan ia sekarang berada di Jakarta." Remon berkata.
"Bapak juga berpikir demikian,tapi saya mohon pada kamu Remon,kamu jangan mendesak Novi besok." Bapak berkata.
"Iya pak." Remon berkata.
"Bapak rasa ada sesuatu yang terjadi antara Novi dan Roni,atau bisa saja ada sesuatu yang terjadi antara Novi dan keluarga Roni."
"Saya merasa Novi ada masalah dengan keluarga Roni" Remon berkata.
"Mengapa kamu berpikir begitu nak?"
"Piling saya mengarah ke sana pak."
Pak Ridwan tersenyum.
"Saya telah mengatakan padanya akan menjemput nanti,ia rupanya bermalam di rumah temannya nak."
"Di Jakarta ini Novi tidak punya kawan pak,saya melarangnya ,saat itu saya takut ia mendapat masukan dari temannya,saya takut ia terpengaruh hal yang kurang baik."
"Novi itu anak yang baik nak." Bapk berkata.
Nak Remon,boleh bapak bertanya nak.
Remon menatap pak Ridwan
"Seandainya,ini seandainya." Pak Ridwan menghentikan perkataanya,ia melihat Remon serius menanti kelanjutan perkataannya.
"Seandainya apa pak." Rwmon bertanya.
Pak Ridwan memperhatikan Remon yang menunggu kelanjutan bicara dari pak Ridwan.
__ADS_1
"Mendengar Novi ada di Jakarta,bapak merasa terjadi sesuatu antara Novi dan Roni,jadi bapak ingin bertanya."
Pak Ridwan melihat Remon lagi.
"Seandainya nak,Roni dan Novi tidak bersatu,apa kamu mau kembali pada Novi demi Bintang?" Pak Ridwan bertanya hati hati.
Mata Remon dan Pak Ridwan saling tatap.
"Saya bersedia pak,tapi bapak tahu bagaimana Novi,saya sudah lama ingin bersama demi Bintang,karna masa kecil saya sangat bahagia,orang tua saya utuh pak saya sangat dimanja oleh papa dan mama,saya sangat sedih melihat anak saya mendambakan orang tua utuh."
Tampak raut Sedih di wajah Remon.
"Bapak juga kasihan dengan Bintang,ia sekarang sering termenung sendiri,tapi Novi itu keras sekali hatinya." Bapak berhenti sesaat.
"Nak bapak berharap kamu mau mewujutkan keinginan Bintang."
Pak Ridwan melihat Remon hanya tersenyum padanya.Sementara itu Ibu Ros dan Bintang telah tertidur pulas.
Bunga,Novi dan melati makan bersama orang tua angkat Melati sedang anak Melati asik bermain bersama saudarinya.
"Novi jam berapa kamu di jemput nanti oleh bapakmu?" Bunga bertanya setelah mereka selesai makan.
Novi melihat pada Melati.
"Saya saat ini menunggu telepon dari bapak ."
"Bapak dan ibu sangat baik,untung saya berjumpa dengan mereka." Novi tampak mengingat saat ia berjumpa dengan pak Ridwan dan ibu Ros.
"Novi, mas Remon itu saya rasa ia sangat baik,buktinya ia mau nembawa anak kamu dan mau membawa orang tua kamu,padahal ia tahu bapak dan ibumu bukan orang tua kandungmu." Melati berkata.
"Saya tak pernah menganggap bapak dan ibu orang lain,saya sangat menyayanginya,mereka yang ada saat saya butuh." Novi berkata lagi.
Novi mengambil hp di kantong baju dasternya saat teleponnya berdering.Ia melihat siapa yang menelepon,Novi cepat menjawab teleponnya.Novi mengirim lokasi rumah Melati setelah bertanya pada temannya.
"Mas Remon dan keluarga saya telah jalan ke sini." Novi memberi tahu temannya.
"Novi,kami harap kamu mendengarkan perkataan kami,kasihan anak kamu."Bunga berkata
Novi diam tertunduk ketika temannya membicarakan tentang Remon.
Bunga menyenggol bahu Novi,Novi tampak terkejut.
"Apa yang kamu pikirkan,rujuk itu tak perlu lama pertimbangannya." Bunga berkata lagi.
Novi mencubit pipi Bunga,bunga terpekik dan membalas balik mencubit pipi Novi,untung Novi cepat tanggap,ia berhasil mengelak cubitan Novi.
"Ibu angkat melati tersenyum melihat tingkah Novi dan Bunga,sedang Melati baru selesai menyuap anaknya.
__ADS_1
Tak lama mereka mendengar ada mobil yang datang ke tempat mereka.
Melati yang ingin tahu cepat keluar rumah bersama Bunga,ketika ia membuka pintu,dilihatnya Remon telah berada di sana bersama pak Ridwan.
"Mas Remon apa kabar mas?" Melati menyapa.
Remon tersenyum,Bunga dan Melati melihat pada Pak Ridwan,tak lama Novi muncul,ia cepat mencium tangan pak Ridwan.
Novi melihat pada Remon,mereka saling tatap.Setelah tangannya di senggol Melati,Novi tampak grogi.
"Mas." Hanya itu yang di ucapkan Novi pada Remon,Remon tersenyum pada Novi.Tak lama muncul Bintang dan ibu Ros,Bintang memeluk Novi,Novi membalas pelukan anaknya.
"Bunda,bunda di Jakarta ya,mana om Roni?" Bintang bertanya.
Novi spontan melihat pada Remon.
"Bunda,Bintang tak melihat om Remon." Bintang bertanya lagi.
Novi melihat pada anaknya.
"Om Roni masih di kampungnya neneknya sakit,om Roni kan dokter,ia mengobati neneknya itu, makanya ia masih tinggal di kampungnya." Bintang menganggukan kepalanya mendengar keterangan Bundanta.
"Bunda kita di rumah ayah saja tinggal,rumah ayah sangat bagus dan besar,Bintang bisa juga main sepeda disana,Bintang tidak main sepeda di jalan bunda,Bintang main di halaman besarrumah ayah.. Bintang berkata lagi.
Bapak tersenyum mendengar cucunya yang mengagumi ke kakayaan ayahnya.
"Mari masuk pak ,mas remon,ibu dan Bintang,tapi rumah saya kecil,ini saja Bunga dan Novi yang mencarikan." Melati berkata.
Semuanya masuk kedalam rumah Novi,mereka duduk di bawah yang dialasi dengan tikar.
Ibu Ros memperhatikan rumah Melati,Ibu Ros memperhatikan anak Melati
"Itu anak saya buk." Melati memberitahukan ibu Ros.
"Anaknya cantik cantik,sama cantik seperti ibunya." Melati tersenyum mendengar ucapan ibu Ros.
Ibu saya senang mengenal ibu, Novi sudah menceritakan semuanya,saya dan Bunga teman semasa kuliah Novi buk." Melati berkata.
Ibu Ros dan pak Ridwan tersenyum.
"Pak, Bunga dan Melati ini teman Novi ,setahu saya mereka berdualah yang menjadi teman Novi,kalau Novi merajuk dan menghilang saya mencari ke rumah mereka berdua." Remon berkata pada Pak Ridwan
Novi mencibir dan cemberut mendengar ucapan Remon.
"Tante teman Bunda ya?" Bintang bertanya pada Melati dan Bunga.
Bunga dan Melati mengangguk. Setelah berkata cukup lama akhirnya Novi pamit pada Bunga dan Melati.
__ADS_1
Terima kasih bagi pembaca yang nembaca tulisan saya,semoga semuanya sehat selalu...