Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Teringat kis lalu


__ADS_3

Kepulangan pak Ridwan kekampung di tunda,Remon menjelaskan pada pak Ridwan alasannys,setelah dijelaskan akhirnya mereka menyutujui untuk diundur kepulangannya.


Sejak kejadian itu pak Ridwan hanya sebentar sebentar bertemu Remon.Rwmon jarang berada di rumah,Bintang yang rindu Remon sering merengek.


"Bunda, ayah kemana,Bintang jarang ketemu ayah?


Novi melihat pada Bintang,di dekatinya anaknya,dan ia jongkok.


"Nak,mungkin ayah kamu sibuk saat ini,nanti setelah ia tak sibuk lagi,ayah akan menemui kamu."


Wajah Bintang tetap sedih,Novi tersenyum melihat wajah sedih anaknya.


"Wajah kamu jangan begitu nak,nanti setelah selesai urusan ayah kamu,ia akan menemui kamu." Novi berusaha menjelaskan ke Bintang


Pak Ridwan tampak iba melihat cucunya yang merindukan ayahnya.


Sementara itu Remon tampak sedang memarahi karyawannya,tampak ia kesal.


"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi,kamu dengar Alex!"


Alek tampak takut,ia cepat mengangguk setelah mendengar ucapan Remon.


"Kamu tahu anak dan ibunya serta mertua saya sedang di rumah,karna masalah ini mereka terabaikan." Rwmon tampak kesal


Karyawan yang ada di sana tampak tak berani menatap wajah Remon.


Belum sempat Remon berkata lagi,terdengar hpnya berbunyi,Remon melihat siapa yang menghubunginya,ia langsung berbicara.


"Sebentar lagi ayah pulang,ayah juga rindu kamu nak,kamu sudah makan,jangan nakal turuti apa yang bunda kamu katakan ya nak..."


walau sedih Bintang tampak mengangguk.


Remon tampak perlahan berbicara dengan anaknya,ia tampak bahagia,karyawan melihat wajah bosnya bahagia mereka saling pandang dan tampak legah,mereka tahu,kalau nada suara Remon mulai pelan ,biasanya Remon tidak marah lagi setelah itu.


Setelah selesai menerima telepon dari anaknya,Wajah Remon tidak marah lagi.


"Saya mau pulang,saya harap kalian semua bisa menyelesaikannya,setelah saya kembali nanti saya harap masalah ini sudah selesai."


Setelah bicara seperti itu Remon berlalu.


Bintang tampak senang setelah menelepon ayahnya,ia mendekati bundanya yang sedang duduk dengan kakek dan neneknya.


"Bunda,ayah katanya mau pulang,sebentar lagi sampai rumah." Bintar tampak senang.


Nenek dan kakeknya saling pandang,mereka tersenyum.


"Ayah datangnya sore,aduh saya lupa bunda,Bintang dibelikan oleh oleh."


"Jangan kawatir nak,ayah kamu akan membawakan oleh oleh yang banyak,biasanya kan ayah kamu tak lupa apa yang kamu inginkan" Bintang tampak senang ,ia melpmpat kegirangan.

__ADS_1


Novi tersenyum melihat anaknya yang melompat kegirangan.


"Ayah selalu membawa oleh oleh untuk Bintang,." Bintang melihat pada kakek dan neneknya


"Ayah kamu itu sangat sayang dengan kita terutama kamu Bintang." Nenek ikut berkata


Nenek tersenyum melihat tingkah cucunya yang lucu


"Sekarang kamu sholat lalu kamu tidur,nanti setelah kamu bangun nanti,ayah mungkin sudah sampai di rumah." Bintang masuk kamar ia menuruti apa yang dikatakan Novi.


Cukup lama mereka bicara ,dan tak lama merela masuk kekamar masing masing.


Sementara itu di kampung di depan rumah Novi,ada mobil terparkir di sana.tampak seorang pria keluar dari Mobil.


Ya Roni telah berdiri,lalu ia mondar mandir sambil melihat ke arah rumah.


"Mengapa rumah ini sepi,kemana bapak dan ibu Ridwan,Bintang juga tak tampak."


Roni berkata sambil melihat terus ke arah rumah.


Roni nampak menelepon seseorang,ia tampak kesal sepertinya teleponnya tak ada yang menjawab.


"Novi,mengapa telepon saya tak bisa nyambung dengan telepon kamu,jangan buat saya menderita terus sayang..."


Wajah Roni tampak sedih,ia termenung beberapa saat,tak lama ada orang yang datang ia melihap pada Roni.


"Pak mau cari siapa pak? "Roni melihat pada orang yang datang.


"Maksud bapak Pak Ridwan?"


Roni mengangguk


"Pak Ridwan di Jakarta,ia pergi bersama Bintang dan istrinya.kalau Novi kalau tak salah sudah pergi terlebih dahulu ke rumah temannya." bapak itu menerankan


"Jadi Novi belum pulang,kemana dia?" Romi berkata dalam hati,ia tampak gelisah.


Tetangga Novi melihat Roni gelisah ia penasaran.


"Maaf ya pak,kalau saya boleh tahu bapak ini siapa?" Roni tersenyum


"Saya teman Novi dari padang,nama saya Roni pak." Bapak itu tersenyum pada Roni.


"Saya tetangganya ,rumah saya 3 rumah dari sini." Bapak itu menunjuk Rumahnya,Roni melihat rumah ia tersenyum ia mengangguk


"Kemana mereka pak,sepertinya tak ada orang di rumah. Roni bertanya,ia pura pura tak tau ke mana penghuninya."


"Pak,pak Ridwan dan keluarganya berlibur,kalau tak salah ayahnya Bintang yang membawa."


Roni terkejut mendengar ucapan bapak tersebut,tapi segerah ia menyadari,ia tak boleh menampakan rasa kecewanya pada bapak yang berada di depannya,ia memaksakan tersenyum pada bapak tersebut. Meteka diam beberapa saat.

__ADS_1


"Maaf pak,saya ada perlu,saya permisi dulu."


Tiba tiba sang bapak berkata pada Roni,Roni tersenyum ia mempersilahkan bapak itu berlalu


Sepeninggal bapak itu Roni masuk ke dalam mobil,ia termenung beberapa saat di depan stir.


"Pantas telepon saya tak satupun ia balas ,saya yakin Novi saat ini berada di Jakarta"


Roni berkata perlahan,tampak raut wajah sedih dan kecewa.


Malam itu Novi terlihat termenung sendiri,Bintang sudah dari tadi tidur


Novi teringat kejadian saat ia masih bersama Remon.


"Apa kamu masih semesra ini kalau saya sudah punyak anak dan sudah tua mas?"


Remon memandang mesra Novi,ia mengangguj,tampak sekali ia sangat sayang pada Novi.


"Sampai kapanpun cinta saya tak akan luntur sayang,saya sangat cinta dan sayang padamu."


Novi tersenyum senang mendengarnya.


"Mas gombal,saya tak percaya,nanti 3 atau 4 tahun lagi,cinta dan sayang yang mas ucapkan ini akan hilang ,dan mas akan mulai bosan dengan saya."


Remon tersenyum,ia mengusap kepala Novi.


"Itu tidak mungkin sayang,saya semakin hari semakin cinta sama kamu,buktinya sekarang ini mas tidak bisa jauh dari kamu."


Remob bersikap mesra dan manja pada Novi.


"Tentu saja mas berkata begitu saat ini,kuta masih baru baru,cobalah nanti setelah saya sudah mempunyai anak,dan tak sempat merawat badan mas akan bosan dan mulai berkata kasar pada saya."


Remon mendekati Novi,ia mengecup bibir istrinya.


"Mana mungkin sayang,bibir kamu kakin lama tak bisa mas lupakan" Remon mulai nakal,Novi yang menerima kecupan mendadak dari Remon terkejut,matanya terbelalak.


"Apa kamu masih banyak bicara lagi sayang?"


Remon berkata setelah melihat wajah lucunya Novi,karna malu Novi mencubit pinggang Remon,


"Aaww!..,sakit sayang." Remon memegang pinggangnya,senentara itu Novi tertawa geli


"Rasain,itu hadiah itu untuk suami gombal."


Remon meringis,ia melihat gemes pada istrinya.


"Kamu mulai nakal pada saya,awas nanti akan saya hukum kamu."


Wajah Novi bersemu merah mendengar ucapan Remon

__ADS_1


Remon tersenyum melihat Novi yang mencibir dan bertingkah lucu pada Remon.


__ADS_2