
Novi terkejut ketika bangun pagi ia merasa ada yang memeluknya,ia lupa kalau ia telah kembali dengan Remon.
Mengapa tempat tidur ini sempit,seperti banyak orang tidur di sini.
Novi membuka matanya,dilihatnya Remon sedang memeluk tubuhnya,matanya masih tertutup.
"Aduh saya lupa,baru ingat kami telah bersama kembali." Novi berkata dalam hati.
Dipandangi wajah tampan suaminya,sangat sempurna,wajah yang pernah mengisi hari harinya
"Mengapa kamu melihat wajah saya seperti itu"
Novi terkejut ia malu,kelakuannya diketahui Remon,Remon tersenyum.
"Kamu Masih penasaran ya,karna malam tadi anak kita ingin tidur bersama kita."
Remon mengoda Novi,ia tahu Novi digoda seperti itu akan malu,tapi ia senang melihat istrinya malu.
"Saya biasa tidur dengan Bintang,saya hanya terkejut,Bukan Bintang yang berada di depan saya tapi Bintang besar yang ada..."
Novi duduk mencari Bintang,anaknya itu masih tidur di sudut tempat tidur.
Remon tersenyum,Novi mengabaikan candaanya
"Anak kita tahu ayah dan bundanya sudah lama tidak berdekatan tidurnya,ia pengertian sama ayahnya." Remon berkata lagi
Novi melihat Remon ,ia mencibir dan mengulurkan lidahnya.
Remon cepat mendekat dan mencium bibir Novi.
Novi berusaha melepaskan ciuman Remon
"Nanti anak kita melihatnya mas,nanti ia ceritakan pada bapak dan ibu.,apa mas tak malu
Remon tersenyum,ia masih ingin mencium Novi.
"Mas mengertilah,nanti Bintang melihatnya"
"Sayang sekali saja,mas sudah lama menginginkannya."Remon masih menyosor
Novi tersenyum,ia beranjak dari tempat tidur.
"Yang..ayolah yang,mumpung anak kita masih tidur,saya menginginkannya yang.."
Remon berusaha menahan Novi
"Mas jangan sekarang,kalau tak ada anak kita di kamar ini tak apa.." Remon berhasil memeluk Novi
"Anak kita tak pengertian sayang,ayahnya sudah sangat menginginkannya,ia malahan ingin tidur di sini tak mau tidur dengan nenek dan kakeknya." Remon merengek seperti anak kecil,
Novi tersenyum
"Dasar bayi tua!"
Remon memasang wajah manja dan terlihat lucu,Novi tersenyum melihat kelakuan suaminya
"Ia mana tau ayahnya genit seperti ini."
Novi tertawa melihat Remon memonyongkan mulutnya
"Kamu ini kok lucu ,dan sekarang seperti anak kecil.."
"Mas sudah lama tak dapat kasih sayang dan lama tak minum susu."
"He! Kamu bicara apa mas,ingat anak kita ada dekat kita."
"Anak kita akan tahu,ayahnya membutuhkan kasih sayang bundanya."
Remon berkata sambil membisikan di telinga Novi,ia duduk memeluk istrinya ,Novi tak berkutik,karna Remon memeluk erat dirinya
"Sayang, saat seperti ini yang mas rindukan,mas selalu merindukan kamu setiap saat,menghirup bauk tubuhmu ini membuat mas bahagiah"
"Badan saya bauk mas,saya belum mandi."
Remon semakin mempererat pelukannya,Novi tampak risih
"Mas tak perduli,mas menginginkan seperti ini memelukmu,menciummu,mas merasa bahagia sekali sayang."
__ADS_1
Novi membalikan badan menatap suaminya,mereka saling tatap beberapa saat
Novi seperti ingin mengatakan sesuatu,tapi ia ragu ragu.
"Apa ada yang ingin kamu katakan sayang?"
Novi tampak ragu
"Mas tidak marah kan kalau saya mengatakan yang menganjal hati saya?"
Remon tersenyum ia mengusap kepala istrinya.
"Katakanlah sayang,mas tidak marah.."
"Janji ya mas jangan marah." Novi masih ragu mengatakannya
Remon tersenyum dan menganggukan kepalanya
"Janji,katakanlah sayang" Remon menunggu apa yang ingin dikatakan Novi.
"Saya sebetulnya takut sama mama." Remon mengerutkan keningnya
"Takut kenapa sama mama,mama kan tak makan orang." Remon berusaha bercanda
Novi melihat pada Remon,ia tak suka Remon berkata seperti itu.
"Saya serius mas!.." Novi Cemberut.
"Kamu tak perlu takut sama mama,mama itu sangat sayang sama mas,ia akan mendengarkan mas,jadi kamu tak usah takut sama mama."
"Tentu saja mas bicara begitu,mamanya tentu sayang padanya."Novi bicara dalam hati
Novi terdiam mendengar ucapan suaminya,ia melihat Bintang yang bergerak
"Satu lagi mas."
"Apa sayang,kok banyak sekali yang kamu pikirkan."
"Saya ingin tinggal di sini bersama bapak dan ibuk,saya tak mau tinggal di Jakarta."
"Dimanapun kamu ingin tinggal mas tidak keberatan sayang,tapi mas ingin kamu dan orang tua kamu tinggal di rumah yang telah mas buat ,niat mas rumah itu untuk kita tempati kalau kamu tak ingin tinggal di JakartaTinggal disana saja."
"Kalau itu nanti saya bicarakan dengan bapak dan ibu."
"Tenang saja mas nanti yang akan bicara dengan bapak dan ibuk" Remon mengambil keputusan
"Apa ada lagi yang ingin kamu bicarakan?."
Novi mengelenkan kepalanya.
"Kini giliran mas yang mengajukan keinginan". Novi melirik pada suaminya
"Apa yang ingin mas inginkan?"
Remon menarik nafas,ia seperti menimbang nimbang.
"Mas membuat saya penasaran.."
Remon berusaha serius tapi ia terlihat lucu
Novi menahan tawanya sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Mas ingin bertanya,kapan kita melakukannya sayang,mas ingin sekali."
Novi berhenti tertawa dan melepas tutup mulutnya ia mencubit pinggang suaminya.
"Aduh sayang,sakit sekali cubitan kamu.."
Bintang terbangun mendengar teriakan ayahnya,ia melihat pada orang tuanya.
Novi bergegas mendekati anaknya,ia menepuk nepuk anaknya,Bintang tertidur kembali.
"Mas sudah subuh kita solat dulu".
"Ya ,Saya kekamar mandi dulu,kita sholat berjamaah,Remon menuju kamar mandi ,sedang Novi keluar kamar.
"Ayah..ayah.."
__ADS_1
Remon terkejut ia menoleh kearah suara,dilihatnya anaknya sudah duduk di tempat tidur
"Anak ayah sudah bangun,tidurlah hari masih pagi."
"Bintang mau sholat juga ayah."
Tanpa Rwmon ketahui,Novi selalu membangunkan Bintang untuk sholat subuh
Remon mendekati anaknya
"Kalau mau sholat dengan ayah ,bangunlah kita mandi ,ayah yang akan memandikan kamu."
"Saya bisa mandi sendiri ayah,saya sudah biasa."
Remon tersenyum ia mengusap kwpala anaknya
"Bunda mana ayah?"
"Mungkin di dapur nak."
Bintang menuju kamar mandi
"Eee,buka dulu bajunya nak.."
Bintang membuka baju dan celana ia langsung masuk kedalam kamar mandi
Pak Ridwan menjadi imam sholat berjemaah pagi itu,setelah sholat pak Ridwan duduk bersama Remon,Novi menolong ibunya di dapur.
Bintang duduk si pangkuan Remon.
"Ayah,antarkan Bintang ke sekolah ya."
"Remon mencium anaknya"
"Ya,jam berapa kamu berangkat?"
"Jam setengah tujuh ya.."
"Bintang,nanti pergi dengan kakak saja,ayah kamu capek,besok saja perginya ya.."Novi bicara dari dapur.
"Bintang ingin ayah yang mengantar bunda."
Bintang bicara dengan keras juga.
Pak Ridwan dan Rwmon tersenyum melihat anak dan ibu berbicara dengan suara keras.
"Ya nanti ayah yang mengantarkan kamu Bintang." Akhirnya Remon berkata
"Pakai motor ya ayah." Rwmon mengangguk
Remon melihat pada Novi.
"Bintang ayah kamu tidak biasa pakai motor,naik mobil saja ya."
"Tidak mau,Bintang mau naik honda seperti Alex. "Bintang cemberut
"Baiklah nanti ayah antar naik motor,jangat cemberut begitu."
"Bintang tampak senang ,diciumnya ayahnya.
"Terima kasih ayah,Bintang sangat sayang pada ayah."
Remon menikmati saja Bintang mencium dan memeluknya
Jam setengah tujuh Bintang telah naik di atas motor,Novi meleoas mrreka dengan perasaan cemad.
"He! Suami pergi kok tegang begitu,kamu bikin orang kwatir kalau begitu" Remon bicara pada Novi
"Ya..hati hati di jalan,jangan ngebut,ingat ada istri di rumah." Novi mengofa Remon
Remon melihat pada istrinya.
"Ya sayang,tunggu mas di rumah ya."
Bintang tersenyum pada bundanya,honda pun melaju dengan perlahan.
Novi sebetulnya cemas Remon membawa honda,yang ia ketahui Remon selalu mengunakan sopir,ia hampir tak pernah melihat Remon mengendarai honda.
__ADS_1