Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Mulai bersam lagi


__ADS_3

Tak di sangka tak di duga Novi, ia akan turut berlibur bersama Remon.Bapak melihat Novi melalui kaca yang terdiam di samping Ibu Ros,Remon tampak kosentrasi menyetir.


"Kita mau kemana nak?" Remon sengaja menanyakan pada Bintang.


"Karena ada Bunda,kita kita pergi ke tempat yang bagus saja ayah."


Remon melihat pada Novi melalui kaca sepion ,ia melihat Novi tertunduk,Novi tampak malu.


"Bunda,kok bunda diam saja dari tadi?" Bintang memegang bundanya,Novi melihat pada Bintang,ia tersenyum.


"Bunda tidak apa apa nak."


Novi berkata,matanya melihat pada sepion ia tertunduk ,ketika dilihatnya Remon sedang menatapnya,Novi sangat malu dengan Remon.Novi terpaksa menahan malu karna ia tak mungkin pulang kerumahnya saat ibu,bapak dan anaknya berada bersama Remon.


"Buk kapan kita pulang ke rumah? "Tiba tiba Novi berkata pada ibu Ros yang ada di sampingnya.


"Besok sore,tiket sudah di beli oleh nak Remon."


Ibu Ros menjawab pertanyaan Novi.


"Kalau begitu biar saya pulang dulu,tiket saya kan belum di beli." Nuvi tampak salah tingkah


"Tiket kamu sudah di beli,ketika nendengar kamu ada di Jakarta bapak menyuruh nak Remon untuk membeli tiket untuk kamu". Ibu Ros berkata kagi.


"Kalau begitu saya akan malam di hotel nanti malam." Pak Ridwan langsung melihat pada Novi ketika mendengar ucapan Novi.


"Kamu bicara apa Novi,kita akan pulang bersama ,tidak ada yang malam di hotel."


Pak Ridwan berkata pada Novi,tampak agak marah pada Novi


"Tapi pak..." Novi belum selesai berkata.


"Tidak ada tapi tapi,tidak mungkin ayah ibu dan anakmu berpisah tidurnya,kita sama sama di Jakarta sekarang Novi!"


"Tapi pak..."Novi masih ingin bicara.


"Kalau kamu ingin menganggap bapak bapak kamu, tolong kamu dengarkan bapak..."


Novi terdiam mendengar ucapan pak Ridwan.


Remon yang mendengar perdebatan pak Ridwan dan Novi hanya diam ia tampak tetap kosentrasi menyetir.


"Novi,bapak ingin sekali saja kamu mendengarkan bapak,bapak tidak ingin ada berdebatan,tolong ,bapak mohon dengarkan bapak.."


Novi terdiam mendengar ucapan pak Ridwan,ibu mengusap punggung Novi.

__ADS_1


"Nak bapak kamu tak pernah marah pada kita,jangan buat bapak marah kamu tahukan penyakit bapak?"


Novi melihat pada ibunya,


"Saya akan mendengarkan kata bapak buk,ibu dan bapak adalah orang tua saya,saya tidak akan berani membantah bapak bu". Diam sesaat.


"Nak Remon,ibu ingin belanja di tanah "abang,apa bisa kamu antar,ibu ingin beli baju bersama Novi." Novi terkejut tiba tiba ibu berkata mau ke tanah abang.


Ketika mata buk Ridwan beradu pandang dengan Novi,ibu tersenyum.


"Kalau ibu mau beli baju,saya akan antar ke langganan keluarga saya,waktu saya baru nikah dengan Novi,saya juga membawanya ke sana." Remon tiba tiba berkata, Ibu melihat pada Novi.


"Saya tidak ingin baju mahal,saya mau baju tanah abang saja,lagi pula saya belum pernah ke tanah abang,kamu mau kan nak oergi sama ibu." Novi tersenyum ia mengangguk.


Ibu Ridwan tersenyum ia memeluk Novi,Bintang walau ia tak begitu mengerti,ia tersenyum dan bertepuk tangan melihat nenek dan bundanya berpelukan di mobil.


Remon dan pak Ridwan saling pandang sesat dan mereka berdua tersenyum.


Mobil melaju tidak begitu kencang,mereka menuju tanah abang.


Novi berpegang tangan dengan ibunya saat memasuki perbelanjaan di tanah abang,setelah berapa lama memilih pakaian mereka selesai dan masing masing membawa beberapa bungkusan.


Remon tersenyum saat melihat Novi berjalan terengah engah membawa bungkusan,ia mendekati mereka.


"Bagaimana buk,apa mendapatkan barang yang di cari?" Remon sengaja bertanta pada ibu Ridwan,tidak bertanya pada Novi,ibu tersenyum.


Suasana hening beberapa saat


"Kita kemana nak Remon sekarang?" Tiba tiba ibu Ridwan bwetanya.


Remon melihat pada pak Ridwan ia tersenyum .


"Kita singgah si rumah makan dulu pak, baru kita pergi ke tempat yang bagus untuk kita datangi,saya lapar pak." Rwmon memegangi perutnya.


Novi melihat pada Remon ,Remon pun melihat pada Novi pak Ridwan dan ibu Ridwan tersenyum melihat mereka. Novi tersenyum mendengar suara perut Remon.


Ibu Ridwan tersenyum ia melihat pada Novi.


"Novi, nak Remon sejak mendengar kamu ada di Jakarta ia tampak gelisah,ibu tak melihat Remon makan."Remon tersenyum malu mendenfar ucapan ibu Ridwan,ia mengaruk kan kepalanya.


"Walau kami telah berpisah buk,Novi kan ibunya anak saya,kalau terjadi sesuatu pada Novi akan berpengaruk pada anak saya,kan nantinya saya yang akan repot buk.."


Novi melihat sesaat pada Remon Melalui kaca sepion,tapi ia kembali diam tanpa berkata sepatapun.


"Ayah kita makan di rumah makan kemarin waktu kita pertama di sini,ayamnya enak" Tiba tiba Bintang berkata.

__ADS_1


Remon mengusap kepala anaknya,ia tersenyum pada anaknya yan berada di pangkuan pak Ridwan.


"Kamu suka makan di sana nak?"


Bintang mengangguk,Bintang melihat pada Bundanya.


"Bunda,ayam di restoran itu enak seperti masakan bunda."


Novi melihat pada anaknya,ia tersenyum.


"Kamu suka masakan bunda nak?" Novi bertanya.


Bintang tersenyum ia mengangguk.


'Coba kalau ayah tinggal bersama kami,pasti ayah akan merasakan enaknya masakan bunda dan nenek.


"Ayah mau kita tinggal bersama ,sama nenek dan kakek dan juga bunda kamu."


Remon melihat Novi melalui kaca,sepion.


"Bunda ayah mau tinggal bersama kita,kita tinggal di Jakarta saja bunda"


Tiba tiba Bintang berkata dengan lantangnya.


Novi melihat pada anaknya.Mobil masuk ke sebuah restoran berbintang.cukup ramai juga pengunjung.Bintang turun dan langsung berlari ke dalam restoran.ia sepertinya hapal kondisi restoran itu.Remon mengikuti anaknya yang telah dulu masuk ke dalam restoran.Dilihatnya Bintang telah duduk di kursi.Novi dan orang tuanya berjalan de belakang mereka.ia tampak tidak suka melihat Bintang yang masuk terlebih dahulu ke dalam restoran.Bintang tertunduk melihat tatapan Novi yang telah berada di depanya.


"Bintang bunda tidak suka melihat kamu yang masuk saja tadi,tunggu bunda atau ayah ,atau nenek dan kakek,kamu dengar nak!."


Bintang tertunduk ia tampak takut sama Novi.


"Betul kata bunda mu,nanti kalau kamu dulu masuk seperti tadi ada orang menculik kamu kami tidak tahu nanti." ibu Ridwan berkata pada Bintang


Remon duduk disamping Bintang Ia mengusap kepala anaknya.


"Betul kata bundamu nak,nanti masuk ke restoran bersama orang tua ya?"


Bintang mengangguk.


"Nah sekarang kita mulai memesan makanan,kamu ingin makan goreng ayam kan?"


Remon sengaja merubah suasana,ia tak ingin anaknya nanti tak jadi makan karena merajuk.


Tampak suasana hati Bintang mulai ceriah kembali.


Pak Ridwan yang melihat hal tersebut tersenyum melihat cucunya.Novi pun mukanya tidak marah lagi pada Bintang ,saat melihat pak Ridwan tersenyum.

__ADS_1


setelah pesanan mereka datang mereka makan bersama.Bintang tampak makan dengan lahap.


__ADS_2