Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bicara jujur pada sang pacar


__ADS_3

Remon sedang mengerjakan pekerjaanya,ia tampak menandatangan beberapa surat.ia tampak serius,tapi tiba tiba ia mendengar pintu di ketuk, ia mempersilakan masuk,


"Masuk!


Alangkah terkejut Remon melihat siapa yang datang,Friska,ya cewek yang selama ini di pacarinya.Friska mendekatinya ia tampak merajuk.Remon memperhatikannya.


"Mas,pergi ke Kl kok tak memberi tahu saya."


Frika berbicara dengan manja.


"Mas ke Kl pergi kerja,Bukan pergi main main."


Friska terkejut mendengar ucapan Remon yang agak ketus ,ia tetpana.


"kok bicaranya ketus,biasanya mas tidak begitu."


Friska agak heran,ia melihat pada Remon,Remon masih memeriksa pekerjaannya sesekali melihat Friska.


"Kata heri kamu marah marah di kantor saya,untuk apab?.


Friska terdiam ,ia tertunduk


"Friska," Friska melihat pada Remon.Remon membawa Friska duduk di kursi tamu,setelah meteka duduk ,Remon berbicara.


"Friska saya mau bicara dengan kamu,tapi tidak disini,kita keluar sekarang bagai mana?"


Friska mengangguk,Remon tersenyum,mereka berdiri dan keluar dari ruang kerja Remon,kala berpapasan dengan sekretarisnya,sekretaris itu menganggukan kepala pada keduanya,Remon bwrhenti sesaat.


"Sari,saya mau keluar ,saya ada perlu,telepon kalau ada sesuatu yang mendesak."


Sari menganggukan kepala,Remon berlalu di susul Friska,Remon menyupir sendiri mobilnya,mereka menuju pantai,dan ada tempat duduk di sana.lama mwrela diam sambil memandang laut.Friska melirik Remon.


"Kamu mau bicara apa mas?" Friska bertanya.


Remon menarik nafas panjang,ia menimbang nimbang apa yang akan ia bicarakan pada Friska,ia menatap Friska,ia tampak menguatkan hatinya untuk bicara.


"Friska saya ingin putus dengan kamu."


Friska terkejut,ia melihat pada Remon.


"Kenapa mas putus dengan saya,sebelum mas ke Kl,kita masih baik baik saja,tapi kenapa setelah pulang Kl mas ingin memutuskan saya?."

__ADS_1


Remon berusaha tenang,ia melihat Friska,perasaan friska sudah tak menentu,ada raut marah kecewa dan terkejut dilihat oleh Remon.


"Terlebih dahulu saya ingin minta maaf Friska,mas sekarang telah beristri,maaf tidak memberi tahu kamu,.Wajah Friska tampak berubah ia ,tapi kemudian ia tertawa sambil melihat pada Remon.


"Jangan bercanda mas,kamu jangan membuat saya takut."


Remon tampak serius memperhatikan Friska.


"Mas tidak bercanda,pernikahan itu tidak sengaja terjadi,tidak ada rencana sama sekali,kami mula tidak saling kenal,tapi takdir mempertemukan kami."


Remon berkata jujur,mata friska mulai berkaca kaca,Remon sebetulnya kasihan melihat Friska.


"Apa salah saya sama mas,hingga mas menyakiti saya,saya kira mas selama ini serius sama saya,nyatanya mas adalah seorang pengkianat.Remon melirik Friska.Suara friska bergetar nadanya sudah mulai tinggi.


"Tidak ada pengkianatan disini,ini kerna keadaa,ini kerna takdir,ini kerna kita tak berjodoh Friska."


Remon pun mulai terbawa suasana,dilihatnya ,air mata friska bercuccuran,ia tidak tega melihatnya.


"Mas memberi saya harapan palsu,mas seolah olah mencintai saya,nyatanya mas memoermainkan saya,mengapa mas mengatakan cinta dengan saya kalau mas pura pura."


Friska tak dapat menahan kepedihan hatinya,Remon berusaha menenangkan Friska,ia memegang tangan Friska,dengan marahnya Friska menepis dengan kasar tangan Remon,Remon terdiam,ia akhirnya membiarkan Friska melepaskan kemarahannya.setelah Friska mulai agak tenang ia bicara lagi.


"Friska,mas tidak melakukan apa apa,tapi mas di paksa kawin aleh masyarakat,waktu mas pergi ke Bandung dulu,ban Mobil pecah di sebuah Desa,hujan deras,mas berhenti di sebuah rumah ,waktu itu pakaian mas basah,mas nenukarnya,dengan kain sarung dan pakai singlet,berdiri di depan rumah seorang wanita,yang keluar dan terjatuh menimpa mas,dan tiba tiba kami diharus menikah oleh masyarakat disana."


"Apa mas tidak bawa Heri waktu itu?."


"Ada,saya menyuruh heri mencari tempat tambal ban dan meminta bantuan,tapi Heri baru datang setelah saya dinikahkan."


"Memgapa mas tidak protes waktu dinikahkan,mas dam wanita itu ksn tidak melakukan apa apa."


Remon melihat pada Friska ,Friska tampak ingin sekali tahu cerita ini.


"Masyarakat ramai waktu itu,keadaan saya yang berhimpitan dengan istri istri dan mas memakai kain sarung membuat mas tak bisa protes,kalau kita protes takut mereka mengeroyok mas, makanya mas diam saja dan nenurut waktu mereka nikahkan."


Mereka berdua diam beberapa saat,sambil melihat orang orang lari sat ombak datang.


"Mas,apakah mas mencintai wanita itu sekarang?.


Tiba tiba Friska bertanya ,Remon menoleh padanya ia diam dan menarik nafas


"Kok diam mas? Friska bertanya lagi

__ADS_1


"Mas tak bisa menjawabnya,kami baru bertemu dan ,kami baru saja menikah ,kamu mungkin mengerti perasaan kami,jadi kamu bisa jawab sendiri pertanyaan kamu."


Remon sengaja tidak menjawab pertanyaan Friska,ia takut Friska akan emosi dan menangis lagi.


"Mas,saya tidak mau putus sama mas,tak apa mas sudah nenikah,saya akan menerimanya.


Mendengar itu Remon terkejut,ia tak menyangkah Friska akan berkata begitu,ia lihat Friska,friska tampak berharap ingin kembali pada Remon.


"Friska,itu tak mungkin,mas sudah punya istri,dalam agama tak boleh orang yang beristri ada hubungan dengan orang lain atau pacaran,itu tidak dibenarkan."


"Kita pacaran,tapi istri mas tak perlu tahu,bagai mana mas?"


,Friska masih ingin berpacaran dengan Remon,Remon agak susah menjawabnya,ia takut Friska akan terpukul kalau ia mendengar keinginan yang sebenarnya.


"Friska itu tidak mungkin ,nanti mas berdosa,sudah lah kita sebelum berpacaran kita sudah berteman sekian lama,jadi kuta berteman seperti dahulu saja, Ya?."


Friska merasa Remon sudah berubah,,pikiran Remon agak mulai benar,tapia tetap memaksakan kehendaknya.


Mas,saya ingin mas memberi kesempatan lagi,saya akan menunggu mas."


Remon terdiam mendengar ucapan Friska yang masih berkeras mau berhubungan dengannya,ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Friska


Di rumah mana Remon, Novi sedang sibuk memasak dengan wulan adik Remon,Wulan dulunya tak suka dengan Novi,tapi kerna Remon sangat nenyayangi novi dan Novi orangnya sangat baik dan rajin ia mulai menyukai kakak iparnya itu


"Mbak,masakan mbak sangat di sukai Mas Remon dan suamiku mas Gilang,jadi saya ingib belajar memasak,kalau kalau nanyi kami pindah nanti." Novi menoleh pada Wulah.


"Apa kamu mau pindah Wulan?..


Wulan tersenyum mendengar pertanyaan Novi.


"Mbak,mbak kan tahu,mas sekarang sedang membuatkan saya dan mbak nia,rumah jadi kalau sudah siap,kami akan pibdah jerumah kami,kami ingin belajar mandiri mbak."


Novi tersenyum pada Wulan ia sayang pada wulan.


"Ooo,kalau begitu,mbak akan beri tahu cara masakan yang enak untuk kalian berdua,asal kamu yakin belajarnya.


Wulan menaikan jempolnya dan mengedipkan matanya Novi tersenyum


"Mbak,mbak hangan marah dan tersinggung atas perlakuan mana pada mbak,mama tu orangnya matre,ia suka menantu kaya,apa lagi nas Remon,nikahnya mendadak tanpa sepengetahuan mama,itu yang membuat mama kurang suka sama mbak."


"Wulan,mbak akan berusaha,agar mama menyukai mbak nantinya,mbak bisa merasakan perasaan mama,mbak tak marah,kalau mbak jadi mama,mungkin akan marah juga, kalau tiba tiba mendengar anak kesayangan menikah tanpa bicara dulu sama mama.

__ADS_1


Wulan tersenyum mendengar ucapan Novi,ia mengagumi cara berpikir Novi.


__ADS_2