
Bintang Ditemani bermain oleh kedua karyawan Novi sedang novi berada berdua ibu Ros di dekat pak Ridwan.Sedang asik novi berbincang dengan Ibu Ros Dokter masuk bersama beberapa pasien.Dokter Roni melihat pada Novi sesaat.
"Bagaimana keadaan bapak hari ini,apa keluhan yang terasa pak?"
Pak Ridwan tersenyum terpaksa pada Roni,ia masih menahan sakit.
"Dokter,bisakah kaki saya sembuh seperti sedia kala Dokter."
Roni tersenyum,ia melihat Ibu Ros dan Novi.
kKita doakan saja pak,mudah mudahan bisa seperti sedia kala kaki bapak bisa berjalan pak.
Pak Ridwan senang mendengarnya.
Setelah berkeliling Roni masuk keruang rawat Pak Ridwan,Dilihatnya Novi dan Ibu Ros sholat di ruangan itu,setelah selesai Novi melihat pada Roni.
"Eee pak Dokter,mau memeriksa bapak lagi pak? "Novi berkata pada Roni.Roni melihat pada ibu Ros lalu beralih pada Novi.
"Novi,pangil saya seperti dulu saja,mengapa pangilan kamu berubah kepada saya."
Roni tampak keberatan Novi memanggilnya Dokter.
Ibu Ros mendekati Roni,banyak pertanyaan yang ingin ia tanya.
"Dokter sama Novi apa sudah saling kenal?"
Roni tersenyum pada Ros,ia melihat pada Novi,Novi menunduk
"Sudah buk,kami satu kampung,ia adik kelas saya waktu SMA."
"Ooo, jadi pak dokter satu kampung dengan Novi,saya senang mendengarnya dokter,berarti di sini ada saudara Novi."
Roni mencuri pandang pada Novi,Novi hanya tertunduk.
"Saya sebenarnya kesini memberikan kunci rumah buk,di depan rumah sakit ini ada rumah petak saya buk,saya ingin selama di sini pakailah rumah itu untuk istirahat.
Novi melihat pada Roni,mata mereka beradu,Roni mendekati ibu Ros.
"Buk Novi dan ibu sudah saya anggap keluarga,jadi saya tidak ingin ibu menolak keinginan saya,saya kasihan pada Bintang,kalau sering tidur di mobil ia akan sakit,saya rasa kalau di mobil tidur tidak akan nyenyak.
Ibu Ros melihat pada Novi,Novi pun melihat pada Ibu Ros dan tak lama mata Roni dan Novi beradu.
"Novi,PakRidwan biar saya yang urus,saya akan menyuruh orang menjaga pak Ridwan disini,kamu sama ibu bisa istirahat dirumah tak perlu malam disini,saya akan menyuruh orang untuk menemani bapak selama bapak dirawat disini." Pak Ridwan tersenyum mendengar ucapan Roni.
'Ibu,Novi,kalau ada yang menjaga bapak kamu berdua istirahatlah di rumah Dokter,kasihan Bintang,ia selama ini tak pernah berpisah denganmu nak. Bapak tiba tiba berkata.
"Biarlah bapak jadi tanggung jawab dokter,bukankah dokter teman sekampung kamu nak,itu berarti ia anak bapak juga."
Roni tersenyum mendengar ucapan dokter.
__ADS_1
Novi terdiam memandang bapak,sebenarnya ia tak ingin menerima bantuan Roni untuk tinggal di rumahnya,tapi saat ia melihat bapak yang sepertinya mengkwatirkan ibu yang tampak kurus akhirnya ia terima tawaran Roni.
"Baiklah mas Roni,kami akan tinggal di rumah mas,tolong antarkan kami ke sana nanti ."
"mengapa nanti,kamu dan ibu mu bapak lihat sudah letih,bapak sudah agak sehat,kalau sudah segar nanti kesini lagi,lagi pula disini ada Bel,bapak bisa minta tolong sama perawat nanti." Roni senang mendengar ucapan Pak Ridwan
"Rumah itu saya beli karna ada orang yang mendadak pindah ke Jakarta,disana sudah lengkap,ada kasur,kalau kamu ingin masak tinggal beli bahannya saja.." Ibu Ros tersenyum pada Roni.
Pak Dokter terima kasih,bapak sangat baik pada kami.Roni tersenyum
"Ibu panggil saya dengan sebutan Roni saja,kalau saya di panggil Dokter terasa ada jarak bu,saya ingin menjadi anak ibu dan bapak juga." kedua orang tua itu tersenyum mendengarnya.
"Kami sangat senang kalau nak Roni menganggap kami orang tua nak."
Roni tersenyum,ia melirik Novi,Novi sedang melihat padanya,mereka berdua salah tingkah,melihat hal itu ibu dan bapak saling pandang.
Sementara itu Remon sedang terpana melihat seorang bocah,saat itu ia pergi bersama temannya ke pantai,anak itu sedang bermain berdua dengan kakaknya.
"Mungkin anak saya sudah sebesat anak itu,sayang dimana kamu sekarang".
Remon berguman perlahan.Temannya mendengar Remon berbicara sendiri melihat padanya.
Mon,kamu sepertinya sebentar ini berbicara,apa yang kamu bicarakan Mon?.
Remon terkejut,ia tak menyangka kata hatinya di dengar temannya.
"Saya yakin kamu berbicara tadi Mon,bagaimana kabar Novi Mon?"
Remon melihat pantai,anak kecil yang ia lihat tadi sudah tak tampak.ia melihat sekeliling pantai tapi ia tak menemukan anak tadi.
Baron yang melihat Remon tak menjawab pertanyaannya ikut melihat apa yang Remon lihat,yang tampak hanya pantai dan ada beberapa orang berjalan.
"Mon apa yang kamu lihat ,mengapa kamu tak nenjawab pertanyaanku."
Remon melihat pada Baron.
"Kamu bertanya apa Baron?"
"Saya menanyakan tentang Novi,apa kamu sudah tahu keberadaanya."
"Belum Ron,saya tak tahu bagaimana kabarnya,anak saya sekarang mungkin sudah besar,sudah 7 tahun lebih Novi meninggalkan saya Ron,saya tak tahu bagaimana keadaanya."
"Mon bagaimaba kalau Novi sudah menikah lagi Mon?"
Remon tampak tak suka Baron berkata begitu.
"Novi tak mungkin nenikah lagi,ia harus mengurus surat cerai dari saya dulu Ron."
"Bagainana kalau ia nikah siri Mon."
__ADS_1
Remon menatap Baron dengan tajam.
"Novi itu tahu dengan aturan agama Ron,ia tak akan nikah kalau belum cerai dari saya,ia pergi dari rumah karna ia melihat foto saya dekat sama Ira,itu saja Ron."
Baron melihat Remon,
"Mon apa kamu tak ada berpikiran untuk menikah lagi,sudah lebih tujuh tahun Novi meninggalkan kamu Mon.
Baron berkata hati hati.
"Saya belum melihat anak saya Ron,saya tak mau anak saya mengenal bapaknya banyak istri." Remon menjelaskan alasan ia tak ingin menikah lagi
"Tapi bukan kamu yang meninggalkan istrimu Mon."
"Untuk saat ini saya belum berpikir begitu Ron,setelah saya tahu Novi menikah lagi baru saya akan menikah Ron.
Kamu ini pasangan yang setia Remon,jarang pria yang mau bertahan setelah ditinggalkan istrinya.
Remon tersenyum, tampak ada yang di pikirkan Remon,Baron hanya memperhatikan Remon.
Mon bagaimana kalau kita pulang hari sudah sore,nanti saya kemalaman pulang kerumah Mon,kamu tahukan bagai mana sifat istri saya?
"Istri kamu sifatnya sama dengan Novi,murah cemburu,tapi saya suka kalau Novi cemburu Ron,itu berarti ia mencintai saya."
Baron melongo mendengar ucapan Remon.
Remon tersenyum,ia berdiri dan membayar ke kasir setelah itu mereka menuju parkiran,Remon pun menjalankan mobilnya
Di perjalanan Baron menatap Remon.
"Kamu lucu Remon,waktu istri ada kamu kecentilan sama Ira,setelah istri pergi,selera kamu sama perempuan langsung menghilang.
Baron berkata dalam hatinya.ia tersenyum pada Remon.
"Mengapa kamu tersenyum begitu Baron?"
Remon melirik Baron
"Saya prihatin dengan keadaanmu Mon,mudah mudahan istri kamu cepat kamu temukan."
"Terima kasih Baron ,kamu memang teman yang pengertian."
Baron meninju perut Remon perlahan.
"Hai,kamu mau membunuh saya ya,saya sedang membawa mobil Ron! kita bisa tabrakan nanti"
Remon berkata sambil bercanda ia tetap kosentrasi membawa mobilnya.
Baron tertawa,ia memperhatikan jalan raya.
__ADS_1