Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
wanita yang baru.


__ADS_3

Di rumah sakit Remon tampak kesal dengan Novi,karna Novi membawa Roni libur bersamanya.


"Nampaknya kamu benar ingin kita segera bercerai baik kalau ini yang kamu inginkan,saya akan turuti keinginanmu."


Remon berkata perlahan,mama melihat padanya.


"Ada apa nak,mengapa kamu mengerutu?"


Remon tersentak,ia merasa terkejut dengan suara mamanya.


"Tidak apa ma,Remon hanya kesal saja pada seseorang."


"Jangan suka bicara sendiri seperti itu nak nanti kamu bisa..." Belum selesai mama bicara.


mama meletakan telunjuknya di keningnnya.


Remon tertawa berderai,ia melihat mamanya.


"Tak mungkin lah saya akan jadi seperti itu ma,kecuali kalau mama yang doakan."


Nama tak suka Remon berkata begitu.


"Kamu bicara apa mana ada orang tua mendoakan anaknya yang buruk,orang tua selalu mendoakan kebaikan anaknya."


"Ma,kalau mama bicara begini,seharusnya mama tak perlu malam di rumah sakit,mama tidak terlihat sakit,bicara mama semangat seperti biasanya."


Mama tersenyum.


"Tenang saja kamu besok mama dibolehkan pulang,mama tidak suka sebenarnya tidur di sini ,nyaman tidur di rumah."


"Tentu saja ma,namanya saja rumah sakit."


mereka berdua tertawa.


"Mon,kalau tidak seperti ini kita jarang berbicara,kamu sibuk dengan urusan kamu."


Remon tersenyum,


"Dan mama sibuk dengan urusan mama". Remon menyambung ucapan mama.mereka tartawa bersama.


"Ma,saya rindu bercanda seperti dulu lagi,berkumpul bersama."


mama berdiri dari tempat duduknya.


"Mak duduk saja jangan berdiri."


Remon cepat mendekati mamanya.


"Mama mau kemana?"


"Mama mau ke kamar mandi nak,kamu antar sampai pintu kamar mandi saja."


Remon membimbing mama ke kamar mandi.


Baru saja mama keluar dari kamar mandi pintu kamar itu di ketuk.


Mama akan membuka pintu.


"Jangan ma biar Remon saja!"


Saat Remon membuka pintu Remon terkejut melihat Susi yang datang.Ia berdiri saja di pintu tanpa mempersilakan Susi masuk.


"Siapa nak yang datang?"


Mendengar Suara mamanya Remon menatap Susi,Susi tersenyum manis pada Remon.


"Siapa nak?" Mama telah berdiri di belakang Remon.


Wajah mama tampak senang melihat kedatangan Susi,anak dari teman mamanya yang akan di jodohkan mamanya dengan Remon,wanita itu cantik,badannya bagus.


"Masuk Susi,ini anak tante yang tante katakan itu.


Susi mengulurkan tangannya pada Remon.Remon menjabat tangan Susi.


"Saya anak teman tante,saya seorang guru,Tante pingsan kemarin saya yang antar mas."


Remon melihat pada mamanya,mama mengangguk.


"Waktu itu mama telah telepon Wulan,tapi saat mama mau ke kamar mandi mama terasa pusing dan mama tahunya telah berada di sini."Mama menjelaskan.

__ADS_1


"Terima kasih telah menolong mama saya."


Remon berkata pada Susi.


Saat itu saya sedang berada di sana menjemput mama mas."Susi menjelaskan.


"Ya berkat pertolongan kamu mama saya sehat sekarang." Remon berkata lagi.


"Itu kebetulan mas,semua itu berkat pertolongan Allah mas."


Ya Remon mengangguk,ia tersenyum pada Susi.


Mama melihat pada Remon.


"Mon,Susi ini masih sendiri,belum menikah,ia lebih muda dari Novi,ia baru satu tahun menjadi guru S M A..


"Susi malu saat mama Remon memperkenalkan dirinya."


"Saya dilarang mama untuk pacaran waktu sekolah,saya belum pernah berpacaran mas."


Remon melihat susi,Susi tampak grogi.


"Apa betul gadis ini tak pernah pacaran,kayak seperti baru tamat SD saja,tapi dilihat wajahnya ia kelihatan sangat cantik,dan imut."


"Remon berkata dalam hatinya"


Mama Remon tersenyum melihat anaknya cukup lama memperhatikan Susi.


"Ehhm..eehm.." Mama sengaja mendehem.


Remon melototi mamanya,mama tersenyum sedang susi tampak malu malu.


"Susi sama siapa ke sini." Mama Rwmon bertanya.


"Saya sendiri tadi tante,saya tadi melihat anak sesama guru di rawat dini tadi,saya singgah sebentar mau melihat tante,Alhamdulillah tante saya lihat, sudah sehat."


"Tante sehat karna anak tante telah pulang dari luar negeri."


Mama melihat pada Remon,Remon tersenyum mendengar ucapan mamanya.


"Susi tolong tante,ambilkan buah tante mau memakannya." Mama Rwmon minta di tolong.


"Tante mau apel,tolong kupaskan ya?pisau ada di sana,diletak oleh Wulan tadi di meja."


Susi berjalan menuju meja.


Susi mengupaskan apel dan memberikannya pada mama Remon.


Remon memperhatikan susi sambil sesekali mengetik sms. Sedang asiknya mengetik sms,suara hp berbunyi di lihatnya dari pak Ridwan,ia melihat pada ibunya.


"Ma,saya keluar sebentar."


Remon bergegas keluar.Setelah melakukan pembicaraan Remon kembali ke ruangan mamanya.


"Siapa tadi yang telepon nak?"


"Anak saya ma,Bintang."


Mama sudah tahu Remon telah bertemu Novi dan anaknya,dan ia tahu mereka akan bercerai.


"mau apa dia?"


"Bintang ingin bertemu dengan Remon ma."


"Bintang apa emaknya? Mama bercanda.


'Bintang ma,bundanya sudah ada yang mau menikah dengannya."


"Mau menikah! urus dulu cerainya."


"Bapaknya tadi memberi tahu besok kami ke pengadilan."


"Kamu sudah mantap nak."


Remon melihat Susi,sesaat


"Sudah ma,karna tak mungkin mempertahankannya lagi ma."


Mama melirik Susi.

__ADS_1


"Kamu bisa menjalin hubungan baru dengan wanita yang baru kamu kenal ini nak'


Susi malu mendengar ucapan mama Remon.Remon nampak salah tingkah ia mengaruk kepala yang tidak gatal.


"Ma jangan sembarang bicara ma."


Mama tersenyum mengoda mereka.


Mata Remon beradu dengan susi,susi tampak salah tingkah.


"Maaf bu,mas saya pulang dulu."Tiba tiba susi pamit,mama Remon tersenyum


"Remon kamu antar Susi,mama tak apa kamu tinggal sebentar."


"Tak usah tante,biar saya keluar sendiri."


Susi merasa tak enak,ia berusaha menolak.


"Kamu bawa mobil Susi,kalau tidak biar Remon yang antar."


"Saya bawa mobil tante."


Setelah pamitan Susi keluar ,Remon menemani Susi sampai tempat parkir karna ibu yang minta.


Sesampai di kamar mamanya mama menyambutnya dengan senyuman.


Mama kenapa senyum senyum sendiri.


"Mama merasa akan dapat meenantu baru."


"Mama ada ada saja,tidurlah ma hari sudah larut malam,nanti penyakit mama kambuh lagi." Remon mengalihkan pembicaraan.


"Ya!... ya!...mama mau tidur,kamu mau tidur di mana?"


"Mama tak perlu memikirkan Remon,Remon bisa tidur di mana saja,di kursi itu juga bisa".


Akhirnya ibu dn anak tertidur.


...****************...


Bintang duduk seorang diri dibawah pohon, ia tidak mau pergi ketika dibawa Roni pergi ke pesta bersama Novi.


"Apa saya akan seorang diri seperti ini kalau mama menikah dengan om Roni?"


Mata Bintang berkaca kaca.


"Kalau ayah juga menikah lagi saya akan sendiri." Bintang berkata seorang diri,ia kelihatan sedih.


Ibu Ros dan pak Ridwan tak tahu Bintang berada di luar rumah,ia tahu tadi Bintang tidur di kamarnya.


Bintang naik di bangku,ia tidur berbaring dan tertidur di sana.


Azan ashar ibu bangun ia mau membangunkan Bintang ia tidak melihat Bintang di kamarnya.


Buk Ros membangunkan pak Ridwan,ia tampak kawatir sekali.


"Pak bangun,Bintang tak ada di kamarnya."


Pak Ridwan masih ngantuk,


" Ada apa buk?" Pak Ridwan tampak terkejut.


"Bintang pak,ia tak ada di kamarnya."


"Kemana ia?" Pak Ridwan tampak kawatir.


"Saya tidak tahu pak,kenana ia."


Pak Ridwan masuk ke kamar,ia tak melihat Bintang..


Pak Ridwan keluar ia mencari sekeliling rumah ia tak melihat Bintang.Ibu Ros tampak menangis.


"Kemana Bintang pak?" ibu panik.


Dengan suara bergetar Ibu Ros bertanya pada pak Ridwan.Pak Ridwan menenangkan ibu Ros,ia memegang tangan istrinya yang gemetar,ia menenangkan istrinya.


Ucapan penulis:


Terus Dukung dan jangan lupa kasih like dan komentar yang membangun,terimakasih menuangkan waktu membaca tulisan saya mudah mudahan pembaca suka cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2