Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Novi dilamar


__ADS_3

Roni merasa gelisah di kantornya,tingkah Novi yang meninggalkannya menganggu pikirannya,Roni tampak gelisah.


"Mengapa Novi sekarang berubah,saya tak ingin batal menikah dengan Novi ,lebih baik saya kesana menemui pak Ridwan.saya akan datang sendiri menemui pak Ridwan untuk melamarnya,setelah itu baru saya membawa orang tua."


Roni bicara sendiri ia melihat jamnya.


"Saya hari ini ada operasi,besok libur,ya besok saya akan datang meminang Novi pada pak Ridwan."


Roni telah mantap hatinya untuk melamar Novi ,ia pun tersenyum sendiri.


Roni menelepon pak Ridwan .


"Assalamualaikum pak." Roni bicara pada pak Ridwan


"Waalaikumuslam nak." Pak Ridwan menjawab


"Maaf pak menganggu waktu bapak."


"Tak apa Nak."


"Saya rencana mau ke tempat bapak,tapi jangan kasih tahu Novi pak,ia mungkin masih marah dengan saya."


"Datanglah nak bapak tunggu."


"Iya pak terima kasih bapak mengizinkan saya ke tempat bapak."


"Bapak tunggu ya nak.." Bapak nampak senang.


Setelah menelepon pak Ridwan,Remon dengan tersenyum pergi keluar dari rumahnya.


Seperti biasnya pagi Novi sibuk melayani Orang yang belanja di tokonya pagi itu ia nampak sibuk.


Sementara itu Bintang di antar oleh pak Ridwan ke sekolah.Setelah mengantarkan Bintang Pak Ridwan mengantar ibu Ros kepasar.Pak Ridwan menunggu di kedai.


Ibu Ros membeli ikan dan bumbu lainnya,cukup banyak juga yang ia beli.


Setelah selesai mereka pulang,tanpa diketahui Novi ibu memasak di dapur.


pak Ridwan mendekati ibu Ros.


"Buk,jangan di beri tahu Roni mau ke sini sama Novi,kita belum pernah menjamu bermacam masakan sama Roni,saya teringat betapa baiknya Roni sama saya,ia yang melayani bapak waktu bapak di rawat di kota P ,kita dilayaninya dengan baik."


"Pak ibu memang berniat untuk menjamu Roni ,kebetulan Novi tidak tahu,kalau ia tahu ibu tak boleh masak begini banyak."


"Kita bersukur bu mendapatkan anak yang sayang sama kita."


"Ya pak,Novi anak yang baik." ibu berkata


Suami istri itu saling tolong menolong.


Remon berada di Jakarta karna ia cukup lama tidak di Jakarta.Remon tampak sibuk di kantornya.


Mama Remon menemui Novi,seperti biasa ia baru pulang dari perjalanan.


"Mama baru pulang ma?"


"Ya,mama mendengar Remon telah berada di Jakarta."


"Ya kemarin mas Remon datang,ia sekarang berada di kantornya ma."


"Mama rindu dengannya."

__ADS_1


"Mama istirahatlah dulu,mama kan baru datang,apa mama tak capek."


"Ya mama mau tidur dulu."


"Wulan kalau Roni pulang tolong beri tahu mama,kalau mama sedang tidur bangunkan ya?"


Wulan mengangguk dan tersenyum.


Mama masuk kekamarnya,Wulan tersenyum melihat mamanya.


"Mama,mama,sudah tua masih juga hobi berjalan jalan dengan teman kayak anak muda ,apa badannya tak letih."


Wulan tersenyum geli sambil nengelengkan kepalanya.


Hari itu Remon cepat pulang ia di beri tahu wulan mamanya telah sampai di rumahnya.


Ketika Remon memasuki rumah ia disambut Oleh Wulan,Remon tersenyum pada Wulan.


"Mama mana dik?"


"Mama masih di kamarnya mas,tunggu sebentar wulan bangunkan."Wulan mau berdiri.


"Tak usah dik,biarlah mama istirahat."


Tapi tadi mama yang suruh kalau mas pulang bangunkan ia."


"Biarkan saja jangan kamu bangunkan!"


Tanpa mereka sadari mama keluar dari kamarnya.


"Aduh anak mama sekali kali berjumpa kok ribut."


Remon tersenyum pada mamanya ketika melihat mamanya,ia mendekati mamanya dan menyalami serta memeluk mamanya.


"Remon ada pekerjaan ma,mungkin Remon akan sering keluar kota,Remon buka cabang,ya Remon harus sering kesana."


"Kamu buka cabang di mana nak."


Remon melihat pada Wulan


Wuln mengerti maksud Masnya ia cepat menjawab.


"Ma kan Wulan suda pernah memberi tahu,mas Roni ada urusan di luar negeri,berarti di sana ia buka cabang kantornya".


"Tepatnya di mana nak." Mama bertanya lagi


"Di Thailand ma,tapi mama jangan beri tahu orang lain ini rahasia,mama harus merahasiakan juga pada orang lain."


Mama menganggukan kepala.


"Nak kamu jangan terlampau sibuk dengan pekerjaan,kamu pikirkan juga kesehayan kamu."


Remon mencium mama,mama tersenyum senang,Wulan tersenyum


"Mama kalau telah bersama mas Rendi mama lupa pada saya."


Remon dan Mama tersenyum.


"Kamu kan sering berjumpa mama,Kalau anak lanang mama jarang bertemu mama,tentu mama sangat rindu padanya."


Wulan memanyunkan mulutnya,mama dan Remon tersenyum bersama.

__ADS_1


"Mon,kamu apa belum mau nikah juga."


Remon tersenyum pada mamanya.


"Mama,jangan mama memikirkan masalah itu,tenang saja nanti saya akan membawa istri ke rumah ini."


Mama tampak curiga dengan Remon.


"Mon,apa kamu telah berjumpa dengan Istri kamu."


Remon cepat menjawab.


"Mama kok berpikir begitu,pokoknya mama tenang saja saya akan membawa menantu mama ke sini."


"Mama semakin curiga sama kamu."


"Mama ini aneh deh sama anak sendiri curiga,curiga itu sama orang lain ma."


"Mama seperti itu mas,bawaannya curuga terus sama anak". Wulan ikut bicara.


"Pokoknya yang penting mama mau punya menantu,kalau bisa secepatnya."


Remon melirik Novi.


"Kalau mas Remon telah beristri nanti mama harus suka dengnnya,kita haru menerima kalau mas Remon suka dengan Istrinya ma."


"Ya,yang penting kamu harus mencari istri,apa kamu sampai tua jadi bujang lapuk."


Wulan tertawa mendengar ucapan mama.


"Bujang lapuk ni ye" wulan mengoda


"Enak saja kamu memanggil mas mu bujang lapuk."


"Wulan tertawa,ia masih mengoda,Remon mengejar Wulan.Kamu kalau berani mentertawakan mas,nanti kamu tidak mas kasih uang lagi."


Wulan berhenti.


" Wulan tidak akan mentertawakan mas,wulan masih butuh uang mas."


Remon memencet hidung adiknya.


Roni telah bersiap siap berangkat ke rumah pak Ridwan,ia mengendarai mobil menuju ke kota S,ia tampak senang dan mengikuti lagu yang ada di mobilnya.


"Mudah mudahan Novi mau bdrtunangan dengan saya,ia harus mengikat Novi,Setelah mama dan papa pulang Haji,saya akan melamar Novi."


Roni berkata sendiri sambil mengendarai mobilnya.


Cukup lama juga Roni mengendarai mobil.Setelah memakan waktu dua jam ia sampai di rumah Novi.Novi agak terkejut melihat Roni datang kerumahnya,Roni ke kota S tidak menelepin Novi.


Roni tersenyum melihat Novi,Novi tampak terpaksa tersenyum pada Roni,Pak Ridwan yang mendengar suara mobil datang kerumahnya cepat keluar,ia tersenyum melihat Roni.


"Pantas bapak menyuruh saya menutup toko,rupanya mereka berdua sudah janjian."


Novi berkata dalam hati.


Pak Ridwan mempersilakan Roni masuk,Roni masuk kedalam Rumah.Novi langsung masuk ia mencari ibunya.


"Buk,ibuk banyak masak karna mas Roni mau ke sini ya?."


Ibu tersenyum ia mengangguk.

__ADS_1


"Bapak ingin Roni datang kesini,ia ingin Roni tahu ibu pandai membuat banyak masakan,karna bapak yang minta ibu dengan senang hati membuatnya."


Novi tersenyum mendengar ucapan ibu Ros.Ia tidak bisa berkata apa apa kalau bapak dan ibu Ros yang bicara.


__ADS_2