Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bintang merajuk


__ADS_3

Bintang mencari Novi sesampai di rumah ,ia tidak menemukannya,tokonya hari ini tutup.Ibu Ros nelihat hal itu mendekati Bintang.


"Kamu mencari bunda mu Bintang?" Bintang mengangguk,ia menatap neneknya.


"Bunda kamu pergi keluar tadi,.


"Mengapa bunda tidak menunggu saya nenek,kemana bunda pergi nenek?


"Bunda kamu pergi bersama om Roni,tak lama setelah kamu pergi dengan kakek,mungkin sebentar lagi pulang." Nenek menjelaskan.


Bintang tampak kecewa,ibu Ros melihat pada pak Ridwan ,ia memberi kode untuk membujuk Bintang.Pak Ridwan mendekati Bintang,ia mengusap kepalanya.


"Ayo kita makan Bintang, kita tadi tidak jadi singgah ke rumah makan kakek mau makan ,kakek lapar Bintang kamu mau makan dengan kakek nak?"


Bintang yang melihat kakeknya yang ingin sekali makan bersamanya, ia tidak tega menolak.


"Baiklah kakek." Mereka menuju ke meja makan dan duduk bersama.


"Lihatlah Bintang! nenek membuat makanan kesukaanmu,ayam goreng, goreng paha ayam banyak di beli nenek.."


Bintang tersenyum terpaksa.ia hanya mengambik satu paha ayam.


"Bintang ayo tambah,goreng ayamnya,mengapa kamu tak berselera makan nak.?"


Nenek tampak kwatir.


"Bintang kenyang nek,Bintang mau masuk ke kamar."Belum sempat nenek dan kekak berkata Bintang berdiri masuk kedalam kamar, nenek mengikutinya.


Nenek terdiam ketika dilihatnya Bintang duduk diam di atas tempat tidurnya.Ibu Ros mendekatinya.


"Ada apa Bintang,apa yang terjadi padamu?"


Bintang melihat pada neneknya.


"Bintang mau tidur nenek,badan Bintang kurang enak." Bintang berkata tidak bersemangat.


Nenek memegang kepalanya,nenek tidak merasakan panas di kepala Bintang.


Bintang naik ke tempat tidurnya,ia langsung membaringkan badannya.


Nenek membiarkan saja bintang berbaring,ia keluar dari kamar,Pak Ridwan bertanya pada Buk Ros.


"Buk,kenapa dia,apa ia sakit?"


"Tidah, saya pegang keningnya tidak panas,mungkin ia sedih di tinggal ibunya."


"Novi pergi tadi tidak menelepon bapak?"


Pak Ridean mengelengkan kepalanya.


"Tidak,coba bapak lihat ,siapa tahu di jalan tadi ia menelepon."


Bapak melihat hpnya ia mengelengkan kepalanya.


.


"Tidak ada buk." Pak Ridwan berkata dengan yakin


"Novi ini bagaimana,mau pergi dengan calon suami tidak menelepon anak."


Ibu Ros tampak kesal


"Tu anaknya merajuk.."


Sementara itu Novi pergi dengan Roni sedang makan di rumah makan.

__ADS_1


"Mas kalau kita bungkus untuk orang di rumah bagai mana mas?"


"Boleh,pilihlah menunya nanti mas pesan."


"Goreng ayam ini Bintang pasti suka,rasanya enak sekali.." Novi teringat kesukaan anaknya.


Novi menulis pesanan menu untuk orang di rumahnya setelah selesai Roni memesan makanan itu,sambil menunggu mereka berbincang bincang, tampak mereka berdua bahagia.


Roni menatap Novi.


"Novi,Bintangkan telah libur,bagaimana kalau kita pergi kekampung,menemui keluarga saya di sana."


Novi berpikir sesaat.


"Boleh,tapi saya akan bicarakan dulu pada bapak dan ibu."


"Ya bicarakanlah, kita dua hari saja di sana."


Novi tersenyum ia mengangguk.


Setelah pesanannya selesai mereka menuju mobil.


""Di mobil mereka berdua berbincang lagi.


"Mas,bagaimana kalau keluarga mas di sana tidak menyukai saya?"


"Mas kan sudah bilang, tak usah memperdulikan omongan mereka,yang akan menikah kita bukan mereka."


"Mudah mudahan segala urusan di mudahkan ya mas."


Roni tersenyum


"Tapi saya merasa deg degan mas."


"Saya berharap begitu mas."


Jam sembilan malam Novi sampai di rumah,setelah berbincang dengan pak Ridwan sebentar Roni minta izin pamit.


"Lansung ke kota P nak Roni?" Pak Ridwan bertanya


"Saya nginap di hotel ,besok pagi baru ke kota P pak,saya tidak ingin mengendarai di malam hari,saya melakukan operasi jam dua pak,jadi saya bisa santai,kalau malam ini saya takut saya mengantuk di jalan pak."


"Kalau begitu malam di sini saja." Pak Ridwan menawarkan bermalam di rumahnya.


Remon tersenyum.


"Terimakasih pak,saya sudah pesan hotel tadi pak."


"Kalau begitu hati hati di jalan nak."


Roni mengangguk dan berjalan ke mobilnya.


Sepeninggal Roni ibu mendekati Novi.


"Kamu pergi tadi tidak memberi tahu Bintang Novi?"


Novi menepuk kepalanya.


"Aduh buk,saya lupa menelepon tadi bapak tadi,maaf saya benar benar lupa."


"Anakmu ngambek,dari tadi di kamar saja,tapi sekarang ia telah tidur,tapi jangan kamu marahi ia besok"


Novi mengangguk ia tersenyun pada buk Ros.


Novi masuk ke dalam kamarnya dilihatnya Bintang sudah tertidur pulas,ia mendekati Bintang,dipandangginya anaknya.

__ADS_1


"Maaf bunda tadi sayang,bunda lupa menelepon kakek tadi dan lupa mengatakan padamu." Novi berkata perlahan.


Novi mengusap kepala anaknya.


"Bunda sangat menyayangimu sayang,kamu nomor satu yang bunda sayangi."


Bintang hanya diam karna, ia tertidur.


Ke esokan harinya .Bintang tidak bangun ia hanya di atas tempat tidur,Novi kekamar setelah ibu Ros yang mengatakan Bintang tak keluar kamar.


"Nak kamu kenapa nak ,apa kamu sakit?"


Bintang hanya diam saja.


Novi melihat ke muka Bintang,dilihatnya anaknya sengaja memicingkan matanya.


"Sayang, maafkan bunda,bunda lupa menelepon kakek kemaren,kamu jangan seperti ini,bunda sangat sedih sayang."


Bintang tetap diam,Novi hanya duduk di pingir tempat tidur ia terdiam.


Azan magrib telah berkumandang,Bintang tidak beranjak dari tempat tidur sedang Novi duduk terpaku,


Ibu Ros gelisah ia tak melihat ibu dan anak,ia masuk kekamar, ia melihat Novi terpaku termenung di tempat tidur,matanya bengkak ia seperti sudah menangis.


"Novi kamu mengapa nak?"


Novi melihat ibu Ros.


"Bintang buk, ia tak mau bicara dengan saya,saya sudah minta maaf ia hanya diam,Bintang tak pernah seperti ini .."


Novi berkata sambil terisak,ibu Ros mendekati Bintang di tempat tidur.


"Bintang ada apa denganmu,bicaralah,apa kamu tidak kasihan melihat bundamu?"


setelah di bujuk cukup lama akhirnya Bintang membalikan badannya.Matanya kelihatan sembab.


Dilihatnya mata bunda juga sembab.


"Kamu kenapa nak,ada apa,mengapa kamu dari kemaren begini,kamu marah ya sama bunda?"


Bintang hanya diam tertunduk.


Pak Ridwan masuk kedalam,ia mendekati Bintang.


"Mengapa kamu di dalam kamar saja seperti perempuan saja,kakek mau memancing kamu mau ikut?."


Bintang tampak melihat pada kakeknya.


"Kalau mau ikut ayo turun!"


Pak Ridwan mengangkat tangannya ingin mengangkat Bintang,Bintang tampak ingin ikut,hatinya mulai melunak.


"Ayo,jangan lama lama,kakek mau pergi, nanti tempat kita memancing di tempati orang."


Akhirnya Bintang mendekati kakeknya ia turun dari tempat tidurnya.Ibu Ros dan Novi tampak lega dan mereka tersenyum senang.


Kakek membawa Bintang ke meja makan.


"Kita makan dulu,kita juga membawa nasi kita nanti makan berdua di sana."


Bintang mengikuti saja keinginan kakeknya.


Mereka makan bersama,kakek kebih dulu menyelesaikan makanannya.


Nenek mengambilkan bekal untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2