
Novi pergi kesekolah Bintang,hari ini Bintang terima lapor.Saat nama Bintang pratama di sebut juara pertama senyum Novi tersungging ia kelihatan Senang dan bangga,apalagi melihat Bintang maju saat di panggil namanya,semua orang bertepuk tangan.Saat Bintang kembali dan mendekatinya Novi memeluk anaknya,ia menciumnya.
"Bintang bunda bangga padamu nak."
Bintang tersenyum bahagia .
"Bintang senang kalau bunda Bangga dengan Bintang bunda."
"Kamu memang anak bunda yang pintar nak."
"Ibu ibu yang ada disana senang melihat interaksi Bintang dan Ibunya."
"Anak ibu cerdas sekali,terlihat dari cara bicaranya buk." Seorang ibu berkata pada Novi.
Novi tersenyum mendengar pujian pada anaknya.
"Alhamdulillah buk..Ibu tersebut mengusap kepala bintang.Bintang melihat pada ibu teraebut,ia tersipu malu.
Novi telah mengabari pak Ridwan dan istrinya bahwa bintang juara pertama,sesampai mereka di rumah Bintang di sambut oleh kakek dan neneknya wajah bangga dan gembira terpancar dari wajah orang tua itu.
"Cucu nenek dapat juara lagi ya,nenek senang sekali nak." Bintang tersenyum
"Kakek juga senang,kakek mau kasih kamu hadiah,kamu mau apa?"
Bintang tersenyum senang.
"Bintang mau di ajak naik motor sama kakek."
"Kakek memandang istrinya."
"Kamu mau kakek ajak naik motor,itu kan sudah biasa ,apa kamu tidak ingin yang lain?"
"Tidak kakek,Bintang ingin naik motor sama kakek."
Novi dan Ibu Ros saling pandang.
"Ajaklah ia Kek,bawa ia berkeliling". Buk Ros berkata pada Pak Ridwan.
"Kamu kan belum makan makan dulu setelah itu kakek akan mengajak kamu berkeliling."
Bintang makan dulu kek,tunggu ya setelah itu kita keliling ya kek. Bintang tampak senang.
Pak Ridwan tersenyum dan mengangguk.
Bintang menikmati duduk di belakang pak Ridwan.ia tampak senang sekali.
"Kita mau kemana Bintang."
"Bintang ingin ke taman saja kakek."
Setelah sampai di taman Bintang turun dan duduk di bangku bangku yang ada disana.pak Ridwan mengikuti Bintang setelah memarkirkan motornya. Mereka duduk berdampingan pak Ridwan melihat pada Bintang.
"Bintang kakek tahu,kamu ada maksud tertentu membawa kakek ke luar rumah."
Bintang tersenyum.
"Apa yang kamu inginkan."Pak Ridwan bertanya lagi.
Bintan memandang kakeknya.
"Kakek seperti pandai membaca pikiran orang saja." Bintang berkata sambil tersenyum.
Pak Ridwan tersenyum ,ia mengusap kepala Bintang.
"Bintang kamu itu cucu kakek,tentu kakek tahu apa yang kamu inginkan."
"Memangnya apa yang saya inginkan kakek?"
Kakek tersenyum.
"Kamu ingin menelepon ayahmu kan?"
Kakek berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
Bintang tekejut,tak lama ia tersenyum
"Kakek tahu dari mana? kakek memang bisa membaca pikiran saya."
Pak Ridwan menatap Bintang.
"Bintang tentu kakek tahu nak,apapun yang terjadi padamu kamu pasti ingat ayahmu,saat ini kamu juara satu,kamu pasti ingin memberitahunya.."
Bintang tersenyum malu.
"Kakek,Bintang ingin ayah juga tahu Bintang dapat juara,tapi Bintang takut sama Bunda,itu makanya bintang mengajak kakek keluar rumah."
Pak Ridwan memeluk Bintang.
"Apa kamu ingin bicara dengannya Bintang?"
Bintang mengangguk.
Pak Ridwan menghubungi Remon,beberapa kali,kali ke tiga baru telepon di angkat
"Assalamualaikum."
"Waalaikumusalam" Remon menjawab.
"Apa bapak tidak mengganggu nak?"
Remon tersenyum mengeleng.
" Tidak bapak ,apa kabar pak,apa bapak sehat,bagaimana Bintang pak?"
"Alhamdulillah semuanya sehat nak,ini,anak kamu Bintang ingin bicara dengan kamu katanya ia rindu sama kamu."
Pak Ridwan melirik Bintang,bintang tersenyum ia mencubit pinggang pak Ridwan,pak Ridwan terpekik.
"Aduh!!" pak Ridwan terpekik.
Bintang tertawa.
"Ada apa pak?" Remon bertanya.
"Mana Bintangnya pak saya ingin bicara dengan dia."
Pak Ridwan memberikan hpnya pada Bintang.Bintang melihat ayahnya melalui vidio call.
Remon tersenyum pada Bintang tampak raut wajah kerinduannya pada anaknya.
"Apa kabar nak,bagaimana sekolahmu nak?"
Bintang tersenyum pada ayahnya.
"Ayah ,saya rindu sama ayah,apakah ayah masih di luar negeri ayah?"
Remon mengangguk.
"Setelah selesai pekerjaan di sini ayah akan langsung menemuimu,kamu minta oleh aleh apa nak?"
"Saya tak ingin oleh oleh ayah,saya ingin ayah datang ke sini saja ."
Remon terharu mendengar ucapan anaknya.
"Ayah akan secepatnya menemui kamu nak."
Bintang tampak ragu ragu berkata,Remon melihat hal itu.
"Ada apa nak,ada yang ingin kamu katakan?"
Bintang melihat pada Kakek,kakek mengisyaratkan untuk mengatakannya.
Remon tampak penasaran,ia menatap anaknya.
"Katakanlah nak,ada apa?"
"Bintang ayah"
__ADS_1
Bintang berhenti sesaat.
"Lho kok berhenti,ayah menunggu kelanjutannya." Remon berkata.
"Bintang dapat juara satu ayah."
Remon tersenyum,ia tampak membelalakan matanya gembira.
"Anak ayah pintar sekali,ayah perlu memberi kamu hadiah,tunggulah nanti akan ayah kasih hadiah,tapi hadiahnya tidak akan ayah kasih tahu sekarang."
"Ayah membuat Bintang penasaran.." Bintang tampak penasaran.
'Bintang kamu membuat ayah bangga nak,kamu sama seperti ayah,ayah dulu sekolah selalu juara nak."
"Kan saya anak ayah,tentulah menuruni sifat ayah."
Remon tertawa berderai.
"Ya kamu anak ayah,anak kesayangan ayah."
Bintang senang mendengar perkataan ayahnya.Pak Ridwan mendengar percakapan anak dan ayah tersenyum haru,ia merasa kasihan melihat Bintang.
"Ayah,kalau ayah pulang nanti Bintang mau keliling bermotor seperti saat ayah ada di sini dulu." Remon mengangguk,ia tampak terharu.
"Tentu nak,apa pun yang kamu ingin lakukan bersama ayah ,pasti akan ayah usahakan mengabulkannya nak."
"Saya ingin ujang tahu,bahwa ayah sangat menyayangi Bintang,ia sering mentertawakan Bintang,katanya ayah tidak menyayangi Bintang."
"Mengapa ia bicara begitu nak ,kamu bertengkar dengannya?"
Remon tampak tak suka teman Bintang bicara begitu pada anaknya.
"Tidak ayah,katanya ia tidak pernah melihat ayah Bintang,teman yang lain ayahnya setiap hari yang jemput sekolah."
"Ayahkan ada mengantar kamu nak,apa kamu lupa?"
"Waktu itu Ujang belum bersekolah di sekolah Bintang ayah."
"Jadi Ujang itu anak baru,tapi berani sama anak ayah yang pintar ini."
Bintang mengangguk.
"Nanti ayah akan setiap hari mengantar Bintang,kalau perlu,ayah akan bicara pada ujang bahwa aya sangat menyayangi anak ayah ini."
Wajah Bintang tampak semangat dan gembira.
Remoni melihat perubahan anaknya merasa senang.
"Apa lagi yang akan kamu katakan nak?"
Bintang mengeleng.
"Boleh ayah bicara dengan kakek nak."
Bintang mengangguk dan memberikan hp nya pada pak Ridwan.
"Hallo pak."
"Ya hallo."
Remon,anak kamu itu sangat merindukan kamu,ia takut mengatakannya dekat Novi, waktu bapak tanya,ia mau hadiah apa,iya jawab mau jalan dengan bapak,rupanya ini,ia mau bicara dengan kamu."
Remon merasa terharu,matanya berkaca.
"Setelah pekerjaan saya selesai saya akan ke tempat bapak,saya akan bermain dan naik motor bersama Bintang pak,saya sangat sedih ia bicara seperti tadi pak,hati saya tercabik pak,anak saya masih kecil terpisah mengalami kerinduan yang mendalam karena kesalahan saya pak.."
"Kamu jangan perdulikan omongan Novi,kamu harus perhatikan perkembangan mental anakmu."
"Iya pak,Bintang adalah segalanya bagi saya."
Pak Ridwan tersenyum.
"Pak saya masih ada pekerjaan pak,maaf saya akan mengakhirinya ,mana Bintang tadi pak?"
__ADS_1
Pak Ridwan memberikan hpnya pada Bintang.
Setelah berbicara sebentar pada Bintang Remon mengakhiri teleponnya..