
Remon berada di sebuah cafe,ia telah berjanji bertemu dengan temannya di sana,tak lama temannya datang mereka datang berdua satu teman berambut ikal dan satu berambut lurus.
"Remon,sekolah kita akan reuni seminggu lagi,banyak teman teman kita di S M A dulu akan hadir,mereka mengharapkan kehadiranmu."
Remon menatap kedua temannya,ia nampak menimbang nimbang,temanya hanya memperhatikan Remon.
"Kalau saya tidak sibuk,akan saya usahakan,sebab akhir akhir ini saya sibuk sekali." Kedua teman nya saling pandang.
"Semua teman kita akan hadir,yang dari luar negeri saja datang,masak kamu tak datang Mon,kosongkan sehari waktu mu Mon.."
Teman Remon yang berambut lurus mengharapkan sekali Remon pergi acara reuni.
"Akan saya usahakan Ron,tapi saya tidak janji."
"Ira ,yang kamu kejar kejar dulu juga hadir,apa kamu tidak penasaran Remon? ,apa kamu tidak ingin tahu seperti apa sekarang wajahnya Ira ,sekian lama kita tak bertemu ,apa masih cantik seperti dulu,atau sekarang wajahnya berubah menjadi wajah,emak emak ya."
Semuanya tertawa mendengar ucapan Baron.
"Mungkin saja wajah Ira, sudah seperti emak emak,mungkin ia sudah bersuami dan beranak,kita saja sudah mulai tua ,begitu juga Ira." Baron menambahkan,ia masih terawa.
"Bagaimana pekerjaan kalian,saya dengar bisnis Rudi di bidang properti sekarang sangat bagus,dan menjanjikan,apa betu Rudi?." Remon mengalihkan pembicaraan.
Rudi tersenyum,ia menganggukan kepalanya,Remon melihat pada Baron,ia ingin juga bertanya pada Baron.Baron mengerti maksud Remon.
"Kalau saya,masih seperti dulu,masih mebuat perumahan,tapi kamu yang hebat sekarang Remon,bisnis kamu banyak, ada didalam dan di luar negeri,kamu sangat sukses sekarang."
Remon tersenyum sambil menepuk punggung Baron,ia kurang suka mendengar pujian temannya itu.
"Usaha kalian cukup maju juga saya dengar,yang penting kita semangat berusaha,ada pekerjaan ada rezki."
"Mon,kalau kita tak ada usaha dan pekerjaan ,mana mau cewek sama kita nanti."
Kedua temanya tersenyum mendengar ucapan Baron.Rudi melirik pada Remon.
"Mon,kata Friska,kamu sudah nikah,kok tak mengundang kami?."
Ramon tersenyum,ia bingung mau mulai dari mana bicaranya,ia menggarukan kepalanya,keduanya menantikan penjelasan Remon.
"Saya sudah menikah,tapi tidak mengadakan resepsi,kami menikah mendadak,tidak banyak orang yang tahu."
Kedua temanya semakin ingin tahu cerita Remon,Remon memperhatikan temannya yang penasaran tentang pernikahannya yang mendadak.
"Mon,kamu kawin kecelakaan ya,"
Baron sepontan berbicara,Remon mengeleng.
"Saya baru melakukan itu,setelah beberapa hari menikah,mana mungkin kawin kecelakaan,anaknya masih remaja,ia menikah setelah satu tahun tamat SMA."
Kedua sahabatnya saling pandang.
__ADS_1
"Wah!,kamu dapat brondong."
Mereka bersamaan menjawab,istilah mereka dulu kalau ada yang dapat pacar gadis remaja,mereka memberi julukan dapat Brondong,walau mereka tahu brondong untuk julukan laki laki.
"Kalau begitu mon ,saat Reuni nanti bawalah istrimu,saat Kita reuni,siapa yang sudah berkeluarga boleh membawa keluarga. bagi yang belum ya terpaksa pergi sendiri"
Mereka tertawa bersama,Remon melihat Jamnya,temannya memperhatikan itu.
"Maaf ,saya ada janji satu jam lagi,saya harus segera pergi,pokoknya,saya akan usahakan datang reuni nanti"
Remon sengaja tidak menceritakan bagai mana ia menikah dengan Novi.Remon tak ingin pernikahannya akan jadi gunjingan teman temannya nanti.
"Mon,kirim salam kami sama istrimu,walau kami berdua tak perna bertemu."
Remon tersenyum dan menganggu ,setelah bersalaman dan melambaikan tangan,Remon berjalan keluar menuju parkir .tak lama ia melajukan mobil ke kantornya.
Seminggu ini mama Remon,tidak berada di rumah ia pulang kekampung bersama Nia. Novi tetap melakukan pekerjaan yang biasa di perintahkan mertuanya,Novi selalu bekerja sama membersihkan rumah bersama Pembantunya,pembantunya merasa segan pada Novi.
"Mbak,biar kami saja yang mengerjakan ini,ibu kan tidak ada,mbak adalah majikan kami."
Novi tersenyum,pada pembantunya.
"Tak apa bik,saya melakukan ini kerna saya mau saja,saya sudah terbiasa membersihkan sendiri rumah saya waktu saya berada di kampung,jadi saya sudah terbiasa,malahan kalau kalau saya tak bekerja, badan saya sakit sakit semua."
Bibik kagum pada Novi.
Novi malu di puji sama pembantunya.
"Bibik terlalu memuji,nanti saya lupa diri lho!,banyak lagi orang yang lebih dari saya sifatnya,ini karna belum ketemu saja oleh bibi,kalau bibik memuji saya nanti saya lupa diri besar kepala."
"Mbak orangnya tak akan berubah,mbak orang baik,beruntung Pak Remon mendapatkan mbak."
Novi tersenyum malu mendengar pujian demi pujian dari pembantunya
"Saya yang beruntung dapat mas Remon bik."
Novi berkata sambil tersenyum,Bibik tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Pak Remon dan mbak sejodoh,sama sama baik orangnya."
"Kami senang kalau kami berdua ,di kata orang baik bik,kami akan sedih kalau kami dibilang tak baik bik,terima kasih ya bik,berarti bibik menyukai kami dan nyaman dengan keluarga kami."
Novi tersenyum sambil mengusap punggung bibik,bibik tersenyum ,ia sangat menghormati Novi. Tanpa mereka sadari,Remon telah berdiri didekat mereka
"Sayang,kamu kok ikut mengepel,kan ada bibi,kalau kamu capek nanti ,payah dapat anak ."
Mendengar ucapan Remon bik ijah salah tingka ia takut Remon akan marah padanya.
Bik, bibik yang lanjutkan ya?,mas Remon sudah datang."
__ADS_1
Novi memberikan tangkai pel pada pembantunya,ia melihat bibik takut sama suaminya karna ia ikut mengepel,Novi mendekati dan menyalami tangan suaminya ketika mereka bersalaman Remon tersenyum ,di usap kepala istrinya,Remon menuju meja makan dan duduk disana, Novi duduk dimeja makan pula,ia milihat pada suaminya,
"Mas,mas mau makan,saya ambilkan ya mas?."
Remon tersenyum ia lalu mengeleng.
"Mas mau makan mie kuah,mas kepingin makan mie".
Novi tersenyum,ia berdiri menuju dapur.Tak berapa lama Novi telah membawa dua mangkok mie,dan diletakan dimeja makan .Remon nampak berselera melihat mie ,tanpa bekata ia mengambil semangkok mie dan lansung melahapnya.
"Mas sepertinya lapar sekali ya?,"
Sambil makan mie Remon melihat ke istrinya,ia mengangguk..
"Mencium bauknya tadi rasanya enak mie ini,mas tak tahan,langsung ingin memakannya".
Remon menjelaskan sambil menikmati mie kuah, setelah mie habis,Novi menuangkan air ke cangkir,Remon langsung minum air,nampak ia agak kepedasan.
"Mas apakah pedas mie nya mas?,tadi saya masukan cabe rawit mungkin tergigit sama mas,saya lupa mas kan tidak suka pedas, maaf ya mas?."
Novi kasihan melihat suaminya kepedasan,bibir Remon tampak merah.
"Asal buatan istri,pedas sedikit mienya tetap enak di makan kok."
Walau kepedasan suaminya masi bercanda.
Novi tersenyum mendengar candaan suaminya.setelah selesai makan Remon berdiri,ia melihat pada Novi.
"Yang,mas mau kekamar dulu,mas sudah gerah ,badan sudah tak enak lagi rasanya."
"Diistirahatkan dulu perutnya mas jangan langsung mandi,tak baik sesudah makan mandi."
Remon mengangguk mendengar ucapan istrinya,ia berjalan menuju kamarnya,Novi membereskan meja makan.
Satu minggu telah berlalu,Remon telah bersiap siap pergi,begitu juga dengan Novi,
"Sayang, perlengkapan kamu ujian jangan lupa,periksa dulu,jangan sampai ada yang tinggal,coba periksa lagi."
Novi menuruti perintah Remon,ia memeriksa lagi perlengkapan untuk ujian masuk universitas.
"Mas nanti antar kamu dulu,setelah itu mas pergi reuni dengan teman S M A.,kalau pulang nanti kamu bisa telepon pak ujang,nanti saya akan suruh pak ujang ,mengikuti kita,dan biar ia menunggu kamu nanti"
Novi melihat pada suaminya,ia mengangguk,ia selalu mematuhi apa yang diperintahkan suaminya.
Kalau kamu tak ujian ,saya akan membawa kamu reuni,ada teman saya yang membawa keluarga,mas ingin mengenalkan kamu pada mereka".
Novi tersenyum mendengar ucapan suaminya,ia tahu ,suaminya sangat menyayanginya.
Setelah tiba di tempat ujian,Novi turun dari mobil,setelah menyalami tangan suaminya,ia masuk ke gedung tempat ujian,Remon menjalankan mobil menuju tempat reuni.
__ADS_1