
Remon telah berdiri menghadap tamu ,ia akan berbicara di atas panggung .
"Selamat malam teman teman semua,hari ini sengaja saya mengundang untuk datang di acara ini, yakni merayakan ulang tahun istri saya dan mengabarkan bahwa saya telah nenikah,jadi siapa yang mau mendaftar sudah tutup kesempatannya."
Remon mengatakan itu sambil tersenyum melati yang berdiri di samping Novi menengok tangannya ke tangan Novi.Novi tersupu malu.
Cie,cie,klepek klepek tu,alangkah kencangnya debaran di jantungku."
Melati menggoda Novi ,Novi mencubit Melati,melati memekik dengan kencang tanpa
ia sadari,tamu undangan melihat kepada mereka bertiga,mereka terkejut mendengar suara pekikan tiba tiba.Remon melihat pada Novi,ia memberi isyarat,dengan tangannya,Novi mengode dengan tangan mengatakan tak terjadi apa apa.,akhirnya mereka kembali melihat pada Remon
Remon memanggil Novi ke tempatnya,Walau agak malu,Novi berjalan kearah Remon,tanpa ia sadari matanya beradu pandang dengan,mama mertua,mama tampak tidak suka melihat Novi,mama ,tampak di dampingi oleh Friska,mereka berdua tampak melihat sinis pada Novi.Karna takutnya Novi hampir terjatuh ketika mata mama dan Friska beradu pandang dengannya,Remon melihat hal itu,ia langsung turun menghampiri Novi.
Kamu tidak apa-apa sayang?,hati hati jalannya."Remon membimbing Novi ke mimbar tempat Remon berdiri tadi,setelah mereka di tas mimbar Remon berbicara.
"Halo semua,sengaja saya mengundang teman teman di acara ini,untuk merayakan hari kelahiran istri saya,dan untuk mengenaljan pada teman semuanya ,bahwa saya sudah menikah dan ini Novi istri saya."
Novi tampak grogi diperkenalkan kepada tamu undangan,ia berusaha untuk tersenyum ,melihat itu Remon memegang tangan novi dan tersenyum pada Novi,ia mencium kening Novi dengan mesra.
"Wah! pasangan yang romantis sekali,saya suka,saya cemburu Remon!"
Mendengar teriakan Ramon semua yanga ada di situ tertawa,muka Novi tampak bersemu merah,ia malu sekali,melihat oranf twrtawa melihat pada mereka.
Mama tampak tidak suka Novi begitu disayangi Remon,sedang Friska tampak iri Novi diperlakukan mesra oleh Remon,
Dasar wanita kampung entah pelet dari mana ia pakai untuk memikat Remon,saya heran mengapa tiba-tiba Remon nampak tergila gila sama wanita kampung ini! "Friska berkata sendiri,dengan perlahan untung tidak ada yang mendengar karna suara agak bising.
Sementara itu di sudut ruangan Ira melihat dengan perasaan cemburu,ia melihat tajam pada Remon danNovi.
__ADS_1
"Kamu boleh senang sekarang Novi,tunggu saja sebentar lagi,kamu akan meratapi nasibmu nanti Novi."Ira bicara sendiri.
Remon berdiri berhadapan dengan Novi,ia menatap Novi ia mengambil sesuatu di dalam saku celananya,semua mata memperhatikan mereka,Remon memberikan cincin yang sangat ibdah dijari manis Novi serta nengalubgkan kalung yang sangat indah dileher Novi,semua yang nelihat tertawa senang melihat itu,nama,Friska dan Ira makin jesal saja melihat pemandangan di depan matanya,Ira tampak meremas tangannya menahan emosinya,sedabg Friska tak berhenti matanya menatap tajam pada mereka.
"Dasar wanita kampung semakin benci saja aku padanya,ia telah berhasil merebut hati Remon,selama aku menjadi pacar Remon kalau tak aku meminta dulu,Remon tak pernah memberikan terlebih dahulu kayak ia memberikan pada wanita kampung ini."
Friska tak sadar berkata perlahan,mama yang berada di sampingnya menoleh padanya.
"Kamu bicara apa Friska",Friska kaget,ia lupa ia berdiri di samping mama Remon,untung mama tak mndengar.Friska menoleg ke mama Remon.
"Saya hanya tak suka saja Remon memperlakukan wanita kampung itu seperti itu,saya rasa Remon di pelet ma.."
Saya rasa begitu Friska,saya heran Rwmon bisa secepat itu mebyukai wanita kampung itu,dan bisa dengan mudahnya nemutuskan kamu,padahal ia sebelum ke kampung wanita itu,ia sangat mencintaimu dan pernah berkata pada mama,ia mau melamarmu."
Mendengar ucapan mama Remon bertambah rasa benci friska pada Novi.Tiba -Tiba mama membawa Friska kebangku yang kosong di sudut kiri,mereka berbincara berdua,nampak serius.Tanpa mereka sadari Wulan melihat mereka berdua,karna anaknya mau kekamar kecil Wulan mengantarkan anaknya ke kamar kecil.
"Friska,mama ingin kamu menjadi menantu mama,mama lebih suka kamu menjadi menantu mama,dari pada wanita kampung itu,mama saja tidak tahu asal usul wanita kampung itu." Mana serus berbicara pada Friska,Friska merasa mendapat angin segar dari mamanya,ia tersentum.
Mama tersenyum,ia tampak ada ide.
Friska,kamu kan cita sama Remon?." Friska mengangguk,
Kamu bisa menjebak Remon,buat Novi meninggalkan Remon,mama yakin Remon akan kembali pada mu,setelah ia tidak tinggal bersama Remon,mama yakinIlmu peletnya akan hilang,dan Remon akan kembali cinta pada kamu lagi."
Mereka berdua saling pandang dan tersenyum bersama .untung Remon dan Novi tidak memperhatikan mereka berdua,karna mereka sibuk dengan tamu undangan mereka.
Tengah malam acara pesta selesai,pekerja di rumah itu membereskan tempat pesta,sedang Wulan dan mamanya kembali ke rumah mereka,Novi dan Remon sudah berada Di dalam kamar mereka.Rwmon sedah selesai mandi ia hanya mengunakan handuk keluar dari kamar mandi.Novi tampak malu melihat tubih Remon,Remon tersenyum.
"Kamu kok masih malu melihat saya pakai handuk keluar kamar mandi sayang,kamu kan telah melihat segalanya ." Remon mengoda Novi ia tersenyum nakal,muka Novi bersemu merah
__ADS_1
Aah!,mas Remon genit,mesum!"
Setelah berkata itu,Novi cepat lari kekamar mandi,ia masih mengunakan gaun pesta,Remon tertawa melihat Novi.
Dikamar mandi Novi agak susah membuka gaun pestanya,ia berkali kali mencoba membuka Rosketing bajunya tapi belum berhasil.
Wah susah sekali membuka Rosleting baju ini,tadi memakai Rosleting bik Ijah yang menolong ,sekarang tak mungkn bik Ijah yang menolong,kalau minta tolong Mas Remon,malahan ia akan melakukan yang lain,saya tak mau mas Remon melakukan itu,saya sekarang sangat letih sekali,bagai mana ini."Novi bicara sendiri.
Akhirnya baju berhasil di buka Rosletingnya,Novi tampak sebang ia pun mandi
Remon heran melihat Novi yang lama di kamar mandi ia mengetuk pintu.
tok..tok..tok..
"Iyaa mas,sebentar saya sedang memakai baju sebentar lagi keluar."Novi menyahut dari kamar,Remon tersentum.
"Kamu tidak pakai baju pun tak apa- apa sayang,mas malah senang ."
"Mas yang senang,saya tak bisa berdiri besok mas,dan bisa juga di kasih nafas buatan kerna kehabisan oksigen,saya sangat letih sekarang mas.."
Remon tertawa terbahak mendengar ucapan Novi.Novi juga twrtawa geli di dalam kamar mandi.
Saat Novi keluar dari kamar mandi,tak sengaja mata mereka bertemu,Novi mengalihkan pandangannya,ia tampak menahan tawa,Melihat itu Remon memegang kedua tangan Novi,matanya menatap mesra novi,Novi menunduk,ia mencium kening istrinya.dan melihat mata istrinya.
Sayang mas tak akan melakukan itu,nas tahu kamu capek,mau tak mau kamu jatuh pingsan dan mau saja mengasih kamu nafas buatan."
Remon tersenyum mengoda kala Novi melihat padanya,Novi mencubit perut Remon.Remon berteriang.
"Aduuh! Sakit sayang." Rwmon meringis menahan sakit,Novi tertawa,ia nerasa senang melihat Remon meringis,Melihat itu Remon cepat memeluk Novi,Novi berusaha melepakab diri dari pelukan Remon tapi tidak bisa,Remon menciumi Novi dari belakang,
__ADS_1
"Kamu sudah mulai nakal dan berani sama mas sayang"
Remon berkata sambil masih memeluk Novi,Novi habya bisa menerima ciuman Remon ,ia tak kuasa menolaknya.