
Novi terbangun,ia mau kekamar kecil dilihatnya jam menunjukan angka satu malam.Novi masuk kekamar mandi dengan wajah mengantuknya.Baru saja ia keluar dari kamar mandi,teleponnya berdering,ia mengerutkan keningnnya.
Saat ia lihat siapa yang menelepon,ia mengerutkan keningnnya.
"Mengapa mas Roni menelepon tengah malam begini,apa yang telah terjadi?.Novi berkata perlahan."
Novi bergegas mengangkat teleponnya,Novi melihat pada Bintang di lihatnya anaknya nyenyak sekali tidurnya,ia takut anaknya terbangun mendengar suara telepon.
"Assalamualaikum. "Novi berkata.
"Waalaikumusalam sayang". Roni membalas.
"Ada apa mas menelepon malam begini?'Suara novi agak kurang senang.
"Maaf saya membangunkanmu."
"Ya tak apa ,ada berita apa mas menelepon malam malam?"
Remon menarik nafas sesaat,walau ia sering menjumpai orang,tapi dengan Novi ini ia harus mengatur pembicaraan yang akan keluar dari mulutnya.
"Mas baru sampai di kota Pb ini,mas sudah berada di hotel,mas hanya ingin mengatakan itu."
Novi diam sesaat.
"Kalau hanya untuk menyampaikan itu,mas bisa sms saja tadi,untung saya terbangun karna ingin ke kamar keci,kalau tidak..."
Belum selesai Novi berkata Roni telah memotong pembicaraannya.
"Maaf kalau begitu,kamu mau tidur lagi,saya akan menghentikan teleponnya.
Telepon pun mati.
"Roni tampak kesal,ia melihat jam tangannya.dilihatnnya jam menunjukan pukul hampir setengah dua malam.
"Pantas ia kesal,rupanya hampir pagi pagi,saya kira tadi jam sepuluh malam."
Roni bicara sendiri.
Sementara itu Novi tampak kesal ia mengerutu.
"Buat kesal saja mas itu tengah malam ini,mengapa menelepon malam malam mengabarkan sampai di sini,apa tidak ada hari esok untuk menyampaikannya,pandai sekali membuat hilang kantuk saya."
Novi mengerutu sendiri,ketika di lihatnya anaknya bergetak ia cepat cepat tidur di tempat tidur.
"Hampir saja saya membangunkan anak saya".
Novi berkata perlahan,sambil memperhatikan Bintang.
Setelah berkata begitu Novi memicingkan matanya,lama ia hanya membolak balikkan badanya dan akhirnya tak lama tertidur juga.
Saat azan subuh pak Ridwan dan Ibu sholat berjamaah bersama di hotel itu,sedang Novi dan Bintang masih tertidur.
Setelah selesai sholat ibu dan pak Ridwan ngaji bersama.Setelah selesai bapak melihat jam pada dinding kamar,ia melihat istrinya.
"Buk apa Novi sudah bangun ya."
"Coba saja bapak telepon "
Pak Ridwan menelepon Novi.Cukup lama juga pak Ridwan menelepon,tapi tak di anggkat.
"Ia belum bangun buk." Ibu bertanya.
"Coba bapak telepon lagi,kalau belum bangun juga nanti sholat mereka berdua terlambat."
Pak Ridwan menelepon lagi.Cukup lama juga,Bintang yang mengangkat.
__ADS_1
"Assalamualaikum kakek."
"Waalaikumusalam Bintang,kamu sudah sholat nak,dimana bundamu?"
"Bunda masih tidur kakek,Bintang terbangun mendengar telepon kakek,Bintang belum sholat kakek." Bintang menjelaskan.
"Bangunkan bundamu,setelah itu kamu sholat." Pak Ridwan memerintah Bintang.
"Iya kakek."
Bintang menutup panggilannya.
"Novi belum bangun buk,tidak biasanya ia terlambat bangun begini."
Pak Ridwan tampak heran.
"Mungkin ia kelelahan karena menyopir kemarin pak,perjalanan kita kan jauh,apalagi ia belum pernah kita lihat menyetir jauh begini." ibu berkata
"Mungkin saja bu.." Bapak membenarkan
Bintang membangunkan Novi ,Novi terkejut ia langsung terduduk.
"Ada apa nak?" Novi tak menyadari gari twlah siang.
"Bunda dari tadi dibangunkan tapi bunda hanya diam tak mau bangun,lihatlah hari telah pukul enam bunda,apa bunda tidak sholat?"
Novi melihat pada anaknya,ia peluk anaknya,ia terharu.
"Terimakasih nak kamu telah membangunkan bunda untuk sholat." Novi terharu.
Setelah memeluk anaknya Novi bergegas bangun,ia mau sholat.
pagi itu mereka makan bersama
"Kamu letih ya nak,tadi bapak telepon tak kamu tak angkat,Bintang yang menjawab panggilan bapak." Pak Ridwan berkata
"Saya tak mungkin mengatakan bahwa saya susah tidur karena mas Roni menelepon semalam,kalau Bintang tahu anak itu tak mau bertegur sapa lagi dengannnya."
Novi berkata dalam hati.
Pak Ridwan melihat Novi menyembunyikan sesuatu,ia melihat pada istrinya,rupanya istrinya juga sedang melihat pada Novi.
"Bunda Bintang mau tambah paha gorengnya."
Mereka dikejutkan oleh permintaan Bintang.
Novi memberikan satu potong paha goreng.
"Makan yang banyak Bintang,kita akan berjalan jalan nanti,kalau kamu makan banyak,kamu akan kuat berjalan."
Bintang melihat pada kakeknya,ia tersenyum.
"Kalau makan dengan paha ayam,Bintang akan banyak makan kakek."
Mereka semua tersenyum mendengar ucapan Bintang.Setelah selesai makan mereka keluar menuju mobil.
"Kita mau kemana lagi kakek?"
"Kita akan kerumah saudara kakek dulu setelah itu kita pergi melihat tempat rekreasi di sini."
"Bapak punya sudara di sini pak?" Novi bertanya ia kelihatan heran.
"Ada,tapi kami lama tak jumpa,ada perselisian antara kami berdua,bapak baru mendapat alamatnya dari teman teman bapak yang baru saja berjumpa." Pak Ridwan menerangkan.
"Ooo,itu makanya bapak ingin kita berlibur kesini.." Novi berkata,ia melihat pada bapak.
__ADS_1
Bapak tersenyum ia mengangguk.
"Kami telah lama berpisah sejak bapak muda,kami berselisih paham dan kami tidak saling berhubungan lagi sejak saat itu,ibu mu pun tak mengenali saudara bapak ini.Bapak ingin berjumpa dia sebelum bapak menutup mata nak." bapak berkata dengan wajah sendu
"Bapak jangan bicara begitu pak,mari kita cari saudara bapak,tidak pergi rekreasi pun tak apa."
Pak Ridwan tersenyum.
"Mari naik mobil,kita pergi ke sana sekarang."
Mereka berangkat mencari rumah Saudara pak Ridwan,saat sampai di alamat yang di tuju pak Ridwan turun dari mobil.Pak Ridwan bertanya pada tetangga yang ada di sana.
"Maaf pak,saya mau bertanya,apa betul di sini rumah pak Riswan?" Pak Ridwan bertanya.
Bapak itu memandang sesaat pak Ridwan,ia melihat ada kemiripan wajah dengan pak Riswan.
"Benar pak,itu benar Rumah pak Riswan."
Setelah mrngucapkan terima kasih pak Ridwan menuju rumah yang telah di tunjuk tadi.Pak Ridwan mengetok pintu.
"Assalamualaikum.." tak ada jawaban.
Pak Ridwan melihat orang di dalam melalui jendela.
"Assalamualaikum.." Diulangi lagi salamnya oleh pak Ridwan.
Setelah diulang beberapa kali baru ada sahutan dari dalam.
Pak Ridwan merasa legah.
Terdengar telapak kaku mendekati pintu,penghuni rumah membuka pintunya.
"Waalaikumusalam." Seorang wanita paroh baya keluar,ia melihat pak Ridwan.
"Mau cari siapa pak?"
"Maaf buk,saya mau mencari pak Riswan,apa di sini rumah pak Riswan?"Pak Ridwan bertanya.
"Ada saya istrinya,sebentar ya pak saya panggilkan bapak."
Ibu itu masuk ia memanggil suaminya,tak lama keluar orang yang mirip dengan pak Ridwan keluar.Bapak yang punya rumah terkejut melihat pak Ridwan,ia diam sesaat.
"Pak Tamunya kok tak di bawah masuk,tapi tunggu sebentar."
Istri bapak itu menatap pak Ridwan,cukup lama ia bergantian menatap pak Ridwan dan pak Riswan.
"Maaf pak, apa bapak saudara suami saya yang sering ia bicarakan?"
Kedua kakak beradik itu saling pandang.
"Apa bapak bernana pak Ridwan?"Pak Ridwan mengangguk.
"Benar saya Ridwan kakaknya Riswan,kami telah lama tak berjumpa.."
Sekali lagi pak Ridwan melihat pada Riswan.
"Masuklah mengapa hanya berdiri disini,nanti akan Saya kenalkan sama anak,anak kebetulan anak kami sedang berkumpul di sini semua." Istri Riswan berkata,sedang Pak Riswan hanya diam.
Mendengar istrinya pak Riswan berkata anak,pak Ridwan baru menyadari anak dan istri serta cucunya masih di dalam Mobil.
"Maaf saya ke sini bersama istri,anak dan cucu saya,saya hampir melupakan mereka."
"Dimana mareka?" Istri Pak Riswan bertanya.
"Mereka masih di mobil"
__ADS_1
Istri pak Riswan bergegas keluar rumah dilihatnya ada mobil parkir di luar.Mereka menuju mobil.
Ketika melihat kakek menuju mobil Bintang membuka pintu mobil dan melompat keluar,baru saja Novi Mau keluar mobil hpnya berbunyi.