Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Kita bertemu kembali


__ADS_3

Ibu Ros menangis melihat keadaan Pak Ridwan,Novi sedang dipanggil dokter.


Buk,seharusnya bapak di bawah ke kota P,di sini alat alatnya tak lengkap ,kalau di kota P lebih lengkap dari sini,kalau bisa secepatnya buk,kalau bisa hari ini di bawah ke kota P.


Dokter memberi saran pada Novi.


"Maaf Dok,saya rundingkan dulu sama ibu saya dokter." Dokter mengangguk


Novi keluar dari ruangan Dokter menuju tempat Ros berada,dengan hati hati ia memberi tahu ibu Ros apa yang ia bicarakan dengan Dokter.


"Buk,saya tadi bicara dengan Dokter,ia mengatakan bapak sebaiknya di rujuk ke kota P,disana alat medisnya lebih lengkap dari pada di sini buk".Ibu ros terdiam sejenak lalu ia meligat pada Novi,


"Nak semua ini ibu serahkan padamu nak,ambil keputusan yang kamu anggap baik untuk bapakmu nak."


Ibu Ros berkat pada Novi ia menitikkan air mata


"Buk mungkin hari ini kita akan bawa bapak ke kota P,lebih cepat lebih baik,kata dokter tadi ada dokter yang ahli di sana ,ia tamatan luar negeri buk. ibu mendekati Novi.


"Nak uruslah bapakmu nak,ibu rasa lebih cepat kekota P itu lebih baik nak".


"Iya buk saya ke tempat dokter dulu buk dan mungkin mengurus administrasi nya buk".


Ibu mengangguk.Setelah itu Novi keluar menemui dokter kembali.


Setelah selesai mengurus adminustrasinya,pak Ridwan dibawa kekota P dengan ambulance.Setiba di rumah sakit yang di tuju mereka masuk melalui IGD.Pak Ridwan ditangani dengan cepat.Malam hari Pak Ridwan dioperasi .Anak Novi malam itu tidur di dalam mobil bersama dua orang karyawannya.Melati menunggu bapak selesai operasi karna Pak Ridwan operasi paling terakhir. Ibu Ros tidur di ruang rawat inap,untuk Pak Ridwan dapat di kelas satu,sebab kelas yang lainnya penuh.


Jam Empat pagi Pak Ridwan selesai di operasi dan telah di antar kembali ke ruangannya.Setelah Ibu Ros sembahyang subuh Novi minta izin pada ibu untuk melihat anaknya.


"Buk saya mau melihat bintang,ia tidur di mobil,saya takut ia rewel sama Caca dan Cici."


"Pergilah nak biar ibu yang jaga bapak,kasihan Bintang,ia tak pernah berpisah dengan kamu."


"Saya pergi dulu buk", Ibu menganggukan kepala


Entak kerna ngantuk atau kurang kosentrasi berjalan novi hampir bertabrakan dengan seorang Dokter,ketika mata mereka beradu mereka berdua terkejut dan saling menatap


"Nopi! " Spontan Dokter itu berkata.


"Ma...mas Roni.." Novi tergagab.


"Mengapa kamu pagi ini ada di sini, bukankan kamu berada di jakarta Novi?"


Novi tertunduk mendengar pertanyaan Roni.


"Dimana suami kamu,apa ia di rawat di sini?" Roni masih bertanya.


Novi tak menjawab pertanyaan Roni,ia ******* ***** jari tangannya


"Mengapa kamu berada di rumah sakit ini Novi?" Novi menitikkan air matanya.


"Bapak,ia kecelakaan ,ia dirujuk ke kota ini,hampir subuh tadi ia baru siap di operasi."


"Bapak bagaimana Novi,bukankah orang tua kamu telah lama meninggal."

__ADS_1


Roni berhenti sejenak ia menatap Novi.


Apa mertua kamu yang di rawat Novi?


Remon melanjutkan menanya,Novi hanya diam.


"Yang terakhir saya operasi tadi Pak Ridwan kalau saya tidak salah."


"Kamu yang operasi bapak tadi,terima kasih Mas Roni." Novi mengucapkan Terima kasih.


Roni menatap Novi.


"Kamu mau kemana sekarang?"


Roni mengalihkan pertanyaanya


"Saya mau melihat anak saya mas,ia tidur di mobil malam tadi ditemani 2orang adik saya".


"Kamu sudah punya anak Novi?"


Novi menatap Roni ia mengangguk.


"Ayo kita sama keluar,saya mau pulang mau tidur sebentar nanti sore kesini lagi,mau lihat pasien saya.."


Mereka berjalan beriringan ke tempat parkir,Novi tak banyak bicara,Roni sering melirik Novi,ia nampak masih penasaran sama Novi.Sampai mereka di tempat parkir Bintang berlari mengejar bundanya.


"Bundaaa!"


Novi langsung memeluk anaknya,Roni memperhatikan sambil tersenyum,Bintang melihat pada Roni.ia melepas pelukan dan melihat pada Bundanya.


Roni tersenyum ia mendekati Bintang dan berjongkok.


"Om temannya Bunda,anak bunda siapa namanya?.Bintang masih menatap Roni.


"Kita belum kenalan,nama Om Roni,kamu siapa namanya? " Roni mengulurkan tangannya.


Bintang melihat pada bundanya,Novi tersenyum pada anaknya.


"Bintang om ini yang mengobati kakek,ayo salaman sama om nak ."


Mendengar Robi yang mengobati kakeknya Bintan tersenyum dan menjabat tangan Roni.


"Teimakaci om."


Bintang mengulurkan tangannya pada Roni,Roni menyambutnya dengan tersenyum.


"Wah! ,anak bunda hebat dan ganteng"


Bintang tersenyum malu,ia kelihatan lucu.


"Unda,akek uda cembuh unda?"


Kakek masih sakit,kamu jangan nakal,kalau kamu tidak nakal kakek cepat sembuhnya.

__ADS_1


"intang endak akal unda.."


"Novi anak kamu tidur di mobil saja ya,kalau kamu tak keberatan kamu dan keluargamu boleh tidur di rumah saya,tempat tinggal saya dekat dari sini."


Novi nelihat pada karyawannya,ia tersenyum pada Roni.


"Terima kasih mas,biarlah kami tidur di mobil saja,lebih dekat kalau melihat bapak".


Roni tersenyum medengar penolakan Novi.


"Kalau kamu berubah pikiran nanti kamu telepon saya,oya,boleh saya minta No teleponmu?"


Novi terdiam sejenak,melihat hal itu Roni tersenyum pada Novi.


"Novi,biasanya keluarga yang menginginkan Nomor telepon dokternya,ini terbalik Dokter yang meminta nomor telepon keluarga pasiennya."


Akhirnya Novi memberi nomor teleponnya,ia pun memberi nomornya pada Novi.


"Novi dekat sini ada rumah petak saya biasanya saya istirahat disana,pakailah tempat itu,kasihan bintang dan adik kamu kalau tidur di mobil.Novi terdiam mendengar tawaran Roni.Nanti saya bawa kunci rumah itu."


Setelah bicara Roni meninggalkan mereka.Didalam mobil Remon termenung ,cukup lama ia termenung ketika terdengar bunyi klason baru ia tersentak sadar dari lamunannya.


"Novi,kamu membuat saya penasaran,mengapa kamu tidak tinggal di Jakarta,dari tadi saya tak melihat suamimu,ada apa dengan perkawinan kalian?" Roni berkata sendiri,ia memukul stir mobil.


Saya akan mencari tahu nanti,sekarang saya mau pulang ubtuk istirahat .


Setelah berkata sendiri Roni memajukan mobilnya.


Sementara itu kedua karyawan Novi pergi menemani ibu Ros,sedang Novi menemani Bintang di dekat parkiran mobil.


Sayang kamu lapar nak,ini bunda sudah beli makanan untuk kamu.


Novi lalu menyuapkan makanan untuk anaknya, setelah selesai makan lalu ia memeluk anaknya.


"Unda,om oktor abteng ya unda,ayah intang apa anteng uga unda?"


Novi terkejut mendengar ucapan anaknya,ia tak menyangka anaknya bertanya pertanyaan seperti itu.Dilihatnya anaknya,anaknya sedang melihat padanya.


"Kok kamu bertanya seperti itu nak"


"Intang inyin umpa aya unda,eman intang ain ama ayahnya unda."


Novi terdiam mendengar ucapan anaknya yang bertanya seperti orang dewasa,dipeluknya anaknya,tanpa ia sadari air matanya menetes,melihat Novi meneteskan air matanya Bintang tampak takut.


"Unda angan angis,intang tak anya aya agi"


Novi menghapus air matanya.


"Sayang maafkan bunda nak,bunda membuat keadaan menjadi begini nak."


Novi semakin erat memeluk Bintang,ia mencium anaknya.


"Bunda sangat sayang sama Bintang nak."

__ADS_1


Bintang tersenyum melihat pada Novi,dihapusnya dengan tangan air mata Novi setelah itu dicium bundanya, Novi membalasnya ia pun tersenyum pada anaknya.Novi tak menghiraukan orang yang banyak lewat di depan mereka.


__ADS_2