Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bertemu dengan keluarga calon


__ADS_3

Remon tersenyum melihat ibu Ros yang terkagum kagum melihat rumah Remon,rumah itu sungguh mewah.Rwmon seperti tahu isi hati ibu Ros.


"Ini rumah yang telah saya buat untuk Novi dan Bintang untuk tinggal bersama saya buk,pak." Remon menjelaskan.


"Nak Remon rumah kamu ini tidak sepersepuluh dari rumah kami di kampung."


Ibu Ros berkata,Remon tersenyum,ia melihat ibu Ros.


"Ibu ada ada saja,kalau ibu dan bapak ke Jakarta tidur saja disini."


"Terimakasih nak,kalau kami ke Jakarta nanti kami akan singgah." Ibu Ros berkata lagi.


" Nak,kadang ibu bingung,dengan Novi,kamu sangat baik mengapa nak Remon berpisah dengan Novi ,maksud ibu mengapa Novi dulu pergi meninggalkan nak Remon."


Pak Ridwan menyenggol istrinya.


Remon tersenyum memperhatikan tingkah orang tua itu.


"Duduklah dulu pak Buk,atau bapak dan ibu mau istirahat,saya akan tunjukan pada ibu dan bapak .Setelah bapak istirahat saya bersedia cerita mengenai rumah tangga saya dengan bapak dan ibu."


"Lebih baik ibu istirahat dulu nak,ibu kamu ini tak bisa letih." pak Ridwan berkata.


"Kita telah menempuh perjalanan jauh,lebih baik ibu dan bapak istirahat,besok baru kita berbicara lagi." Remon berkata sambil memeluk Bintang dengan satu tangannya.


"Ya nak,tolong antarkan ibu ke tempat istirahat,ibu memang letih sekarang,biasanya tak seletih ini." Ibu Ros nampaknya sangat letih.


"Ini faktor usia buk." Pak Ridwan bercanda pada istrinya.


Remon tersenyum mendengar ucapan pak Ridwan pada istrinya.


Remon mengantar pak Ridwan dan istrinya ke kamar mereka.


Bintang melompat kekasur,setelah melihat neneknya ia turun dari tempat tidur.


"Mengapa kamu berhenti melompat Bintang?"Remon bertanya,sambil mengoda Bintang.


"Kata bunda Bintang tak boleh melompat di atas kasur,apalagi kasur orang tua." Bintang berkata sambil melihat kakek dan neneknya.


"Ya ,Novi mengajarkan kalau Bintang tidak boleh main di tempat tidur." Ibu Ros berkata.


"Ya ayah,kata bunda disiplin harus di ajar sejak anak anak,kalau salah tingkah Bintang ,langsung bunda marahi. Bintabg menjelaskan.


"Itu bagus nak,sama orang yang lebih tua kamu harus mendengarkan bicaranya."


"Bintang kamu malam ini mau tidur dengan siapa?" Remon bertanya pada Bintang


Bintang melihat pada Remon ia kelihatan manja.


"Bintang mau tidur dengan ayah." Bintang berkata dan berlari ke arah Remon.


Remon memeluk anaknya yang berlari ke arahnya.


"Kamar nenek bagus sekali ayah,nek kita tinggal dengan ayah saja bagaimana nek?"


"Bunda kamu bagaimana nak,kamu mau meninggalkan bunda?" Nenek berkata.


"Bintang tak mau tinggal dengan om Roni,ia bukan ayah Bintang." tiba tiba Bintang berkata,ucapanya mengwjutkan Rwmon ,pak Ridwan dan ibu Ros.

__ADS_1


Pak Ridwan,ibu Ros dan Remon saling pandang.


"Mengapa kamu tak menyukai om Roni nak?"


Remon hati hati bertanya.


Remon sepertinya penasaran dengan ucapan Bintang.


"Tidak suka saja ayah."


"Ya tidak sukanya kenapa nak?" Remon semakin penasaran.


"Om Roni itu penyebab,ayah tidak bisa tinggal dengan kami." Bintang mengatakan isi hatinya.


"Mengapa om Roni penyebabnya." Remon penasaran dengan ucapan Bintang.


Pokoknya Bintang tidak suka saja ayah,Bintang mau tidur dengan ayah di kamar ayah. Bintang memohon tapi ia tampak manja,Remon tersenyum .


"Baik nak, hari ini ayah sangat senang ,karna apa? karna ayah tidur dengan anak ayah."


Remon berkata sambil tersenyum pada Pak Ridwan dan ibu Ros,Kedua orang tua itu tersenyum senang.


"Pak ,buk,saya dan Bintang mau istirahat di kamar." Remon berkata pada pak Ridwan dan ibu Ros.


"Ya nak Remon,ibu kelihatan letih." Pak Ridwan berkata.


Remon melihat Ibu Ros,ia kelihatan letih karna menempuh perjalanan jauh .


Remon berlalu sambil mengandeng Bintang.


"Ayah rumah ayah bagus sekali,kamar ayah juga bagus,mengapa bunda tidak mau tinggal bersama di sini."


Remon menatap anaknya.


"Karna bunda marahnya pada ayah tak mau hilang."


"memangnya kenapa bunda marahnya lama sekali ayah.


"Ayah tidak tahu nak,mungkin waktu itu tanpa ayah sadari,ayah menyakiti bunda." Remon menjelaskan.


Ayah sih nyakiti bunda,kalau sama Bintang bunda tak lama marahnya,kalau bunda marah,Bintang sapa bunda menyahut dan baik lagi sama Bintang. Bintang berkataserius,ia tampak lucu.


"Kan ayah tidak tahu apa yang bunda kamu marahkan sama ayah nak.


Sifat bunda yang tidak memaafkan ayah itu tidak baik kan ayah? kata guru Bintang,kita harus saling memaaafkan,walau orang itu bersalah."


Remon memeluk anaknya.


"Kamu pintar sekali nak,ayah sepertinya tidak sepintar kamu." Remon tampak terharu mendengar ucapan Bintang.


"Kamu mau mandi nak ayah mau mandi?"


"Mandi berdua sama ayah?" Bintang bertanya.


Remon mengangguk.


"Ayah akan memandikan kamu,setelah selesai baru ayah mandi." Remon menjelaskan.

__ADS_1


"Kata ayah mandi berdua sama ayah." Bintang protes.


"Besok saja nak,sekarang biar ayah mandikan kamu."


Bintang mengangguk ia tersenyum kala melihat ayahnya tersenyum


Setelah selesai mandi mereka berdua bercerita di atas tempat tidur.


"Nak kamu senang tidur dengan ayah?" Remon berkata sambil mengusap kepala anaknya.


"Senang ayah" Bintang menjawab sambil memegang dagu ayahnya yang sudah mulai tumbuh hanggutnya.


"Ayah juga senang Bintang,ayah bahagia sekali anak ayah tidur dengan ayah."


"Ayah" Bintang berhenti sejenak


"Ada apa nak." Remon melihat pada anaknya.


Bintang agak ragu mengatakannya.


"Katakan saja nak,ayah tidak marah."


Bintang melihata ayahnya.


"Kalau ada bunda,tentu Bintang sangat senang ayah,karena teman Bintang mama dan papanya selalu bersama sama,kadang mereka mengantar teman Bintang ke sekolah." Bintang berkata,matanya agak sendu.


Remon memeluk anaknnya.


"Nak kamu ingin ayah dan bunda bersama?"


Bintang menggangguk.


Remon memeluk anaknnya.


"Bintang apa Bintang rajin sholat,sebab bunda kamu rajin sholat,ia akan marah kalau ayah lambat sholat nak,apa bunda kamu masih seperti itu?"


Remon mengalihkan pembicaraan,ia sedih setiap bersama Bintang,anaknya itu saja yang di ucapkan.


Bintang mengangguk.


"Bunda akan marah kalau Bintang tidak sholat ayah."


"Itu yang ayah suka dari bunda kamu.Bunda kamu ia tepat waktu kalau sholat,bisa masak berbagai macam masakan,bunda kamu itu serba hebat,ayah sangat menyayangi bunda."


"Ayah,Bintang seperti ayah juga"


"Apanya seperti ayah sayang." Renon ingin tahu apa yang dimaksud Bintang.


"Bintang juga sangat menyayangi bunda,sama seperti ayah."


Remon tersenyum ,ia peluk anaknya dan ia cium anaknya.Bintang tertawa geli.


Novi tampak grogi saat keluarga Roni datang satu persatu.Roni memperhatikan saja Novi yang kelihatan kurang nyaman.


Keluarga besar Roni cukup banyak yang hadir di acara perkenalan calon istri Roni.


Terimakasih saya ucapkan pada pembaca yang masih membaca tulisan saya.Jangan lupa bantu penulis untuk memberi like dan komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2