
Seperti biasa Remon dan keluarganya sarapan pagi bersama di ruang makan.Remon tampak tergesa makan,pak Ridwan yang melihat hal itu tampak heran.
"Remon mengapa kamu tergesa makan nak?"
Remon melihat pak Ridwan sesaat.
"Maaf pak ada masalah di kantor,saya harus segera pergi,maaf saya pergi dulu pak.."
Setelah berkata Remon langsung pergi dari hadapan mereka.
Pak Ridwan tampak penasaran mengapa Remon pergi tergesa gesa pagi itu,ia melihat pada Novi yang tampak tenang makannya.
"Novi,apa kamu tahu ,mengapa Remon bergegas kekantor,apa ia ada masalah?."
Novi mengehentikan makannya ia melihat pada pak Ridwan.
"Saya tidak tahu pak."
Novi berbicara dengan entengnnya.
"Coba kamu cari tahu,kasihan ia kalau ada masalah nak.."
Novi menarik nafas sesaat ia melihat pafa pak Ridwan.
"Bapak tak perlu kuwatir,nanti setelah mas Remon pulang ia akan cerita sendiri,tak perlu di tanya pak,saya tahu sifatnya pak.."
Pak Ridwan tampakbtak puas dengan jawaban Novi.
"Kamu ini kalau di tanya ada saja jawabannya"
"Mas Remon memang seperti itu sifatnya pak." Novi masih menjawab perkataan pak Ridwan.
"Ya sudah!!!" Pak Ridwan berdiri dari tempat duduknya.
Bapak Ridwan kelihatan kesal sama Novi,tak pernah membentak Novi seperti pada saat ini.
Novi termenung sendiri,ia tak menyangkah bapaknya marah dan membentak dirinya.ibu dan Bintang terdiam.
Dikantornya Remon tampak marah pada beberapa karyawannya.
"Mengapa baru sekarang kamu katakan hal ini,saya mau mengantar anak saya ke rumahnya,ini tak bisa di anggap remeh!"
"Maaf pak,saya baru mendapat informasi ini beberapa saat yang lalu". Asistennya tampak takut melihat wajah bosnya.
"Sepertinya saya harus nengundurkan keberangkatan anak saya ke kampungnya."
Karyawannnya hanya tertunduk diam,mereka tak berani bersuara.
"Coba selidiki lagi masalah ini,setelah itu kita ke sana,saya mau pulang,saya tak ingin ibu dan bapak serta ibu dari anak saya merasa gelisah karna saya yang bergegas kekantor tadi."
Setelah bicara demikian Remon berlalu dari hadapan karyawannya.
Sepeninggal Remon karyawannya merasa legah.
__ADS_1
"Untuk bos masih di sini,kalau sudah mengantar anaknya mengetahuinya,kita bisa berabe,tak terbayang yang akan dikatakan bos pada kita." Seorang karyawan berkata.
Sementara itu di rumah Remon. Tanpa mereka sangka mama Remon tiba di rumah Remon,Novi terkejut melihat mama Remon tiba tiba berada di sana.
Mata mama Remon tidak bersahabat melihat pada Novi dan kedua orang tua angkatnya.
"Hai kamu mengapa kamu di sini,bukankah kamu sudah bercerai dengan anak saya..."
Novi tak bisa berkata apa apa,ia diam saja.
Mama Rwmon melihat satu persatu pada meteka dengan tatapan sinis.
"Mengapa kalian semua berada di sini,yang berhak di sini hanya cucu saya ,karna ia ada talian darah dengan anak saya."
Pak Ridwan dan istrinya saling pandang ,ia tampak ngeri mendengar ucapan mama Remon,tapi berusaha bersabar ia mendekati mama Remon,mama Remon memandang rendah padanya.
"Maaf kenalkan saya kakeknya Bintang."
Mama Remon tidak membalas uluran tangan pak Ridwan.
"Setahu saya Novi ini anak yatim piatu,kok sekarang sudah punya orang tua."
Novi tampak tersinggung mendengar ucapan mama Remon,ia melihat bapak dan ibu Ridwan,bapak dan ibu Ridwan memberi isyarat agar ia tidak menjawab ucapan mama Remon,Pak Ridwan tersenyum mendengar ucapan mama Remon.
"Buk,saya orang tua angkatnya Novi,tapi saya telah menganggap ia anak sendiri,karna kami berdua tidak mempunyai anak ,jadi Novilah anak kami sekarang."Pak Ridwan mencoba menerangkan pada mama Remon.
"Mengapa ramai ramai ke rumah ini,berapa ongkos kesini,kamu semua memanfaatkan anak saya,itu kelemahan anak saya,yang selalu tergoda dengan orang yang baru di kenalMama Remon masih mengangap Rendah pak Ridwan dan istrinya.
Bintang mendekati mama Remon.
Mama Remon terdiam, sesaat dipandanginya cucunya,ia tersenyum di paksakan.
"Kamu jangan ikut campur urusan orang tua Bintang,kamu bisa bermain di kamar,jangan mendengar ucapan orang tua."
Mama jongkok,ia menatap cucunya dan mengusap rambut cucunya.
Mama Remon berbicara seramah mungkin pada Bintang,ia tahu cucunya sangat di sayang oleh anaknya.
Lalu menatap tak suka pada kakek dan nenek Bintang.
"Saya harap kamu semua cepat pulang saja ke tempat kamu berada saat ini,jangan membebani anak saya,ia banyak urusan,dan ia sibuk,jangan menambah bebannya.."
Novi tampak tersinggung mendengar ucapan mama Remon.
"Kami hari ini memang mau pulang kerumah kami ma,mama tak usah kwatir."
Mama Remon melihat Novi,tampak sekali wajah tak sukanya pada Novi.
"Baguslah kalau begitu,tapi perlu kamu tahu saya bukan mama kamu,saya tak ingin ada sebutan itu pada saya.
Tanpa mereka sadari Remon sudah masuk ruangan itu.Matanya betadu pandang dengan mata pak Ridwan,lalu ia mendekati mamanya.
Mama terkejut melihat anaknya sudah ada saja di antara mereka
__ADS_1
"Ma,mama bicara apa pada ibu dan mertua saya?"
"Mertua ,sejak kapan mereka itu mertua kamu?"
"Mereka kakek dan nenek Bintang ma.."
"Mereka bukan orang tua kandung Novi,orang tuanya kan sudah meninggal."
"Remon merasa tak enak pada pak Ridwan.Pak Ridwan mendekati Remon."
Nak Remon tak perlu bertengkar dengan mamamu,sebaiknya kami berangkat hari ini ke kampung,kami semua telah agak lama disini,di kampung masih ada pekerjaan,toko Novi sudah lama tutup,kami di sini hanya menganggur,hanya bisa menghabiskan uang kamu saja.."
Remon terdian,mukanya merah mendengar perkataan pak Remon,ia melihat pada Novi,Novi tertunduk,Remon tampak gelisah melihat tingkah Novi,ada rasa kwatir di mukanya.
"Pak tidak mungkin keluarga saya memberatkan saya,jangan masuk kehati ucapan mama saya pak.."
Mama Rwmon tampak tak suka mendengar ucapan Remon.
"Remon,hentikan,jangan bicara seperti itu,keluarga kamu mama dan adik adik kamu.."
"Ma, Remon menginginkan mama menerima Novi,ia ibu Bintang ma,ia wanita yang saya cintai,saya ingin rujuk dengan ia,anak saya membutuhkan orang tua yang utuh,untuk berada di sampingnya..."
Novi melihat pada Remon ketika Remon berkata pada mama masih mencintainya.
Bintang melihat keributan yang tak berhenti ia menangis ,ia berlari ke arah Novi.
"Bunda, Bintang takut di sini,kita pulang kerumah kita bunda.."
Melihat anaknya Remon tampak cemas,ia marah pada mamanya
"Ma,saya tak ingin anak saya takut kerumah ini,ini rumah untuk istri dan anak saya ma."
"Tapi kamu sudah cerai dengan Novi Nak"
Mama berusaha menyadarkan anaknya.
"Saya akan rujuk ma,saya tidak mau anak saya menderita kerna keegoisan saya,kasihan Bintang ma.."
Remon tampak berkaca kaca melihat pada Mamanya,mama tampak iba pada Remon,egonya saja yang membuat mama seperti teguh pada pendiriannya.
"Bintang sering bercerita pada saya ma,ia ditertawakan temannya,ia di katakan anak haram ma,betapa tersiksa batinnya ma.
Remon menyambung perkataanya.
Mama terdiam mendengar ucapan Remon.
"Saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya ma,saya tak ingin menyesal nantinya,karna ulah orang tuanya,ia stres ma,karna sering di olok temannya.. Remon menambahkan.
"Ma suka atau tidak suka saya akan rujuk dengan Novi,demi Bintang ma..,kalau mama sayang Remon dan Bintang,tolong izinkan saya rujuk dengan Novi..." Remon berkata sambil berurai air mata...
Melihat anaknya berurai air matanya,mama Remon terdiam ia tampak kasihan pada Remon.
"Terserah kamu nak,tapi saat ini mama belum bisa menerima Novi..."
__ADS_1
Setelah berkata begitu mama Remon pergi dari hadapan mereka,Remon tampak legah mamanya telah mengizinkan ia menikah lagi..
Sedang pak Ridwan dan istrinya menarik nafas,ia melihat pada istrinya dan Novi yang masih memeluk anaknya,ia masih menutupi telinga anaknya.