Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bulan madu yang tertunda


__ADS_3

Remon sibuk dikantornya,di dampingi asisten dan sekretarisnya ia memeriksa berkas yang akan di bawa ke malaysia nanti.


"Pak berkas dan dukumen yang akan di bawah sudah selesai Pak,Bapak tinggal membawanya saja".


Asisten Remon memberi tahu


Remon yang sedang mencek laporan.Sekretaris minta izin keluar,Remon mengangguk,sekretaris keluar ruangan.


Tiba tiba Remon teringat sesuatu,ia melihat asistennya,


"Heri,surat nikah saya apa sudah selesai,saya mau bawa istri ke Malaysia"


"Sudah pak,sudah saya letakan di map hijau ".


Remon mengambil map itu ia melihat ada dua buku nikah,ia tersenyum."


Pernikahan saya telah tercatat sekarang ."


Heri tersenyum melihat ceo nya tersenyum,hanya ia yang baru di beri tahu Remon, mengenai pernikahannya.


Heri,saya percayakan kantor sama kamu,laporkan kalau ada sesuatu hal yang terjadi yang sangat mendesak,saya akan terus memantau dari sana sampai saya kembali."


Heri menganggukan kepala tanda ia mengerti,apa yang di ucapkan bosnya.


Satu lagi Heri,simpan berita mengenai saya sudah menikah,saya tidak ingin ada gosip mengenai saya."


"Ia Pak,saya akan menjaga rahasia ini."


Remon tersenyum kepada Asistennya Heri.


Novi telah selesai memasukan barang barang ia dan suaminya ke dalam koper,ia berpikir,takut ada yang lupa.


"Rasanya sudah masuk semua,mudah mudahan tidak ada yang lupa."


Sedang asik mengingat yang kurang,Remon tiba tiba muncul ,ia memeluk Novi.Novi tampak terkejut,ia menoleh ke belakang.


"Saya tidak mendengar mas masuk kedalam kamar."


"kamu tadi asik sekali menyusun barang barang ini,ketika saya datang kamu tak mengetahuinya."


Remon melihat koper,ia mengambil sesuatu dari dalam tanya


"Ini pasport,dan surat nikah kita,masukan ke dalam tas,itu sangat di butuhkan kalau kita keluar negeri nanti."


Novi nengambilnya dan menyimpanya di tas yang ada di dalam lemari.


"Jangan banyak banyak bawa barang,kalau ada yang kurang, kita beli saja di sana."


Novi mengangguk,ia tersenyum ketika Remon mamandang dan mendekatinya.

__ADS_1


"kamu semakin cantik saja Novi,mas semakin rindu saja sama kamu"


Novi tersenyum malu,ia melihat pada Remon


"mulai nih!,gombalnya"


Novi grogi,Rendi tersenyum nakal padanya


"Saya tak tahan pingin cepat bulan madu,kalau melihat istri secantik ini."


Remon memegang Hidung Novi yang mancung,Novi kesakitanRemon tertawa.


"Mas ini,kalau berhenti menjahili saya,mungkin pingsan,atau hidupnya tak bahagia."


Remon hanya tertawa mendengar ucapan Novi.Entah sejak kapan ia mulai menyukai Novi,atau karna gadis itu rajin sholat yang membuatnya mendadak suka pada Novi


Saat mereka duduk bersama di ruang keluarga,Remon memberi tahu mamanya Tentang keberangkatannya bersama Novi.tampak wajah kurang senang mamanya mendengar Novi pergi bersama Remon.


"kok bawa istri segala ke Malaysia Remon"


Remon tersenyum ia melihat istrinya,sedang istrinya tampak takut sama mamanya.


"Sekalian bulan madu ma,apa lagi selama kami menikah,ia hanya berdiam di rumah saja."


"Apa tidak mengganggu pekerjaanmu Remon,biarkan ia tinggal dulu di rumah"


"Kesempatan kami bersama jarang sekali ma,biarlah Novi ikut bersama saya,tiket sudah di beli ma,besok kami berangkat,saya bekerja di sana empat hari ma,ada beberapa hari waktu bagi kami bersama ."


Remon tahu mamanya tidak suka ia membawa istrinya, terlihat jelas di wajah mamanya,Remon tak memperdulikannya.


"Ma,nanti mau di belikan oleh oleh apa ma"


Remon mengalihkan pembicaraan,


"Terserah kamu,mau beli apa untuk mama."


Akhirnya mama tersenyum pada anaknya.


keesokan harinya Remon dan Novi berangkat,ia terseyum pada mama dan mencium tangan mama dan memeluk mamanya,Novi menyalami mertuanya..


"Kalau sudah sampai jangan lupa memberi kabar ya nak?.


Remon mengangguk, ia melambaikan tangan pada ibunya.Mereka berdua masuk kedalam mobil dengan di hantar sopirnya,mobil melaju menuju bandara.


setelah mereka sampai di bendara mereka langsung masuk ke dalam bandara dan menyelesaikan urusan keberangkatan mereka menuju ke ruang tunggu Disana telah ada beberapa orang mereka duduk ,bersama orang yang lebih dulu tiba.


"mas,saya mau buang air kecil,saya tak tahu letaknya dimana kamar kecilnya mas?."


Remon mengantar Novi ke kamar kecil,sementara novi di kamar kecil perempuan ,ia kekamar kecil laki laki.mereka keluar bersamaan,mereka berdua tersenyum,dan kembali ke ruang tunggu.Tak beberapa lama mereka di ruang tunggu mereka semua telah di persilakan menaiki pesawat.Novi merasa agak dingin di pesawat ,ia baru sekali ini naik pesawat,ia tampak agak takut.Remon melihat pada istrinya tampak wajah istrinya pucat.

__ADS_1


"kamu kenapa,saya lihat agak pucat,apa kamu sakit."


Novi mengeleng,


"Saya baru kali ini naik pesawat,saya agak takut." Remon terseyum


"Jangan takut,kamu bersama suamimu,kalau takut tutup mata kalau bisa,kamu tidur,jangan melihat ke jendela,nanti kamu tambah takut."


Novi bersandar pada kursi di pesawat,ia melihat majalah,Remon memperhatikan Novi melihat majalah untuk menghilangkan rasa takutnya


"Nanti rasa takut itu bisa hilang kalau kamu sudah sering naik pesawat."


Novi tersenyum mendengar ucapan Remon.ketika pesawat mulai berjalan Novi menutup matanya,Remon melihat Novi takut saat pesawat berjalan,diusap nya pundak Novi,Novi melirik sesaat pada Remon,ia pun menutup matanya lagi.sesampai di bandara malaysia,Novi merasa kagum melihat beberapa orang tua masih sanggup naik pesawat.


"Mas,lihat itu,saya kalah dengan kakek itu,ia masih sanggup bepergian bersama dengan istrinya."


Remon tersenyum sambil melihat sepasang suami istri lanjut usia.


"Saya ingin kita juga nanti seperti itu,berdua ke mana mana ,kan kelihatan enak dilihat"


"Mudah mudahan di kabulkan Allah mas."


Novi mengangkat tangannya,dan Remon mengaminkan,mereka berdua tertawa bersama.mereka berdua telah di tunggu seseorang,setelah berbincang beberapa saat mereka di hantar ke hotel.


"Novi,setelah barang diletakan di kamar hotel nanti ,kita makan di luar."


"Kita mandi dulu mas ,saya sudah gerah tak tahan rasanya."


Remon menganggukan kepala."


saya juga sudah gerah,tak enak rasa badan.Mereka masuk ke dalam kamar hotel,Remon mandi dulu,,Novi meletakan baju ganti,setelah keduanya mandi, mereka nampak kembali segar.


"mas,kalau sebentar lagi kita makan bagaimana mas? "


"Kamu lelah?,berbaringlah dulu,saya belum lapar,kita kan membeli makanan di pesawat,saya takut,kalau kamu merasa lapar."


"Perut saya masih kenyang mas,badan saya terasa agak letih,saya mau tidur sebentar mas."


"Tidurlah!, saya mau melihat pekerjaan sebentar."


Novi menganggukkan kepala ,ia naik ke tempat tidur dan berbaring,sedang Remon melihat pekerjaanya,masih ada pekerjaan yang harus ia lihat dan periksa lagi karna besok ia akan bertemu rekan bisnisnya.ia nampak menelepon seseorang.ia berbicara dengan orang di telepon.


"saya sudah sampai,kapan Sari sampai,besok kita sudah mulai metting,katakan sama Sari,kita bertemu di gedung yang sudah kita sepakati dengan mereka,ya!,istri saya kurang sehat sekarang,ia kecapean,besok saja saya ketemu sama Sari,tunggu saya disana ,katakan sama sari,ya,wasallam .


Remon melihat istrinya ia tersenyum di dekatinya Novi,dan di kecupnya keningnya,ia berbaring di samping Novi,sambil berbaring di tatap wajah Novi,di usapnya muka Novi,


"Tidur saja kamu masih cantik,apa lagi kalau bangun,entah sejak kapan ,di dekat kamu,hati saya bahagia."


Novi tak terganggu dengan perkataan Remon padanya,Remon mulai menguap,ia tertular mengantuk juga akhirnya.mereka berdua tertidur bersama .Cinta itu aneh cinta datang tak terduga

__ADS_1


__ADS_2