Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Singgah di rumah ayah


__ADS_3

Pak Ridwan masih saja melihat rumah yang sering di perbincangkan oleh tetangganya.sementara mobil yang baru di beli telah masuk garasi mobil yang di bawah oleh sopirnya tadi.


"Nak Remon kalau boleh bapak tahu ini rumah siapa ya?"Pak Ridwan bertanya,ia tampak kagum dengan kemewahan di dalamnya.


"Ini rumah saya pak." Remon berkata sambil tersenyum


Ini rumah Ayah?" Bintang tampak tercengang.


"Ya nak,sudah saatnya ayah memberi tahu pada bapak ,ibu dan kamu Bintang,saat mengetahui Novi dan anak saya ada disini saya membuka perusahaan dan membuat rumah disini,saya berharap kami akan hidup bersama lagi,tapi takdir berkata lain,Novi tidak ingin bersama saya lagi,ia memilih berpisah dan akan menikah dengan orang lain,makanya saya membicarakan ini dengan bapak dan ibu." Remon menjelaskan.


"Jadi perusahaan dekat rumah itu kamu yang punya nak Remon." Ibu Ros masih penasaran


Remon mengangguk.


"Ya,tapi sekarang saya berniat perusahaan itu akan saya kasih sama Bintang setelah Bintang dewasa nanti,saya ingin ia sekolah tinggi dan memimpin perusahaan itu nanti."


Pak Ridwan tersenyum pada Remon.


"Rumah ini rumah siapa nak?" Pak Ridwan bertanya lagi.


Pak Ridwan sengaja menanyakan mengenai rumah karna ia ingin tahu dari mulai di buat dulu,ia ingin tahu siapa pemiliknya.


"Saya yang buat pak,dulu saat membuat rumah ini saya merasa Novi mau balik kepada saya,rencana saya kami akan tinggal bertiga,kalau bapak dan ibu mau tinggal bersana kita tinggal berlima,tapi harapan tinggal harapan Novi tidak ingin hidup dengan saya lagi." Remon tampak sedih berkata begitu,ibu Ros merasa kasihan melihat Remon.


"Maaf nak Remon bapak tak bisa membantu kamu rujuk dengan Novi,bapak dan ibu berdiri di tengah saja,Kamu dengan Roni anak bapak,keduanya bapak sayang dan hormati,siapapun yang dipilih Novi kami setuju saja,kami tidak bisa memihak nak,Roni sangat berjasa pada bapak,ia mengurus semuanya saat bapak kecelakaan,kalau kamu ayah Bintang,bapak juga menyayangimu."


Pak Ridwan berbicara panjang lebar.


Remon tersenyum pada Pak Ridwan.


"Cinta itu tak bisa di paksakan pak,Novi awalnya mencintai Roni,saya yang memisahkan mereka." Remon berkata dengan nada sedih.


"Itu semua adalah jodoh ,kamu menikah dengan Novi itu adalah Jodoh,kalau tidak jodoh mana mungkin kamu bisa menikah dengan Novi nak."


Bintang tak menperhatikan mereka,ia sibuk melihat kolam renang yang ada di sana.Remon melihat tingkah Bintang,ia mendekatinya.


"Ada apa nak,apa yang kamu lihat?" Remon berkata sambil mengusap kepala anaknya.


"Saya melihat kolam renang ayah,saya belum pernah berenang." Bintng melihat pada ayahnya,Remon tersenyum pada Bintang.


"Kamu ingin mencobannya nak,maksud ayah apa kamu mau belajar berenang."


Bintang mengangguk.Pak Ridwan dan istrinya telah berdiri di dekat mereka.


"Bintang tak pandai berenang nak,baju gantinya pun tak ada."


Ibu Ros berkata,Remon tersenyum padanya.

__ADS_1


"Saya ada membeli baju untuk Bintang buk, dan saya akan mengajarkannya berenang."


Remon menjelaskan.


Bintang tampak sangat senang mendengar perkataan Ayahnya.


"Jadi saya bisa mencoba berenang ayah,Bintang senang ayah,nanti akan saya ceritakan sama teman teman."


Remon heran Bintang selalu ingin memamerkan apa yang mereka lakukan.


"Nak,kamu mengapa selalu ingin memberi tahu teman mu setiap apa yang kita lakukan?"


Temab teman Bintang selalu menceritakan apa saja pada Bintang,malahan ia mentertawakan Bintang karena Bintang tak ada Ayah di rumah .


Ibu Ros terkejut mendengar ucapan Bintang.


"Siapa yang bicara begitu Bintang,biar nenek yang akan mengatakan pada orang tuanya biar ia di marahi" Nenek tampak kesal.


"Putra juga bilang mobil kakek jelek,mobil papanya bagus." Bintang memberi tahu lagi.


"Bintang mereka akan terkejut setelah tahu rumah ayahmu bagus dan mewah."


Pak Ridwan menyenggol tangan istrinya,melihat itu Remon tersenyum.


"Buk,kamu jangan bicara begitu dengan Bintang." Pak Ridwan tak suka ibu Ros bicara begitu.


"Kamu ini omongan anak anak jangan kamu seriusin." Pak Ridwan menasehati ibu Ros.


"Iya buk,omogan anak anak tak usah di dengar,nanti kita bisa salah paham dengan orang tuanya kita bertengkar,mereka berteman lagi."Remon ikut juga bicara. ibu Ros terdiam mendengar ucapak Remon.


"Ayah ayo kita berenang." Bintang tak sabar ingin berenang.


Remon Pak Ridwan dan istrinya terkejut melihat anaknya sudah pakai ****** ***** saja.


"Bintang mana baju kamu".


"Bintang letak di sana nek.Bintang menunjuk baju yang terketak di dekat batu yang ada disana." Bintang menunjuk batu besar yang ada satu di sana.


"Mengapa di situ diletak bajunya nak,kamu ingin sekali berenang,hari masih jam dua,nanti kulit kamu mengelupas.


Bintang tampak kecewa .


Kita makan dulu nanti jam empat kita berenang,kita masuk dulu ke dalam.


"Bintang pakai lagi baju kamu,tidak boleh nakal ya." Nenek berjata pada Bintang


Bintang mengangguk.

__ADS_1


"Pak buk,kita masuk dulu ke dalam,kita makan dulu,nanti jam empat setelah tidak panas lagi baru saya temani Bintang berenang,kalau bapak sama ibu bisa berenang,kita sama sama nanti berenang."


Ibu Ros melihat pada pak Ridwan.


"Mengapa lihat lihat bapak?" pak Ridwan mengoda istrinya.


Melihat itu Remon tersenyum.


"Mari pak kita ke dalam." Rwnon mengajak pak Ridwan dan istrinya.


Mereka pun masuk kedakam rumah.


Ibu Ros melongo melihat isi rumah ,Bintang yang masih anak saja melongo melihat isi rumah yang mewah.


"Bintang mau tinggal di sini ayah."


Tiba tiba bintang berkata semuanya melihat ke Bintang.


"Kamu jangan tinggal di sini nanti bundamu tidur dengan siapa Bintang,kamu jangan katakan pada Bunda mau tinggal di sini nanti kamu tak di izinkan lagi ke rumah ayahmu ini."


Ibu Ros agak cemas dengan keinginan Bintang.


"Bintang mau tinggal di sini sama bunda nenek dan kakek dan juga ayah."


Remon ,Pak Ridwan dan istrinya saling pandang.


"Coba kamu membujuk bunda mu untuk tinggal disini,kalau bunda mau kita bisa tinggal bersama di sini,atau kamu mau kita tinggal di Jakarta juga boleh,ayah telah buat rumah waktu bunda hamil kamu dulu,rumahnya tinggal begitu saja,hanya di tunggu oleh penjaga rumah bersama istrinya."


"Rumah ayah ada juga di Jakarta ayah?"


Remon mengangguk,di tatapnya anaknya.


"Bintang nenek kamu ada juga di Jakarta,tante kamu juga ada,kalau bunda mu mengizinkan ayah akan kenalkan kamu dengan mereka." Remon mendudukan anaknya di kursi makan,bapak dan ibu telah duduk juga disana.


"Bintang punya nenek lagi dan tante ayah."


Remon mengangguk.


Bintang mau berjumpa mereka ayah.


"Kalau kamu mau berjumpa mereka minta izin dulu dengan bunda,ayah tak mau bunda marah pada ayah nak."


Bintang mengangguk.


"Bunda memang suka marah ayah. Bintang berkata perlahan."


Tak lama terdengar telepon ibu Ros berdering,semua melihat pada ibu Ros,ibu Ros melihat siapa yang menelepon,ia melihat pada pak Ridwan dan Remon.

__ADS_1


__ADS_2