
Novi termenung sendiri menunggu bus datang,ia melihat hpnya,sejak pergi Remon belum memberi kabar padanya,Novi tersenyum kecewa
"Mas ,kamu tidak ingat saya lagi kalau bersama Ira,baik mulai sekarang mari saling melupakan".
Novi berkata dalam hatinya,,ia mengusap air mata yang mulai jatuh lagi,Novi mengirimkan foto yang dikirim istri Baron kepada Remon dan ia mengetik sesuatu,setelah itu ia mematikan hpnya.Tanpa di sadari Novi ada sepasang suami istri melihat dia sejak tadi,yang wanita mendekati Novi,usianya sekitar 60 tahun.
"Nak kamu mau ke Padang juga nak?"
Novi melihat orang yang bicara padanya,ibu itu kelihatan baik dan penyayang.Novi tersenyum padanya
"Iya buk,Ibu mau ke Padang juga?"
Ibu mengangguk.
"Kamu sendiri nak,mana suamimu,kamu sedang berbadan dua kan?."
Novi nengangguk ia tersenyum,terlihat mata Novi sembab.
"Saya pergi sendiri buk,suami saya tidak ada".
Ibu tak berani bertanya ia tampak nengerti dengan keadaan Novi.Setelah bus datang semua penumpang naik termasuk Novi.
Tak lama Mobil jalan,ketika mobil jalan air mata Novi menetes.
Jam 12 malam Remon baru masuk ke kamarnya,baru saja ia berbaring ia tampak terkejut ia terduduk,ia melihat jam,ia tampak kwatir.ia mau mengambil teleponnya,tiba tiba ia berhenti setelah melihat Jam 12 malam
"Jam sekarang ini Novi sudah tidur,kalau saya telepon nanti ia akan susah tidur lagi,mengapa saya sampai lupa meneleponnya tadi,mudah mudahan ia tak marah."
Remon berbaring, ia menatap langit lagit kamar,tak lama matanya terpejam.
Novi diam terpaku melihat kegelapan malam,ia melihat perutnya dan mengusap perutnya,Novi melihat pada ibu yang telah tertidur di sampingnya,ia memicingkan mata dan tak lama ia tertidur di dalam bis.
Azan subuh nembangunkan Remon dari tidurnya.Setelah Sholat subuh Remon mengambil hp dan duduk di atas tempat tidur.
Remon membuka hp ia melihat ada wa dari istrinya.Alangkah terkejutnya Remon melihat foto yang di kirim istrinya foto ia berdua dengan Ira sedang tersenyum.Remon tampak cemas,ia bergegas menelepon istrinya.
Telepon istrinya tak bisa di hubungi.
Remon berulang kali menghubungi istrinya,tapi tetap tak bisa di hubungi,Remon meremas rambut dengan kedua tangannya.
Remon menelepon Bik Ijah.
"Halo bik,ada istri saya,saya mau bicara dengan dia."
Bik Ijah tampak bingung,ia membalas telepon Remon.
"Pak,mbak Novi pulang kekampung pak,katanya ada saudaranya yang sakit,Pak ujang yang mengantar ke bandara Pak."
Remon terkejut mendengar ucapan Bik Ijah.
"Bik,setahu saya istri saya tidak punya saudara bik,baik lah nanti saya telepin lagi."
Bik Ijah tampak kwatir.
__ADS_1
"Apa mungkin mbak Novi pergi dari rumah ini,tapi mereka berdua tidak bertengkar,tak mungkin mbak pergi tanpa sebab."
Bik Ijah bicara sendiri,ia menepuk keningnya.
"Mengapa saya tidak mengikuti mbak Novi pulang kekampungnya,saya memang bodoh,apa kata Pak Remon nanti."
Remon memutuskan Teleponnya.Remon mondar mandir ia cenas dan gelisah
"Mengapa Novi tidak menelepon kalau mau ke kampung.Remon melihat Foto ia bersama Novi di hpnya, ia nemukul tempat tidur dengan keras,ia sangat kesal
"Apa Novi marah pada saya,hingga ia mematikan hpnya,saya harus pulang kalau tidak nanti tamba berlarut masalah ini."
Remon menghubungi Baron
"Halo Ron,saya mau pulang,ada masalah dengan istri saya,tolong kamu kasih tahu yang lainnya."
"Ada apa dengan Novi Mon?"
Baron tampak tampak kwatir dan cemas
"Nanti saya beri tahu,saya pulang dulu ya?."
Remon berkata di telepon sambil memasukan pakaiannya ke kopernya.
"Okee,hati hati di jalan saya,kirim salam pada istrimu. "
Remon nematikan sambungan telepon,setelah masuk semua pakaianya di kopernya Remon keluar untuk pulang.
"Nak kamu mau kemana nak?"
Novi tersenyum pada ibu itu, ia tidak menjawab
"Maaf ya..Saya lihat kamu sepertinya bukan orang minang? sekali lagi ibu minta maaf,apa kamu bertengkar dengan suamimu nak."
Novi menatap ibu tersebut,air mata jatuh menetes." ibu itu memegang tangan Novi.
"Saya pergi dari rumah buk,suami saya berselingkuh."
Beberapa orang menoleh pada mereka,karna Novi agak keras berkata
"Nak, pelankan suaranya.'
Novi terisak,ibu kasihan pada Novi
"Jadi kamu tak punya tujuan pergi ke padang ini nak?"
"I ..iya buuk." Novi mengangguk
"Bagaimana kalau kamu tinggal dengan saya,ibu hanya berdua dengan bapak,ibu tak punya anak,kalau kamu mau ibu sama bapak merasa senang"
Noci menokeh pada Bapak yang duduk bersebrangan dengan Novi,Bapak itu tersenyum,Novi menganfgukab jwpala dan mengangfuk pada Bapak itu.
"Nak,tadi waktu di terminal,kami melihat kamu,kamu seperti ada masalah, jadi bapak berkata,untuk mengajak kamu tinggal bersama kami kalau kamu mau nak"
__ADS_1
Novi terharu,air matanya semakin banyak menetes.Ibu menghapus air maa,Novi.
Siapa tadi nama kamu nak?Ibu lupa.
No,novi buk Novi menjawab masih dalam keadaan terisak
Ibu tersenyum ia mengusap pundak Novi.
mengapa kamu tak pulang kerumah orang tua mu nak?.Novi memandang sendu ibu tersebut.
Saya tak punya orang tua Buk,saya sebatang kara hidup di dunia ini Buk.
Ibu merasa kasihan sekali pada Novi.
kamu bisa menganggap saya ibu kamu nak,kita mungkin berjodoh,kamu tak punya orang tua,sedang saya tak punya anak.
Mereka berdua tersenyum walau senyum Novi tampak hambar.
Remon tiba dirumahnya,ia tergesa gesa masuk kedalam kamarnya ,ia tak memperdulikan Bik Ijah yang menyapanya.
Didalam kamar Remon melihat lemari baju.ia tersenyum lega baju Novi masih banyak di dlam lemari,tapi ketika ia melihat kalung dan cincin yang dipakai istrinya setiap hari terletak di di dalam lemari ia tampak panik
Remon mencari tas yang dibawa waktu ia membawa Novi ke Jakarta,ia tak menemukannya,tiba tiba ia menjerit menyebut nama istrinya.
"Nooviiii !!"
Orang di rumah itu terkejut tanpa mereka sadari mereka berlari kedalam kamar,dilihatnya Remon terduduk di lantai,seperti anak jecil menangis.
"Ada apa dengan mbak Novi pak?"
Bik Ijah memberanikan diri bertanya,Remon meliat pada Bik ijah,wajahnya kacau dan kusut sekali.
Nopi bik,ia pergi meninggalkan Rumah ini,ia meninggalkan kita bik,kemana saya nencarinya.orang yang berada di sana kasihan melihat Remon.
Pak,saat itu mbak Novi berkata ia pergi ke kampungnya pak,kita bisa cari mbak Novi kesana Pak.
Tiba tiba Remon teringat pada Roni yang berada di kampung Novi.
"Jangan jangan Novi saat ini mencari Roni di kampungnya,saat itu saya lihat mereka mesra sekali berbicara berdua."
Remon bicara perlahan.Bik Ijah dan Pak ujang berpandangan saat mendengar ucapan Remon,Remon melihat pada Pak Ujang
"Pak,temani saya pergi kekampung Novi hari ini,saya tak ingin berpisah dengan istri dan anak saya pak,Novi itu milik saya bukan milik bekas pacarnya yanf sok ganteng itu."
Remon berdiri ia mengambil kembali koper dengan terlebih dahulu meninggalkan pakaian kotornya.
"Pak kita berangkat sekarang pak,saya tak sabar ingin membawa istri saya pulang"
"Saya akan menyiapkan pakaian saya pak"
Setelah berkata begitu Pak Ujang bergegas,keluar kamar.
,
__ADS_1