
Bintang tampak senang ketika bertemu ayahnya,pak Ridwan dan ibu Ros terharu melihat cucunya yang tampak merindukan ayahnya, terbukti ketika melihat Remon ia berlari ke tempat Remon ketika Remon telah berada di pintu keluar.
"Ayah, Bintang sangat merindukan ayah."
Remon terharu mendengarnya.
"Ayah juga nak." Remon memeluk Bintang,orang yang berada di sekitar mereka merasa terharu melihatnya,ada juga yang sedang berjalan memperhatikan mereka,tanpa ia sadari ia menabrak orang di depannya,orang yang di tabrak melototkan mata pada yang menabrak.
"Hai! kalau jalan lihat ke depan,ini matanya kemana mana." Orang yang di tabrak tampak jesal,ia marah.
Beberapa orang yang melihat mereka geli geli cemas.geli karna melihat mereka bertabrakan tadi nampak lucu , dan cemas kalau kalau,ke duanya akan bertengkar karna tak bisa menahan diri dan ada yang emosi.
"Maaf,saya tidak sengaja,saya mengaku salah." Cepat cepat yang menabrak meminta maaf,yang ditabrak menatab jengkel pada yang menabrak.
"Baik saya maafkan,lain kali jalan itu melihat ke depan,kalau tidak bisa melihat ke depan duduk saja."
"Ya ...iya... maaf" penavrak menjawab dengan sabar.
Akhirnya orang yang kena tabrak berlalu tanpa berkata lagi.
Bintang dan Remon memperhatikan mereka.
"Ayah mengapa mereka?"
"Ayah juga tidak tahu nak,ayo kita menuju mobil." Remon melihat pada pak Ridwan dan ibu Ridwan,ia menyalami dengan sopan.
"Bagaiman kabarnya pak buk?"
Pak Ridwan dan istrinya tersenyum pada Remon.
'Alhamdulillah nak baik,kamu bagaimana nak?"pak Remon bertanya.
"Berkat doa bapak dan ibu,Alhamdulillah baik."
"Ayah,Bintang juga mendoakan ayah,agar ayah sehat dan sering datang menemui Bintang ayah."
Bintang ikut juga bicara.
Pak Ridwan dan istrinya tersenyum haru,Remon mendengar ucapan bintang matanya berkaca.
"Terima kasih atas doanya nak,ayah akan sering menemui kamu nak."
Remon nerentangkan kedua tangannya ia mau mengendong Bintang Bintang menolaknya.
"Bintang tak mau ayah gendong,Bintang sudah besar,nanti pinggang ayah sakit,kata teman Bintang ,ayahnya sakit pinggang karena mengangkat yang berat,Bintang kan berat ayah,bukan begitu,kakek?"
Kakek mengangguk ia tersenyum.
"Ya kamu sudah besar,kakek saja tak sanggup mengendongmu." Kakek berkata sambil senyum mengoda.
Bintang tertawa berderai,Remon,Kakek dan nenek ikut tertawa.
"Ayo nak kita ke mobil,ayah sudah lapar,kamu mau makan apa,atau kamu mau makan di restoran di bandara ini?"
Bintang mengangguk.
"Bintang mau ayah,Bintang belum pernah makan di restoran bandara,karena Bintang baru pertama kesini, bukan begitu kakek?"
Bintang melihat ke kakeknya,kakek tersenyum ia mengangguk.pak Ridwan melihat Remon.
"Iya nak,kami baru pertama kali ke bandara,itu makanya kami mau pergi ketika Kamu tawarkan."
"Kalau bapak mau naik pesawat bersama Bintang pergi ke Jakarta atau ke luar negeri bersama saya ,saya bersedia pak."
__ADS_1
"Ha!,mau keJakarta Bintang mau,tapi ajak Bunda,kasihan bunda tinggal sendiri,tadi Bintang lihat bunda melihat terus saat kami pergi ayah,biasanya kami pergi bersama."
Bintang tampak sedih,Pak Ridwan jongkok memeluknya.
"Ayah tak keberatan bunda kamu pergi bintang,yang jadi masalah apa bunda kamu mau pergi?"
"Iya ya,bunda selalu marah kalau Bintang bicara mengenai ayah."
Remon terdiam ia tak bisa bicara apa apa,ia tahu Novi keras kepala.
Bintang berkata sejujurnya.Pak Ridwan dan istrinya saling pandang.
"Jadi ngak kita makan di restoran bandaranya nak Remon?" Pak Ridwan sengaja mengalihkan pembicaraan.
Remon menoleh pada pak Ridwan.
"Jadi pak mari kita kesana."
Dan merekapun kerestoran di bandara.
"Nak kalau makan di sana mahal tak,kata orang mahal?" Ibu Ros bertanya,saat berjalan menuju restoran.
"Tak apa buk berapa pun tak masalah,untuk Bintang ,ibu dan bapak tak jadi masalah bagi saya buk." Remon berkata dengan santai sambil melihat ibu Ros sesaat.
Bintang sangat senang saat duduk di meja makan,Remon tersenyum melihat Bintang.Diusap kepalanya.
"Kamu mau makan apa nak?"
Bintang melihat ayahnya.
"Ayah saja yang pilihkan,Bintang mau makan paha ayam dan tidak pedas ayah."
"Baiklah nak,bapak dan ibu mau makan apa?"
Bapak dn ibu Ridwan saling pandang.
Remon tersenyum mengangguk.
"Baiklah pak bapak mau makan apa?"
"Makan ayam boleh makan daging boleh,apa saja bapak dan ibu suka nak."
"Baiklah pak,ibu,saya ajan pesan beberapa makanan mudah mudahan bapak dan ibu menyukainya."
Remon memesan berapa makanan.
Setelah makanan datang mereka mulai makan.
Bintang makan dengan lahapnya,ia menyukai makanan yang di pesan ayahnya.Remon senang melihat anaknya makan.
"Kamu suka dengan makanan di sini nak?"
"Bintang mengangguk,Bintang mau lagi paha ayamnya ayah, apa boleh?" Bintang nampak ingin sekali menambah paha ayam."
"Boleh nak makanlah berapa kamu mau."
Bintang tampak senang.Ibu dan bapak Ridwan hanya diam saat Bintang meminta tambah ayamnya,Bintang beberapa hari ini agak kurang makan, Nenek dan kakeknya tak pernah melarang dalam hal makanan.
"Ibu bapak mau nambah?"
Kedua nya mengeleng .
"Kami sudah kenyang, bapak sama ibu makanya segitu nak."
__ADS_1
"Betul ayah,nenek dan kakek makanya sedikit"
Nenek dan kakeknya tersenyum pada Bintang.
"Kamu tahu saja kakek dan nenek makan sedikit Bintang?"
"Bintang kan selalu makan dengan kakek ,nenek dan bunda,tentu Bintang tahu.'
Kakek dan nenek tersenyum. mereka telah selesai makan,tinggal Bintang sendiri yang belum makan..
"Kamu sangat menyayangi kakek dan nenekmu Bintang." Tiba tiba Remon berkata.
Bintang mengangguk,ia telah selesai makan.
"Bintang mwnyayangi,kakek,nenek,Ayah dan Bunda." Bintang berkata.
"Hanya itu saja yang kamu sayang nak?"
Bintang mengangguk, Remon tampak senang.
"Anakku tidak nenyukai Roni rupanya,itu bagus nak,kamu harus menyukai keluarga kita saja,jangan orang lain."
Remon berkata dalam hatinya.
Pak Ridwan dan istrinya memperhatikan Remon yang tanpak senang dengan perkataan anaknya.
"Bagaimana nak ,apa kamu sudah kenyang?"
"Sudah ayah,saya sudah kenyang,seperti mau meletus perut saya ayah."
Remon tersenyum mendengar ucapan anaknya,begitu juga dengan kakek dan neneknya.
"Untung bunda kamu tidak pergi,ia akan marah kalau kamu makan sampai perut kamu mau meletus." Nenek berkata.
"Karna bunda tak ada ,Bintang makan banyak paha ayamnya tadi nek." Bintang berkata lagi.
"Kalau sudah selesai mari kita ke mobil,ayah akan bayar dulu ya." Mereka mengangguk.
Setelah selesai membayar makanan mereka menuju mobil.Remon tampak memukul jidatnya.Pak Ridwan Istrinya,Bintang terkejut melihat Remon memukul jidatnya.
"Sopir kita lupa saya menawarkan makan." Remon merasa bersalah.
"Nanti berhenti saja di rumah makan, biar ia makan di sana.."
Remon menganggukan kepalanya.
"Ya,biar pak sopirnya makan di rumah makan nanti."
Mengapa saya bisa lupa dengan sopir.
"Itu karena ingatan ayah pada kami saja,sehingga lupa dengan pak sopir yang menjemput kami ke rumah tadi.
"Bintang juga ingatanya pada ayah,terbukti tidak ingat pak sopirnya tidak di ajak makan tadi." Remon membalas ucapan anaknya.
"Bagaimana kalau pak sopir makan di restoran bandara ayah,sambil menunggu,pak sopir makan ,kita lihat lihat bandara ayah."
Remon mengarukkan kepalanya setelah beberapa saat ia mengangguk.
"Baiklah sayang ,ayah telepon dulu sopirnya."
Remon menelepon sopirnya.
"Kamu makan saja di bandara ini,nanti uang kamu saya ganti,saya bawa anak keliling bandara ini dulu."
__ADS_1
Setelah selesai bicara Remon mematikan hp nya,dan ia membawa Bintang dan kedua kakek dan nenek Bintang untuk berkeliling bandara.
Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan cerita ini,karna penulis hanya manusia biasa,yang tak luput dari salah dalam menulis,dan terimakasih bagi yang telah membaca cerita ini,ini karangan penulis dan tidak ada penulis ingin menyinggung siapapun.