Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Saya ingin menjadikanmu istri


__ADS_3

wajah Roni tampak gembira hari itu ia telah dekat kembali bersama Novi. ia bersiul siul di dalam mobil. melihat itu Novi tersenyum melihat pada Roni.


"Kamu sepertinya gembira sekali hari ini."


Roni tersenyum pada Novi ia juga melihat Bintang yang tertidur dipangkuan Novi


"Saya senang karna bersama kamu,saya sudah lama menginginkan saat seperti ini"


"Novi meletakan telunjuknya pada bibirnya"


Lambatkan suaramu nanti di dengar pak sopir"Roni tersenyum


Biarkan saja,saya senang dia mendengar"


"Kamu gila ya"


Novi mencubit paha Roni. Roni terpekik.


"Kamu ini menyebalkan seperti dulu,"


"Apa kamu masih menginggat kalau saya menyebalkan." Novi terdian ssaan


Novi melihat pada Remon.


"Tentu saja saya ingat."


Tanpa mereka sadari mereka telah tiba di tepi danau Bintang masih tertidur.


"Pak tolong kamu lihat Bintang,saya mau mendekati danau bersama Novi."


Novi melihat pada Roni.Roni acuh saja ia sengaja tak mau melihat Novi,ia berjalan Novi mengikuti dari belakang.


Mereka berjalan berdua menuju tepi danau.


Ketika mereka melihat bangku bangku mereka duduk di sana.


"Novi saya senang kita berjumpa lagi,saya mengira kita tak akan berjumpa lagi,saya marah pada suamimu itu yang seenaknya memutuskan ikatan cinta kita."


Novi melirik Roni .


"Saya tak ingin mengenang masa lalu mas,saya ingin mengingat yang sekarang dan akan datang."


Roni terdiam ia melihat Novi.


"Novi saya mau kita seperti dulu,saya masih mencintaimu."


Novi melirik Remon,mata mereka beradu,Roni menatap Novi penuh cinta.


"Mas Roni,saya tidak seperti dulu,saya telah mempunyai anak mas."


"Saya tahu,saya akan menerimamu bersama dengan anak,saya menyukai bintang."


"Saya tahu mas menyukai bintang,tapi bagaimana dengan orang tua mas?"


"Saya akan menyakinkan mereka Novi."

__ADS_1


"Mas saya tak yakin,waktu kita pacaran saja orang tua mas nampak kurang setuju mas berhubungan dengan saya apa lagi nanti,setelah saya janda beranak satu."


Roni menghadap Novi,di genggam tanganya.


Kamu harus percaya mas,mas akan meyakinkan orang tua Novi,asal kamu bersedia bersama mas."


Novi menatap Roni,Roni menatapnya tajam.


"Setelah orang tua mas setuju mas menikahimu kamu harus segerah mengurus perceraianmu,setelah kamu cerai kita akan segera menikah."


Novi terdiam mendengar ucapan Roni,ia meremas jarinya,dan memegang ujung bajunya.


"Mas saya tidak yakin orang tua mas mau menerima saya,saya janda satu anak,tidak ada orang tua yang akan membiarkan anak laki lakinya yang sukses menikah dengan janda beranak."


"Saya tak ingin kamu berkata demikian,kamu harus percaya Novi,kau tahu saat saya hampir wisuda,yang saya pikirkan setelah wisuda saya akan melamarmu,tapi kenyataan lain saya pulang kamu telah menjadi milik orang lain."


"Saya juga tak menyangka saya akan menikah dengan mas Remon,semua itu seperti mimpi".


"Suamimu itu tidak bertanggung jawab! tega sekali dia menelantarkan kamu,saya sakit hati sama dia Novi."


"Saya tak ingin mengingatnya mas."


"Ya lebih baik kita menceritakan masa depan kita."


Roni berbicara sambil tersenyum mengoda.Novi yang melihat senyum Roni hanya tersenyum.


Sementara itu Serly berada di kantor Remon,ia sering nenemani Remon ke kantor,ia membawakan bekal kesana,Serly tidak akrab dengan Asisten Remon.ia hanya ramah dengan Remon.Ketika mereka berpapasan,Remon tersenyum sedang Serly acuh saja ia tak menyapa asisten itu.Asisten itu memandangi mereka.


"Calon istri bos tidak sama dengan mbak Novi,sangat berbeda sekali."


Keluarga Remon dan Serly bertemu membicarakan kelanjutan hubungan anak mereka.


"Remon kalian berdua sudah dekat kami lihat,bagaimana kalau hubungan kalian di resmikan saja."


Serly tersenyum senang mendengarnya sedang Remon melihat pada mamanya.


"Bagaimana Remon apa kamu telah siap menikahi serly.Kalau pihak perempuan siap,Remon pasti siap.Mama langsung menjawab pertanyaan mama Serly."


"Saya belum resmi cerai dengan Novi ma."


"Begini saja kamu nikah dulu sama Serly,kalau kamu berjumpa dengan Novi nanti terserah kamu mau cerai dengan Novi apa tidak,Serly bersedia jadi istri yang kedua Remon."


"Akhirnya di sepakati Remon bersedia menikah dengan Novi ,dengan sarat ia tak akan menceraikan Novi kalau Novi di temukan."


"Kedua bela pihak merasa lega dengan keputusan Remon."


"Remon kami ingin secepatnya melaksanakan pernikahan ini,kami ingin pestanya meriah,Serly ini anak tunggal kami".


"Saya juga ingin pestanya besar,waktu Remon menikah dulu tak ada pesta,karna saya tak suka dengan istrinya itu."


Remon melihat pada mamanya,ia tak suka mama berbicara begitu.


Wulan menyenggol lengan mamanya,mama melihatnya,Wulan memberi isyarat agar mamanya berhenti berbicara.


"Ma,hati hati kalau bicara,bagaimana kalau mas Temon membatalkan pernikahannya mendengar ucapan mama."

__ADS_1


Wulan berbisik bicara dengan mamanya.Keluarga Serly memperhatikan mereka,untung Serly menyadarinya,ia tersenyum pada mama Serly.


Malam hari ibu dan bapak Ridwan sedang duduk di ruang keluarga,mereka berbincang bincang.


"Novi kamu pergi hari minggu nanti ikut jalan jalan mengantikan ibu,"


"Novi terkejut ia melihat pada ibu Ros."


"Jalan jalan saya tidak mengerti bu?"


"Begini Novi,warga di sini mau jalan jalan naik bus,sudah sebulan yang lalu,kesepakatan ini di sepakati sebelum bapak kecelakaan."


"Novi berpikir sejenak.Tidak apa saya yang pergi buk?"


"Tidak apa,saya suda bicara dengan ibu ibu di sini,mereka yang menyarankan saya pergi."


Novi tersenyum pada Kedua orang tua angkatnya itu.


"Baiklah buk,ini bisa membuat saya lebih dekat dengan ibu ibu di sini,toko biar tutup saja ya bu?"


"Ibu mengangguk,"


"Sekali kali refresing,jangan mencari uang terus nak ,nanti kamu cepat kaya"


Pak Ridwan ikut berkata.


Novi mengangguk .


"Saya akan membawa Bintang buk"


"Ya bawalah Bintang kasihan ia tak pernah jalan jalan bersamamu."


Novi tersenyum ia melihat Jam tangannya.


"Pak ,buk ,saya mau menjemput bintang."


"Ya jemputlah ia ,hati hati membawa honda nak" Novi mengangguk.


"Iya buk Novi keluar." Setelah mencium tangan kedua orang tua angkatnya Novi keluar dari rumah.


Setelah mengambil motornya Novi mengendarai ke jalan Raya.


"Sementara itu bintang baru keluar dari kelasnya,seperti biasa ia duduk menunggu Novi datang,tanpa mereka sadari mereka sedang di perhatikan orang.Orang itu terus mengawasi gerak gerik novi,dan tak lama ia sepertinya menelepon seseorang,ia tampak serius berbicara di telepon.."


"Bintang yang melihat Novi,langsung tersenyum berlari mendekati bundanya,Novi tersenyum melihat anaknya yang berlari ke arahnya."


"unda ium unda ,Novi mencium bintang"


"Endong unda.Novi tersenyum"


"Nak, apa kamu tak malu sama teman kamu nak,tak ada orang yang digendong bundanya."


Bintang melihat sekeliling,ia melihat tak ada anak anak yang di gendong mamanya. Ia lalu memegang tangan bundanya.


Novi membimbing Bintang menuju motornya,setelah menaiki Bintang ke motornya,Novi melajukan motornya ke jalan raya menuju rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2