Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Rujuk demi anak


__ADS_3

Mereka telah berada di bandara,Remon membimbing Bintang,sementara Novi beriringan denga kedua orang tuanya.


Mereka telah berada di ruang tunggu,dilihatnya Ayah dan bundanya duduk berdampingin,Bintang berlari mendekati neneknya.


"Nek, lihat ayah sama Bunda mereka duduk berdekatan."


Bintan berkata sambil menunjuk kedua orang tuanya,Remon dan Novi tak tahu anaknya membicarakan mereka Karena neneknya agak berjarak dengan Novi dan Remon duduk ,karna ibunya ingin buang air kecil,ibu antri karena orang banyak di sana.


"Bintang tadi mana mas?"Novi melebarkan pandangannya.


kemana anak itu. Lagi Novi berkata


Setelah sekian lama mereka bicara,mereka baru menyadari anak mereka tak ada di dekat mereka.


'Ikut bapak sama ibu kali." Remon berkata dengan santai


"Tidak mas,ibu dan bapak sudah dari tadi perginya."


Keduanya tampak panik.


"Coba saya lihat ke kamar kecil,siapa tahu Bintang bersama ibu dan bapak."


Novi bergegas ke kamar keci,Remon pun menyusul Novi.


Novi tersenyum dan legah ketika melihat anaknya duduk bersama bapak di dekat kamar kecil.


Melihat Bunda dan ayahnya datang mengikutinya,Bintang berlari ke arah mereka.


"Bunda mau pipis juga?"


Novi tersenyum,dilihatnya kebelakang Remon mendekati mereka.


"Pegang sama ayah,bunda mau buang air kecil juga."


Bintang berlari memeluk ayah.


"Bunda kemana,kok terus saja kesana?" Remon bertanya sambil melihat Novi


"Bunda mau pipis juga ayah."


"Oooo"


Remon tersenyum,melihat anaknya tersenyum sambil meletakkan tangannya di mulutnya


Ayo kita kesana nak Remon berjalan kearah bangku kosong".


Tak lama semuanya telah berkumpul kembali.


Setelah menunggu beberapa saat,pesawat yang mereka tumpangi membawa mereka terbang kembali ke kampungnya.


Sampai di kampungnya mereka di jemput sopir Remon.


Bintang berlari menuju mobil,ia tersenyum pada sopir ayahnya.


"Hallo om,lama kita tak jumpa."


Bintang mecium tangan sopir tersebut.Sopir itu tersenyum,ia mengusap kepala Bintang.


"Kamu semakin gagah saja Bintang"


Bintang tersenyum senang mendengar pujian pak sopir.Ketika Remon mendekati mereka,pak sopir mengangguk hormat padanya,Remon tersenyum pada sopir tersebut.


Apa kabar pak,bagaimana perjalanan tadi pak,lancar?.


"Lancar pak." Sopir cepat menjawabnya

__ADS_1


Setelah barang barang masuk ,sopir menjalankan mobilnya.


Semntara itu mama Remon tiba di rumah Remon,dilihatnya rumah itu sepi.


"Kemana orang orang kampung itu,apa mereka sudah pergi?" mama berkata sendiri


Pembantu rumah tangga bergegas menemuinya,ia tahu bagainana kelakuan mama juragannya.


"Bik,kok sepi,mana orang kampung itu?"


Bibik hanya menelan ludah mendengar ucapan mama Remon.


"Bik,kamu dengar tidak pertanyaan saya!!.."


Bibik terperanjat mendengar teriakan mama Remon


"Mreka,e. Mereka telah pulang kekampungnya buk."


Bibik menjawab dengan takut dan terbata.


"Apa! Remon ikut bersama mereka?."


Bibik mengangguk.


"Jawab bik,saya tak buruh angggukan."


Mama Remon menumpahkan kejedalannya pada pembantu rumah tangga


"Iya buk,bapak Remon ikut mengantar mereka.."


Mama Remon tampak kesal,ia menatap tajam bibik,bibik tampak takut.


"Anak itu,berani sekali tidak memberi tahu kemana ia pergi,pasti wanita kampung itu yang menghasutnya,sejak ada wanita itu sikap Remon berubah pada saya!"


Mama mengambil hpnya ia sepertinya menghubungi seseorang.


Sementara itu Remon yang duduk dedepan memperhatikan Novi melalui kaca sepionnya,Novi melihat Remon yang tersenyum padanya,membalas senyum dengan malu malu,tingkah mereka seperti baru saling kenal saja.Telepon Remon berdering,Remon melihat siapa yang telepon,ia mengangkat telepon.


Remon tersentak ketika menerima telepon.


"Mengapa kamu tak memberi tahu kalau kamu sudah pergi mengantar orang kampung itu,kamu tidak menghargai mama sejak kamu kembali dekat dengan mantan istri kamu,mama sedih Remon.."


Mama Remon mematikan teleponnya,ia tampak menangis.


Remon tampak gelisah setelah menerima telepon mamanya,ia menelepon kembali,tapi tak diangkat mamanya,Novi memperhatikan kegelisahan Remon.Remon mengulangi lagi menelepon,telepon diangkat.


"Ma,tadi Remon kerumah mama,mana tidak ada,Remon telepon tak diangkat,kata bibik mama berkumpul dengan teman teman mama,rencananya Remon mau telepon mama setelah sampai di rumah,Remon sayang mama,mama jangan berpikir yang tidak tidak ya?


Mendengar perkataaan Remon di telepon,mama mulai melunak.


"Kamu jangan lama lama disana."Remon menarik nafas dalam,ia tahu maksud mamanya


"Remon disini kan ada pekerjaan ma,lagi pula anak Remon di sini sekolahnya ma,seperti mama sayang Remon ,seperti itu juga Remon sayang dengan anak Remon ma."


"Pindahkan saja sekolahnya ke sini"


Remon terdim,tanpa sengaja ia melihat Novi melalui sepionnya,tak disangkanya Novi melihat Remon juga


"Ya nanti Remon pikirkan"


Mama tidak ingin kamu berpikir,pokoknya pindahkan saja anak kamu itu.


Ya..ya..Remon malas berdebat dengan ibunya.


"Sudah ya ma,sinyal di sini kurang bagus,setelah sampai Remon telepon lagi ya ma."

__ADS_1


Setelah telepon berhenti Remon melihat lagi Novi melalui sepion,tampak Novi tertunduk.


Sementara Bintang ia tertidur,ia tidur nyenyak sekali,mungkin karna kampungnya itu udara sejuk.


Telah tiga hari Novi berada di kampung,tokonya telah buka,pagi itu telah ramai orang belanja


Ibu Ridwan sibuk masak didapur dengan dibantu,beberapa orang tetangga.


"Saya tak sangka ya uni,Novi rujuk kembali dengan ayah Bintang,tapi kok toko di buka, kan nanti malam kita akan sukuran


"Bapak yang mau buka,katanya,setengah hari saja,kita tidak mengundang orang banyak,lagi pula kan anak anak yang melayani pelanggan."


Dengan bersatunya Remon dan Novi Bintang yang akan merasa bahagia,ia telah menunggu lama bersatunya orang tuanya." ibu Ridwan berkata lagi


Setelah Novi rujuk jam dua tadi,pak Ridwan mengundang tetangga dekat untuk sukuran malam hari.Remon tampak gagah dengan senyum di wajahnya,begitu juga Bintang,ia tampak tampan malam itu.


Bintang mendekati ayahnya ia membisikan sesuatu pada ayahnya.


"Ayah nanti kita tidur bertiga sama bunda kan?."


Remon tersenyum di usapnya kepala Bintang.


"Iya sayang,kita akan tidur bersama bunda nanti,apa kamu senang sayang?"


"Bintang tak sabar ayah.." Bintang berkata dengan wajah gembira


Remon memeluk anaknya.


"Kita akan selamanya bersama nak,ayah janji nak" Remon merasa terharu.


Remon semakin erat meluk anaknya,Novi melihat anak dan suaminya berpelukan, ia terlihat terharu.


Ibu Ridwan melihat cucu dan menantu,ia terlihat terharu,ia mendekati Novi.


"Novi lihatlah anak kamu ia terlihat bahagia sekali."


Novi menoleh pada ibunya ,


"Saya juga senang bu,saya ingin anak saya bahagia buk."


"Ibu juga ingin melihat kamu dan keluarga kecil kamu bahagia nak."


"Ibu,walau saya merasa ragu dengan pernikahan ini,saya akan mengalah demi Bintang buk."


Novi berkata dalam hati.


"Kamu seperti melamun nak."


Novi tersentak,ia melihat kearah ibunya


Kamu melamun nak?Ibu Ridwan mengulangi ucapanya,Novi berusaha tersenyum pada ibunya


"Tidak buk,saya hanya merasa kawatir,mama mas Remon tidak menyukai saya bu.."


"Itu tak perlu kamu pikirkan nak,yang penting suamimu menyayangi kamu"


Novi terdiam mendengar ucapan ibunya.


"Sudah lah jangan memikir yang macam macam,tamu sudah mulai banyak,tak enak kalau mereka melihat wajah sedihmu itu,di hari bahagia kalian."


Novi berusaha tersenyum,ia pun mengikuti ibunya bercampur dengan tamu yang sudah banyak berdatangan.


Ya saya tidak perlu memikirkan hal yang menyusahkan pikiran saya,demi Bintang saya harus melewati semua ini.,Novi berkata dalam hati.


Novi menguatkan hati dan mentalnya,demi kebahagiaan anaknya,ia rela kalau harus menerima lagi cacian ibu mertuanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2