Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pergi menghadiri undangan


__ADS_3

Remon telah bersiap siap untuk pergi kerja ia tampak gagah sekali memakai jas,Remon tersentum pada Istrinya ketika ia melihat Novi membersihkan tempat tidurnya.


"Sayang biar bibik saja membersihkan kamar ini,perut kamu sudah besar sekarang mas yang merasa kwatir melihat nya sayang".


Novi melihat pada Suaminya


"Saya masih bisa mas,kalau tak bisa nanti saya minta tolong sama bik Ijah ".


"Nanti mas akan pulang Sore,kita akan pergi ke pesta nanti Malam setelah magrib jangan lupa pakai baju yang kita beli kemarin"


Novi mengangguk.


"iya mas."


Remon mengecup kening Novi


Novi menerimanya dengan tersenyum


"Sayang mas tidak makan sekarang mas ada Rapat nanti kami akan makan bersama,kalau makan sekarang nanti perut mas terasa tak enak". Novi mengangguk dan mencium tangan suaminya,setelah menerima cium tangan dari istrinya Remon pergi bekerja.


Di perjalanan Remon menghidupkan Radio,ia tersenyum ketika penyiar Radio berkata agak lucu terdengar di telingannya.ia pun ikut menyanyi ketika penyiar radio memutarkan sebuah lagu .Remon tampak gembira dan semangat kerja,ia kadang mengetuk ngetuk setirnya ikut menyanyi,ia juga nengoyang- goyang kepalanya.


Setiba di kantornya seperti biasa setiap yang berpapasan dengan Remon pagi itu mereka menyapa danmenundukkan kepalanya.


"Selamat pagi pak! " Salah satu karyawannya berkata .


Remon menganggukan kepala dan tersenyum.Remon di sambut asisten dan sekretarisnya. Mereka menyapa Remon .


Selamat pagi pak!


Remon tersenyum pada mereka


Selamat pagi! Remon membalasnya Ia melihat pada asistennya


Jam berapa kita metting nanti Heri?


jam sembilan pak


Baiklah saya kedalam dulu buatkan saya kopi ya?


Pak Heri bergegas melaksanakan perintah Remon.


Novi telah bersiap siap untuk pergi ke pesta,ia mengunakan gaun yang dibeli di butik.Novi memperhatikan dirinya di muka cermin


"Kalau mas Remon nembuat saya sakit hati lagi saya tidak akan memaafkannya, saat ini kandungan saya sudah mulai agak kuat kt dokter tak apa naik kendaraan."


"Novi berkata sendiri sambil menengok ke perutnya yang sudah mulai membuncit."


Tak lama Remon datang is melihat istrinya,ia tersenyum.


"Yang kamu cantik sekali yang,mas tak bosan memandang kamu sayang"


"Mandilah dulu,setelah mandi baru boleh berdiri di samping saya."


Remon memencet hidung Novi ,Setelah Novi berteriak ia dengan tertawa Remon masuk kekamar mandi.


"Mas ini kerjanya selalu memencet hidung terus,ia tak merasakan di pencet itu sakit".


Novi nengomel sendiri.


Setelah selesai mandi Remon memakai jas,ia kelihatan ganteng,Novi melirik suaminya,yang dilirik tersenyum nakal,Novi mencibirkan mulutnya,


"Kamu kagum ya dengan ketampanan suami kamu sayang?"

__ADS_1


Novi terbatuk- batuk


Saya lebih suka suami saya biasa saja tapi milik saya seorang dari pada tampan tapi banyak yang punya."


Remon tertawa,ia mendekati Novi dan meme*uknya dari belakang ia berbisik,


"Mas mu ini ganteng tapi milik kamu seorang sayang".


Novi terkejut karna suaminya tiba- tiba memeluknya dari bekakang.Novi diam saja,ia tak ingin menolaknya setelah beberapa saat Remon melepaskan pelukannya


"Ayo sayang kita berangkat sekarang." Novi mengangguk


Mereka pun berangkat menuju pesta.


Mereka tiba di tempat pesta,Novi terkejut melihat banyak teman Remon satu SMA dulu.


Teman Remon menyalami mereka berdua tampak juga Ira ada di sana,Novi terkejut melihat Ira,tapi ia usahakan dirinya untuk setenang mungkin.Ira dan Baron mendekati mereka,Ira terlihat sangat cantik.Remon menatap Ira,Novi melihat hal itu,


"Halo apa kabar Remon,kamu bawa istri kamu ya,tumben biasanya pergi sama sekretarisnya,istri kamu menurut ya kesini?"


Novi kesal mendengar ucapan Ira,Baron menyikut tangan Ira,Ira melihat Baron.


"Apa saya salah Ron,biasanya kan Remon tak pernah bawa istrinya."


Ira berkata kesal pada Baron


"Saya yang kepingin istri saya pergi ke pesta biar bisa kenal dengan teman saya Ira."


Remon berkata ia mengengam tangan istrinya.Novi tampak mulai tidak suka berada disana.


Remon membawa Novi berbaur dengan temannya yang lain,tak lama Novi tampak lelah berdiri,ia mencari tempar duduk dan duduk disana,Remon melihat pada Novi ia Tersenyum ,Salah seorang temannya menyenggol tangan Remon


"Kamu sepertinya takut sama istrimu Remon?"


"Takut bagaimana Man,kamu lihatkan istri aaya sedang hamil,perasaanya sensitif."


"Saya lihat dari tadi kamu selalu mengambil hatinya,tidak seperti Remon yang ku kenal"


"Betul Man, Remon sangat takut dan patuh sama istrinya." Ira ikut berbicara


Tiba tiba Ira datang dan berdiri diantara mereka,Ira sengaja berdiri di samping Remon.


Remon melihat pada Ira,ia tampak tak suka Ira berkata begitu.


"Ra,kamu jangan asal bicara saja,itu bukan takut istri tapi perhatian terhadap istri."


Mendengar ucapan Remon,dada Ira rasa teriris sakit,ia tak suka Remon sangat memperhatikan istrinya.


Sementara Novi telah duduk berdua dengan Seorang wanita,wanita itu tersenyum pada Novi,Novi membalasnya dengan senyuman yang manis.


"Maaf mbak ,Sudah masuk berapa bulan kandungannya mbak? "


Wanita itu bertanya sambil melihat perut Novi


"Masuk Lima bulan mbak tanggal 20 nanti."


"Kamu kok pergi ke pesta, apa tak capek,harusnya tadi di rumah saja".


Novi tersenyum ,ia mengosok -gosok perutnya.


"Suami saya ingin saya ikut bersamanya mbak,saya belum pernah ikut bersamanya"


"Suami kamu yang mana,maksud saya siapa?"Wanita itu bertanya lagi

__ADS_1


"Suami saya Remon namanya,Suami mbak siapa?"Novi balik bertanya


"Suami saya Baron mbak,saya kenal dengan Mas Remon,kata bang Baron setiap acara mas Remon yang banyak menyumbang,mas Remon itu pengusaha sukses,itu kata suami saya mbak"


Novi tersenyum.


"Saya juga kenal sama Bang Baron,saya pernah berjumpa di perusahaan suami saya mbak,maaf mbak kita belum kenalan mbak siapa namanya?"


Novi bertanya pada istri Baron,istri Baron mengulurkan tangan,mereka berdua berjabat tangan.


"Nama saya Ririn mbak,"


Istri Baron memperkenalkan diri,Novi menyambut berjabat tangan dengan istri Baron.


"Nama saya Novi mvak".


"Berapa umur Ririn,saya masuk 21tahun"


"Saya 24 tahun,berarti tua saya ,saya panggil kamu Novi saja ya?"


Novi mengangguk


"Iya mbak,kita boleh bersahabat mbak?saya tak punya teman,Mungkin mas Remon tak akan melarang kalau saya berteman dengan mbak."


Ririn menatap Novi,lalu tersenyum


"Apa kamu di larang berteman oleh mas Remon Novi?"


Novi tersenyum


Mas Remon itu rasa kwatirnya besar,ia tak boleh saya keluar rumah,ia takut saya dan anak saya kenapa napa nanti mbak.."


"Wah! senang dong di perhatikan Suami,kalau suami saya terlampau cuek,ia tak mau tahu apa yang saya lakukan,mau ke pesta ini saja dengan susah paya saya membujuknya."


Ririn tertawa berderai mengingat bagaimana ia membujuk Baron.


"Kamu enak Novi,Remon perhatian sekali sama kamu,saya ingin sekali bang Baron pergatian juga sama saya."


Novi tertawa berderai ia melihat pada suaminya yang masih sibuk berbincanf dengan temannya,sesekali Remon melihat pada Remon,Remon tampak legah ada teman di dekat istrinya


"Mbak Ririn,aneh ya rasanya,kalau saya ingin seperti mbak ,bebas kemana mana tak ada yang melarang,kalau saya mbak kemana mana diantar sama sopir,saya ingin naik bis,naik motor,tapi mas Remon tak kasih izin."


Ririn tersenyum ia memandang Novi.


"Novi kadang kita ingin seperti orang lain,sementara orang lain itu ingin seperti kita,itulah kehidupan Novi,yang penting,kita harus mensyukurinya."


Novi menganguk mendengar ucapan Ririn


"Mbak,boleh saya minta nomor Teleponnya mbak".


Ririn mengangguk.Mereka berdua saling tukar Nomor telepon


Baron berbisik pada Remon yang sedang memandangi istri mereka.


"Mon,istri kita kayaknya cocok berteman."


Remon melihat pada Remon


"Jadi yang berdua dengan Novi istri lho Baron"


Baron tersenyum ia mengagguk.


"Sepertinya mereka cocok Ron,betul katamu tadi".

__ADS_1


Mereka berdua saling pandang dan tersenyum sambil melihat kedua istri mereka.Sementara istri mereka tak menyadari suami mereka memperhatikannya.


__ADS_2