Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pergi libur sekeluarga


__ADS_3

Liburan yang dijanjikan Pak Ridwan telah tiba.Bintang nampak senang,ia menyanyi di dalam mobil.


"Kakek saya senang naik mobil ini besar,walau mobil ayah bagus Bintang suka mobil kakek ini,karna kita bisa pergi semua,kalau ayah ikut masih muat ya kakek".


Ibu Ros melihat Novi yang terkejut mendengar ucapan Bintang,ibu Ros hanya diam saja ia tak ingin berkomentar


Bintang tak mengetahui,wajah ibunya berubah mendengar ucapan Bintang.Tampa bersalah ia melihat kakek dan berkata.


"Kek kita mau libur ke mana kek."


Kakek tersenyum,kita akan liburan ke Kota Pb.


Bintang bertepuk tangan, Novi heran melihat pada Bintang.


"Kamu tahu kota Pb itu nak?"


Bintang mengelengkan kepalanya.


"Tidak bunda"


"Bunda lihat kamu seperti tahu saja."


Bintang tersenyum Malu.Melihat tingka Bintang semua yang ada di sana tersenyum.


"Kota Pb itu jauh nak,malah lebih ramai dari kota kita ini." Novi menjelaskan.


Bintang mendengarkan saja ucapan bundannya.


'Bapak apa kuat mobil bapak ke sana?"


"Bapak nanpak agak tersinggung."


"Kamu jangan meremehkan mobil bapak,mobil ini kuat dari kebanyakan mobil baru."


"Ya jelas kuat yang Mobil baru pak, "


Ibu menyela,Bapak semakin tidak suka.


"Kamu semu tidak percaya ucapan bapak,boleh kalian lihat saja nanti kita akan buktikan bersama."


Pak Ridwan semakin bersemangat bicara.


"Ya kami percaya,kamu bersemangat sekalu bicaranya pak,nanti tensinya naik."


Ibu Ros berkata,Novi tampak bersalah karna memancing bapak untuk berkata banyak.


"Ibu tenang saja,kita akan jalan jalan,tak akan darah tinggi bapak naik.."


Mereka telah melewati danau S,danau itu sangat cerah dan cantik


"Danau kelihatan cantik buk,cuaca cerah kalau kita berfoto tentu bagus.."Novi berkata.


"Bintang mau menjadi tukang fotonya".Tiba tiba Bintang berkata,bunda dan buk Ros melihat padanya,Bintang tersenyum.


Siapa takut mari kita turun!"


"


Novi dan ibu Ros berkata bersamaan setelah mereka berdua saling pandang.


Bapak tersenyum,ia memberhentikan mobil di pinggir jalan.


"Silakan nyonya nyonya turun."

__ADS_1


Pak Ridwan berkata sambil tersenyum.Novi dan buk Ros saling pandang lagi.


"Baik pak sopir!." ibu Ros dan Novi berkata lagi.


Mendengar itu Bintang tertawa.


"Bunda dan nenek berkata kakek adakah pak sopir,lucu sekali kek."


"Kehebatan kakek hilang karna bunda kamu dab nenek menjadikan sopir mereka." Kakek berkata sambil bercanda.


Bintang semakin tertawa sambil menutup mulutnya ia juga memegang perutnya.


Kakek tampak heran senentara itu Novi dan ibu Ros telah turun terlebih dahulu,mereka tidak ingin mendengar percakapan kakek dn cucunya.


"Kamu kenapa bintang mengapa memegang perut mu?"


"Perut Bintang tadi agak tegang karna tertawa kakek.."


"Kamu jangan mentertawakan kakek lagi kalau begitu. " Bintang berhenti tertawa.


"Kek apa kita tidak turun?." Bintang bertanya.


"Oke,mari kuta turun!"


"Kakek mau menurunkan bintang.."


"Tidak usah kek,Bintang bisa turun sebdiri,bintabg sudah besar kek."


"Ya,tapi ingat kamu haru tepi tepi berdirinya,mobil di sini banyak yang lewat."


Kakek tampak bergegas turun,ia mengawasi Bintang yang mau turun sendiri dari mobil.


Bintang memoto kakek dan nenek,setelah itu Bintang berfoto dengan Bundanya,,merekapun berfoto berempat,setelah puas berfoto mereka naik lagi ke atas mobil.


"Apa yang lucu bunda?."


"Ini hasil foto tadi banyak yang lucu."


"lihat Bunda,Bintang ingat melihatnya."


"Novi saling pandang dengan ibu rRos."


"Kamu ingin tahu saja."


Novi memberikan hpnya pada Bintang.Ketika melihat fotonya Bintang ikut juga tertawa.


Kakek menoleh sebentar pada Bintang.


"Apanya yang lucu Bintang?."


Bintang tersenyum sesaat,ia melihat kakeknya.


"Gambar kakek yang tampak lucu kakek,Bunda dan nenwk mentertawakan kakek."


Kakek melihat nenek sebentar melalui kaca spionnya,kebetulan nenek melihat kaca itu juga,ia melihat kakek membelalakan mata lucu.nenek tertawa,Novi tampak heran.


"Ibu melihat apa lagi bu,kok masih tertawa."


"Tidak ada Ibu masih merasa geli saja."


Novi marasa heran pada buk Ros.ketika ia melihat kaca spion depan,pak Ridwan sedang melihat pada mereka sesaat.Novi jadi mengerti apa yang di tertawakan ibu Ros.


"Kalian berdua berani mentertawakan bapak ."

__ADS_1


Novi dan buk Ros menahan tawa mereka,mereka saling pandang,dan tak dapat menahan tawanya,mereka ngakak berdua.


"Hai,dalam perjalanan tak baik tertawa mengakak,hentikan tawa itu".


Mendengar perintah Pak Ridwan yang agak keras Novi dan Ibu Ros segera menhentikan tawanya,mereka tak pernah mendengar pak Ridwan bicara dengan suara keras.


"Kalau tertawa cekikikan di atas mobil,kita bisa bisa terjadi yang tidak di inginkan,misalnya kecelakaan,tidak perlu gembira tak menentu di atas mobil,lagi pula kalian berdua tidak anak kecil atau abg."


Ibu Ros dan Novi terdian mendengar ucapan pak Ridwan,mereka sangat mematuhi pak Ridwan.


Beberapa saat tidak ada yang berkata dalam perjalanan.


"Bunda Bintang haus."


Suara Bintang memecah keheningan di dalam mobil.Novi mengambilka dua botol meniman.


"Kasih juga kakek nak,kakek mungkin haus."


Bintang mengasih satu botol air pada pak Ridwan ,pak Ridwan mengambil air itu dam meminumkannya.


"Kakek haus ya?.Pak Ridwan menoleh ia tersenyum dan mengangguk.


Apa kakek tidak lapar?.


"Bintang bertanya lgi."


"Kamu lapar ya,kita akan cari rumah makan."


Bintang mengangguk,ia kelihatan gembira.


"Kita berada di mana pak?."


Ibu Ros bertanya.


"Kita sudah berada di kota P,sebentar lagi kita kan sampai di perbatasan propinsi" .Ibu Ros mengangguk angguk,ia mengerti ucapan kakek.


Setelah melihat Rumah makan mereka berhenti di sana.setelah memesan makanan,mereka berbincang sambil menunggu makanan datang.


tiba tiba telepon Novi berdering.Rupanya Roni yang telepon.


"Kamu dimana,jamu ingat kita akan pergi ke kampung bagaimana kalau kita berangkat besok."


Novi menutup mulutnya,ia tampak mengingat sesuatu.


"Maaf Mas,saya lupa,saya sekarang sedang pergi libur bersama Bintang dan bapak serta Ibu."


"Kanu pergi kemana,Roni bertanya lagi."


"Kami Pergi ke kita Pb,mungkin beberapa hari"


"Baiklah kalau begitu,kita akan kekampung lain kali saja,saya mau menyusul tapi jangan kamu katakan pada mereka ini kejutan buat mereka,kamu sms saja kamu nginapnya di mana."


Setelah berbicara dengan Roni,Novi melihat ibu,bapak,dn Bintang mereka mendengar Novi berkata pada Roni..


Untung tidak ada Reaksi yang berlebihan dari Bintang.


Setelah makanan datang mereka makan berdama,Bintang tampak lahap,ia makan dengan gorwng paha ayam kesukaanya.


"Makanannya enak yak buk?.Pak Ridwan berkata pada ibu Ros."


"Iya pak,cocok dengan selera kita".Ibu berkata


"Sambalnya enak pak,gulai ikannya juga enak,kita pulang nanti kita makan lagi di sini pak".

__ADS_1


Pak Ridwan mengangguk mendengar ucapan Novi.


__ADS_2