
Azan subuh terdengar,Novi bangun,ia mandi wajib,setelah memakaikan baju ia membangunkan suaminya yang masih tertidur,Remon menarik selimut,terlihatlah bercak darah disana,Novi agak malu melihat bercak darah itu
" Mas,bangun kita sholat berjamaah.".
Remon hanya diam, matanya masih tertutup.akhirnya Novi sembahyang sendiri,setelah sembahyang ia mengaji sebentar, karna mengaji sudah menjadi kebiasaanya setiap habis sholat.Setelah mengaji Novi membangunkan lagi Remon,Remon bukannya bangun ia menarik tangan Novi ke pelukannya.Setelah membiarkan Remon memeluknya beberapa saat,Novi duduk ia melihat pada Remon.
"Mandi lah dulu mas,kita telah melakukan hubungan suami istri,mas harus kramas,setelah itu sholat,cepatlah mas,waktu subuk sebentar lagi habis."
Remon menatap Novi,ia tersenyum dan duduk ,ia melihat bercak darah disana,,ia melihat pada istrinya sang istri tersenyum malu,lalu Ramon pergi ke kamar mandi.Setelah mandi Remon keluar pakai anduk,Novi merasa risih,Remob cuek ia memakai pakaian di kamar itu.ia melihat lagi ke seprai
"Nanti akan saya telepon,pihak hotel ini untuk menganti seprai dan membawakan makanan untukmu,saya biar makan di tempat pertemuan saja.."
Remon melakukan sholat subuh,sementara novi membuat kopi susu.
Novi memberikan kopi susu yang telah ia buat pada Remon.Ramon menerimanya.
"Mas nanti pulangnya jam berapa mas?."
Mungkin sore,kalau cepat siap nanti mas akan langsung ke sini."Novi mengangukan kepalanya.
"Kamu istirahat saja hari ini, siapa tahu kita bisa ulang lagi yang semalam."
Remon tersenyum mengoda,Novi tersipu malu.Remon tertawa melihat tingkah Novi.
"Mas pergi dulu ya sayang,jangan lupa,ucapan mas tadi."
Novi tersenyum dan memanyunkan mulutnya,Remon tertawa dan pergi meniggalkan Novi sendiri.Tak lama ia mendengar bunyi bel ,ia mengira Remon yang datang kembali,setelah dilihatnya ada pelayan hotel ,mereka datang untuk menganti seprai dan ada yang membawakan makanan,setelah selesai menganti seprai pegawai hotel pergi .
Sementara itu di kantor Ramon tampak seorang wanita yang cantik dan seperti model.Wanita itu berjalan ke ruangan Ramon,ia berpapasan dengan Asisten Ramon.
Heri!,mas Ramon mana,sudah beberapa hari ini ia tak menghubungi saya,saya telepon tak menjawab."
Bapak pergi keluar negeri,ada pekerjaan di sana."
"Kok saya tidak di beri tahu,tak biasanya,mas Remon begitu."
Friska nampak kesal Heri diam saja.
"Di luar negeri dimana mas Remon,saya minta alamatnya saya mau kesana."
Heri tampak terkejut ia masih mengingat pesan Remon untuk tak memberi tahu siapapun mengenai pernikahannya,kalau Friska menyusul kesana ,friska akan tahu Remon sudah punya istri"
"Maaf buk ,bapak tidak mengizinkan saya memberi alamatnya di sana pada siapapun .nampaknya bapak ingin menenangkan diri disana."
Friska menatap Heri,
menenangkan diri gimana,saya curiga,pasti ada sesuatu dengan mas Remon."
__ADS_1
Heri sengaja berbelit belit bicara.
Saya saja tak di bawa bapak padahal saya asistennya buk
Friska terdiam mendengar ucapan Heri.
Mungkin saja,mas Remon ingin Refresing sendirian,mungkin ia suntuk dengan pekerjaanya.
Mereka terdian beberapa saat.
"Saya mau pergi dulu,bilang sama dia saya datang kekantor mencari mas Remon."
"Ibu bisa bicara sendiri sama bapak kalau bapak telah kembali."
Friska membesarka matanya sama Heri,ia tak suka Heri bicara begitu.Friska akhirnya pergi dari ruangan itu.
Sambil berjalan ia berbicara sendiri,
"Saya curiga sama mas Remon,pasti ada apa apanya,tak biasanya ia begini,biasanya kemanapun ia pergi ia selalu menelepon dan nemberi kabar,setelah ia pulang nanti saya akan bertanya padanya."
Nampak sekali wajah kesal Friska saat itu.
Dirumah Remon ,mamanya dudu di ruang keluarga ia sedang menonton tv sambil berbicara dengan anak perempuannya.
"Ma,mama jangan lagi marah sama kakak ipar setelah ia pulang mama tahu kan,mas Remon sangat sayang padanya,,bagaimana kalau setelah dari malaysia ini ia memberikan cucu untuk mama."
Mama melihat pada anaknya ,
Anaknya tersrnyum,ia peluk mamanya .
"Kalau nama marah dan jengkel terus nanti cepat tua,nanti saya panggil mama sama siapa?.."Mama menahan senyum,ia berkata
"Sama bik ijah saja."
Mereka tertawa bersama, mereka saling berpandangan.Bik Ijah cepet mendekati nyonyanya ketika ia mendengar namanya di sebut,
"Ada apa buk,ada yang perlu saya kerjakan?"
buk?."
Mama dan anaknya saling pandang,mereka melihat bik ijah,dan meteka tak bisa menahan tawa,bik ijah nampak heran,
"Loh ibu dan non kok malah tertawa,apa yang lucu ya?."
Bibik lah!,mama tidak ada memanggil bibi,tiva tiba bibi datang dan merasa di panggil,aps itu tak lucu namanya bik?."
Bibik masih heran,ia nampak tak mengerti,
__ADS_1
"Ibuk tadi jelas sekali memanggil dan menyebut nama saya,saya yakin sekali non".
Lagi, kedua mama dan anak,saling pandang,mereka merasa geli melihat bik ijah.
"Yaa sudah!,kembali saja bibik ke dapur,kerjakan saja pekerjaan bibik,nanti kalau perlu sama bibik,saya yang datang ke dapur."
Setelah mendengarkan anak majikan berbicara ,bik ijah pergi ke dapur.
Friska merasa kesal dengan Remon ia mengomel di apartemennya,temannya diam memperhatikannya.
"Saya curiga sama Remon Ren,tidak biasanya ia tidak mengabari saya kalau ia pergi,apalagi ke luar negeri,beberapa minggu yang lalu,saya mengajaknya untuk jalan keluar negeri,katanya ia sibuk,eee ,rupanya ia pergi tanpa memberi tahu saya."
Reni menatap Friska.ia diam mendegarkan keluhan Friska.
"Fris,tenanglah!,dari kemarin saya lihat kamu ,marah tak tentu sebab.
Friska membesarkan matanya pada Reni.Reni mengerutkan keningnya.
"Bagaimana saya bisa tenang Ren,sepertinya Remon sudah ada yang lain,saya merasa Remon telah berubah,tidak pernah ia seperti ini,"
Tunggulah sampai ia datang,setelah itu,kamu bisa bertanya ,mengapa ia berubah."
"Saya akan menelepon lagi,mudah mudahan dia mau mengangkat telepon saya kali ini
Friska mencoba menelepon Remon,beberapa kali ia coba,akhirnya ada yang mengangkat.wajah Friska nampak senang,
"Halo mas,saya telah berapa kali ,menelepon mas,kok tidak di angkat mas?
Remon menjawab,
"Saya sibuk," Friska bertanya lagi,
"Mas sedang di mana sekarang,"
Remon binggung mau jawab apa ,lama ia diam,Friska merasa sambungan bermasalah.
"Halo!,halo!,Mas?,mas?,friska berkata berulang kali,akhirnya Remon menjawab.
"Saya sedang di Malaysia,tapi akan kembali ke Jakarta." Friska nampak senang.
"Kapan mas kembali?,biar nanti saya jemput di Bandara."
Belum bisa mas kasih kabar,tergantung pekerjaanya,sudah ya?,mas sibuk sekarang."
Remon mematikan teleponnya,ia sengaja tak menunggu jawaban dari Friska.Remon takut Friska menanyakan banyak hal yang akan membuatnya susah untuk menjawabnya nanti.Friska sudah mulai tenang setelah telepon di jawab Remon.Reni memperhatikan sikap Friska ia tersenyum melihat Friska"
"Bagai mana,apa kata Remon?."
__ADS_1
"Remon berada di Malaysia,ada kerja di sana,tak beberapa lama lagi ia pulang."
Friska menjelaskan perbincangannya dengan Remon,dengan wajah ceria,Reni tersenyum melihat Frisca wajahnya sudah ceria, tidak marah lagi.