Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Berkumpul dengan keluarga


__ADS_3

Remon duduk di taman belakang rumah,di sana mereka sekeluarga kalau hari libur duduk bersama,mama dan kedua adiknya juga duduk disana .


"Wulan,bagaimana rumah kalian apa sudah siap?,mas jarang kasana ,mas sangat sibuk dengan pekerjaan mas."


Wulan menyenggol suaminya yang berada di sampingnya,suami wulan melihat pada wulan,wulan memberi kode untuk melihat pada kakak ipar, dan menjawabnya.


"Mengenai rumah itu hampir selesai mas,tinggal finisingnya saja mas." suami wulan menjawab.


Wulan nampak mau mengatakan sesuatu tapi takut takut,masnya mengetahui tingkah Wulan"Ada apa wulan ,ada yang ingin di bicarakan?." Wulan cengengesan.


"Mas,isi rumahnya nanti mas yang belikan ya mas?."Masnya tersenyum ,dan mengangguk.


"Rumah Nia bagai mana Wulan,mas jarang berjumpa mbakmu itu."


Novi datang dengan membawa air kopi dan cemilan ,ia meletakan di meja,Novi melihat pada Remon,Remon tersenyum pada Novi.


"Duduklah di sini,dari tadi kerja saja,temanilah mas di sini."


Novi duduk di samping Remon,adiknya tersenyum pada Novi,Novi membalasnya . ibu mertua melihat sekilas pada Novi dan melihat ke hp kembali.melihat tingkah ibunya Remon melihat pada Wulan.wulan menoleh juga pada masnya.Remon memberi kode dengan mulutnya ,supaya Wulan melihat tingka ibunya,mereka berdua tersenyum,tak lama Remon berkata pada Wulan.


"Wulan,coba kamu tolong mbakmu ini di dapur,kamu bisa belajar memasak sama mbak mu,nanti kalau sudah tinggal sendiri,kamu tidak canggung lagi."


Wulan tersenyum pada Remon, ia melirik kakak iparnya,Novi tersenyum,ia mengerti arti senyum Wulan.


"Mas,wulan ini sering menolong saya,dan ia sekarang telah belajar memasak,beberapa masakan sudah ia kuasai memasaknya."


Remon tersenyum dilihatnya adiknya itu tersenyum senang.


suami wulan ,nampak terkejut mendengar wulan bisa masak,yang selama ini tak pernah ia lihat memasak,ia hanya mengandalkan pembantu saja.


"Mbak apa benar wulan sudah pandai memasak?."


Novi tersenyum dan mengangguk,tampak wajah senang di wajah suaminya.


"Rasanya,abang ingin mencoba masakan Wulan."Wulan tersenyum,ia melihat pada suaminya.


"Tunggulah bang,nanti Wulan masakan masakan yang enak ,yang telah di ajarkan mbak Novi kepada saya."


Remon tersenyum mendengar pembicaraan adik dan adik iparnya,ia melihat mamanya yang sibuk main hp.


Ma,asik betul main hpnya,mama cetting sama siapa?."


Mama tersenyum pada Remon,ia menengok lagi ke hpnya


"Ini,ibu Reni menanyakan pada mama kapan arisan ,di rumah Siapa?,mama sedang mengetik Jawabanya."


Remon twrsenyum sambil mengelengkan kepala ,ia melihat pada adiknya,dam menunjuk lewat mulut tingkah mamanya.


"Mama gitu mas ,hampir setiap hari,kerjanya di depan hp terus,maklum,ibu ibu sosialita."


yang,ada disana tertawa nendengar ucapan Wulan,mamanya membelalakan mata pada Wulan,Wulan tersenyum sambil menutup mulutnya.Remon melihat pada istrinya,istrinya turut tersenyum.

__ADS_1


"Apa benar kamu ingin belajar berenangNovi?,nanti mas ajarkan kamu berenang ,kita berenang sore saja,kalau pagi nanti kamu kedinginan."


"Saya malu mas, nanti saya di tertawakan"


Remon tertawa,ia melihat Novi.


"Malu sama siapa ,disini di rumah ini hanya keluarga kita,untuk apa malu."


Novi melihat wulan,Remon tersenyum.


"Kamu malu sama Wulan,lihatlah, Wulan tidak bisa masak ia tak malu sama kamu,untuk apa kamu malu."


Wulan tersenyum ia mendekati kakak iparnya.


"Mbak nanti kita berenang dua pasang ,saya sama suami dan mbak sama suaminya juga,kalau Mbak Nia pulang nanti. kita ajak ia berenang bersama ,bagaimana mbak,apa mbak mau?."


Novi melihat pada Suaminya, Remon tersenyum mengangguk .Novi pun tersenyum menganguk pada Wulan.


"Novi bagaimana tes masuk perguruan tinggi,apa kamu sudah daftar,kapan tesnya,mas dengar sudah di buka."


"Sudah mas,saya sudah daftar,tunggu tes saja nanti,doakan ya mas saya lulus dan jadi mahasiswa."


Remon mengangguk,mamanya melirik pada Novi dan Remon ketika mendengar Novi mau kuliah.


"Siapa yang mau kuliah Remon?.


"Istri saya ma,,Novi,ia mau kuliah,ia mau menambah ilmunya ,biar ia pintar ".


"Istri itu di rumah saja,untuk apa sekolah tinggi,ooo,mungkin kamu ingin hura hura kumpul dengan teman teman,ya,itu makanya Remon, cari istri itu yang sepadan,mana umurnya jauh kecil dari kamu, Remon."


Remon tak suka ibunya ngomong begitu,ia berdiri,


"Ma,Remon mau kedalam dulu sama Novi."


Tanpa Jawaban dari mamanya Remon berlalu di susul Novi,mama kesal melihat kepergian Remon.


" Saya heran dengan Remon,Istri kayak gitu di majain benar,heran saya, sudah di kasih apa si Remon oleh wanita itu."


Wulan melihat pada mamanya ia,melihat juga pada suaminya.


"Ma,kok mama bicara begitu,kan Mas Remon pergi jadinya,terima saja Novi itu ma sebagai istri Mas Remon."


Wulan berkata sama mamanya,mama tambal kesal,pada anaknya.


"Heran saya sama Remon, takut sekali istrinya tersinggung ,jangan jangan waktu ia memasak makanan di kasih sesuatu oleh gadis itu."


Wulan tak suka mamanya menuduh tak berdasar pada Novi.


"Ma,menantu sendiri di curigain begitu,tak baik,nanti Tuhan marah ma,Novi itu rajin sholat dan mengaji,tak mungkin ia melakukan hal yang tak terpuji ma,mama jangan asal bicara deh!."


Mama tidak suka Wulan membela Novi dari membela mamanya.Mama berdiri ia melihat pada wulan.

__ADS_1


"Kalian semua telah dicuci otak untuk melawan mama oleh gadis kampung itu!"


Mama berlalu menuju kamarnya,Wulan hanya bisa berpandangan dengan suaminya,ia menarik nafas,melihat tingkah mamanya.


Remon di kamar sedang duduk di atas tempat tidur,ia membelai rambut istrinya,ia sedih ,istrinya belum juga di akui dan


terima oleh mamanya,ia memandangi istrinya.


"Kamu yang sabar ya sayang,mama mungkin masih marah karna ia tiba tiba mendengar kita telah menikah.".


Novi tersenyum tidak ada rasa kesal di hatinya sama sekali melihat sikap mertuanya,karna itu adalah kesalahannya,nikah sana anak orang tanpa kenalan dulu sama keluarganya.


"Mama itu orang tua mas,berarti ia juga orang tua saya,mana mungkin saya marah atau sakit hati sama mama,saya sudah terbiasa dengan sikap mama seperti itu kepada saya,jadi mas jangan kuwatir,dan mas jangan membuat mama marah."


Remon terharu mendengar ucapan Novi,yang tidak membenci mamanya,istrinya ini sangat baik,dan sabar,ia beruntung memperistri Novi.


"Novi,kamu bersabar dulu ya,sebelum mas nikah sama kamu ,mas telah berjanji sama kedua adik mas,untuk membuatkan Rumah,jadi mas selesaikan dulu rumah adik mas ,setelah itu kita buat rumah untuk kita dan kita akan pindah ke sana.".


Novi tersenyum mengangguk,Remon menatap Novi.


"Mas takut kamu tertekan disini,yang mengakibatkan kamu lambat memiliki anak ,mas sudah ingin memiliki anak sayang."


Novi melihat wajah suaminya.


"Mas,anak,rezki,maut di tangan Allah,ya kita berusaha dan berdoa,mas harus rajin sholat dan berdoa ,mudah mudahan cepat dikabulkan Allah ,untuk dapat keturunan mas."


Remon menganggukan kepalanya.


Remon semakin sayang saja sama Novi,ia mengecup kening Novi dan memeluk istrinya itu,ia beruntung Novi menjadi istrinya."


"Mas nanti mas jangan seperti itu sama mama ,kasihan mama,minta maaflah sama mama ,kalau mama kecewa kita bisa berdosa mas."


"Iya mas mengerti, mas hanya tak suka mama menyakiti hati kamu"


Saya tadi sebetulnya takut sama mama,bukan marah sama mama,itu makanya saya cepat mengikuti mas tadi,mama tadi sempat membesarkan matanya pasa saya tadi."


Novi tersenyum geli,kalau dipikir pikir,tadi itu lucu juga,Remon heran,ia melihat Novi ,ingin kejelasan maksud Novi tertawa geli,novi menjelaskan,


"Tadi ,maskan berjalan meninggalkan mama,saya ikut ikutan juga meninggalkan mama apa tidak lucu,sebetuknya karna saya takut sama mama says ikut ikutan,apa ya kata mama tentang saya?."


"Tak usah kamu pikirkan masalah itu."


Remon naik ketempat tidur,ia berbaring ia tampak mengantuk


"Sayang,mas tidur dulu ya mas ngantuk."


Novi menganggukan kepala ,ia ikut juga tidur di sebelah Suaminya ,tapi tiba tiba saja terdengar suara azan,ia mengoyangkan kaki suaminya ,suaminya melihat padanya.


"Mas sholat dulu baru tidur siang,"


Suaminya nanpak mengantuk tapi ia mengangguk,ia berdiri dan lansung ke kamar mandi ,setelah berwudhu,mereka sholat berjamaah,Remon jadi Imannya,Remon sudah banyak berubah.

__ADS_1


__ADS_2