
Dikantor Remon, Serly datang mencari Remon ia tak menemukan Remon.Serly bertanya pada asisten Remon.
"Pak mana pak Remon,sudah beberapa hari ini ia tak menelepon saya,padahal hari pernikahan kami sebentar lagi.
"Kami pun heran buk, bapak Remon beberapa hari ini susah di hubungi."
"Ada apa dengan mas Remon,hari pernikahan tinggal sebulan lagi,mengapa ia menghilang tak ada kabar?"
"Serly melihat pada asisten,ia nampak curiga sama asisten."
"Saya tak percaya kamu tidak tahu dimana mas Remon."
Asisten agak grogi bertatapan dengan Serly.
"Jujurlah sma saya,kemana mas Remon pergi?." Asisten hanya diam
"Saya tidak tahu,bos tidak memberi tahu kemana ia akan pergi" .asisten tetap bartahan dengan ucapannya.
Dengan kesal Serly berlalu dari hadapan Asisten.Asisten memegang dadanya melihat sifat angkuh Serly.
Sementara itu Roni telah menyelesaikan operasi beberapa orang pasien.
Roni nampak serius berbicara dengan seseorang dokter.
"Dok,saya ingin cuti,kamu bisa gantian sama saya,saya mau cuti seminggu,sudah agak jenuh bekerja sekarang."
Dokter itu Tersenyum pada Roni.
"Pak Direktur,apapun perintah bapak akan saya laksanakan."
"Saya sudah lama ingin cuti,pasien sedang banyak jadi saya mengundurkan untuk cuti."
"Direktur,kalau menunggu pasien sepi ,kita tak jadi cuti,Dokter sepesialis banyak Saat ini Dokter,mereka sudah banyak selesai cuti."
"Saya cuti tidak jauh Dokter Boy,tidak keluar propinsi,masih dalam propinsi."
Dokter Boy menatap Roni.
"Bapak mau ke mana cutinya pak?"
Mendengar pertanyaan Dokter Boy Roni tersenyum .
"Kamu ingin tahu saja .Roni berlalu sambil tersenyum sendiri."
Sementara itu mama Remon marah mendengar anaknya tiba tiba menghilang,Serly mendatang rumah mama Remon.
"Anak ini,mengapa setelah ada kesepakatan,ia berulah,dimana dia,Wulan coba kamu hubungi asistennya." Wulan bergegas mengambil hp nya,ia melihat mamanya sudah mulai emosi,saat Wulan mau memencet hp Serly berkata
"Saya sudah dari kantornya ma,asistennya pun tak tahu dimana Remon berada". Serly tampak cemas.
"Ma,bagai mana kalau kita lapor Polisi,sudah tiga hari mas Remon tak tahu kabarnya."
"Tenanglah dulu Serly,biar mama yang akan menyelidiki Remon,kamu pulanglah dulu."
__ADS_1
Serly melihat Wulan dan Mamanya lalu ia mengangguk,
"Saya akan pulang ma,kalau mendapat kabar beri tahu saya mas,saya sudah beberapa kali nelepon mas Remon tapi tak ada jawaban,siapa tahu kalau mama yang nelepon ia nenjawabnya ma".
Mama tersenyum.Serly tersenyum pada mama dan Wulan ia pun berlalu dari hadapanya mereka.
Setelah Serly pergi mama menatap Wulan.
"Wulan mama yakin asisten Remon pasti tahu keberadaan Remon,saya akan kekantor Remon."
Setelah berkata begitu mama berdiri ia masuk kekamarnya,tak lama ia keluar sambil membawa tas.Ia melihat pada Wulan
"Ayo Wulan kita ke kantor masmu."
Wulan tak dapat berkata apa apa,ia menuruti kemauan mamanya ia berdiri dan keluar menuju garasi mobil.Mobil di kemudikan Sopirnya mereka berdua duduk tanpa bicara.
Sampai di kantor Remon,Mama langsung mencari asisten Remon,ia tidak memperdulikan karyawan yang ada di sana menyapa dan menunduk hormat.
Asiaten Roni terkejur ketika ia melihat mama Remon datang ke kantornya,ia tak sempat mengindari diri karna mama Remon mendadak datang kekantornya,Asisten kelihatan panik,tapi ia berusaha tenang,ia tarik nafas panjang sebelum mebdekati mama Remon.Ia menyapa mama Remon.
"Mana Remon Pak Heri,ia tidak pulang sudah tiga hari."
Asisten itu takut berbohong,tapi ia telah berjanji pada Remon untuk tidak memberi tahu keberadaanya.
"Sa,saya tidak tahu buk.asisten Remon tergagap.mama memperhatikan asisten.
"Kamu tak perlu berbohong pak,saya bisa membaca orang berbohong dan tidak berbohong." Asisten berusaha tenang
Mama Remon menatap tajam asisten Remon
"Pak,saya akan marah sekiranya saya dibohongi,jadi lebih baik bapak jujur pada saya dimana Remon berada.
Asisten terdiam,ia kelihatan takut mendengar ucapan mama Remon.
"Saya ulang sekali lagi pak ,dimana Remon sekarang".
Wulan diam saja mendengar percakapan mananya dan asisten.
"Saya tidak tahu buk,bapak sudah tiga hari ini tak masuk kantor,saya hubungi ia tak menjawab."
Mama tampak kecewa dengan ucapan asisten Remon.
"Baiklah saya tahu kamu sangat setia dengan Remon."
"Asisten terdiam ia menunduk ketika mama menatap tajam dirinya."
"Saya akan pergi,saya harap kamu berubah pikiran dan memberikan informasi keberadaan Remon pada saya."
mama berlalu,sedang Wulan tersenyum penuh arti,ia tampak senang dengan jawaban asisten Remon.Ketika ia melewati asisten ia bicara perlahan.
"Saya suka kamu sangat setia dengan mas Remon."Wulan tersenyum
Asisten menatap Wulan ,Wulan mengedipkan matanya dan mwnunjukan jempolnya pada Asisten tersebut.
__ADS_1
Setelah Mama Remon pergi asisten Remon merasa legah.
Untung mama nya bapak pergi,kalau tidak bisa bisa terucap di mama bapak Remon sekarang dan mereka akan menyusul bapak disana.
Mama mengomel di dalam mobil ia kurang puas dengan jawaban Remon.
"Saya yakin asisten itu tahu di mana Remon berada Wulan".
"Mama jangan terlampau dipikirkan tentang keberadaan mas Remon."
Mama langsung menatap tajam Wulan.
"Apa kata kamu nak,Remon itu akan menikah dengan Serly kita telah sepakat dengan keluarga Sely,apa yang kita katakan kalau keluarga besarnya tahu,kita akan di kira memprrmainkan mereka.."
Wulan terdiam mendengar ucapan mamanya.
Mama masih mengomel,Wulan hanya mendengarkan ucapan mamanya.
Sementara itu Remon masih berada di rumah Pak Ridwan Novi tak memperdulikan Remon,ia sibuk dengan dagangannya..Remon di temani pak Ridwan.
Beberapa tetangga ada yang mengetahui kedatangan Remon ke rumah itu.Mereka datang kerumah pak Ridwan bersama pak Rt.
Pak Ridwan mempersilakan pak Rt dan tetangga lainnya masuk kerumah.Remon menperkenalkan diri.
"Jadi bapak ini suaminya Novi."
"ya pak." Pak Rt menatap pak Ridwan.
"Kok baru datang sekarang ,Novi kan sudah lama disini.Pak Rt lansung bertanya pada Remon,Remon tersenyum malu.ia melihat pada Pak Ridwan."
"Saya selama ini tak tahu keberadaan istri saya pak,ia pergi dari rumah ketika saya tidak di rumah,baru ini saya tahu ia berada disini,saya langsung kesini.'
"Kami kasihan pada Bintang,saya dengar ia merindukan papanya.Novi orangnya baik,ia pandai menyesuaikan dengan masyarakat sini pak.
Remon tersenyum.
"Ia pergi dari rumah karna salah paham saja dengan saya pak,saya masih mencintainya dan akan membawanya kembali ke Jakarta".
"ooo jadi bapak dan Novi tinggal di jakarta.."
Remon tersenyum ia mengangguk..
"Dulu waktu Bintang masih kecil,banyak oranng yang menyukai Novi,sampai sampai ia di cemburui oleh istri orang yang nenyukainya itu,untung masalahnya cepat selesai..
"Apa ia tidak di sakiti istri orang itu pak?"
Remon tampak cemas mendengar cerita seorang bapak yang datang sama pak Rt.
"Novi saat itu sangat takut,maklum lah yang ia hadapi istri yang cemburu."
"Untung Novi tidak menanggapi,kalau tidak bisa perang dunia kedua,waktu itu Bintang masih kecil."
"Sekarang ibu itu baik sama novi." Pak Ridwan ikut berkata..Remon mendengarkan percakapan pak Rt ,ia belum mengerti bahasa dan baru kenal dengan warga di mana istrinya berada.
__ADS_1