Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pertengkaran kecil


__ADS_3

Pak Ridwan tersenyum melihat Novi pulang diantar Remon,sedang Novi cemberut ketika turun dari mobil.Novi langsung masuk ke dalam rumah,tentu lebih dulu menyalami ke dua orang tuanya.Novi langsung ke kamarnya


Pak Ridwan mempersilakan Remon masuk,Bintang menarik papanya untuk masuk ,Remon menurutinya.


"Ayah tidur di sini saja biar Bintang temani."


Novi keluar dari kamarnya ia tampak marah Bintang menawarkan ayahnya untuk bermalam.


"Mas saya mohon dari tadi dia main saja,biarkan ia sekarang istirahat ."


Pak Ridwan mendengar ucapan Novi ia melototkan matanya pada Novi.


Remon kesal mendengar pengusiran Novi secara halus padanya.Remon berusaha menahan dirinya untuk tidak bertengkar di depan Bintang.


"Baiklah Bintang,sekarang kamu tidur ikuti kata bundamu,besok kamu kan sekolah." Bintang mengangguk.


"Besok ayah ke sini lagi ya?"


Remon mengangguk,ia mencium kening Bintang.


"Kamu besok bangun pagi pagi,jangan malas ke sekolah,jangan nakal,dengarkan bundamu kalau berbicara ya?"


Bintang mengangguk,Remon berdiri ia pamit pada Pak Ridwan dan istrinya,Remon hanya melirik sesaat Novi,Bintang mencium tangan ayahnya.


"Hati hati dijalan ayah,Bintang selalu menyayangi ayah."


Remon tersenyum haru,dipeluknya anaknya.perlahan dilepaskannya pelukannya.


"Terima kasih nak,ayah sangat sayang dan sangat mencintaimu,ayah pulang dulu ya?"


Remon berlalu, Bintang melambaikan tangannya melepas kepergian Remon.


Bintang masuk ke kamar setelah ayahnya pergi.


Ibu Ridwan mendekati Novi dan melihat pada Novi.


"Novi,ibu tidak suka kamu bicara begitu pada Remon di depan anakmu,nanti anakmu tidak suka padamu dan bisa ia berontak padamu."


Ibu Ros menasehati Novi.


"Bintang masih SD,tak mungkin ia akan berontak kalau tak ada yang mengajarkannya." Novi menjawab.


"Novi kamu sudah bercerai dengan Remon,mengapa kamu masih bicara kasar padanya,di depan anak kalian pula." Ibu Ros tampak tak suka.


"Saya sebetulnya tak ingin kasar pada mas Remon tapi saat melihat mas Remon saya langsung kesal bu,apa lagi ia seenaknya membawa Bintang,lama lama lagi."


"Kamu jangan begitu,kamu harus bersama sama membesarkan Bintang,saat dengan Remon,jaga sikapmu,kalau kamu tak ingin Bintang berubah kepadamu.." Ibu Ros menasehati Novi.


Novi terdiam mendengar ucapan ibu Ros.


Masuklah Bintang telah masuk ke kamar,ingat perkataan ibu,jangan sampai kamu menyesal kemudian.


Setelah berkata begitu ibu Ros berlalu.


Novi termenung sesaat,pak Ridwan yang masih ada di sana,menepuk pundak Novi.


"Tidurlah,kamu besok akan bekerja keras bukan,membuka toko dan mengantar Bintang sekolah,kalau kurang tidur nanti kamu tidak senang berjualan nanti."

__ADS_1


Novi tersenyum pada Pak Ridwan,ia pun berlalu menuju kamarnya,pak Ridwan pun masuk ke kamarnya.


Remon memperhatikan langit kamar,


"Mengapa Novi masih kasar kepada saya,saya kawatir dengan Bintang,ia selalu melihat orang tuanya bertengkar,bunda kamu tidak juga berubah Bintang." Remon bicara sendiri.


Lama Remon termenung sendiri,akhirnya matanya ngantuk dan ia pun tertidur.


Roni menelepon pagi itu.


"Sayang, bagaimana kalau kita ke kampung saya,keluarga saya telah sering menyuruh saya membawa calon istri saya menemui mereka."


Novi berpikir sebentar.


"Kalau hari sabtu bagaimana mas,sepulang sekolah Bintang,mas dan Bintang libur saat itu,kita tidak menganggu sekolah Bintang."


Novi berkata panjang lebar.


"Baik,hari sabtu malam kita sudah berada di kampung." Roni nampak senang.


"Ya mas,kita tidak lama si sana,Minggu sore kita pulang ya mas ,saya segan di sana lama lama." Novi berkata lagi.


"Ya kita telah sepakat ya,saya pesan tiket dan saya akan beri tahu mama sama papa."


"Ya mas." Novi menjawab singkat.


"Sayang bagaimana perasaanmu setelah kamu berpisah dengan suamimu." Tiba tiba Roni mengatakan mengenai perceraiannya.


Novi melihat pada Roni.


Roni tersenyum.


"Ya saya tak akan marah atau cemburu,tapi kamu jangan sering sering bertemu dengannya,nanti bisa bisa benih cinta kamu kembali tumbuh. Roni berkata dengan nada cemburu.


Novi mencibirkan mulutnya,Roni tertawa.


"Kalau saya ingin kembali untuk apa saya bercerai mas." Novi berkata.


"Ya sudah kita tidak usah membicarakan mantan suami kamu,saya jemput kamu nanti setelah Bintang keluar sekolah bagaimana?"


"Kita mau ke mana mas?" Novi bertanya.


"Kita ke pantai dan setelah itu kita makan di restoran,saya rindu sama kamu sayang."


Roni mulai merayu,Novi tersenyum malu.


"Mas gombal,baru beberapa hari kita berjumpa,sudah rindu saya tak percaya."


Novi tersenyum ia tak percaya ucapan Roni.


'Kamu tahu mas selalu merindukan kamu setiap saat,tapi karna kita belum suami istri mas harus menahannya sayang." Roni twrsenyum nakal .


"Menahan apa mas."Novi menggoda Roni.ia tak mau kalah.


"Itu,menahan itu."Remon menatap Novi mesra,walau vidio call tapi ucapan dan pandngan Roni membuat Novi tersipu malu. Roni tersenyum melihat muka Novi memerah.


"Mas,sudah ya, Bintang mau ke sekolah,nanti ia terlambat." Novi ingin mengahiri teleponnya.

__ADS_1


"Ya,hati hati mengendarai motor,saya sangat mencintaimu."


Roni memonyongkan mulut.ia seperti mamberi kecu*an pada Novi,Novi tersenyum malu.Roni tertawa berderai melihat Novi dan ia pun mematikan hpnya,tanpa mereka ketahui Bintang memperhatikan bundanya saat bundanya menelepon Roni,ia tampak kecewa dan keluar kembali dari kamar ,Bintang duduk di ruang tamu,ia tampak sedih duduk di sana sendiri.


Novi melihat anaknya sedih,ia mendekati.


"Bintang ada apa denganmu,mengapa kamu pagi ini mukamu sedih seperti itu?"


Bintang tak menjawab perkataan Novi,ia berdiri dari tempat duduknya.


"Kita berangkat bunda."


Novi mengangguk ia tersenyum pada Bintang.


"Ya, sudah selesai semua nak,cuba pikir apa ada yang kurang.?"


Bintang memperhatikan kembali isi tasnya.


"Bintang sudah periksa bunda,semunya sudah lengkap,kita berangkat bunda?"


"Baik," Novi berkata singkat.


Novi melangkah keluar di susul oleh Bintang.


Seperti yang telah di sepakati Roni datang menjemput Bovi,bersamaan dengan itu Remon datang.Bintang melihat ayahnya wajahnya langsung ceriah,ia mendekati Remon dan memegang tangannya.


"Bunda,Bintang tak mau ikut,Bintang mu dengan ayah." Bintang berkata.


Novi tampak marah.


"Kamu berani menentang bunda sekarang!.'


Remon tampak tidak suka dengan tindakan Novi. Roni hanya diam mendengar perdebatan Novi dan Remon.


'Novi kamu jangan membentak anakmu,kalau ia tidak mau pergi biarkan saja,lagi pula mengapa mengajak anak pacaran,nanti ia dewasa sebelum waktunya." Remon berkata sekenanya.


Novi diam mendengar ucapan Remon.


"Kamu bisa pergi dengan pacarmu berdua,Bintang biar dengan mas saja,kamu mau pergi dengan ayah kan Bintang?" Rwmon berkata pada Bintang.


Bintang mengangguk.


"Novi biarlah kamu pergi berdua saja sama Roni,biarlah Bintang bersama ayahnya." ibu Ros berkata pada Novi..Seyelah menatap ibu Ros Novi mengangguk.


Akhirnya Novi menyetujuinya setelah ibu Ros berkata padanya,Novi melihat pada Remon.


"Jangan mengantar Bintang malam malam,sore harus pulang!" Novi memperingati Remon.Remon tersenyum.


"Pergi saja belum,sudah membicarakan tentang pulang,nikmati saja waktu pacaranmu,jangan pikir tentang kami."


Novi mau berkata,tapi Roni memegang tangan Novi.


"Sudahlah tak usah di perpanjang,ayo kota berangkat."


Novi melihat Remon dengan sudut matanya,ia memonyongkan mulutnya dan membesarkan matanya pada Remon,melihat itu Remon hanya tersenyum,walau hatinya sakit.Tidak mudah baginya melupakan cinta yang telah lama tumbuh di hatinya.


Terimakasih bagi pembaca yang masih membaca novel ini,semoga harimu menyenangkan,salam dari penulis.

__ADS_1


__ADS_2