
Roni tampak kesal sama Novi yang masih melayani Remon.Roni tampak cemburu,Novi hanya diam melihat pada Roni.
"Bagaimana saya tidak baik dengan Mas Remon ,Waktu Bintang sakit mas Remon yang sangat sibuk,ia kelihatan cemas."
Roni melirik Novi.
"Wajar ia ia cemas,ia kan ayahnyaBintang,kamu yang sangat perhatian sama Remon.." Remon tampak cwmburu.
"Mas Roni saya tak ingin pertemuan kita ini untuk bertengkar,"
Novi melihat Roni dengan pandangan agak marah.Roni melihat dingin pada Novi.
"Mas saya ingin pulang saja."
Setelah berkata demikian Novi berjalan,Novi baru teringat ia pergi tadi naik mobil Roni,Untung saja tak lama lewat ojek.Melihat itu Roni bergegas mengejar Novi dan memegang tangannya.
"Maafkan saya Novi,kamu jangan naik ojek itu,kamu pergi dengan saya dan pulang harus dengan saya."
Novi tak menghiraukan,ia tetap naik ojek dan meninggalkan Roni..Roni memandangi kepergian Novi.ia tampak kesal sekali.
"Novi mengapa kamu kini tampak berubah,apa salah kalau saya cemburu padamu,kamu yang mematikan hp mu,dan tak mau menerima telepon dari saya,apa salah saya menanyakan itu?" Roni berkata sendiri.
Akhirnya Roni naik ke mobil dan meninggalkan tempat itu..
Sementara itu Novi pergi ke tepi pantai seorang diri,dengan di antar ojek.Setibanya di tepi pantai Novi berjalan seorang diri mencari tempat duduk.ia termenung disana.
"Lebih baik saya sendiri seperti dulu,hidup saya senang,tidak seperti saat ini banyak sekali masalah,kepala saya pusing dibuatnya."
Novi berjalan kearah ombak ia mengejar ombak dan menghindari ombak,hal itu dilakukan Novi beberapa kali,ia tampak tertawa sendiri,ia tampak senang.
Roni tidak lansung pulang ia ingin memastikan Novi apa sudah sampai di rumah apa belum.Ia merasa tidak enak pada Pak Ridwan karna tadi ia menjemput Novi.
Roni terkejut ketika pak Ridwan menanyakan Novi padanya.Roni tampak cemas ketika mengetahui Novi belum sampai di rumah.
"Mengapa Novi tidak pulang bersanamu Roni?"
Roni tampak terdiam,ia tampak cemas.
"Tadi terjadi kesalah pahaman pak,Novi merajuk ia pulang dengan tukang ojek tadi."
"Kemana dia,mengapa sampai sekarang belum pulang,kamu ini tidak bisa dipercaya,tadi pergi sama kamu sekarang pulang kamu pulang sendirian tanpa Novi".
Roni merasa bersalah.
"Maafkan saya pak,saya akan mencarinya." Pak Ridwan hanya terdiam melihat pada Roni.
Tanpa berkata Roni meninggalkan Pak Ridwan untuk mencari Novi.
Roni merasa kwatir sekali dengan Novi.Ia mencari kembali tempat ia pergi tadi.Roni tidak menemukan Novi.
Novi yang bermain di tepi laut dengan beberapa orang yang mulai datang kesana.Tanpa ia sadari ada orang yang memperhatikannya.orang yang ada di pantai tersenyum padanya,gadis itu sepertinya anak sekolah.
"Kakak,apa kakak sendiri saja disini?"
Novi tersenyum ia mengangguk.
"Apa kakak tidak membawa teman,pacar atau saudara?"
__ADS_1
"Tidak saya hanya sendiri saja tadi."
"Hari telah sore kak,kalau kakak tidak keberatan pulang nanti biar kakak saya yang antar ,kebetulan saya sendiri saja naik hondanya,teman saya ada pasangannya."
Novi tersenyum pada anak itu,ia melihat ke arah anak anak itu,hanya wanita yang berbicara dengannya yang nampaknya tidak punya pasangan.,wanita itu sangat sederhana.
"Teman teman saya pulang dulu,saya akan pulang dengan kakak ini,lumayan untuk mengejar seoran honda."
Novi tersenyum mendengar ucapan wanita itu.ia melihat padanya.
"Kamu tukang ojek dik?"
wanita itu tersenyum.
"Saya menjadi tukang ojek untuk membiayai sekolah dan tempat kost saya kak."
Novi menganggukan kepalanya.
"Kamu melihat saya sendiri dari tadi ya?"
Wanita itu tersenyum.
"Saya melihat kakak bertengkar dengan pacar kakak tadi,saya mengikuti kakak."
"Kamu mengikuti saya?"
"Ya kakak."
Novi menatap wanita itu.
"Kakak jangan marah dulu dengan saya,kalau tidak saya ikuti kakak tadi,kakak pulang nanti dengan siapa,disini sepi jarang ada ojek kak".
"Kamu benar ,saya tadi tidak kepikiran sampai kesana."
"Kakak nama saya Ayu,nama kakak siapa?"
Novi tersenyum melihat kegigihan Ayu.
"Nama kakak Novi."
Mereka bicara sambil berjalan ke tempat motor Ayu di parkir.
Setelah melakukan perjalanan satu jam Novi sampai dirumahnya.
Melihar kedatangan Novi ibu Ros bergegas ke tempat Novi.
"Novi kamu ke mana saja,mengapa kamu tidak pulang dengan Roni.Ibu dan bapak cemas sekali ketika mengetahui kamu tidak pulang bersama Roni."
"Buk apa Mas Roni kesini tadi."
ibu mengngguk.
"Bapak kamu sangat cemas sayang,ia pergi mencari kamu ketika mengetahui dari Roni kamu tidak pulang dengan dia,ketika ia kesini tadi bapak sangat cemas,kamu tidak pulang bersamanya.."
"Mas Roni itu membuat bapak cemas saja."
Novi tampak kesal sama Roni.
__ADS_1
"Novi cepatlah kamu telepon bapak,biar bapak tidak cemas,dan suruh bapak pulang."
Novi bergegas menelepon pak Ridwan.
Ketika mendengar Novi telah dirumah ,pak Ridwan sangat gembira.ia pun pulang kerumah.
"Nak bapak sangat cemas ketika melihat Roni pulang tanpa kamu nak."
"Maafkan saya pak,saya tidak bermaksud mencemaskan bapak dan ibu."
"Kamu kemana tadi nak?"
Novi tersenyum pada Pak Ridwan dan Ibu Ros.
"Saya ke pantai tadi pak,saya tak menyadari,ke pantai sendiri tak baik untuk keselamatan saya,untung ada anak sekolah yang mengantarkan saya pulang,karna di sana tak ada ojek,saya ke pantai naik ojek tadi."
"Novi lain kali kamu harus berpikir panjang,dan pikirkan juga keselamatan kamu,ingat kamu tidak sendiri,kamu ada anak."
Novi merasa bersalah sama orang tua itu.
"Novi,tadi Roni berpesan,kalau kamu pulang ia minta di beri tahu kalau kamu sudah pulang."
"Saya malas memberi tahu dia pak,"
Baru saja Novi berkata hp Pak Ridwan berbunyi.
Pak Ridwan melihat siapa yang menelepon.
Ia melihat pada Novi.
"Roni yang menelepon. Bapak berkata sambil berbisik ,ia mengangkat telepon."
"Hallo Roni."
"Sudah,baru saja ia tiba dirumah,ia tadi kepantai,tadi ada anak sekolah yang mengantarkannya,bapak sudah katakan padanya."
Setelah menelepon pada Pak Ridwan,Remon merasa legah.
"Untunglah ia telah pulang,saya bisa pulang kerumah dengan tenang." Roni berkata sendiri
Novi tidur sendiri malan itu ,Remon membawa Bintang bermalam bersamanya di rumah barunya.
Ketika melihat rumah itu Bintang tampak tercengang.
"Ini rumah siap ayah?" Remon tersenyum pada Bintang.
"Ini rumah kita sayang."
"Ayah apa bunda boleh tidur di sini?"
"Boleh sayang,bilang pada bunda untuk tidur bersama di sini,kita bisa tidur bertiga."
Bintang mengangukan kepalanya,Remon tersenyum melihat anaknya.
"Kalau Bunda tidak marak sama ayah,Bintang rasa bunda mau tidur bertiga di sini ayah."
Remon mengusap kepala anaknya.
__ADS_1
"Tidurlah nak,besok kita cerita lagi."
Bintang tersenyum ia menganggukan kepalanya,setelah itu keduanya tampak memicingkan matanya.