Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Kamu rupanya ada disini


__ADS_3

Bintang telah masuk tk,ia selalu diantar Pak Ridwan kesekolah,Ibu Ros yang menunggunya di tk,kedua orang tua itu sangat semangat mengantar Bintang.Disekolah Bintang ada orang tua mendekati Ros.


"Cucu buk?" Ibu Ros melihat pada wanita itu ia tersenyum mengangguk


iya,ini cucu satu satunya bu.


Anaknya ganteng sekali,tentu papanya ganteng ya buk


Ibu Ros terkejut mendengar ucapan ibu itu


I..ia,papanya ganteng buk.


Remon telah bekerja seperti biasa,pembawaannya sudah mulai berubah,ia terlihat berwibawa dan agak kurang senyum.Seperti biasa asisten memasuki ruangannya ketika Remon memanggilnya.


"Pak Heri bagaimana perkembangan mencari istri dan anak saya pak."


Remon berkata pada Asistennya.


"Setiap saat orang suruhan kita mencari keberadaan istri bapak,tapi sampai sekarang belum berjumpa pak."Asisten menjelaskan.


"Saya sangat cemas dengan istri dan anak saya pak,bagaimana nasib mereka,mungkin anak saya saat ini sudah sekolah tk pak,aaa,tak disangka sudah lama mereka meninggalkan saya pak."


Ini ujian bagi bapak,mudah mudahan istri bapak cepat ketemu ya pak..?"


Remon tersenyum pada Pak Heri.


Novi terkejut tanpa ia sangka rumahnya di datangi seorang ibu muda,ibu itu marah marah,Ibu Ros keluar melihat siapa yang marah di luar.


"Buk Ros,tolong nasehati anak ibu ini,jangan suka menganggu suami orang,cari saja laki laki lain,jangan suami saya."


Novi terkejut ia melihat Pada Ibu Ros.


"Saya tak mengerti apa yang ibu maksud,saya tak pernah mengganggu suami orang buk".


Ibu itu melihat dengan pandangan benci pada Novi.


"Kamu jangan pura pura,kamu kan yang mengundang suami saya untuk menemui kamu di Toko kamu".


Perempuan itu berbicara sambil menunjuk toko Novi,novi mengerutkan keningnya.


"Buk jangan asal bicara,saya berdagang buk,tak mungkin saya mengoda suami orang,di dalam toko bapak selalu ada bersama saya buk."


Novi berusaha menjelaskan,ibu itu masih ingin melepas sakit hatinya


"kamu janda,kalau tidak mengoda suami orang apa lagi yang bisa kamu lakukan,saya sangsi dengan anak mu,sepertinya anaknya itu tak tahu siapa ayahnya ."


Muka Novi memerah,ia merasa tersinggung mendengar ucapan ibu tersebut,begitu juga dengan ibu Ros


"Buk,sebelum semuanya tak terkendali nanti lebih baik ibu pergi dari sini!".Novi mengusir ibu itu,ia keluhatan menahan marahnya.

__ADS_1


Ibu Rosni langsung berkata


"Ibu,kamu bicata jangan asal mengoyang mulut saja,kamu kira siapa anak saya,ia adalah wanita baik baik."


Novi mendekati wanita itu,ia tampak marah mendengar ucapan ibu itu.


"Ibu jangan menghina saya ya,sekarang ibu jaga suami ibuk agar tidak diambil wanita lain,saya lihat suami ibu sangat suka dengan wanita cantik."


Ibu itu merah mukanya menahan marahnya.


"Awas kamu kalau berani mengambil suami saya."


Novi tersenyum mengejek melihat pada ibu tersebut,tak lama seoran lelaki yang berusia sekitar 45 th masuk mendekati perempuan itu,ia tampak marah istrinya berada di sana.


"Kamu mengapa kesini ma,kamu jangan buat malu saya ya! "


Pria itu menarik wanita itu keluar ,tapi ibu itu menahan dirinya untuk tidak keluar,ia menatap tajam suaminya.


"Mengapa kamu menyeret saya keluar kamu membela selingkuhanmu,ingat saya tak akan membiarkan kamu berbuat seperti ini pada saya."


Melihat hal itu Novi mendekati mereka,ia tak mau terbawa bawa dalam urusan suami istri itu.


"Buk, pak,saya tidak mau dibawa serta dalam urusan anda,perlu ibu ketahui,saya tidak kenal suami anda,jangan bawa saya dalam urusan rumah tangga kalian ya."


Setelah berkata demikian Novi meninggalkan kedua suami istri tersebut,suaminya merasa malu atas sikap istrinya ia menarik istrinya menjauh dari rumah Novi,ibu dan Novi tersenyum setelah melihat suaminya menarik istrinya secara paksa.


"Wanita itu cemburunya sangat berlebihan."


"Menuduh orang seenaknya tanpa melihat bukti,dasar wanita gila."


Ibu Ros ikut berkata.Setelah kedua suami istri pergi mereka masuk ke dalam rumah.


Ira telah berada kembali di kantor Remon,kebetulan Remon Sedang berada di kantornya,asisten Remon kurang suka dengan Ira,ketika Ira masuk keruangan Remon mereka berdua terkejut.


"Ira kamu masuk keruangan saya mengapa tak mengetuk pintu dulu." Remon nenugur Ira


Ira tersenyum manja pada Remon,asisten melihat itu merasa muak dengan Ira.


"Seharusnya ibu Novi masuk keruangan ini ketuk pintu dulu buk."


Ira melihat tak suka pada asistennya


"Hai kamu jangan ikut ikutan menegur saya kamu siapa,kamu hanya seorang asisten".


Remon melihat tajam pada Ira ,Muka Heri merah karnanya


"Ira saya tak suka kamu berkata kasar pada asisten saya." Mendengar itu Ira cemberut.


"kamu ada keperluan apa datang kekantor saya,saya hari ini sangat sibuk".

__ADS_1


"Kita sudah lama tidak berjumpa Remon,kok kamu ketus begitu bicaranya". Ira kecewa dengan ucapan Remon


Remon melihat Ira Sekilas.


"Maafkan saya Ira,hari ini saya benar benar sibuk,saya bukan mengusir kamu,tapi saya sebentar lagi akan pergi ,saya ada janji dengan rekan bisnis saya,maaf kalau saya harus mengatakan ini padamu."


Setelah bicara begitu Remon meninggalkan ruangannya.Melihat hal itu Ira berlari menyusulnya


"Mon,sebentar,saya belum selesai bicara."


Setelah berhasil mengikuti Remon Ira menarik tangan Remon,Remon melihat pada Ira.


"Cepatlah apa yang ingin kamu katakan saya sudah terlambat".


"Mon tolong terima telepon saya kalau saya menelepon,sudah sekian lama kamu tidak menjawab telepon saya, kamu telah berubah mon sedang saya masih seperti yang dulu."


Remon terdiam mendengar ucapan Ira,ia melihat pada jam nya.


"Maaf Ira,saya harus pergi,saya sudah terlambat."


Setelah berkata begitu Remon meninggalkan Ira,yang melongo melihat kepergian Remon,asisten Heri mengikuti Remon keluar dari kantor.


Dagangan Novi telah maju.Mereka telah memiliki 4 orang karyawan,Bapak Ridwan menjadi kasir dalalam toko,ia tidak sibuk lagi di toko.pagi itu pak Ridwan pergi mengendarai motor sendiri.Tapi tiba tiba motor yang di kendarai di sengol motor yang sedang kencang berjalan,Pak Ridwan terpental jauh dari motornya.untung ada orang yang menelepon Novi.Novi sangat terkejut,tangannya gemetar,nelihat hal itu karyawanya mendekati Novi,untung tokonya sepi saat itu.


"Mbak ada apa mbak,muka mbak pucat,siapa yang menelepon tadi,ada berita apa mbak?"


Novi menitikan air mata,ia bersiap siap akan pergi.


"Bapak kecelakaan,saya mau menjeput ibu Ros dan Bintang,kamu ikut dengan saya Sur,sampai di rumah sakit nanti kamu temani bintang,karna anak kecil tidak boleh berada di rumah sakit."


Novi bergegas ke rumah sakit ,ia pergi bersama salah seorang karyawannya.


Ibu Ros Tidak mengetahui Pak Ridwan kecelakaan ,ia sedang menunggu pak Ridwan.Tak lama Novi sampai dengan mengendarai mobil .Ibu nampak heran melihat Novi yang menjemput apa lagi wajah Novi tampak tegang,ia mendekati ibu Ros dan anaknya.


"Nak mana bapakmu,kok kamu yang jemput?"


Novi menatap ibu Ros,ia kelihatan gelisah sekali,ia bingung harus mulai dari mana membicarakan kecelakaan Pak Ridwan.


"Buk,naiklah ke mobil kita akan melihat bapak di rumah sakit".


Ibu Ros Terkejut,ia manatap Novi.


"Waktu mau menjemput ibu bapak di senggol motor buk ,sekarang bapak telah berada di rumah sakit,kita akan ke sana buk."


Novi memegang tangan ibu perlahan.


"Oyo kita pergi buk,bapak sendirian di rumah sakit."


Buk Ros mengikuti Novi ia naik kedalam Mobil,air matanya sudah jatuh berderai..

__ADS_1


Setelah semuanya Naik mobil berjalan menuju Rumah sakit.


__ADS_2