
sekolah Bintang mengadakan jalan jalan,orang tua boleh mendapingi.Novi memutuskan pergi mendampingi Bintang.Mereka telah berkumpul bersama.Bintang dan Novi duduk di tengah,sekolah itu mencater bus,Bintang tampak senang,Novi tersenyum melihat wajah Bintang Nampak Gembira.
"Bintang,kamu senang ya jalan jalan bersama temanmu..."
Bintang mengangguk.
"Bintang senang naik mobil besar Bunda,mobilnya bagus."
Novi tersenyum melihat pada Bintang.
"Bunda,tukar mobil kita dengan mobil yang bagus,mobil teman saya andi bagus bunda."
Novi tersenyum ia mengusap kepala anaknya.
"Bintang,mobil di rumah itu mobil kakek,kita tidak bokeh menjualnya,kakek sangat menyukai mobil itu."
Novi teringat Pak Ridwan pernah berkata ia tidak akan menjual mobilnya,karna mobil itu banyak menyimpan kenangan.
Bintang melihat bundanya termenung.
"Bunda". Bintang menyenggol tangan Novi.
Novi terkejut ia melihat pada anaknya,dilihatnya bus sudah berisih penuh sopir telah duduk di belakang stir.
Sementara itu Remon baru tiba di rumah Pak Ridwan,Remon berjumpa dengan buk Ros.Remon mendekati dan tersenyum.Remon menyalami ibu Ros.
"Remon,kamu mau bertemu dengan Bintang ya?"
Remon tersenyum ia mengangguk.
"Bintang hari ini pergi berdarmawisata,Novi pergi bersama Bintang ."
"Jam berapa busnya berangkat buk."
"Kata Novi Jam 8 pagi ini."
Remon melihat pada jamnya.
"Buk saya akan melihat Ke sekolah ,siapa tahu busnya belum berangkat."
Ibu Ros mengangguk,Remon meninggalkan rumah buk Ros menuju SD tempat Bintang sekolah.
Tepat saat Remon tiba Bus berjalan,Remon duduk terdiam beberapa saat.
"Saya akan mengikuti mobil itu,untung tadi saya membawa mobil ini,tak apa sekali ini saya tidak memakai sopir,saya ingin menemani anak dan istri saya berlibur."
Remon mengikuti Bus itu berjalan,walau ia belum mengenal tempat itu.
Setelah beberapa jam mengikuti bus itu,Remon melihat bus menuju pantai.
Di pantai itu ada juga tempat bermain anak anak,setelah anak yang didampingi orang tuanya turun,Remon pun memarkir mobilnya tak jauh dari bus itu parkir.
Novi tidak mengetahui Remon mengikutinya ,Remon masih duduk di dalam mobilnya,ia memperhatikan Anak dan istrinya yang berdiri bersama anak yang lainnya.
"Saya berharap Novi tidak marah mengetahui saya mengikutinya." Remon berkata perlahan.
Remon memperhatikan saja anaknya bermain dengan anak lainnya ,ia melihat istrinya berbincang dengan ibu ibu yang lain Remon duduk di kafe yang ada di sana.
Bintang jatuh dari permainan ,Novi berlari ketika ia mendengar Bintang jatuh dari temannya,Remon yang melihat Novi berlari,ia terkejut dan berdiri,dihatnya Novi menuju kerumunan,ia pun kesana.
Novi terkejut ia menangis melihat Bintang pingsan,ia berteriak dan memanggil mangil Bintang,anak itu depeluknya,ia mengendong Bintang.
"Tolong antarkan saya ke rumah sakit ,tolong anak saya,nak bangun nak,kanu jangan membuat Bunda takut."
__ADS_1
Remon yang melihat Novi mengendong anaknya lngsung mendekati Novi,
"Sayang ayo kita antar Bintang ke rumah sakit.kamu tenang jangan panik ya."
Novi terkejut ketika melihat Remon,Remon membawanya ke mobilnya,Novi mengikutinya saja ,ada guru yang mengikuti mereka ke rumah sakit.
Remon mengendarai mobilnya agak kencang,setelah sampai Dokter cepat memberi pertolongan.
Remon melirik Novi yang tampak cemas .
"Sayang duduklah kamu jangan mundar mandir,anak kita telah di rawat Dokter,kamu tenang ya."
Remon mendekati Novi,dilihatnya mata Novi telah bengkak.Dipeluknya Novi.Novi yang merasa bersedih melihat anaknya diam saja ketika Remon memeluknya.
Setelah beberapa jam Dokter memanggil orang tua Bintang..Novi dan Remon bergegas masuk.
Mereka legah ketika melihat Bintang sudah sadar,mereka mendekati Bintang dan merasa gembira.
"Pak,Bintang biar di rawat dulu."
Remon dan Novi mengangguk.
"Kami serahkan perawatnya pada Bapak,lakukan yang terbaik dokter."
Remon berkata pada Dokter,dokter itu tersenyum pada Novi dan Remon.
Remon melihat pada Guru Bintang.
"Buk,biar kami yang menjaga Bintang,ibu dan teman bintang yang lainnya boleh pulang."
"Iya pak ,bus menuju kemari,teman temannya ingin tahu keadaan Bintang."
Ya, Remon tersenyum pada buk guru.
Tempat rawat inap Bintang cukup bagus,karena Remon ingin anaknya di tempat terbaik.
"Buk Novi,kami minta maaf dan turut bersedih,atas musibah anak ibu."
Novi tersenyum,Bintang pun tersenyum pada ibu guru.
"Bagaimana Bintang,apa kamu sudah merasa baikan?"
Bintang mengangguk.
Ibu tersebut membelai kepala Bintang.
"Cepat sehat ya nak,supaya lekas sekolah lagi."
Setelah berbincang beberapa saat,ibu ibu itu pamitan.
"Buk Novi,kami doakan Bintang tidak terjadi sesuatu yang mencemaskan ,dan kami doakan agar Bintang lekas sembuh."
Novi tersenyum pada Buk guru dan utusan orang tua.
"Terima kasih buk,kami mungkin nginap malam untuk beberapa hari buk."Ibu guru mengangguk ia tersenyum pada Novi
"Kami permisi buk."Novi tersenyum ia mengangguk
Novi melepas kepergian Rombongannya tadi
Setelah kepergian rombongan pariwisata,Remon dan Novi tidak banyak cerita.
"Bunda,ayah!!"
__ADS_1
Tiba tiba Bintang memanggil Novi dan Remon
Keduanya bergegas ketempat bintang berbaring.
"Ada apa nak?"
Mereka berkata beramaan ,Novi dan Remon saling pandang,Bintang tersenyum,Melihat anaknya tersenyum dan tertawa keduanya tersenyum.
"Bunda sama ayah tampak lucu sekali"
Bintang berkata dengan tertawa
Novi mengusap anaknya,ia menciumnya."
Ada apa nak,kamu memanggil kami?"
"Bintang senang ada bunda dan ayah di sini menemani tidur bintang."
Remon dan Novi saling pandang.
"Bintang ingin seperti ini terus,Bintang kepingin seperti teman teman Bintang yang orang tuanya ada di rumah bersama mereka."
Remon mendekati Bintang,ia mengusap kepala Bintang.
"Kita akan segera berkumpul nak,kamu tenang saja,yang penting kamu lekas sembuh."
Novi melihat pada Remon dengan pandagan yang sulit di artikan,Bintang melihat hal itu merasa kecewa,Novi melihat Remon ketika ia melihat perubahan pada anaknya..
"Bunda tidak ingin Bintang sehat ya ,Bunda ingin Bintang sedih terus ya."
"Sayang,bunda sangat menyayangi Bintang,kamu jangan bicara begitu nak."Novi tak mengerti mengapa anaknya bisa bicara begitu."
"Nak kamu harus mendengar ucapan ayah,kamu harus sembuh dulu,kamu tidak usah banyak yang dipikirkan,apapun yang kamu inginkan ,kalau ayah mampu akan ayah kabulkan."
Bintang tersenyum,ia mau mencium Remon.
Remon cepat mencium Bintang
"Bintang ayah sangat mencintaimu,kamu adalah hidup ayah nak."
"Bintang juga sayang ayah."
"Bintang melihat pada novi."
"Bintang juga sayang Bunda." Bintang melanjutkan perkataanya.
Remon melihat pada Novi.
"Ayah juga menyayangi bunda mu Bintang."
Novi tertunduk mendengar ucapan Remon,melihat itu Remon tersenyum.
"Ayah Bintang lapar Saya mau ayah yang menyuapi Bintang."
Mendengar anaknya mau makan Novi bergegas mengambill makanan dan mendekati Bintang.
Bintang melihat pada Novi.
"Bunda Bintang ingin ayah yang menyuapi."
Novi tersenyum ia melihat pada Remon dan memberikan makanan pada Remon .
Remon menyuapi Bintang,Bintang makan dengan lahap,Novi tersenyum melihat anaknya semangat di suapi Remon.
__ADS_1
"Kamu kalau seperti ini makannya nak ,kamu akan cepat sembuh."
Bintang tersenyum,Novi dan Remon tersenyum.