Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Roni apel lagi


__ADS_3

Roni menghentikan Mobilnya di rumah makan,nampak banyak sekali orang yang berhenti disana.


"Ramai sekali orang makan di sini mas."


Novi memperhatikan orang yang ramai.


"Kata teman saya enak makan di sini, saya baru sekali ini makan di sini".


"Kalau ramai begini, makanannya enak mas,mobil kita saja susah parkirnya."


Roni mencari tempat parkir.


"Itu mas,sepertinya ada satu,disana."


Roni melihatnya ia memarkirkan mobil di sana.


Novi memperhatikan rumah makan itu,nampak besar.


"Mas orang begitu ramai apa mungkin ada tempat duduk."


Novi memperhatikan sekitarnya,tampak olehnya satu keluarga duduk di bangku pojok telah selesai makan dan berdiri meninggalkan meja itu,mereka menuju ke sana.


Setelah bangku dibersihkan pelayan, mereka duduk disana.


"Bintang kamu mau makan apa?"


Roni bertanya pada Bintang


"Ayam goreng om,pahanya om,Bintang hanya suka goreng paha ayam om."


Roni melihat pada Novi.


"Kamu mau menunya apa?"


"Ikan panggang tak apa,kalio juga boleh.Novi melihat satu persatu menunya.


"Saya akan memesan beberapa menunya yang ada disini kamu bisa mencobanya."


Setelah dipesan, Roni berdiri dari tempat duduknya,Novi melihat pada Roni.


"Mas mau kemana?"


Roni menoleh pada Novi


"Mas mau buang air kecil,kamu mau ikut?"


Roni tersenyum menggoda,Novi mencibirkan mulutnya,Roni tertawa,,Bintang hanya diam menperhatikan mereka.Setelah Roni pergi Novi bertanya pada Bintang.


"Nak,kamu mengapa diam saja bunda lihat dari tadi?."


"Bintang lelah dan mengantuk bunda."


"Kamu sakit nak?.Novi memegang kening Bintang.


"Tidak bunda,saya hanya letih saja dan ngantuk saja."


Novi tersenyum ,hari memang sudah malam.


"Kita makan dulu setelah itu kita langsung pulang". Bintang tersenyum ia mengangguk.


Setelah selesi makan mereka langsung pulang,Bintang telah tertidur di bangku belakang sopir.


Mama Remon siap siap mau berangkat,koper telah berada di ruang tamu.Remon yang berpapasan dengan Remon merasa heran.


"Ma,mana mau bepergian kemana?"


Mama tersenyum


"Mama mau keluar kota."

__ADS_1


"Keluar kota kemana ma?" Remon bertanya lagi


"Mama mau ke Bali."


"Acara apa mama kesana?"


"Biasalah mas,kumpul sama teman teman mama." Adik suami Wulan berkata.


Mama tersenyum malu,Remon melihat mamanya.


"Ma,kurang kurangilah berkumpul dengan teman mama,lebih baik mama bermain dengan cucu mama,lihatlah Wulan ia agak kerepotan mengurus kedua anaknya."


"Mama tidak mau jadi pengasuh anak wulan."


"Ma,Remon bukan menyuruh mama mengasuh anak wulan,tapi Remon menginginkan mama kurang kurangi pergi dengan orang lain,enak kumpul dengan anak dan cucu ma.."


Nampak sekali Remon tak menyukai mamanya bepergian.


"Sekali ini saja mama pergi,mama sudah janji dengan teman."


"Ya,kalau mama mau berjalan keluar kota lebih baik dengan Wulan,ma."


"Mama pernah membawa wulan,ia tidak mau,ia ingin pergi bersama suaminya,kamu tahu suaminya sibuk seperti kamu,kalau mama menunggu dia mama bisa tak jadi pergi."


Tak lama Wulan datang bersama anaknya.


"Mama mau kemana?" wulan bertanya


Mama mau ke Bali." Mama menjawab ia tidak melihat pada Wulan.


"Wah enak nenek ini jalan terus."


Wulan mengoda mamanya.


"Mas tadi berkata agar mama mengurangi berjalannya dengan teman temannya karena,mas merasa tak ada gunanya ,lebih baik kumpul sama anak cucu."Remon berkata pada Wulan


"Baiklah ,tapi mama jangan lama lama liburnya."


"Iya..iya..Mama akan cepat pulang."


"Saya tak bisa mengantar mama ,saya akan berangkat ada rapat sebentar lagi dikantor.


Ya tak apa nak,biar sopir saja yang mengantar mama."


Setelah berkata begitu Remon pamit dulu pada mamanya.


Setiap hari libur Roni selalu datang ke rumah Novi untuk mengajak keluar.lain hal nya Bintang ia tidak begitu semangat pergi.


Novi tampak heran ia bertanya pada Bintang.


"Bintang kamu kenapa mengapa kamu sepertinya tidak bersemangat kamu seperti orang sakit."


"Bintang tidak ikut ya bunda,bintang mau tidur,biar Bintang Tinggal sama nenek saja,hari ini bintang seperti mau demam."


Novi memegang kening bintang,terasa agak panas.


Biar Kita tak jadi saja pergi."


"


Pergilah bunda! kasihan om Roni ia hampir sampai,ia telah jauh jauh kesini bunda."


"Apa tidak apa kamu tinggal?"


"Tidak apa bunda bintang kan sama kakek dan nenek.."


Roni datang novi menceritakan tentang Bintang.Roni memeriksa bintang,ia tersenyum.


"Bintang istirahat saja nanti setelah bangun akan sehat ,ini om kasih obat,untung om bawa obat untuk anak anak,kebetulan om terakhir memeriksa pasien anak tadi."

__ADS_1


Bintang memakan obat yang di beri Roni.


Lama Roni duduk terdiam bersama Novi,Bintang melihat itu tapi ia hanya diam.


Akhirnya Mereka hanya bicara dirumah mereka hanya di rumah saja,Novi melihat Bintang,bintang sudah tertidur.


Pak Ridwan mendekati mereka yang telah duduk di ruang keluarga.


"Nak Roni kalau mau keluar tak apa biar bapak yang menjaga Bintang,tak apa ia hanya kelelahan,nak Roni kan telah memeriksannya dan memberi obat.."


Roni melihat pada Novi.


"Terserah Novi pak saya sih nurut saja."


"Saya tak biasa meninggalkan anak sakit buk."


"Kasihan Nak Roni jauh jauh kesini di rumah saja." Bapak Ridwan berkata.


"Tak apa pak,dirumah saja tak apa,saya kesini untuk berjumpa dengan Novi."


Bapak tersenyum pada Roni, bapak berlalu dari hadapan mereka.


Roni melihat Novi,ia tampak serius.


"Bagaimana perceraianmu sayang."


Novi melihat Roni.


"Mungkin seminggu lagi sidang mas."


"Kalau selesai cerai, kita segera menikah ya,tapi sebelum itu kita ke kampung dulu,keluarga disana, adik adik ibu ingin mengenal kamu."


Novi agak terkejut mendengar ucapan Roni.


"Apa harus kesana mas,Bintang sekolah tak mungkin saya tinggal."


"Kita bisa pergi sabtu kita pulang hari minggu.itu tidak akan menganggu sekolah Bintang." Roni menjelaskan.


"Mas apa keluarga besar kamu tahu saya sudah punya anak."


"Belum,mama dan papa yang tahu,tak usah kamu kwatir,yang akan menikah saya bukan mereka."


Novi masih gelisah.


"Ada apa,kenapa kamu tampak gelisah?"


Novi melihat pada Roni


"Saya takut kamu di tertawakan keluarga besar orang tuamu karna mendapat calon istri yang punya anak."


"Saya sudah mengatakan padamu,yang akan menikah saya bukan mereka,kita kesana karna,kebiasaan ini telah berlangsung lama di keluarga kami ,saya tak ingin mengecewakan nenek,makanya saya bersedia membawa kamu ke sana.." Roni agak menekankan suaranya.


"Ya saya akan pergi bersama mas."


Roni tersenyum mendengarnya.


"Setelah selesai surat cerai kita akan ke sana."


Roni mengangguk,ia memandang mesra Novi,Novi tersenyum malu.


Bapak dan ibu Ridwan mengintip mereka dari dalam kamarnya mereka saling pandang ketika melihat novi malu malu ketika Roni memandang mesra.


"Lihatlah Novi buk,mudah mudahan ia bahagia dengan Roni,dan tidak terluka seperti pernikahannya dulu,kasihan ia ,Novi pantas untuk bahagia bersama pasangannya dan mudaha mudahan keluarga Roni menerima Novi apa adanya."


Pak Ridwan berbicara berbisik pada ibu Ros..


"Ya mudah mudahan pak,saya ingin sekali melihatnya pak."


Setelah berkata begitu mereka berdua perlahan kembali ke tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2