Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Rindu Ayah


__ADS_3

mereka makan bersama,masakan ibu Ros sangat di sukai,semuanya tidak bersisa.Ibu Ros sangat senang masakannya habis semua.


"Masakan mbak enak sekali ya bang."Istri pak Riswan berkata.


Mendengar masakan istrinya di puji adiknya,pak Ridwan merasa bangga.


"Mbak kamu itu pintar masak,kami dulu berjualan nasi,tapi semenjak Novi membuka toko ia melarang ibunya berdagang."


Pak Ridwan sengaja tak menceritakan Novi bukan anak kandungnya,ia belum kenal betul bagaimana sifat keluarga adiknya .


"Wah abang mendapat keluarga yang baik bang,saya senang mendengarnya bang."


Riswan berkata pada Ridwan.


"Novi kapan kalian menikah?"


Novi terkejut mendengar pertanyaan Istri Riswan,ia menatap Roni,Roni pun melihat padanya.


"Kami akan menikah secepatnya,setelah urusan selesai kami akan menikah."


"Urusan apa lagi,cepat saja menikahnya,kami akan datang dan malam disana nanti."Istri pak Riswan berkata lagi


"Ya kami akan secepatnya menikah tante,,kalau tante tidak keberatan saya akan membawa tante resepsi di tempat saya nanti."


Roni berkata sambil melihat Novi,Novi terpaksa tersenyum mendengar tawaran Roni pada Keluarga omnya.


Roni melihat Novi tidak begitu gembira.


"Apa saya salah bicara tadi,bisa berabe,kalau ia tidak suka dengan pembicaraan saya tadi?"


Roni bicara di dalam hatinya.


Setelah puas berbicara,pak Ridwan akan kembali ke hotel.


"Sayang ya tidak malam di sini." Pak Riswan berkata.


"lain kali,kalau ada kesempatan kita kesini lagi." pak Ridwan berkata.


"Kalau tidak ada halangan saat mengantar Didi nanti kami singga ke sana." Kata pak Riswan


Buk Ros tersenyum mendengarnya.


Hampir magrib mereka sampai kembali ke hotel,mobil Roni mengikutinya.Bintang yang melihat mobil Roni merasa heran.


"Bunda om Roni masih mengikuti kita."


Novi tersenyum mendengar ucapan anaknya


"Nanti kita tanya mengapa om itu masih mengikuti kita.' Novi bicara pada Bintang.


Mendengar percakapan anak dan cucunya pak Ridwan dan istrinya saling pandang dan merekapun tersenyum.


Setelah turun Bintang mendekati mobil Roni yang juga parkir disana.Setelah Roni turun Bintang bertanya pada Roni.


"Om,kok om ikut juga kesini." Roni tersenyum pada Bintang.


"Om juga bermalam di hotel ini Bintang."Roni berkata pada Bintang.


Novi melihat Bintang berbicara dengan Roni.ia mendekati mereka.


Bintang cepat menyusul ibunya.


"Bunda om Roni katanya ia tidur juga di hotel ini bunda." Bintang berkata pada Novi.


Novi tersenyum pada Bintang,lalu ia melihat pada Roni,ia minta Roni melalui isyarat menjawab pertanyaan anaknya.


"Bintang om sudah memesan hotel ini untuk bermalam di sini." Roni menjelaskan.


"Om tidak bermalam dengan kami kan?"


Roni tersenyum,ia mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tempat om di sebelah kamar kakek dan nenekmu."


Bintang menganggukan kepalanya.


"Om tidur sendiri om?'


"Ya,om tidak ada teman,om baru mencari teman apa kamu mau tidur dengan om?"


Bintang melihat pada Novi,ia mengelengkan kepalanya.


"Bintang tak ingin membuat bunda sendiri tidurnya,kasihan bunda om."


Roni tersenyum pada Bintang.


"Kamu kan sudah besar Bintang,kok tidur terus sama bunda,kalau anak laki laki harus berani,tak boleh tidur dengan bunda terus."


Roni berkata sambil melihat Novi.


Bintang tampak cemberut,ia lalu berlari mendekati kakek dan neneknya.


"Kamu bicara apa tadi mas,mengapa Bintang meninggalkan kita." Novi tampak heran.


"Tidak ada,hanya bicara mengenai jangan tidur terus dengan kamu,ia kan telah besar Novi."


"Kamu ada ada saja,nanti ia merajuk lagi pada saya mas." Novi berkata lagi.


"Ia harus mulai membiasakan dirinya Novi,biar ia belajar sekarang,saat kita menikah nanti ia tidak canggung kalau ia harus tidur di kamarnya nanti."


"Ia masih kecil mas,saya tidak mau berpisah tidur dengannya." Novi protes ucapan Roni.


"Novi,kamu harus persiapkan semuanya,kita menikah mungkin setahun lagi setelah menyelesaikan segalannya,Bintang akan naik kekelas lima nanti,ia sudah besar,apa kamu mau ia melihat segalanya nanti,kamu harus mengajarnya untuk ia berani tidur di kamarnya yang akan kita buat nanti."


Novi terdiam mendengar ucapan Roni,Roni manatapnya.


"Novi saya telah membeli tanah untuk Rumah kita setelah kita menikah,tempatnya bagus,setelah surat cerai kamu selesai saya akan membangun rumah itu."Roni berkata.


"Mengapa menunggu ada surat cerai." Novi tampak heran.


sayang?" Roni mengoda Novi.


Novi tersenyum,mendengar ucapan Roni.


"Mengapa kamu tersenyum Novi,apa yang lucu.Roni bertanya sambil ikut tersenyum."


Roni mendekati Novi,Novi tersenyum.


Tanpa mereka sadari Bintang memperhatikan mereka,Bintang keluar kembali saat bapak menyuruh Bintang memanggil ibunya.


Bintang berdiri saja ia tidak ingin mendekat.


Ibu Ros yang menyadari Novi dengan Roni menyusul Bintang,dilihatnya cucunya hanya berdiri memperhatikan Novi dan Roni.Ibu Ros mendekatinya.


"Bintang,mengapa kamu berdiri saja di sana,ayo sini kita kekamar." Ibu Ros mencoba membawa Bintang bersamanya.


Bintang diam ia mengikuti ibu Ros tanpa suara,keceriahannya hilang.Pak Ridwan heran melihat Cucunya hanya diam..


Ia mengkode ibu Ros,ia bertanya dengan isyarat.


"Kek kita kekamar saja nenek sudah capek."


Tiba tiba Ibu Ros berkata,untung pak Ridwan mengerti setelah istrinya memberi kode.


Bintang melihat nenek.


"Nenek sudah capek?" Bintang bertanya.


Nenek mengangguk


"Bintang kita ke kamar nenek saja,kamu bisa kan mengurut kaki nenek." Nenek mencoba mengalihkan kesedihan Bintang.


Bintang tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Mereka menuju kamar nenek.


Sampai disana Bintang menyuruh nenek berbaring.


"Nek,tidurlah Bintang urut kaki nenek."


Setelah mengurut nenek Bintang melihat pada kakek.


"Kek.Bintang ingin bicara pada ayah,kakek tolong ya telepon ayah."


Pak Ridwan tak kuasa menolak permintaan Bintang.ia menelepon Remon.


Tiga kali Pak Ridwan menghubungi Remon baru terhubung.


"Assalamualaikum pak." Remon menjawab


"Waalaikum salam nak,ini bapak menelepon kamu lagi Remon,anak kamu ingin bicara ."


Remon tersenyum pada pak Ridwan.


"Maaf pak anak saya selalu menyusahkan bapak."Romon merasa tak enak.


"Kamu bilang apa Remon,Bintang itu cucu saya, sudah berapa kali saya katakan padamu,mengapa kamu bicara begitu nak?"


"Iya pak Bintang cucu bapak."Akhirnya Remon berkata.


"Ini dia,ia sudah mendekat dengan saya,nak."


Remon tersenyum.


"Mana Dia pak..?"


Pak Ridwan menberikan hpnya pada Bintang.


Bintang melihat wajah Remon langsung terisak,melihat itu Remon terkejut,Pak Ridwan dan Ibu Ros heran melihatnya mereka berdua saling pandang.


"Ada apa nak mengapa kamu terisak nak?"


Remon bertanya.


"Ayah lama sekali datang ke sini.eee salah,Bintang saat ini berada di hotel ayah,ayah pernah tidur di hotel?"


"Remon tersenyum.pernah sayang,ayah juga sekarang ini ada dihotel."


"Kok tidak seperti di tempat Bintang hotel Ayah,hotel ayah bagus."


Remon tersenyum.


"Apa kamu mau pergi ke tempat hotel yang ayah tempati nak nak?" Remon bertanya


"Mau ayah,tapi Bintang tidak mau tidur sendiri ayah,Bintang mau tidur dengan ayah."


"Tentu sayang,Bintang akan tidur dengan ayah." Bintang tampak senang


"Kapan ayah ke rumah kakek?"


"Mungkin senin sayang,kamu tunggu ayah ya?"


Bintang mengangguk,ia tampak senang.


"Kamu mau dibeli apa nak."


"Bintang tak ingin apa apa ayah,Bintang hanya ingin ayah saja."


Remon terharu mendengar ucapan anaknya,matanya berkaca,ia menatap anaknya,Bintang tampak heran melihat mata ayahnya berkaca.


"Mengapa ayah menangis?"


"Ayah tidak menangis ,ayah senang kamu sayang pada ayah nak,ayah ingin kamu selalu menyayangi ayah.."


Pak Ridwan melihat Remon mengelap air matanya.

__ADS_1


__ADS_2