
Hari hari telah berlalu,Novi sering mengalami mual dan muntah seperti saat ini,Novi berlari ke kamar mandi,Remon menyusul Novi,ia mengosok punggung Novi,setelah selesai muntah Remon mebimbing Novi ke tempat tidur dan membaringkanya,hampir setiap hari Novi begitu.Kadang siang kadang malam hal itu terjadi,Remon dengan sabar melayani Novi.
Empat bulan telah berlalu,Novi telah melewati masa masa sulit kehamilan ,rasa mual dan ingin muntak telah berkurang ia mulai sehat dan telah pergi kuliah kembali,perut buncitnya sudah mulai tampak.Banyak teman kampusnya merasa heran melihat perut Novi mulai nambak membuncit,tapi mereka hanya memperhatikan perut Novi yang tampak lain dari biasanya,ada seorang wanita yang nampak lain melihat perut Novi,pandangannya terlihat sinis pada Novi,melihat hal itu Melati membelalakkan mata pada gadis itu,gadis itu cepat cepat mengallhkan penglihatanya ke tempat lain.Lain dengan Novi ia cuek saja ketika mata temannya yang lain memandang aneh kearahnya.Melati mendakati wanita itu.
"Yul,kok kamu gitu melihat pada Novi,kamu melihat dia kayak melihat apa,gitu."
Wanita itu senyum mengejek pada Melati,
"Saya lihat perut Novi seperti perut orang hamil,apa mungkin temanmu yang cantik ini ,yang di idolakan pria ganteng hamil di luar nikah?" Novi dan Melati saling pandang
"Yuli,temanku ini sudah menikah,wajar dong ia hamil,dimana letak salahnya,saya tanya sama kamu ,orang yang sudah nikah apa pantas kalau ia hamil di sebut kawin diluar nikah?"Wajah Yuli memerah mendengar ucapan Melati
"Saya tak pernah dengar Novi menikah".
"Apa perlu Novi melapor sama kamu kalau ia mau nikah?
Yuli tak bisa berkata apa apa mendengar ucapan Melati.
"Yuli apa salah kalau orang yang sudah nikah itu hamil,kalau menurut saya,yang salah itu tidak nikah lalu hamil itu baru salah Yuli,orang seperti itu baru boleh kamu melihat sinis padanya".
Karna maluYuli pergi begitu saja.,Novi dan Melati saling pandang dan mereka tersenyum melihat kepergian Yuli.
Di sebuah Reestoran Remon berkumpul dengan Teman SMA nya,mereka asik berbicara ,tampak mereka serius sekali membicarakannya
"Kita Jadi Reuni bersama Remon, sekarang ini anak sekolah baru mulai libur,kita kepulau ,sambil mengajak keluarga kecil kita libur kesana, rauni bersama ini kamu harus ikut Remon,tak ada Alasan lagi."
Remon menatap temannya ia merasa serba salah,melihat hal itu Baron melihat padanya.
"Mon,ada apa?.Remon menatap Baron
"Saya sepertinya tak bisa ikut,Novi sedang hamil,tak mungkin saya pergi,saya tak mau ada apa apa dengan Novi nanti"
"Sudah berapa bulan mom?" Ira bertanya
"Empat bulan,ia sempat masuk rumah sakit di awal kehamilannya,saya takut membawa dia,saya agak trauma Ra."
Kalau sudah empat bulan tak apa mon,begini saja kamu saja yang pergi,istri kamu dirumah saja,kapan lagi mon kita berkumpul bersama dengab teman satu SMA "
.Remon diam ia melihat pada teman temannya.
"Mon,coba kamu bicarakan dulu sama istri kamu,saya rasa istri kamu bisa mengerti,saya lihat ia sangat baik mon." Mega temannya Satu lagi berkata.
"Saya tak mungkin meninggalkannya,sementara kalian semua membawa keluarga."
"Ayolah mon,kami sangat mengharapkan kehadiranmu."
__ADS_1
Remon menimbang nimbang,ia melihat pada temannya
"Baiklah saya akan bicarakan dengan Novi,saya akan telepon kamu bagaimana keputusannya nanti".Akhirnya Remon memutuskan
Baron nengancungkan jempolnya,ia tersenyum
"Oke,kami tunggu jawaban dari kamu,kalau bisa secepatnya ya Mon."
Remon tersenyum ia menganggukan kepala.
Novi telah selesai mandi ia duduk ditaman melihat pak mamat menyiram bunga,Pak Mamat bertanggung jawab merawat taman di rumah itu.Setelah selesai ia mendekati Pak Mamat,Pak Mamat Cepat cepat menundukan kepalanya pada Novi,Novi tersenyum.
"Pak,bunganya cantik cantik semua pak?"
"Iya mbak,bunga kalau dirawat disiram ia akan tumbuh dengan baik,sama dengan kita mbak,kalau diperhatikan dan dikasih minum kita akan segar, kita akan tumbuh dengan baik mbak." Novi tersenyum.
Mobil Remon memasuki halaman rumah yang besar,setelah turun dari mobil Remon mendekati Novi,ia tersenyum pada Novi,ia mengecup kening Novi.Novi mencium tangan Remon.
"Kok kamu disini sayang,kamu sedang apa sayang? "
Novi tersenyum ia melihat Pak Mamat,Remon ikut juga melihat pak mamat
"Saya melihat pak Mamat menyiram tanaman,saya senang melihat bunga cantik dan segar semua,saya menyukai bunga ini mas."
Remon tersenyum mendengar penjelasan dari Novi ,ia mengusap kepala novi
"Mas kok cepat mas pulang hari ini mas?"
Remon mebnatap Novi
"Pekerjaan mas hari ini tak banyak,lagi pula mas rindu sama kamu dan anak kita."
Remon tersenyum ia menggoda Novi,novi tersenyum malu.
Yang ,bagai mana kalau kita makan malam di "luar?
Novi melihat pada Remon ia terkejut mendengar tawaran Remon yang tiba -tiba
Remon menunggu jawaban Novi,Novi membalas tatapan Remon di lihatnya suamibya nengaharapkan ia mau makan diluar,akhirnya Novi mengangguk.Remon tersenyum senang
"Mas senang sayang,mas mau mandi dulu,ayo kira kedalam,kamu pilihkan mas pakai baju apa,mas mau kamu yang menentukan pakaian mas"
Setelah berbicara Remon masuk kedalam rumah,Novi menyusulnya.sampai di dalam Remon melihat pada istrinya
Yang,tadi mas bertemu teman mas waktu SMA dulu,kamu ingatkan,kami akan pergi Reuni bersama dan membawa keluarga masing- masing.Remon melighat Novi, Novi tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Saya ingat mas"
Kami rencana akan pergi hari sabtu,tapi mas ragu sama kamu sayang,mas rasa kamu tidak bisa pergi,mas takut terjadi sesuatu dengan kandungan kamu kalau kamu pergi,perjalanannya jauh sayang, apa lagi kamu akan ke pulau.
"Saya pikir juga begitu mas,saya ingin anak kita lahir dengan selamat,saya tak usah pergi mas"
Remon memandang Novi sepertinya ada yang ingin ia katakan. Novi heran melihat Remon
"Ada apa mas,sepertinya ada sesuatu yang ingin mas katakan".Remon mengangguk.
"Teman mas sayang mereka nengharapkan masi ikut juga reuni sayang,mas sudah jelaskan pada mereka mengenai keadaan kamu tapi nereka sepertinya sangat mengharap sekali mas ikut."
Novi menatap Remon ia melihat Remon menunggu jawaban dari Novi
"Kalau mas ingin pergi saya izinkan,pergilah mas kapan lagi mas kumpul dengan teman mas".
Remon kelihatan senang karna Novi mengizinkan ia pergi.
"Tapi mas perginya seminggu sayang".
Novi tersenyum,ia memegang tangan suaminya
Tak apa mas,tapi satu hal yang saya pinta pada mas,mas jangan dekat dekat dengan mbak Friska dan mbak Ira,saya tak suka,saya tidak akan memaafkan mas kalau mas dekat dengan mereka
Remon terkejut juga,nyalinya ciut mendengar ucapan istrinya
"Mas akan mendengar ucapan istri tercinta mas,percayalah sayang mas sangat mencintaimu dan anak kita,mas tak akan mendekati mereka"
"Pokoknya kalau mas macam macam di sana,makan malam ini ,makan malam terakhir kita."
Hati Remon mendesir mendengar ucapan Novi,ia menatap Novi,dilihatnya istrinya serius berkata.
"Sayang,sampai kapan pun mas tak bisa melupakanmu,percayalah pada mas sayang,kamu telah merubah mas sayang, mas beruntung mendapatkan kamu ,mana mungkin mas menduakan kamu."
"Mas gombal mas pandai bicara"
"Kamu tak percaya sama mas ya?,belah lah dada mas kalau kamu tak percaya,kamu bisa melihat isinya yang."
Remon mengoda Novi,Novi mencibirkan mulutnya,Remon tertawa melihat Novi mencibir ,ia tampak gemas pada Novi.
Suara Azan terdengar
"Mas, kita sholat dulu,setelah itu kita baru pergi ya mas?"
Remon mengangguk.
__ADS_1
Setelah mereka sholat berjemaah mereka berangkat.Remon mengandeng tangan Novi ,Novi melihat Remon mereka berdua tersenyum.
.