Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Sudah mulai mandiri


__ADS_3

Sudah tigatahun lebih Novi meninggalkan Rumah,ia kini telah berdagang di depan rumahnya,ia telah merubah halaman Rumah Pak Ridwan menjadi toko,serba ada,tokonya cukup laris di kampung itu. Pak Ridwan selalu menemani Novi berdagang,anak Novi Ibu Ros yang menemani setiap hari,anaknya laki laki mirip sekali dengan Remon.


"Nenek intang au empat bunda nek."


Dengan khas anak kecil merengek pada Ibu Ros. ibu Ros hanya tersenyum pada anak kecil,ia mengusap kepala anak itu.


"Bundanya sedang berdagang Bintang,nanti siang nenek bilang sama bunda ya..."


"intang au ama unda nek." Bintang masih merengek.


Bintang mulai menarik narik tangan Ros.


"Baiklah,mari kita tempat bunda,jangan merengek begitu,ayo kita tempat bunda."


Bintang tampak senang,ia melompat lompat,mereka berdua pergi ke tempat Novi.


Melihat kedatangan Ibu dan Bintang Novi tersenyum padanya setelah mendekat Novi jongkok berhadapan dengan Bintang


"Anak bunda kok kesini,mengapa tak main dengan nenek di rumah sayang."


"Intang au ama unda,intang ak au ama enek".Novi mencium anaknya ia tersenyum


"Kok tak mau sama nenek nanti nenek di rumah sama siapa nak".


Bintang menunduk ia diam saja Ros tersenyum melihat Bintang.


"Nanti nenek nangis kalau bintang tak mau menemani nenek"Ibu Ros pura pura nangis.Bintang tampak kasihan sama Ros.


"Enek,angan angis nek,intang au ain ama enek".


"Bintang memegang baju nenek,Novi dan Ros saling pandang mereka tersenyum".


"Kalau Bintang tidak nakal nenek tidak akan nangis."


Bintang mendekati nenek.


"Intang tak akal nek,intang ayang enek."


Nenek Tersenyum,ia jongkok dipegangnya kepala Bintang.


"Kalau sayang nenek,cium nenek,setelah itu peluk nenek."


tanpa menunggu lagi Bintang langsung mencium dan memeluk neneknya,Novi tersenyun melihat mereka berdua.Ridwan yang melihat dari dalam toko tersenyun melihat istri dan cucunya itu.


Sementara itu Di kantor Remon Ira berusaha masuk keruangan Remon,ia bersikeras masuk walau di halangi asisten Heri.Ira tampak marah pada asisten Remon.


"Pak Heri,kamu jangan sembunyikan Remon dari saya!." pak heri menatap Ira.


"Saya tidak menyembunyikan pak Remon,ia jarang masuk kekantor ini buk."


"Telepon saya tidak diangkat,saya pergi ke rumahnya ia tak pernah kerumah itu."

__ADS_1


"kalau begitu,untuk apa ibu mencari pak Remon,lebih baik ibu cari orang yang belum mempunyai istri buk."


Mendegar ucapan asisten Remon Ira membelalakan matanya,ia kelihatan tak suka Asisten itu berkata begitu.


"kamu berani berkata begitu,awas kamu kalau saya sudah nikah dengan Remon,kamu yang pertama yang akan dipecat!"


Asisten itu terdiam,Ira merasa senang melihat Asisten terdiam.


"Istrinya saja sekarang sudah kabur,kamu lihat saja nanti kami sebentar lagi menikah."


Ira berkata dengan senyum kepedeaanya.


"Kamu merasa percaya diri sekali Ira,Pak Remon itu sangat cinta sama istrinya,terbukti ia selalu mabuk memikirkan istrinya."


Pak asisten berkata dalam hatinya .


"mengapa kamu diam saja pak Heri,apa yang kamu pikirkan?"


Ira berkata sambil menatap asisten itu.


"Buk Ira,saya minta maaf saya mau pergi ada pertemuan,saya mengharapkan pengertian ibu,ruangan ini akan di kunci."


Ira merasa tersinggung dengan ucapan pak asisten.


"Kamu berani mengusir saya ya,sudah berapa kali saya ucapkan kamu harus sopan dengan saya,saya ini calon istri bos mu."


Asisten membuang muka mendengar ucapan Ira,ia mulai malas meladeni Ira.


"Buk,maaf kantor ini sekarang tanggung jawab saya,karna bapak Remon telah memberi kuasa kepada saya untuk mengelolanya."


"Buk saya mohon ibu keluar dari ruangan ini,saya mau rapat, ruangan ini akan dikunci,saya tak ingin ibu dikeluarkan satpam."


Ira Naik darah mukanya merah.


"Kurang aj*r,kamu berani mengusir saya,apa kamu tak sadar kamu bukan bos kamu hanya seorang asisten orang suruhan Remon".


mendengar ucapan Ira yang pedas,Pak Heri berusha menenangkan dirinya,ia mengambil hpnya,


"Pak satpam saya butuh bantuan anda,datang keruangan bos,secepatnya kalian kesini!"


Ira bertambah marah,ia berdiri dari duduknya ia mendekati Pak Heri.


"Dasar asisten sia*an,kamu berani kurang ajar kepada saya,saya akan minta Remon untuk memecat kamu nanti,tunggu pembalasanku."


Setelah berkata begitu Ira keluar dari ruangan itu,Heri tersenyum melihat kepergian Ira.


"Dasar wanita tak tahu didiri,pandainya merusak rumah tangga orang saja."


Sang asisten mengomel sendiri sambil mengunci ruangan itu dan berlalu.


Novi tersenyum melihat tingkah anaknya yang asik menonton tv,ia sangat suka film kartoon.

__ADS_1


"Sayang kamu jangan dekat dekat Nonton tv nanti matamu rusak nak".


Novi mengeser perlahan anaknya kebelakang dari depat tv,ia agak dekat dekat tv,karna asik menonton,Bintang tak nenyadari bundanya menariknya kebelakang perlahan.Ros dan Pak Ridwan tersenyum melihat Bintang tak ada Reaksi ketika ia di angkat Novi perlahan ke belakang .


"Anak ini tak ada reaksi ketika di pindakan kebelakang,sepertinya ia menyukai film kartoon ini."Ibu Ros tampak geli melihat pada Bintang.


"Bintang seperti ayahnya buk,mas Remon Juga suka menonton film kartoon ini."


Tanpa di sadari Novi ia berkata kasamaan anak dan ayahnya kepada Pak Ridwan dan Ibu Ros,suami istri itu saling pandang,Novi menggigit bibirnya kala menyadari telah membicarakan tentang Suaminnya.


"Jadi Ayahnya Bintagg bernama Remon,apa kamu mau menceritakan siapa ayahnya nak?"


Novi terdian ia tertunduk.


"Kalau kamu tidak ingin menceritakannya tak apa nak,ibu dan bapak tak akan bertanya lagi".


Novi menatap Orang tua angkatnya itu,ia seperti menimbang nimbang,setelah cukup lama ia tersenyum pada Keduanya.


"Ayah Bintang bernama Remon ,ia seorang pengusaha buk pak,kami menikah terpaksa,kami dituduh melakukan sesuatu yang tidak kami lakukan buk, pak,,akhirnya kami dipaksa kawin."


Novi berhenti sejenak,ia menyelimuti anaknya yang sudah mulai tertidur,kedua orang tua angkatnya itu mendengar cerita Novi.


"Mas Remon orangnya baik,ia sangat menyayangi saya,Mama mas Remon tidak menyukai saya sebagai menantunya buk,pak,saya tetap bertahan karna mas Remon mencintai saya buk,tapi satu kekurangan mas Remon ia terlampau baik sama mantannya,mantannya memanfaatkan kelemahannya buk ,pak,saya tidak tahan ia sering berdua dengan mantannya,itulah makanya saya pergi dari rumah waktu itu,buk, pak."


Pak Ridwan menatap Novi.


"Nak,seharusnya kamu tidak pergi dari suamimu,kamu bisa bicarakan sama dia apa yang kamu tidak suka,apa kamu tidak kasihan dengan anakmu ini,diusia sekecil ini tidak perna melihat wajah ayahnya."


"Saya sudah bicarakan sama Mas Remon,ia berubah sebentar setelah beberapa hari ia kembali berhubungan dengan mantan pacarnya pak,saya tidak bisa meberima hal yang demikian pak.."


"Nak coba kamu pikirkan apa tidak ada niat kamu mempertemukan Bintang dengan ayahnya nak?" Novi menatap pak Ridwan,ia kelihatan sedih.


"Saya tidak ingin bertemu dengan mas Remon lagi pak,saya telah keluar dari rumahnya,saya tak ingin kembali lagi pak."


"Semua itu terserah padamu nak,bapak hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua."


Ros membelai Rambut Novi,Novi memeluk Ros,ia meneteskan air mata.


"Buk,pak,untuk saat ini saya senang seperti ini,saya senang bisa menjadi anak bapak dan ibu."


Ros memeluk Novi ia sangat menyayangi Novi,mereka berdua terharu,Pak Ridwan menatap sayang kepada kedua wanita yang berbeda generasi itu, tak lama kemudian ia pun mengendong Bintang masuk kekamarnya.Novi dan Ibu Ros ikut masuk kekamar Novi dan Bintang.


"cucu saya sudah besar ini terbukti ia sudah mulai berat di gendong.Pak Ridwan agak tergopoh meletakan Bintang ke kasur"


"Pak,seharusnya tadi biar saya yang gendong Bintang pak,saya takut nanti pinggang bapak sakit lagi"


Pak Ridwan tersenyum pada Novi.


Kalau saya tidak mengendongnya kedalam rasanya ada yang kurang dari hidup bapak nak."


Novi tersenyum ia melihat pada Ibu Ros,ibu tsrsenyum sayang pada Novi,Novi pun membalasnya,ia sangat bersyukur sekali mendapat orang tua angkat yang baik sekali.

__ADS_1


"Saya senang dan bersyukur pak buk,menhadi anak bapak dan ibuk."


Kedua orang tua itu saling pandang lalu mereka tersenyum.


__ADS_2