
Remon mengelap hidungnya,Bintang tersenyum.
"Ingus ayah di kumis ayah." Bintang menunjuk ke arah hidung.
Remon bergegas menghapus ingus nya dengan tisu yang ada dihotel itu..
Remon sangat bahagia ,ia tersenyum pada Bintang.
"Apa masih ada nak?"
Bintang memperhatikannya.
"Tidak tampak lagi ayah."
"Apa betul kamu tidak mau ayah belikan oleh oleh nak?"
Bintang mengeleng.
"Bintang maunya ayah yang datang ke tempat Bintang." Bintang berkata.
"Baiklah nak tunggu ayah hari senin ya,ayah akan langsung ke tempat mu,sekarang tidurlah,ayah mau bicara dengan kakek,ingat ya jangan nakal ya nak?"
Bintang mengangguk.
Kakek Ayah mau bicara dengan kakek." Bintang memberikan hp pada kakeknya.
"
Pak Ridwan tersenyum,ia menerima telepon dari Bintang.Setelah memberikan Telepon Bintang langsung ke kamar mandi.Setelah itu ia Sholat selesai sholat ia naik kekasur dekat neneknya.
"Nek Bintang mau tidur dengan nenek,Bintang mengantuk."
Nenek mengangguk,Bintang tidur di dekat nenek.Tak lama Bintang tertidur,Pak Ridwan yang telah menyelesaikan pembicaraanya tersenyum melihat Bintang telah tertidur.
"Novi tadi pergi kemana buk?"
"Tadi ia telepon ibu, ketika Remon menelepon tadi.Ia pergi dengan Roni pak."
"Wah anak itu,tidak bisa menahan diri,anaknya baru kembali akur dengan dia,diulangi lagi pergi sembunyi dari Bintang."
"Tadi sepertinya Bintang marah lagi pada Novi pak." Ibu memberi tahu pak Ridwan.
"Novi itu tidak jera melihat anaknya tak mau bicara padanya." pak Ridwan agak kesal.
"Maklum pak anak kita,Cinta lama bersemi kembali."
Kedua kakek nenek itu tersenyum berdua,
"Makan tu cinta,tau rasa kalau anaknya dongkol lagi."
Nenek mencubit pak Ridwan.
"Tak baik bapak mendoakan Bintang dongkol lagi dengan Novi."
"Saya tak ada ingin Bintang marah pada bundanya bu,kamu jangan bicara begitu,nanti di dengar Novi akan lain jadinya."
"Maaf pak ibu asal bicara saja." Ibu cepat minta maaf.
"Ya,mari kita tidur,saya sudah ngatuk pak".
"Ya saya juga ngantuk bu." Bapak mendekati ibu Ros.
Mereka berdua tidur terpisa,karna di tengah mereka Bintang tidur bersama mereka.
Novi masih asik ngobrol di taman samping Hotel yang ada di sana,banyak juga orang duduk di sana.
__ADS_1
"Saya suka hanya kita berdua di siniNovi."
"Mas jangan bicara begitu,mas kalau suka dengan saya mas harus suka pula dengan anak saya." Novi melihat Roni.
"Kamu jangan salah paham sayang,tentu saja saya suka Bintang saya juga suka bapak dan ibu,mereka keluarga kamu pasti saya suka,maksud saya tadi,kalau kita sedang berdua kan senang kalau tak ada yang mengganggu."
Novi mencibir Roni.
"Mas pandai berbicara." Roni tersenyum.
"Tentu mas harus pandai berbicara sayang,kalau tak pandai kamu nanti bosan dengan mas." Roni menggoda.
"Saya malas berdebat dengan mas ,pasti saya akan kalah." Roni tertawa mendengar ucapan Novi.
Novi melihat jam nya.
"Kita kembali ke hotel mas?"
"Sebentar lagi sayang,mas masih ingin bersama kamu,kamu jangan takut,saya kan sudah bicara sama ibu tadi untuk pergi berdua dengan kamu kan?"
"Tapi hari sudah malam,bagaimana Bintang ,apa sudah tidur apa belum?"
Roni tersenyum pada Novi.
"Kata ibu tadi Bintang biar tidur dengan mereka,kamu jangan gelisah begitu sayang,tolonglah sayang saya masih ingin bersamamu." Roni memelas.
Novi tak bisa berkata ia hanya mengarut kepalanya yang tak gatal.Roni tersenyum melihat tingkah Novi.
"Mas ingin kita bicara berdua saja,bukan mas tak suka Bintang,tapi mas ingin membicarakan sesuatu yang tak boleh di dengar Bintang,kamu paham kan maksud mas?"
Novi melihat pada Roni,ia melihat mata tajam Roni menatapnya.
"Ya saya mengerti."
Roni tersenyum,ia memegang tangan Novi.
Novi Diam tertunduk mendengar Roni bicara.ia meremas jari tangannya .Roni melihat hal itu,ia tersenyum.
"Kamu kenapa sayang? kamu seperti kayak kita pacaran waktu SMA saja,masih malu malu seperti dulu kalau berdua."
Novi tampak bertambah malu,Roni tertawa berderai.
"Kamu malu seperti itu saya suka sekali sayang.,membuat saya ingin cepat menikah dengan mu."
Novi mencubit pinggang Roni,Roni terpekik karna sakit.
"Cubitan kamu sakit sekali sayang,mas tak ingin mendapatkan ini kalau kita nenikah nanti sayang." Roni meringis,Novi tersenyum.
Novi memukul lengan Roni,Roni pura pura sakit.
"Kamu kdrt dengan mas sayang,kamu akan mas lapotkan ke perlindungan suami nanti."
"Bicara seenaknya saja,mana ada perlindungan suami,bibir mas asal melambai saja."
Robi tertawa ngakak mendengar ucapan Novi.
Novi melihat jamnya.
"Mas sudah malam sekali,ayo kita kembalu ke hotel tak enak dengan ibu dan bapak." Novi tampak gelisah.
"Kamu kan tidur di kamar sendiri,ibu dan bapak tak akan tahu kalau tidak kamu beri tahu." Roni giigih menahan Novi.
"Tapi saya tidak pernah tengah malam begini pulang mas."
"Ibu dan bapak kamu tahu kamu pergi dengan mas calon suamimu."
__ADS_1
"Tapi saya tidak ingin pulang malam sekali mas." Novi mulai kesal.
"Novi mas minta sebentar lagi,mas ingin bersama mu,saat seperti ini hampir tak ada mas jumpai denganmu ."
"Mas harus menyadari mas menikah dengan janda beranak,."
Belum jadi Novi meneruskan bicaranya,Roni telah menghentikan bicaranya dengan Ci*man Roni di bibirnya..
Novi gelagapan,ia tak menduga mendapat Ci*man mendadak dari Roni.
"Mas ini ,apa tak malu dilihat orang?"
"Kenapa harus malu,kita akan menjadi suami istri ,lebih dari ini akan kita lakukan nanti."
Roni melihat sambil mengoda Novi.
"Novi memukul mukul Roni,Roni meringis.Kamu ini kalau memukul coba perlahan dan mesra."
"Saya ingin kembali ke kamar ma saya ngantuk."
Roni menatap Novi,dilihatnya mata Novi sudah tampak ngantuk dan merah.
"Baiklah kita kembali tapi saya ingin mengatakan padamu saya ingin seperti ini sesering mungkin ya,ingat kita berdua."
Novi menatap Roni,ia akhirnya mengangguk.
"Kalau tak di turuti nanti bakal lama saya tidurnya nanti." Novi berkata dalam hati.
Mereka pun akhirnya kembali ke hotel.
Novi tak bisa tidur karna Bintang tak ada tidur bersamanya.
"Saya tak bisa tidur,bagaimana kalau saya berpisah tidur saat saya menikah nanti,rasanya tak sanggup,Bintang adalah segalanya."
Novi berkata sendiri..
Novi di kejutkan dengan suara telepon,dilihatnya Roni yang menelepon.ia tampak heran.
"Ada apa mas,kok nelepon?"
Novi lupa mengucapkan salam karna ia penasaran menerima telepon Roni.
"Saya hanya ingin mengatakan mata saya tak bisa tidur sayang?"
"Itu saja mas?." Novi berusaha seramah mungkin berkata.
Iya sayang" Roni berkata,ia tersenyum pada Novi.
Novi menarik nafas,ia tampak kesal Pada Roni.
"Picingkan saja matanya mas,saya sudah ngantuk".Nada suara Novi agak kesal.
Roni tersenyum ia sepertinya sengaja mengoda Novi.
"Baiklah,selamat malam sayang."
Roni memutuskan pangilan telepon.
Roni tampak tersenyum,sendiri.
"Kamu pemarah sekali Novi,tapi saya selalu suka padamu." Roni berkata sendiri,ua tersenyum penuh arti.
Novi tampak kesal pada Roni.
"Mas Roni ini semakin membuat saya kesal saja,gara gara teleponnya,ngantuk saya hilang."
__ADS_1
Novi mencoba memicingkan matanya.Setelah bolak balik berapa kali akhirnya Novi tertidur.
Baiklah