
Azan magrib membangunkan Novi dari tidurnya,ia bangun dan langsung sholat magrib,Novi tidak melihat Remon di kamar itu,diambilnya Alquran,ia mulai mengaji,baru dua lembar ia baca,ia mendengar pintu di buka,ia menoleh ,Remon telah berdiri di sana.
"ketika saya pergi kamu masih tidur,jadi saya pergi keluar sendiri,mandilah nanti kita pergi makan."
"Mas sudah sholat,kalau belum sholatlah dulu,"
Remon ke kamar mandi ia mengambil Wudhu lalu sholat magrib.Sementara Remon sholat Novi mandi ,Setelah mandi dan berpakaian Novi memperhatikan dirinya di cermin,Remon melihat Novi berdiri di depan cermin,ia tersenyum,ia nampak senang memperhatikan Novi,Setelah mata meraka beradu,Remon berdiri.
"Ayo ,kita berangkat sekarang,saya sudah lapar,apa kamu masih belum lapar?."
"Perut saya sudah laparmas,kita makan di mana?."
"Direstoran dekat ini,kita jalan kaki saja,biar kita seperi orang yang berpacaran di malam hari."
Novi tertawa mendengar ucapan Remon,setelah keluar dari kamar, Remon membimbing tangan Novi,wanita itu menoleh pada Remon da tersenyum manis sekali pada nya.
"Saya merasa seperti anak abg yang mau berpacaran saja sekarang"
"apa benar,seperti anak abg ,saya lihat seperti aht,yakni,anak hampir tua."
Novi tertawa ,Remon memecet hidung Novi,Novi berteriak,Remon tertawa.Setelah nenutup kamar mereka, kedua suami istri itu berjalan bergandengan tangan menuju restoran,dijalan mereka melihat satu keluarga yang berjalan kaki seperti mereka.
"Kalau kita sudah punya anak ,keluarga kita seperti itu,berjalan berdua ,ada anak yang lucu lucu,alangkah senangnya, mudah mudahan keluarga kita bahagia seperti mereka."
Novi melihat pada Remon ia tersenyum penuh arti,Remon berhenti berjalan,ketika ia melihat senyum Novi.
"Kamu kok senyumnya seperti itu."
Memangnya saya senyum seperti apa?."
Novi bertanya balik,
"Ya ,sudahlah, restoran sudah dekat,kita isi perut dulu.
.setelah sampai di restoran mereka melihat orang sudah banyak di sana yang makan,mereka duduk di sudut,di sana agak sepi,mereka memesan makanan,setelah makanan mereka terhidang mereka makan.
"Kamu seperti kurang suka makanan ini Novi?"Novi tersenyum.
"Bukan kurang suka,makanan ini baru pertama kali saya makan ,rasanya agak lain di lidah."
"Kalau sudah terbiasa nanti,kamu akan suka ."
Novi tersenyum
"Entahlah,saya ini sukanya makanan tradisional,karna yang biasa saya makan makanan seperti itu,makan ini bagus dilihat,saya seperti bernafsu memakannya,setelah di coba,rasanya agak aneh di mulut."
Remon tersenyum mendengar ucapan Novi.
"Novi ,apa kamu sekarang sudah kenyang,apa perlu kita mencari masakan Indonesia,kalau saya suka makanan seperti ini."
__ADS_1
"Saya sudah kenyang mas,"
"kalau begitu ,setelah ini kita jalan jalan sebentar,setelah itu kita kembali ke hotel."
Novi mengangguk ia menuruti keinginan suaminya,setelah Remon membayar makanan mereka jalan berdua,ketika melihat taman mereka kesana dan duduk berdua.ada juga beberapa orang di taman itu.
""Besok mas mulai ketemu rekan bisnis,kamu akan sendiri di kamar,tapi akan mas usahan cepat pulang."
Novi tersenyum kadang masnya ,memanggil mas kadang saya pada dirinya.
"Tak apa mas,saya akan menunggu mas,pekerjaan lebih penting mas,kalau saya hanya menemani mas kesini,tujuan mas ke sinikan untuk bekerja."
Remon tersenyum ia membelai rambut Novi.
"saya kesini tidak untuk bekerja saja,tapi untuk membawa istri cantik saya jalan jalan,karna kalau di Jakarta saya tidak sempat , mas pulang saja hari telah malam."
Saya begini saja sudah merasa senang mas,mas penuh perhatian,sayang kepada saya,saya tak menyangka,nasib saya seperti ini."
Remon tersenyum,dan memeluk istrinya,Novi terharu di pelukan suaminya.
"Mas waktu pertama bertemu kamu, tak ada perasaan apapun sama kamu,tapi beberapa hari ini,entah mengapa kalau dekat sama kamu perasaan mas senang saja,ada rasa nyaman."
"Oya Novi,mas berharap kamu sabar menghadapi mama,mama sebetulnya terkejut ,kita tiba tiba menikah,tanpa ia ketahui."
Novi teringat kejadian yang mempertemukan ia dengan Remon.
Mama itu orang tua mas berarti orang tua saya juga mas,masak anak tak sabar dengan orang tuanya mas."
"Kamu sudah mengantuk,ayo kita ke hotel,udara sudah semakin dingin,nanti kamu sakit."
Novi menganggukan kepala,Mereka berdua kembali ke hotel.Setelah menganti baju mereka duduk di atas tempat tidur.
"Apa kamu sudah siap Novi?."
Novi menatap heran pada suaminya.Remon tersenyum ia menatap Novi dengan tatapan penu hasrat.Novi grogi.
"Siap apa mas?.
walau tahu maksud Remon Novi tetap juga bertanya,Remon mendekat pada Novi,ia pagang tangan Novi,di tatapnya istrinya.
"Apa kamu sudah siap melakukan malam ertama yang tertunda."
Muka Novi merah karna malu mendengar ucapan Remon ,ia diam saja,ia meremas jari tangannya.
"Saya menginginkannya Novi,tapi percayalah saya tidak akan menyakitimu."
"Saya takut mas."
Novi berkata sambil menundukan kepala,Remon mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Jangan takut,percayalah sama mas,mas akan buat senyaman mungkin."
Novi melihat pada Remon,tampak ada keraguan di wajahnya.
"Kamu bersedia melayani suami,kamu akan mendapatkan pahala,kamu bersediakan?
Novi masih diam ia meremas lagi jari tangannya.
"Ayolah sayang ,jangan lama berpikirnya."
Novi melihat Remon kala Remon mengucapkan kata sayang
"Sayang."Novi mengulanginya
"ya,mas sudah mulai sayang padamu."
Remon berkata sambil memegang kedua pundak Novi.
"Bagai mana apa kamu bersedia?
Remon masih mengulangi bertanya tentang keinginanya.
"Kalau kita telah melakukannya nanti,apa mas mau berhenti pacaran sama pacar mas,dan tidak akan berkianat dan meninggalkan saya,saya tidak ingin ada orang ke tiga di rumah tangga kita."
Remon tersenyum ,ia menatap Novi.
"Kamu ragu karna itu,percayalah mas tidak akan meninggalkan kamu,sudah mas katakan berkali kali,mas senang berada dekat kamu,perasaan mas nyaman ,kalau mengenai Friska,mas akan memutuskannya.
"Friska nama pacar mas,dari namanya pasti ia sangat cantik dan menarik."
Nada bicara Novi ada rasa cemburu,Remon merasakan.
"Mas tidak ingin membicarakan orang lain,kita bicarakan masalah kita saja,jadi bagaimana?"
"Wah!,Mas gigih sekali,pertanyaan itu saja dari tadi."
"Bagai mana tidak gigi,dari tadi saya sudah menunggu,kamu masih saja tak mengerti."
"mas,mas ingin sekali ya?,apa tidak bisa lain kali."
Novi bertanya sambil mengoda.
"Mas inginnya sekarang,masak lain kali melakukannya." Remon memeluknya,mereka tertawa bersama,Remon berusaha merayu Novi.
Sayang ,ayolah,malam ini ya.."
Novi akhirnya mengangguk Remon sangat senang,ia memeluk erat istrinya,sampai istrinya sulit bergerak
"Mas ,jangan kencang kencang meneluknya,badan saya sakit dipeluk begitu."
__ADS_1
Remon melongarkan pelukannya Remon telah memulainya.Dengan semakin larutnya malam ia mulai menyatukan dirinya dengan istrinya,ya mereka telah merasakan sebagai pasangan suami istri seutuhnya.Setelah melakukannya mereka tertidur nyenyak sekali.