
Novi merasa gelisah akhir akhir ini,Arya sering mengikutinya,ia merasa takut,takut pada Arya dan takut suaminya akan salah paham padanya.Pagi itu ketika Remon mengantarnya ke kampus Arya sudah berdiri di dekat pohon,ia tampak sedang menunggu Novi.
"Sayang,kalau kamu selesai kuliahnya kamu telepon mas ya,mas mau makan siang dengan kamu"
Novi mengangguk ia turun dari mobil,Novi menuju kampus,saat Remon hendak menjalankan mobilnya,ia melihat pada Novi,istrinya itu telah bergabung dengan sahabatnya,dan ada juga pria berjalan bersamanya,Remon terpaku sesaat,ia tampak tak suka ada pria di dekat istrinya,nata Remon tak berkedip melihat Novi sampai tak kelihatan lagi,barulah Remon menjalankan Mobilnya
Di kantor Remon masih kepikiran mengenai Ada pria yang ada di dekat Novi.ia mudah tersulut emosi,seperti saat itu ia merasa cemburu
"Dina,kamu sudak berapa tahun kerja disini,gunakan pikiran dan insting,pekerjaan seperti ini saja tidak becus kamu kerjakan"
Remon berkata dengan Suara tinggi ketika ia melihat hasil kerja karyawatinya,wanita itu hanya diam terpaku,menerima kemarahan Remon,Remon melihat pada Heri asistenya
"Heri,periksa dulu hasil kerja yang lain,untung tadi saya melihat dan memeriksa,saya tidak mau nama saya buruk dimata teman bisnis saya."
Heri menganggu,ia tak berani melihat pada Remon kalau sedang marah,bisa bisa ia mendengar ucapan kasar darinya.Setelah Remon masuk keruanganya,semua karyawan baru nampak legah.
"Put,sudah lama bos tidak marah marah seperti ini,sepertinya bos kita ada masalah,mungkin dengan pacarnya kali,sebab marahnya tadi tidak berdasar."
Rido melihat pada putri,ia meletakan satu jari telunjuk kemulutnya.
Kamu jangan keras keras bicaranya,nanti di dengar bos, sepertinya bos murah sekali naik emosinya,kamu bicaranya tolong dipelankan suaranya."
Rido bicara perlahan pada putri.
Sementara itu di ruangannya ,Remon masih tampak kesal,ia bersandar pada kursi kebesaranya,ia masih memikirkan kejadian di kampus tadi.
"Mengapa saya cumburu pada orang yang beriringan jalan dengan Novi ,saya merasa, tadi tak ada pria itu,setelah saya melihat kenbali novi,pria itu tiba tiba ada di sampingnnya,pria itu agak aneh,sudah tiga hari ini saya melihat setiap pagi ia selalu ada saat Novi tiba dikampus."
Remon tampak gelisah sekali,ia tampak cemburu pada Arya.,Remon menarik nafas beberapa saat dan melepaskanya kembali.
Dari pada saya penasaran,nanti saat berjumpa Novi ,akan saya tanyakan pria itu."
Remon berbicara sendiri,ia nampak menimbang nimbang sesuatu,
Ya!,lebih baik saya tanyakan nanti."
Tiba tiba Remon memutuskan.
Di kampusnya Novi sedang berbicara dengan kedua temanya,tiba tiba Arya datang
"Novi,boleh saya bicara sebentar,hanya kita berdua.
Novi melihat pada kedua temannya,ia nengisyaratkan agar temannya menolongnya,tapi temannya tidak paham maksudnnya.
"Bicara di sini saja mas Arya, kedua teman saya ini bisa di percaya kok"
Novi menolak secara halus,Arya ingin bicara berdua dengan Novi ia menyakinkan Novi.
"Novi,ada yang penting yang ingin saya katakan ,tapi pembicaraan ini ,hanya pembicaraan kita berdua ,kamu mau kan kita bicara di sana saja berdua?".Novi melihat lagi pada temannya, sebelum temanya menjawab,telepon Novi berdering,Novi mengangkat teleponnya.
__ADS_1
"Iya mas,oo,ya, baik mas, saya mau kesana mas sebentar ya mas,asalammualaikum."
Novi selesai berbicara di teleponnya.Novi melihat kepada ke dua temannya.
Melati,Bunga,Jemputan saya sudah datang.kalian berdua saja yang menemani Arya,saya duluan ya."
Setelah pamit dengan temannya ,novi lansung berjalan,ia menganggukan kepala sama Arya,Arya terpaku memandang kepergian Novi,ia tampak kecewa. sesampainya di dekat mobil Remon Novi melihat Remon Turun dari mobilnya
"Kok turun mas?." Novi bertanya.
Remon tersenyum,ia mengandeng tangan Novi dan membawa ke dalan Mobilnya,Sementara itu,Arya melihat dari jauh Novi di Jemput Oleh seorang lelaki,matanya tajam melihat ke arah Novi dan Remon.Setelah mereka berada di dalam mobil,mobil melaju menuju restoranlanggabanRemon.Sesampai mereka di sana mereka masuk dan memesan makanan,mereka berdua duduk paling pojok
Novi tersenyum pada Remon,Remon membalasnya.
"Sayang kamu tak ingin memesan makanan sendiri?."
Apa yang mas pesan, saya akan memakannya mas,saya tak mengerti mas pesan kayak begitu,saya tahunya pesan di kaki lima."
Remon tersenyum mendengar ucapan Novi.
Remon menatap tajam Novi,ia berkata hati hati sekali
"Sayang ada yang ingin mas tanyakan,kamu jangan marah ya?."
Novi melihat pada suaminya,mata mereka beradu
"Apa yang ingin mas tanyakan?."
"Sayang,waktu mas mengantar kamu tadi,saya melihat ada seorang laki laksudah tiga gari ini mas lihat i,siapa dia yang?."
Novi merasa heran,ia tidak merasa ia berjalan dengan seorang pria,tiga hari ini.
"Dengan pria mas?,rasanya saya tidak ada berjalan dengan pria."
"Tadi sayang,saat kamu menuju kampus,kamu beriringan dengan wanita dan ada pria."
Remon yakin dengan penglihatannya.Novi mengingat ingat,ia terkejut kala mengingat Arya yang sering mengikutinya,ia merasa Remon telah melihat Arya mengikutinya
"Mas itu Arya namanya,akhir akhir ini,ia sering mengikuti kami bertiga,ia semester empat."
Novi menjelaskan,Remon mengerutkan keningnya kala mendengar Arya anak semester empat."
"Mengapa anak semester empat bergabung dengan anak semester pertama,pasti pria itu ada maunya."Novi nampak heran juga
"Saya juga heran mas,apa maunya MasArya itu."
Remon bingung mendengar ucapan Novi
Kamu hati hati saja sayang,apa mas Aryamu itu ada mengatakan sesuatu,pada mu."
__ADS_1
Novi melitlrik Remon sesaat dan ia mengangguk,tiba tiba makanan yang di pesan datang,mereka makan bersama,Remon melanjutkan bicaranya ia penasaran sekali dengan Arya.
"Yang, apa saja yang ia bicarakan pada mu."
"Tadi,sebelum mas telepon saya, ia mengatakan akan berbicara berdua saja dengan saya mas,"
"Kamu jangan mau,nanti kamu diapa apain sama dia,kamu harus ingat ,kamu harus ingat pesan mas,pesan s u a m i m u.!".
Remon memotong pembicaraan Novi ,Remon sengaja melambatkan baca suamimu pada Novi,Novi agak takut dengan ucaoan Remon,tapi ia paksakan tersenyum
"Sayang ,kamu jangan murah percaya pada orang yang baru kamu kenal,kamu hanya boleh percaya pada Suamimu ini saja."
Terasa oleh Novi Remon agak Cemburu dan cemas,Novi tersenyum sambil mengerlingkan matanya,Remon masih kelihatan mencemaskan Novi
"Sayang kamu itu polos orangnya,mas takut kamu dimanfaati oleh orang,kadang orang yang kelihatan baik belum tentu baik yang."
Remon melihat makanan dipuring Novi telah habis
"Kamu mau tambah yang,kalau mau ,mas pesankan."
Novi mengeleng.ia melihat piringnya,ia tersenyum ,Remon melihat Novi tersenyum.
"Saya kenyang mas,saya jadi heran kerna keasikan cerita, makanan ini habis saya makan,biasanya lambat habisnya dan selalu tersisa." Remon tersenyum melihat Novi tersentum malu.
"Ini karna lidah kamu sudah mulai terbiasa makan makanan yang seperti ini sekarang."
Novi tersenyum,dilihatnya makanan suaminya pun sudah habis.
"Sudah ini kita kemana sayang,kamu mau kepantai?."
Novi agak keberatan,terlihat dari wajahnya.
"Saya ingin pulang saja mas,saya agak letih sekarang,heran ,akhir akhit ini saya sering merasa lemas mas."
Remon menatap iba pada Nov,ia menuwatirkan Novi."
Coba kamu periksa kedokter,bila perlu minta Vitamin supaya kamu tidak lemas.Tapi bisa juga karna kamu biasanya dirumah,sekarang sudah agak sibuk kuliah,jadi kamu kecapean
"Bisa jadi begitu mas,kita yang biasanya diam dirumah sekarang sibuk,mungkin itu penyebab saya letih mas ".
Remon menatap istrinya tajam
"Tapi mas saran kan yang,lebih baik kamu periksakan diri kamu ke Dokter,lebih cepat lebih baik,jangan sampai berlarut larut.
"Bagaimana setelah ini kita ke Dokter mas,kita pergi kedokter keluarga kita saja,biar sekarang mas hubungi dia.
Remon menghubungi dokter keluarganya ,setelah membayar makanan mereka pergi ke Dokter keluarga mereka.
"Sayang nanti sore saja kuta ke sana,mas sudah buat janji.
__ADS_1
Novi menganggukan kepala,ia tak mau membantah,ia selalu cepat mengerjakan yang di suruh suaminya
"