
Pak Heri hanya melihat tanpa berkata ketika ia melihat Novi tampak sedih menaiki mobil,Novi hanya diam.Pak Heri memberanikan diri bertanya.
Mbak Novi,kita mau kemana?"
Saya mau keliling saja pak setelah sore nanti kita ke taman saya ingin duduk sendiri di sana."
"Iya mbak! pak Heri mengangguk "
Sementara di ruangan Remon Friska bicara dengan Remon.
"Mon,mengapa tadi tidak kamu susul istrimu yang sedang merajuk tadi,Nanti panjang masalanya?"
Remon melihat pada Friska
"Saya tak suka dia bicara tidak sopan tadi,kalau tidak saya tegur ,ia akan berbicara tidak sopan terus."Friska tersenyum .
"Nanti istrimu itu ngambeknya lama lho,saya tidak tanggung jawab,saya tidak ikut-ijut ya?."
"Nanti juga ia akan hilang ngambeknya,saya tahu cara meluluhkan harinya."
"Ya sudah kalau begitu!"
"Bagai mana kalau kita makan siang Remon?.
Remon tersenyun pada Frika.
Saya mau pulang,seperti yang saya katakan tadi saya mau meluluhkan hati istri saya,saya akan membawanya makan berdua.Friska yang tadi tampak kecewa wajahnya terlihat sedih lagi.
Remon dan Friska keluar bersamaan,karyawan Remon melihat itu saling pandang setelah Renon dan Friska tak tampak lagi mereka bicara.
"Ini bisa menjadi gosip terpanas,tapi saya lebih suka Sama ibu Novi dari pada Buk Friska"
.Seorang karyawati gemuk berkomentar,karyawati kurus mendeksti yang gemuk
"Kenapa kamu lebih suka buk Novi"
Karyawati yang kurus bertanya,
Ibuk Novi,muda, cantik dan tidak sombong seperti ibu Friska,kalau ibuk friska waktu menjadi pacar bos wah sombongnya selangit,ditegur ,tak menjawab,lain kalau ibu Novi,walau ia tampak sangat muda,ia murah tersenyum dan ramah pada kita."
"Kita doakan saja tidak terjadi apa apa antara bos dan istrinya,"Wanita karyawati gemuk berkata lagi."
"Ayo kita makan kita tak akan kenyang membicarakan Bos,istri dan" Perkataan di gantung oleh karyawati gemuk dan disambut bersama dengan yang lain.
" Orang ketiga!!" Mereka menjawab bersamaan,dan mereka tertawa bersama.
Remon baru sampai di rumahnya,ia melihat Rumahnya sepi,ia melihat bik Ijah baru keluar dari dapur,ia mendekati Bik Ijah.
Bik,apa istri saya sudah pulang?
"Belum Pak,mbak Novi belum datang".
Bibik menjawab dengan sopan.
"Ya! tak apa apa bik,saya mau ke kamar dulu".
Setelah berjata Remon verjalanbkearah kamarnya,ia menelepon pak ujang.
"Halo Pak Ujang,sedang dimana,apa Pak Ujang sedang bersama istri saya.
__ADS_1
Pak ujang menjawab,
Mbak Novi ada di taman Pak,ia duduk di sana dari tadi,ia kelihatan bersedih,ia menangis sejak keluar dari kantor tadi."
Remon agak cemas mendengar ucapan Pak ujang
Apa kamu bilang,ia menangis saja dari tadi,kamu kasih tahu di mana alamatnya ,kirim kepada saya,saya akan ke sana!"
Pak Ujang mengirim tempatnya berada sekarang pada Remon,Setelah menerima lokasi tempat Novi berada Remon menuju kesana.
Pak Ujang menunggu Remon di pinggir jalan,ia melihat Mobil Remon,Remon melihat Pak ujang berdiri dipinggir jalan,setelah memarkir mobil Remon ke tempat pak ujang.
"Pak,mana istri saya? "
Ia bertanya pada Pak Ujang,
Pak Ujang membawa Remon ke tempat Novi duduk sendiri.
"Pak,pulanglah biar saya yang akan menemani istri saya".Pak Ujang nengangguk.
"Saya permisi dulu pak" Remon mengangguk.
Remon mendekati Novi,Novi tak menyadari kedatangan Remon,ia duduk melihat bunga di tiup angin sambil mengoyangkan kakinya kemuka dan kebelakang.Remon memperhatikannya.
"Sayang".
Novi teekejut,ia menoleh kearah suara itu,setelah melihat Remon Novi kembali melihat bunga,melihat Reaksi Novi Remon mendekati Novi,dan jongkok di hadapan Novi,dipegangnya kedua tangan istrinya itu,menerima perlakuan itu Novi menitikan air mata,ia memalingkan wajahnya.
"Maaf kan mas sayang,mas salah,ayo kita pulang,mengapa kamu duduk sendiri disini?"
Novi hanya diam,hanya isaknya yang terdengar,Remon menghapus air matanya
Remon mencium kening Novi,Novi tetap saja diam,ia tak mengacuhkan Remon
"Sayang,ayo kita pulang,sebentar lagi Magrib,kamu tak mau kan tinggal sholatnya,kerna duduk saja di sini?"
Novi mulai bereasi,ia melihat pada Remon sesaat,tak lama ia berdiri.
"Saya tak mau meninggalkan Sholat ayo kita pulang." Remon tersenyum pada Novi
Novi menghapus air matanya,ia berjalan menuju parkir,ia tampak mencari cari seseorang,ia menoleh pada Remon,
"Mana Pak Ujang,mobilnya tak ada disini?"
"Mas sudah menyuruh pak Ujang pulang,tak perlu lagi Pak Ujang,mas kan sudah ada disini"
Novi diam saja,Remon memegang tangan Novi,ia berjalan Ke arah mobilnya.Setelah mereka naik ke dalam mobil,Remon menjalankan mobilnya.Di dalam Mobil Novi diam saja,Remon melirik Novi.
Sayang jangan lama lama ya marah sama mas,mas merasa sedih,mas tak mau kamu mencuekan mas seperti ini.
Novi tetap tak menjawab ia melirik Remon sesaat,mata mereka berada,Remon tersenyum pada Novi,Novi memalingkan wajahnya,ia tak mau melihat wajah Remon,ia merasa muak melihat senyum Remon.
Suara Azan terdengar.Tepat di depan sebuah mesjid Remon memberhentikan mobilnya,ia melirik pada Novi.
Sayang kita Sholat magrib dulu ya.
Novi melihat Remon ia mengangguk,mereka turun dan sholat berjamaah di sana.
Setelah Sholat,mereka melanjutkan perjalanan lagi.Di dalam mobil Remon sering melirik Novi,Novi diam memperhatikan mobil lalu lalang.
__ADS_1
"Sayang kita makan dulu ya?,kita makan di restoran padang,kamu kan suka masakan Padang,kita makan di sana saja."
Remon sengaja mengajak Novi makan di Restoran Padang ,karna ia mendengar dari Pak Ujang istrinya itu belum makan dari tadi.
Novi terkejut ketika Remon mengajaknya makan di restoran padang,ia mengetahui Remon tak suka pedas,sedang masakan Padang hampir semuanya pedas
.Tapi Novi hanya diam saja,ia mengikuti saja ketika Remon Turun berjalan masuk ke dalam Restoran padang,ya perut Novi sudah merasa lapar ketika mencium masakan padang.
Setelah masajan di pesan datanglah kayawan restoran menghidangkan masakan padang denga gaya khas orang Restoran padang menghidangkan,ya menunya agak banyak macamnya di letakan di piring kecil dibawah dengan kedua tangan karyawan restoran itu,Mereka berdua memperhatikan ketika nereka menghidangkan menu makanan di restoran itu,Novi meligat pada karyawan itu,Remon memperhatikan Novi.
"Uda,saya mau sup atau Soto" tiba tiva Novi berkata,
"Baik saya akan ambilkan mbak"
Karyawan bejalan cepat memberikan yang di pesan Novi.
Sup itu untuk suami saya,ia tak suka pedas.
Remon terkejut ,ia melihat pada Novi,ia tersenyum senang,novi mengasih perhatian padanya.Setelah pelayan pergi ,Remon berkata pada Novi,
"Sayang,mas senang,kamu sudah seperti semula,kamu memperhatikan mas kembali,perhatianmu ini yang sangat mas rindukan dari mu."
Novi melihat Remon,ia merasa perutnya mual,ia berusaha menahanya
"Mas, saya mual ,saya mau muntah kita pulang saja"
Remon bergegas membawa Novi ke kamar kecil.Novi memuntahkan isi perutnya di sana.Setelah merasa baikan Novi keluar dari kamar kecil,Remon bergegas menghampirinya,ia tampak cemas.
Ini karna kamu tak makan dari tadi sayang,mag kamu kambuh lagi kan?"
Novi hanya Diam saja,mereka kembali ke tempat duduk mereka.Remon menyuruh Novi mengisi perutnya,baru beberapa sendok,Novi menghentikan makanannya.
Perut saya tidak bisa di isi lagi mas,rasanya mual lagi,kita pulang saja ya?,saya merasa pusing.
Remon mengangguk setelah mebayar makanan mereka kembali ke mobil. Diperjalanan Novi masih merasakan mualnya,Remon agak cemas.
"Sayang kita kedokter saja ya?mas cemas sekali melihat keadaanmu."
Mereka sering berhenti di pinggir jalan karna Novi mau muntah,akhirnya Remon membawa Novi ke klinik langanan keluarganya.
Setelah di periksa,Dokter tersenyum pada mereka berdua.
"Istri Bapak hamil pak!"
Remon terkejut,ia melihat pada Dokter itu.
"Apaa!! istri saa,saya ha,hamil pak?"
Remon terbata bata bicara karna terkejut,ia melihat pada Novi,Novi tampak tak terkejut karna ia telah mengetahuinya bahwa ia hamil.Remon heran Novi bersikap biasa saja.
"Sayang,kamu kok diam saja sayang,apa tak bahagia kamu hamil saya?"
Novi melihat pada Dokter,dokter rtersenyum,Novi melihat Remon.
"Saya bahagia mas,saya senang akan nenjadi ibu lagi."
Remon memeluk istrinya,ia tak menghiraukan Dokter yang melihat pada mereka dengan tersenyum bshagia juga.
Remon segerah me
__ADS_1